Fiksi Hikmah; Pemuda & Penyesalan


Pemuda itu berdiri mematung, tatapannya kosong. Air matanya tak mengalir lagi setelah tadi habis tertumpah bak air bah. Hening di hidupnya, senyap di pendengarannya. Dia sekarang hanya berhadapan pada berkecamuknya perasaan.

Banyak tatapan membenci dengan umpatan mencaci mengarah padanya. Selebihnya senyum sinis dan tatapan antipati atau paling bagus adalah tak peduli. Bagi orang di sekitarnya pemuda itu tak bernilai. Bukan sekedar sampah, tapi virus pembunuh yang jelas jauh dari sifat berperikemanusiaan. Maka, wajar jika tak ada satu pun yang mau mendekatinya saat ini. Biar saja, biarkan dia dan penyesalan berhadapan.

Ehm, hampir semua orang menyimpulkan bahwa pemuda ini sedang dalam titik terparah penyesalan. Tapi beberapa yang lain bahkan telah bersangka yang sangat buruk, bahwa pemuda ini tak punya hati, jadi tak mungkin menyesal. Sah-sah saja bagi yang berpikiran begitu, mengingat mereka tahu siapa pemuda yang sedang berdiri mematung itu.

Bruk, pemuda itu ambruk tak sadarkan diri. Semua orang terkejut dan terperanjat. Karena mereka manusia, maka mereka pun menolongnya. Polisi pun telah datang, saat sadar nanti maka pemuda itu kan dihadapkan pada penegakkan hukum negeri ini.

Seorang lelaki berbisik pada lelaki di sampingnya. “Sudah kubayangkan, pasti beginilah akhir hidupnya. Ibunya telah lama meninggal dan kini ayahnya. Tapi dia dihukum bukan karena itu, dia di hukum karena mencabuli gadis-gadis di bawah umur lalu menjualnya. Padahal dosa terbesarnya adalah sikap dan perbuatannya yang tidak mampu memuliakan orang tuanya, malah membuat kedua orang tuanya meninggal karena tak kuasa menahan malu ulah bejat anaknya. Menyedihkan”

Catatan: Masih saja belum banyak waktu untuk BW. Maafkan ya sahabat.

 

Tentang achoey el haris

Seorang lelaki sahaja yang gemar menulis. Dan blog baginya adalah media untuk menyalurkan kegemarannya itu. Salah satu pendiri Komunitas Blogger Kota dan Kabupaten Bogor (BLOGOR). Pengasuh Pojok Puisi. Anggota Komunitas Menulis Bogor (KMB) dan Kopi Sastra.
Pos ini dipublikasikan di Kreasi Fiksi dan tag . Tandai permalink.

106 Balasan ke Fiksi Hikmah; Pemuda & Penyesalan

  1. Abi Sabila berkata:

    Astaghfirulloh, astaghfirulloh, astaghfirullohal ‘adzim.

  2. hudaesce berkata:

    Astghfirulloh……,semoga cerita fiksi ini tidak berlaku di dunia nyata. 😥

  3. advertiyha berkata:

    Astaghfirullah….
    semoga kita termasuk orang2 yang dapat memuliakan orang tua kita…

    salam sahabat kang

  4. Hariez berkata:

    Naudzubillah Minzalik ya Kang
    semoga kita diberikan hikmah dari tulisan ini Insya Allah..
    salam hangat

  5. Jumialely berkata:

    jadilah anak yang memuliakan orang tua

  6. microsoft 1945 berkata:

    hanya bisa berucap :
    Astaghfirullah….
    Naudzubillah Minzalik
    dan selebihnya hanya terngiang membayangkan betapa dosanya pria itu..
    semoga Allah swt membarikan pintu tobat dan ampunannya.

    prosperous and successful greeting always

  7. ysalma berkata:

    Semoga ini hanya fiktif,,
    Memuliakan orangtua adalah tugas utama anak..

  8. Anugrha13 berkata:

    astaghfirullah😦
    semoga diampuni segala dosanya…

  9. lozz akbar berkata:

    ehm Mas Achoey muncul lagi nih.. kirain lagi sakit… yah semoga kita bisa menjadi orang yang selalu menjunjung kehormatan dan kemuliaan orang tua kita.. amieennn

  10. masyhury berkata:

    wew… kejam sadis banget sih!
    untung cuma fiksi.. (*padahal kenyataannya banyak loh ya!)😆

  11. ilyasafsoh.com berkata:

    fiksi yang syarat hikmah

    khas
    seorang AA

  12. The-netwerk berkata:

    nice..
    sempatkan mengunjungi website kami http://www.the-netwerk.com
    sukses selalu!

  13. melly berkata:

    Masya Allah..
    jadi ngeri klo durhaka sama orang tua😦
    semoga dijauhkan dri sifat yg tak terpuji seperti itu.

  14. nia/mama ina berkata:

    wahh ceritanya penuh hikmah…..salam kenal

  15. iam berkata:

    Astagfirullah..
    jangan sampe kejadian >.<

  16. adit-nya niez berkata:

    Untung cuma fiksi ya…:mrgreen:

  17. bayuputrabio berkata:

    Selamat malam mas …
    walaupun masih belum sempat .. saya selalu setia berkunjung mas .. heee.

  18. Danu Akbar berkata:

    Untungnya masih ada yang mau nolongin dia..

    Salam, Danu Akbar.

  19. Woww,, Muhammad Joe Sekigawa menyukai postingan ini🙂

    salam semangat selalu Kang Achoey ^^

  20. indobrad berkata:

    apa kabar kang? semoga sekeluarga tetap sehat😀

  21. srulz berkata:

    penyesalan selalu datang di belakang.. ;(

  22. Necky berkata:

    Alangkah sedihnya orang tua melihat anaknya tidak mampu menjaga nama baik keluarganya…..apabila setiap orang mampu menjaga nama baik keluarga ..insya Allah ga ada yang mau berbuat diluar noma agama pak

  23. ratansolomj9 berkata:

    Masih tetap eksis …🙂

    Salam sukses

  24. frida berkata:

    Paragraf pertama adalah pokok cerpen ini tampaknya : TITIK NOL.
    Semoga fiksi ini berhikmah..🙂

  25. archer berkata:

    pria itu menangis apakah dia menyesal (tobat) di akhir hidupnya??

  26. thomas berkata:

    perenungan yg dalam
    salam

  27. Parah nih orang…😦

    Salam sayang dari BURUNG HANTU… Cuit… Cuit… Cuit…

  28. TuSuda berkata:

    penyesalan yang datang terlambat tidak bisa membayar semua kesalahan yang telah terjadi…

  29. kang ian dot com berkata:

    ehmm tragis beneer ^^ masih sibuk uy kang achoeyna :d

  30. pink berkata:

    semua pasti ada hikmahnya…

    maaf saya juga baru sempet mampir ke sini.

  31. astaga
    semoga kejadian ini jarang terjadi di kehidupan nyata mas hhe
    oh ya, muliakanlah orang tua juga

    mas mohon buka facebook ya
    ada pesan dari ku hhe

  32. Pendar Bintang berkata:

    Astaugfirllahaladzim….

  33. alwathaniyah berkata:

    Istighfar… semoga kita bisa mengambil hikmah dari peristiwa ini.

  34. Assalaamu’alaikum nanda Achoey…

    Maaf, baru kini bunda dapat bertandang lagi. Didoakan sehat dan bahagia selalu.
    Kisah di atas, sebaiknya kita jadikan iktibar supaya tidak mendehakai orang tua dan tidak memalukan diri sendiri baik di sisi manusia mahupun di hadapan Allah nanti.

    Semoga selalu sukses Achoey.
    Salam mesra dari bunda di Sarikei, Sarawak.

  35. Yan'shu berkata:

    waduh,,,
    serem aja ceritanya..
    idenya darimana neh..?/

  36. Hariez berkata:

    Apa Kabar Kang ?? mudah-mudahan sehat wal afiat ya, Amien🙂 semangat ya Kang😀

    salam hangat

  37. mamah Aline berkata:

    kalo ada yang seperti itu, ngeri banget deh
    akhir hidup mengenaskan, ditambah gak pernah memuliakan orang tua…😦
    semoga kita tidak termasuk golongan orang yang durhaka

  38. Kakaakin berkata:

    Semoga kita tak pernah bertemu dengan orang2 semacam itu di kehidupan nyata kita…

  39. Ade Truna berkata:

    beda dengan kenyataan, ada sekitar satu minggu yang lalu –seperti biasa– saya pulang lewat leuwipanjang, di depan saya di kiri jalan lelaki gelandangan tersungkur tak bergerak, entah pingsan entah memang sedang tidur….orang² membiarkan tak peduli asyik dengan aktifitas masing²…

    *fiktif adalah fiktif, kenyataan adalah hal lain.

  40. astagfirullah semoga gak kejadian beneran di dunia ini.😦

  41. Astra satria berkata:

    Seperti itulah kenyataan sebenarnya didunia ini, ada hal-hal yang kita sangka hanya terjadi pada dunia sinetron, ternyata kenyataannya lebih parah, pengaruh pendidikan dan lingkungan sangat mempengaruhi akhlak seseorang, terus berbagi cerita hikmah agar kita senantiasa ada yang mengingatkan.

  42. sedjatee berkata:

    Kang, ada lanjutan kisah Dasrun disini
    http://sedjatee.wordpress.com/2011/01/31/dasrun-lunasi-atau-pergi/
    silakan dicermati
    salam sukses..

    sedj

  43. Masya Allah….
    Saya punya referensi untuk SEO Inverse Workshop, Welcome to my site : http://www.nathansaputra.net dapatkan pengalaman dan ilmunya dengan cepat.

  44. Busana Wanita berkata:

    artikel ini menuntun manusia menuju jalan yg lurus..lanjutkan artiklenya gan…

  45. Masbro berkata:

    Ada hikmah yang manis di artikel ini..

  46. Goyang Karawang berkata:

    banyak pemuda2 seperti dalam kisah diatas, yang berkeliaran disekitar kita atau mungkin diantaranya adalah kita?😀

  47. wiangga0409 berkata:

    penyesalan selalu datang terlambat..

  48. Etik Setiawati berkata:

    Hmmm….. Fiksi atau nyata ya, mas? Apa pun itu adalah cermin untuk lebih berkaca dan mawas diri. Makasih untuk tulisan impresif ini..🙂

  49. Samuel berkata:

    astaga…….>_<

  50. bloggeramin berkata:

    Pemuda ataupu pemudi memang sumber masalah yang terbesar bagi manusia…karena pada masa remaja adalah masa transisi yang masih bersifat labil…tepat sekali kalau ada solusi khusus bagi pemuda-pemudi ini.

  51. HALAMAN PUTIH berkata:

    Semoga kita terhindar dari hal yang demikian

  52. lintasberita berkata:

    Selamat Malam !! Izin baca2 ya !!

  53. noersam berkata:

    semoga tidak jadi kenyataan ya

  54. apikecil berkata:

    Halo mas Achoey..
    Ada Kado terindah nih buat Mas dan keluarga
    silahkan diambil di blog saya ya..

  55. ummurizka berkata:

    ada pelajaran yang dapat dipetik dari kisah diatas om..

  56. inalilahi……….semoga dosa2nya diampuni………
    http://www.nathansaputra.net

  57. tips-symbian berkata:

    wah banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari cerita di atas

  58. Maaf baru sempat blogwalking
    lagi ada waktu mas
    mas minta pendapat tentang ini dong
    buat inspirasi

    http://cahyanugraha.wordpress.com/2011/02/02/green-my-earth/

  59. mamung berkata:

    maaf bar dateng lg nih kang.
    hmm critanya kok gitu..?
    semoga tak ada di dunia nyata

  60. maminx berkata:

    Kang tolong di lanjutkan lagi buat fiksi fiksi nya. Beneran mantep kang. Saya suka baca nya. Semoga saya terhindar dari sifat pemuda seperti itu, amin..

  61. Putrie berkata:

    Astaghfirullahaladziim..

  62. rubiyanto19 berkata:

    miris membacanya, semoga kita dapat menjauhkan diri dari dosa-dosa semacam ini …..

  63. pututik berkata:

    semoga kita menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tua dan selalu bisa mendoakan keduanya

  64. teguhsasmitosdp1 berkata:

    Tidak punya uang orang bisa cari meski harus mencuri, tidak punya jabatan,orang bisa berusaha, tapi tidak punya orang tua ? kemna kita mecari ? Sungguh dosa besar bagi siapapun yang durhaka kepada orang tuanya, hukum dari Allah pasti kan datang.

  65. gerhanacoklat berkata:

    siapakah pemuda itu?
    *kuis*😀

  66. arikaka berkata:

    Jadi sedih karena belum berbakti dengan baik…

  67. Daun berkata:

    Maaf boss baru bisa berkunjung soalnya saya sedang sakit dalam taraf penyembuhan

  68. Multibrand berkata:

    Ini pelajaran bagi kita semua untuk selalu berbuat baik agar orang2 yang kita cintai berbahagia.

  69. zee berkata:

    Ah… giliran ketahuan bejatnya baru dia ambruk, padahal waktu dalam keadaan sadar dia lupa orang tuanya….. yg diingatnya cuma nafsunya saja.

  70. salam kenal jika berminat ikut workshop klik di http://www.nathansaputra.net thanks

  71. hanyanulis berkata:

    Hikmah penyesalan kan untuk lebih membuat jiwa kita bangkit dan lebih open mind menerima kenyataan🙂..tak ada salahnya menyesal, cuma yang keliru, terkadang kita menganggap takdir itu nggak adil karena penyesalan yang terlalu dalam

  72. wahyu nurudin berkata:

    pemuda cabul? wah, nggak jantan dong. kalau pemuda itu gentleman, dia bakalan nikahi 1 wanita lalu menghidupi epanjang hayat seperti yang punya blog ini.

  73. Asop berkata:

    Jangan dipikirkan, Kang Achoey, BW bisa nanti.:mrgreen:

  74. napi berkata:

    ya ampun mas,

    ceritanya,

    parah pemuda itu,

  75. barcode berkata:

    Naudzubillah.. mudah2an ga ada yang seperti ini

  76. mas ada sedikit hadiah buat mas huda
    makasih atas informasi-informasi yang anda berikan mas.
    semoga bermanfaat yaa
    dilihat disini mas http://cahyanugraha.wordpress.com/2011/02/05/staylish-blogger-award/

  77. Nisa berkata:

    Semoga kita bisa jadi anak yang berbakti kepada kedua orang tua, amiin🙂

  78. eM berkata:

    hmm… miris A’…😦

    **bunda berkunjung..

  79. yoriyuliandra berkata:

    Cerita hikmah ini punya hikmah sebagai berikut: (analyst mode: on)
    – setiap kita punya resiko untuk menjadi pemuda demikian
    – hati-hati jangan sampai jadi korban
    – penyesalan selalu datang belakangan
    – perbuatan buruk mendatangkan efek buruk

    *gapapa kok nggak bw.. jangan dipaksain..
    **yang penting tetep nuliss..

  80. Rully berkata:

    cerita sederhana yang inspiratif… gimana kabarnya bro?

  81. andinoeg berkata:

    mas ada award nich buat mas

  82. syaiful berkata:

    saya menyukai informasi yang anda bahas dalam website ini, saya akan kunjungi lgi diwaktu mendatang untuk mengupdate artikel anda.

    Mau bikin website otomatis? & dapatkan bonus bernilai jutaan rupiah, ebook langka, buku magic & rahasia herbal.

    klik di http://www.dokumenbisnis.com

  83. atikah berkata:

    Na’udzubillahi min dzalik.
    Semoga Allah memberi balasan yang setimpal atas dosa-dosanya.

  84. dedekusn berkata:

    Naudzubillahimindzalik….
    Semga kita bisa selalu terhindar dari perbuatan tercela…
    Salam haneut…,
    Lami pisan teu kapalih dieu…,

  85. Nchie berkata:

    Astaghfirullah..
    semoga kita termasuk orang2 yang memuliakan ortu ya amin..

    Di maafkan ko kang ngga BW juga,sungguh mengerti hehhe

  86. Debby berkata:

    fiksi kadang memang nyata ^^

  87. julianusginting berkata:

    menyesal diakhir tiada guna, oleh sebab itu mari ambil hikmah dari bacaan tsb semua..🙂

  88. misstrader berkata:

    astagfirullah……
    semoga ini tidak ada di dunia nyata….

    kalau ingin tau lebih dalam tentang dunia trading kunjungi
    http://misstrader.com/

    ^_^

  89. deewahjoedi berkata:

    semoga pesannya dapat kita serap

  90. gotaufik berkata:

    miris euy….
    sedot hikmahnya gan.
    banggain orang tuanya masing2. jadi orang baek2 aja ga usah neko2.
    tul ga gan??

  91. azaxs berkata:

    semoga saya bisa membanggakan ibu…
    sejuta makna dibalik untaian artikel ini…

  92. ibnu berkata:

    Nau’udzubillah mudah-mudahan kita semua tidak seperti itu kepada orang tua kita, dan anak-anak kita kelak juga tidak kurang ajar,,,

  93. puteri amirillis berkata:

    mengenaskan membunuh orang tuanya…

  94. Wati berkata:

    Semoga kiat semua tetap berbakti kepada oarng tua….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s