Pulang Kampung

Dikirim Ciamis Manis dengan kaitan (tags) , , , pada 5 Juli 2009 oleh achoey

Dalam kesendirian, nun jauh dari hangatnya sentuhan kasih sayang, tentunya ada kesedihan yang manusiawi. Kesedihan yang tak akan lama bertahan, seiring kesadaran bahwa hidup adalah perjuangan. Dan penggalan perjalanan, semestinya dihiasi dengan beragam peran, tak sekedar pengaktualisasian.

Jauh dari tanah kelahiran, hati tetap tertautkan. Bukan karena satu alasan, tapi beragam alasan yang mempu menawan hati dalam kerinduan. Kerinduan yang membangun kepribadian, bahwa sesukses apa pun pada diri, tanah kelahiran tak boleh dilupakan.

Ehm, hari ini tak kan kau jumpai aku di kota hujan. Karena aku sedang dalam perjalanan, menuju kampung halaman, tanah dimana aku dibesarkan dalam harapan.

Tanah merah yang sumringah saat basah, di kala rintik hujan berjatuhan menabuh irama yang harmoni. Hijau tumbuhan meneduhkan, rerumputan menyegarkan. Terlebih saat warna-warni bunga menggairahkan pandangan, dan buah-buahan menanti sentuhan tangan. Semuanya telah menanti, hentakkan pijakan kaki yang pasti mereka mengerti.

Duhai sahabat, kutitipkan penggalan-penggalan tulisan pada kalian. Bacalah jikalau kau rindukan sosok sederhana ini. Dan aku kan tetap tersenyum untuk kalian, di sana di kampung halaman.

Sahabat, maaf jika tak ada sapa dariku untuk beberapa hari ke depan. Semoga segera kita mampu kembali memadu senyuman. Namun, tetap kan kalian jumpai tulisan baru setiap hari. Semoga.

Jiwa-Jiwa yang Amanah

Dikirim Hikmah dan Motivasi dengan kaitan (tags) , , pada 4 Juli 2009 oleh achoey

Setangkup harapan dititipkan, dari hati yang percaya akan amanah. Lalu senyum pun tersungging, seiring pesan yang hendak disampaikan, “aku percaya padamu”.

Dalam perjalanan, begitu banyak godaan. Kadang melenakan dan menyesaatkan. Tak mustahil setangkup harapan yan dititipkan terlupakan. Terkubur rayuan yang makin menumpuk, seiring jaman.

Tapi tidak bagi jiwa-jiwa yang amanah, setangkup harapan tidak disimpan tuk menjadi beban pundaknya, melainkan terletak kuat dihatinya, terekat kuat diingatannya, dan dijadikannya bagian dari ketulusan yang harus di emban.

Jiwa-jiwa yang amanah, adalah jiwa-jiwa yang telah menetapkan arah.  Jiwa-jiwa yang amanah, sangat paham akan alasan ditetapkannya manusia sebagai khalifah.

Pun begitu dalam kehidupan antar sesama, bahwa setangkup harapan tak boleh dimatikan. Karena kepercayaan tak mudah tuk didapatkan namun mudah tuk dihilangkan.

Jiwa-jiwa yang amanah, adalah jiwa yang mengenal Tuhannya. Semoga kita bisa.

Arti Setia

Dikirim Hikmah dan Motivasi dengan kaitan (tags) , , , pada 3 Juli 2009 oleh achoey

Perlahan terpejam, mencoba memadam pandangan. Mengindar dari pesona yang menggoda, mengingat kembali komitment hati, tentang sebuah janji pada diri.

Ketika banyak kata tertata, meruntut kalimat kunci tentang janji. Janji setia pada kekasih hati. Tentu belum apa-apa sebelum janji teruji. Namun, kesetiaan tak akan terpedaya, jika janji yang diutarakan, adalah janji pada diri, bahwa kan tetap tulus menetap hati, pada pilihan yang terpilih.

Kesetiaan adalah ketulusan jiwa, yang kan ada pada cinta yang tulus pula. Kesetiaan tak perlu dipinta, dia kan hadir seiring kerelaan hati memantapkan diri, karena cinta bukan hanya soal rasa, tapi juga soal penghambaan pada-Nya. Ya, karena cinta sebenar, adalah cinta yang bermuara pada kecintaan terhadap Tuhan, yang menciptakan cinta.

Tersenyumlah duhai para pecinta, yang setia tanpa terpaksa. Berbahagialah duhai para pecinta, tatkala cintanya pada mahluk, bisa mendekatkannya ke Surga. Semoga kita bisa.

Ketika Cinta Bersabar

Dikirim Hikmah dan Motivasi dengan kaitan (tags) , , , , , , pada 2 Juli 2009 oleh achoey

Ditahanlah cinta di hati, menanti waktu yang mesti pasti. Karena setelah waktu itu tiba, maka semuanya kan diungkap tanpa hijab.

Sang lelaki menuliskan bait-bait cinta di notebooknya, sebuah catatan harian tentang cinta yang tertahan. Cinta yang kan ditumbuhkan seiring keikhlaskan,  cinta yang kan diwajarkan agar tetap bermuara pada penghambaan terhadap Tuhan.

Begitu pun sang perempuan, setiap hari menulis rangkaian kalimat cinta yang tak terkikis. Disimpan di draft yang kelak kan dipublish. Tinggal menanti saat yang tepat. Saat dimana kelak tak hanya hatinya yang bertaut, tapi juga tangannya bisa memeluk erat tanpa takut.

Sang lelaki tersenyum diujung malam, menanti saat pagi yang kan menghampiri dan membuatnya tenggelam. Tenggelam dalam kebaahagiaan pernikahan.

Sang perempuan sulit terpejam hingga lewat pertengahan malam. Jantungnya berdegup kencang mengeja kerinduan. Kerinduan saat akad itu dengan indah terlafalkan. Dan semuanya terhalalkan.

Lelaki dan perempuan, menjadi benar-benar romantis saat ijab qabul terbacakan. Dan kini mereka bertugas tuk membuktikan, bahwa cinta bukan sekedar menggairahkan, tapi juga memadukan segala kelebihan dan kekurangan, agar  menjadi kekuatan yang terpadukan, tuk mampu bersinergi, agar tetap berada di jalan yang Tuhan ridhoi.

Oh indahnya.