Oleh: achoey | 21 November 2009

Ngeblog Memotivasi & Melatih Kemampuan Menulis

“A, apa alasanmu ngeblog?”

Aku melihat bahwa blog bisa dijadikan sarana untuk memotivasi dan melatih kemampuan menulisku.

“Maksudnya?”

Maksudnya adalah, dengan menulis di blog, maka akan muncul pembaca. Semakin ramai kunjungan blog kita, maka kita akan merasa bahwa tulisan kita banyak yang suka. Akhirnya akan semakin bahagia dan percaya diri, lalu kita pun termotivasi untuk menulis lagi dan lagi. Apalagi jika pada setiap tulisan kita muncul komentar, maka motivasi itu akan tumbuh semakin dahsyat saja.  Kita semakin merasa bahwa tulisan kita dihargai.

“Kalau komentarnya pedas.” Baca Lanjutannya…

Oleh: achoey | 20 November 2009

Antara Update Posting & Blogwalking

Aku bertanya pada seorang sahabat tentang kenapa blognya sudah lama tidak update. Dan ternyata jawabannya karena dia malu belum sempat blogwalking. Keadaan sedang membuat sahabatku ini tidak bisa berlama-lama online. Dan sebagai selebblog tentunya blog dia senantiasa ramai dengan komentar blogger lainnya. Untuk balas berkunjung ke blog lain sambil meninggalkan komentar jelas butuh waktu, dan dia belum memiliki waktu luang tuk melakukannya. Jadilah blognya tak diupdate. Tidak posting karena belum blogwalking, beitulah kesimpulannya.

Blogwalking, sebuah istilah yang indah dan sudah menjadi tradisi di kalangan blogger Indonesia. Sebuah upaya menjalin silaturahmi sambil memberikan dukungan agar blog sahabat menjadi ramai. Maka wajar jika di Indonesia banyak blogger yang berkunjung ke blog untuk sekedar berkomentar. Membaca isi blognya mungkin sekilas saja, yang penting komentar. Meski komentarnya tak sesuai dengan postingan yang penting komentar. Bahkan kalau perlu komentarnya yang banyak biar hetrik. Apakah ini sebuah ulah yang salah, ah gak apa-apa, toh ini demi persohiblogan yang indah. Baca Lanjutannya…

Oleh: achoey | 19 November 2009

Dunia Tanpa Cinta

“Adi kemana Bi?”

“Di kamar Nya.”

“Apakah dia sudah makan?”

“Sudah Nya, tapi biasa, hanya mau makan beberapa suap saja.”

“Tapi sudah minum susu kan?”

“Sudah Nya.”

Perempuan itu beranjak memasuki kamarnya. Diletakanlah jas dan tasnya. Dilihatnya jam di tangannya, jarum jam menunjukkan sudah jam delapan malam lewat beberapa menit. Dilepaskannya jam tangan itu lalu dia pun beranjak ke kamar Adi, anak semata wayangnya. Pintu kamar itu diketuk. Sang ibu ngeh dengan stiker yang tertempel di pintu kamar Adi. “Ketuk pintu sebelum masuk”. Baca Lanjutannya…

Oleh: achoey | 18 November 2009

Kampung Halaman

“Hai, aku menyapamu seiring hembusan angin. Telah tak kuasa lagi kubendung rindu ini, membiru karena terlalu. Jadi, bersediakah kau kembali bisikkan somphoni pada hati yang lama sepi. Tak usah memilih kata puitis tuk membuatku terhipnotis, karena aku tak memintamu merayu. Aku hanya butuh sapaanmu, tuk menghangatkan kembali beku hatiku.”

“Hai, jangan tanya kenapa lama aku tak tampak. Bukan karena aku telah melupakanmu, namun hiruk pikuk kota telah menjebakku. Dateline tak berkesudahan membuatku larut, kedua kakiku terpaku, sulit beranjak. Mungkin kau tak puas dengan jawabanku ini, tapi sudikah kau sedikit mengerti, bahwa kertas dan logam bernominal itu tak kan datang tanpa perjuangan. Dan mau tak mau aku harus tetap berada di sana, di area basah. Jelas bukan di sini, karena hanya serakan daun kering yang kan kudapatkan saat kemarau berkepanjangan.” Baca Lanjutannya…

Oleh: achoey | 17 November 2009

Aku adalah Puisi

Aku dikandung dalam puisi. Dimana setiap saat kurasakan bait-bait kasih sayang. Hingga aku terlelap dalam kesabaran, menanti saat-saat kudilahirkan.

Aku dilahirkan dengan puisi, dimana bait-bait hembusan dan tarikan nafas mempertaruhkan,  hidup dan mati seorang perempuan.

Aku dibesarkan dengan puisi, dimana setiap hari kudininabobokan dengan bait-bait senandung cinta yang penuh ketulusan. Saat sentuhan lembut diiringi bait-bait doa yang penuh kekhusyuan, membelaiku, menumbuhkanku, nyaman. Baca Lanjutannya…

Oleh: achoey | 16 November 2009

BLOGOR Mengefektifkan Pengurusnya

blogorAlhamdulillah, meski boleh dibilang mendadak, kopdar BLOGOR kali ini dihadiri oleh lumayan banyak anggotanya. Tercatat ada 17 barudak BLOGOR yang datang ke Plaza Telkom Bogor, tempat kopdar BLOGOR berlangsung. Tokoh BLOGOR semisal Pak Prasabri dan Pak Matrisoni pun menyempatkan diri untuk hadir. Baca Lanjutannya…

Oleh: achoey | 15 November 2009

Gemeinschaft; Sebuah Jalinan

Gemeinschaft

Facebook mempermudah pertemuan kembali kami. Membawa kami pada sebuah kisah lalu, dimana jalinan persahabatan terukir indah. Satu tempat untuk kami mengaktualisasikan diri dan berbagi layaknya mahluk sosial yang lain. Ya, ketika kami dipertemukan di sebuah kampus sederhana yang diberi nama Kampus Perjuangan. Meski toh pada akhirnya kami meninggalkan kampus tersebut tak berbarengan. Bisa jadi karena perbedaan kegigihan kami dalam berjuang, atau mungkin bisa jadi karena faktor lainnya. Baca Lanjutannya…

Oleh: achoey | 14 November 2009

Lain Cicak, Bukan Buaya

Menawar tawar
Menaruh keruh
Berkecipak-kecipung
Dan riak air pun bingung

Menyulam hitam
Merajut putih
Bersial-siul
Dan warna pun luntur

Memuja cinta
Memuji birahi
Bergulang-guling
Dan kesucian pun juling

Lain cicak
Bukan buaya
Aku hanya ingin garuda
Terbang menebar cinta
Oleh: achoey | 13 November 2009

Cara Mengungkap Cinta

Gadis-gadis cantik itu duduk di depanku. Keceriaan mereka terukir dari cara mereka menyapaku. Aku tersenyum pada mereka, menandakan bahwa aku adalah sahabat mereka, sosok yang pantas mereka percaya untuk berbagi cerita. Karena toh dengan keterbukaan dan kejujuran mereka, maka aku akan lebih mudah membantu mereka.

Sebagai pembuka, kubagikan kertas dengan beberapa hal yang harus mereka isi. Jelas mereka bertanya, kenapa mereka seolah sedang dihadapkan pada sebuah tes. Dengan beberapa penjelasan, mereka pun mengerti dan mencoba memulai mengisi, sambil sesekali terhenti karena mereka harus mengingat-ngingat jawaban yang tepat tuk dituliskan di lembaran itu. Baca Lanjutannya…

Oleh: achoey | 12 November 2009

Membahagiakan Orang Tua

Teringat di suatu waktu, seorang Ibu menceritakan dengan antusias tentang anaknya. Dia bangga dan bahagia atas anaknya itu. Bukan karena anaknya telah menjadi sosok bergelimang harta hingga terpandang dan dihargai sesamanya. Bukan pula karena anaknya menjadi selebritis yang begitu populer dan dipuja berjuta penggemarnya. Melainkan karena anaknya begitu mencintainya, begitu menurutinya, begitu memperhatikannya. Dan sebagai seorang ibu, dia sangat merasa berharga, dia sangat merasa beruntung telah melahirkan sosok anak sebaik itu.

Anak ini tahu seperti apa ibunya. Anak ini tahu bagaimana dia harus memposisikan diri di hadapan ibunya. Anak ini tahu bagaimana caranya membuat ibunya bahagia. Anak ini tahu bagaimana caranya membuat ibunya bangga. Anak ini tahu cara terindah memuliakan ibunya. Dan itu dia lakukan juga pada ayahnya, lelaki terbaik yang telah mendidik dan membesarkannya. Baca Lanjutannya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori