Introspeksi yang Efektif


“Cara introspeksi diri yang paling efektif tuh gimana sih kak?”

SMS di atas hinggap di ponsel setiaku. Sejenak aku terdiam, mencoba meraba hati agar logika tak menjadi kendali jemari. Bagaimana pun pertanyaan ini tidaklah mudah, terlebih untuk sosok sepertiku yang memang masih awam mengamalkannya. Ya, introspeksi diri mungkin sering kulakukan, tapi apakah itu telah efektif.

Dalam perjalanan hidup ini, ada begitu banyak langkah terayun, ada begitu banyak gerak tertampak, ada begitu banyak kata terucap dan ada begitu banyak sikap terungkap. Dari sebegitu banyak ulah kita, tentu saja ini berdampak pada kita dan juga ada yang berdampak pada orang lain. Hidup kita senantiasa dinamis, meski rutinitas harian kita sama, tetap saja ada yang berbeda. Tentu saja kita tergelitik tuk melakukan evaluasi diri di akhir aktivitas, agar esok hari bisa lebih baik dari hari sebelumnya.

Siang dan malam tentunya hadir bukan tanpa tujuan, sebagaimana siang yang idealnya diperuntukkan untuk beraktivitas dan malam yang idealnya diperuntukkan tuk beristirahat. Seperti itulah kehidupan kita. Ada optimisme di pagi hari, ada evaluasi di malam hari. Karena itulah alangkah indah jikalau di malam hari sebelum kita tidur atau saat kita terjaga di sepertiga malam terakhir, kita coba mencari waktu untuk membiarkan kita bisa menyelami hati kita. Biarkan keheningan suasana menciptakan keintiman kita tuk bercengkrama dengan diri kita. Biarkan kita dengan khidmat mengingat apa yang telah kita lakukan di sepanjang hari tadi. Biarkan kita jujur untuk menilai di mana letak langkah kita yang baik, yang kurang baik, atau bahkan yang buruk. Jika ada pelibatan orang lain, maka biarkan kita objektif terhadap diri kita dan orang itu, lalu nilailah di mana letak yang harus diperbaiki. Tatkala telah ketemu, warnai dengan jelas dan bersikaplah. Tentu saja hasil introspeksi diri (muhasabah) ini harus merekomendasikan perbaikan pada kita yang kan dengan indah kita jalankan. Jalani proses ini dengan ikhlas dan penuh harapan baik untuk kebaikan di masa depan.

Agar inrospeksi kita menjadi indah, maka kita harus mampu:

  1. Dengan jelas menatap nilai berkehidupan ini dengan baik. Agama telah memberitahu kita tentang baik dan buruk, lalu kita pun telah terbantu dengan munculnya etika, norma-norma yang ada,
  2. Dengan jujur kita menilai diri kita. Bersikap objektif pada diri dan jangan membiarkan diri kita malah melakukan Ekstrospeksi Diri. Karena Ekstrospeksi diri biasanya dilakukan oleh orang yang egois, yang mementingkan diri sendiri dalam upaya mencari pembenaran atas sikap dan perilaku yang tidak benar dalam dirinya,
  3. Dengan lugas warnai apa yang harus diperbaiki, perjelas hingga kita bisa dengan mudah memiahkan dan melakukan perbaikan,
  4. Komitment untuk melakukan perbaikan. Memohon ampun pada Tuhan dan jangan malu untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf pada orang lain jika memang didalamnya ada pelibatan mereka. Jika tidak ada pelibatan orang lain, maka berbaik sangkalah pada diri sendiri, bahwa kita mampu memperbaikinya,
  5. Jalani dengan khidmat dan ikhlas. Jalani dengan niat baik untuk perbaikan, untuk kebaikan.

Tentu apa yang saya tulis bukanlah yang terbaik. Karena saya pun bukan pengamal introspeksi diri yang baik. Tapi saya berharap sang penanya bisa sedikit terbantu dengan tulisan ini. Dan pertanyaan lewat SMS di atas, adalah media yang indah karena telah mengingatkan diri saya sendiri untuk senantiasa berinstropeksi.

Buat sahabat, silakan jika ada yang mau mengoreksi dan menambahkan. Kita berbagi di sini. Meski maaf saya belum sempat blogwalking🙂

Salam damainya hati🙂

Tentang achoey el haris

Seorang lelaki sahaja yang gemar menulis. Dan blog baginya adalah media untuk menyalurkan kegemarannya itu. Salah satu pendiri Komunitas Blogger Kota dan Kabupaten Bogor (BLOGOR). Pengasuh Pojok Puisi. Anggota Komunitas Menulis Bogor (KMB) dan Kopi Sastra.
Pos ini dipublikasikan di Hikmah dan Motivasi dan tag , , . Tandai permalink.

64 Balasan ke Introspeksi yang Efektif

  1. arifromdhoni berkata:

    Mari bermuhasabah diri🙂

  2. Abi Sabila berkata:

    Malam hari sebelum tidur, setiap hari. Saya rasa waktu ini paling tepat untuk melakukan interospeksi. Jika ada kekurangan, kesalahan maupun kekhilafan yang terlanjur dilakukan, mohon ampun pada Allah, sebab kita tak pernah tahu apakah besok masih bertemu pagi lagi. Juga, jika ada kesuksesan, keberhasilan, prestasi yang di raih, syukuri dan jadikan bekal semangat untuk memulai esok hari. lebih baik lagi.

  3. julianusginting berkata:

    marilah kita introspeksi diri.. tp kadang2 susah dilakukan sob.beneran deh😦

  4. selasa maulid nabi ya kang. sekalian kita berinstropeksi diri.🙂
    btw salam kenal ya🙂

  5. Haqqi berkata:

    Ketika dalam keremangan, sambil pegang gitar, terus mengingat masa lalu, tentang kebaikan maupun kesalahan diri.. terus dibuat lagu deh.. hehe..

  6. jumialely berkata:

    setuju mas..

    tapi efektif itu sebenarnya ga bisa dibuat nilai standarnya ya….

    yang penting kita mau di koreksi orang lain dan mau berubah….

    kalau ga.. ya sama saja deh

  7. Miftahgeek berkata:

    Klo ga salah ada kan kang buku2 model muhasabah gitu, lumayan setidaknya bisa jadi acuan buat introspeksi diri. Kalo mau bisa di-edit supaya lebih seusai dengan kebutuhan.

    *note:saya udah ga pake buku kayak gituan :p

  8. beni berkata:

    yup bener banget kata abi sabila di atas, introspeksi dilakukan sebelum tidur (sambil merem). Memutar ulang rekaman kehidupan pada hari tersebut dan berharap semoga yang tidak baik bisa di stop esok harinya, dan yang masi kurang-kurang agar di lengkapi saat bangun tidur besok

  9. gotaufik berkata:

    setiap kali sebelum saya tidur pasti teringat apa-apa saja yang telah saya lakukan dan mencoba mencari pemecahan pada setiap masalahnya. daaaaan, eh itu di atas udah ada.
    walau tak banyak membantu tapi sudah cukup bagi saya.🙂

  10. sibair berkata:

    yang penting si mau menerima masukan bang…😀

  11. antokoe berkata:

    dashyat kang tipnya…….dan aku selalu kagum dengan kesantunan bertuturnya…
    maaf kang baru bisa mampir🙂

  12. teguhsasmitosdp1 berkata:

    Wah,,….hebat nih tipsnya.

  13. Hafid Junaidi berkata:

    pakai cermin mas, cerminnya kritikan orang lain terhadap kita ^_^, semoga ada mas haris diberi kesempatan untuk blogwaking dah ^_^

  14. greenyazzahra berkata:

    “Hisablah dirimu sebelum engkau dihisab di pengadilan akhirat kelak”..
    Nice post..🙂
    Semoga kita senantiasa menutup hari kita dengan bermuhasabah..

  15. waw tipsnya mantap mas haris
    oh iya, kalau sebelum tidur memang lebih enak
    apa lagi ditambah dengerin lagu klasik
    kita lebih bisa menhayati
    beneran, aku sering coba mas hhe

  16. Masbro berkata:

    Saya nggak menambahkan Mas, lima poin itu sudah sangat pas menurut saya..

  17. situsonline berkata:

    Intropeksi diri ini lah yang paling susah,banyak yg merasa bnr dalam melakukan suatu hal,bs menegur orng lain,tau kesalahan org lain,tapi dirinya sendiri blm bs di nilainya.

  18. pri crimbun berkata:

    duh sohibblog yang satu ni memang smart….

    yah…. jujur pada diri sendiri… itulah kunci intospeksi….
    memang kelihatannya gampang… tapi ternyata sangat sulit tuk jujur (mengakui) diri sendiri…

    selalu ada pembelaan terhadap hati ini, dari pikiran kita ketika kita melihat langkah lampau kita ternyata salah… yah begitulah… di dalam badan ini ada hati dan pikiran… yang kadang saling mendukung tapi tak jarang pula saling bertentangan… ataupun seolah pembelaan…

    kunjungan malam ni sob… heheh

  19. ekaraharja berkata:

    mantab kang….
    tapi khusus untuk Komitment untuk melakukan perbaikan, khusus yang terjadi pada saya, terkadang masih bisa digoyah oleh keadaan…

  20. mamung berkata:

    wah terima kasih postingannya menjadi tips berharga buatku kang…
    ijin kopas yaa….🙂

  21. mood berkata:

    Saya merasakan kesulitan dalam intropeksi diri, dengan membaca artikel ini saya merasa terbantu. Thank’s infonya Sob.

  22. arman berkata:

    setuju banget.
    instrospeksi itu yang penting harus jujur!
    dan supaya instrospeksi itu bukan sekedar instrospeksi tanpa ada action perbaikannya, harus ada komitmen.

  23. apikecil berkata:

    Ikhlas,,yang paling mendasari dari semua poin itu ya mas..
    salut banget sama mas Achoey,artikelnya bener2 inspiratif

  24. blogbobby berkata:

    Tidak egois. Kalo bapaknya ngerokok, masa anaknya dilarang ngerokok?? betulkah? heheheh😀

  25. Martha Andival berkata:

    positif thinking dan jgn pernah berburuk sangka…🙂

  26. rakha' berkata:

    Sambil sholat malam, kita merenung dan memohon ampun kepada Allah SWT

  27. beoding berkata:

    kalau saya biasanya “menjauh” supaya bisa melihat masalah masalah lebih jernih

  28. hmm, menguatkan tekad positif…

  29. Fikriyansyah berkata:

    tips y sangat bermanfaat. smg bs introveksi dri…

  30. pututik berkata:

    jika kita tidak ikhlas maka banyak hal akan terasa harus dihargai dengan yang menyenangkan dengan diri kita. sampai ada keharusan bahwa Tuhan harus memberikan kita sesuatu akibat tidak ikhlas masih terbesit di hati kita. nice post

  31. thanks pencerahannya kang achoey.
    ane jarang banget instropeksi diri.
    thanks dah dikasih tau caranya🙂

  32. budiarnaya berkata:

    Maaf aa baru berkunjung, dan saya memberikan sesuatu walaupun udah usang yach; http://budiarnaya.com/kisi-kisi/misi-88/

  33. bangauputih berkata:

    hrus banyak2 brcrmin yah mas.
    salam

  34. Adi berkata:

    Sulit memang buat introspeksi diri, karena kadang kita menilai diri kita sendiri itu benar adanya..

  35. wah biasanya saat ada pertengkaran sebentar intropeksi membuat saya mudah luluh, mengambil ponsel dan meminta maaf. tapi akhir akhir ini berubah extremly cukup egois dengan membiarkan semua itu terlewat, kecuali memang melewati batas 3 hari.

  36. Assalaamu’alaikum nanda Achoey…

    Menyelusuri blog2 Indonesia saban hari, telah banyak menambah ilmu bunda dalam mengumpul kosa kata baru yang tidak ada dalam bahasa Melayu. Walau digunakan tapi tidak secara meluas contohnya perkataan introspeksi, tidak pernah bunda jumpai dalam karangan bahasa Melayu.

    Tepat sekali, melalui pembacaan juga bisa memberi ruang introspeksi buat diri kita untuk menjadi lebih baik dari semalam. semoga kita akan selalu bermuhasabah diri setiap hari yang dihasilkan oleh pengalaman seharian.

    Salam mesra dari bunda di Sarikei, Sarawak.😀

  37. HALAMAN PUTIH berkata:

    Kalau terjadi perubahan yang berarti pada diri kita ke arah positif maka instropeksi perlu selalu dilakukanb setiap saat, semacam refresh begitu…

  38. alif berkata:

    Wah.. Makasih artikelnya.

  39. bro eser berkata:

    Memang bukan hal mudah menjawab pertanyaan ini, apalagi ada kata efektif… saya sendiri belum bisa menemukan cara ekektif untuk introspeksi diri

  40. ratansolomj9 berkata:

    Introspeksi/refleksi/ permenungan untuk kemudian melakukan evaluasi. Merupakan sarana ampuh kenali dan kendalikan diri pribadi.

    Salam sukses

  41. andipeace berkata:

    mantabs…ijin sedot ke pdf mas buat bahan baca dan intropeksi diri.
    tulisan yang begus bagi saya.

    salam sejahterah dan adem ayem

  42. Shohibul K.U.C.B berkata:

    Selamat pagi sahabatku
    Saya datang untuk mengokoh-kuatkan tali silaturahmi sambil menyerap ilmu yang bermanfaat. Teriring doa semoga kesehatan,kesejahteraan,kesuksesan dan kebahagiaan senantiasa tercurahkan kepada anda .
    Semoga pula hari ini lebih baik dari kemarin.Amin

    Saya juga menyampaikan kabar gembira bahwa sahabat mendapatkan tali asih berupa tabungan sebesar Rp.100.000 dan sebuah buku dari manajamen BlogCamp Group atas prestasi anda sebagai Juara K.U.C.B Kategori Khusus.

    Silahkan cek http://newblogcamp.com/kontes/juara-k-u-c-b-kategori-khusus.

    Selanjutnya harap anda mengirimkan nama , alamat dan nomor rekening tabungan anda untuk pengiriman tali asih tersebut.

    Terima kasih atas partisipasi sahabat. Stay tune di BlogCamp Grup.
    Salam hangat dari Markas BlogCamp di Surabaya

  43. Putrie berkata:

    Selalu butuh orang lain untuk Introspeksi diri sendiri..
    itu cara saya,😀

  44. sedjatee berkata:

    introspeksi adalah wahana mengevaluasi diri
    insyaAllah bermanfaat
    salam suskes..

    sedj

  45. puteri amirillis berkata:

    yang penting jangan ngeyel ya mas jika dikoreksi orang dan jujur pada diri ketika koereksi diri sendiri..
    selamat ya kang juara kategori khusus kucb…^^

  46. rime berkata:

    saya pernah dapat nasihat seperti dari seseorang:

    “sebelum menilai dirimu sendiri, berilah ruang yang luas dalam hatimu, sehingga kamu bisa menilai dirimu sendiri secara lebih objektif.”

    tanpa ruang itu, selamanya kita tidak akan bisa menilai diri kita secara objektif😉

  47. Goyang Karawang berkata:

    dan jangan lupa tetep bersyukur.. biar segelanya terasa nikmat🙂

  48. Multibrand berkata:

    Introspeksi diri memang bukan hal yang mudah karena kita harus mengakui kelemahan bahkan kesalahan kita.

  49. Necky berkata:

    tidak mudah untuk bermuhasabah….boro2 instropeksi diri…ditegor oleh pasangan kita sekalipun dengan maksud baik….terkadang malah marah….mudah untuk mengatakan tapi sulit untuk mengamalkannya….mudah2an kita bisa melakukannya

  50. niee berkata:

    setuju dengan kalimat kita harus jujur kepada diri sendiri,
    karena walau tanpa disadari, kita sering kali berbohong dengan diri kita

  51. atikah berkata:

    Komitmen untuk melakukan perbaikan dan ikhlas. Bagus sekali.

    JIka kita memiliki hati yang bersih, yang bisa membedakan mana yang haq dan bathil, mungkin kita akan lebih mudah mengintrospeksi diri.
    Begitu berbuat salah, kita langsung menyadari, langsung istighfar.
    Langkah kita menjadi begitu ringan karena semua urusan kita ikhlaskan hanya kepada Allah dan hanya karena Allah saja.

  52. roy berkata:

    Alhamdulillah…. lama g online blog….
    sekali nya online…mampir ke sini langsung dapet ilmu yang kbetulan juga sedang dicari….
    Manteb kang…

  53. nia/mama ina berkata:

    yup…susah memang utk introspeksi diri….makasih tipsnya, cukup bermanfaat utk di amalkan

  54. bangauputih berkata:

    slamat kang, msk
    jwara khsus di KUCB.

  55. Excellent philosophy here. Point number 4 is so important, if we don’t make mistakes we cannot grow. They give us the opportunity to learn, apologize if necessary and strengthen relationships.

  56. Zico Alviandri berkata:

    Poin nomor 1 oke tuh… Dari situ kita punya standar yg jelas u/ introspeksi dan melakukan pengukuran🙂

  57. Astra satria berkata:

    Postingan yang bermanfaat agar kita tidak terlena dengan diri kita sendiri, keep sharing mas haris, tetap semangat walaupun waktu nge-blog terbatas

  58. Etik Setiawati berkata:

    Hmmm… Tulisan mas Haris ini reminder yang menggugah. Thanks.🙂

  59. Mbah Jiwo berkata:

    smsnya dari siapa hayo

  60. bro eser berkata:

    bro kenapa sekarang udah jarang di update blognya? padahal pertama kenal blog ini rajin di update… maaf ya kalo oot

  61. Alieph berkata:

    Terima kasih ceritanya mas.
    From: Alieph

  62. Yulis Samoa berkata:

    – Jalani dengan khidmat dan ikhlas. Jalani dengan niat baik untuk perbaikan, untuk kebaikan – Insya Allah saya bisa…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s