Fiksi Berbuah Tanya


Terik mentari seolah tak mengusik kulitnya yang makin hitam legam. Berjalan panjang sembari memikul beban. Dua buah ulekan besar dari batu berada di pundaknya. Hari ini baru laku satu, padahal senja hampir tiba. Keringatnya membasahi sekujur badan, membasuh lusuh dengan peluh pengharapan.

Di bawah pohon rindang dia melepas lelah. Menghitung uang lembaran hasil penjualan seharian. Laku cuma satu itu pun ditawar Ibu-Ibu metropolitan tak karuan. Jelas saja untungnya hanya tiga lembar ribuan, mana cukup buat makan dia, istri dan dua orang anaknya.

Ditatapnya lalu lalang kendaraan mewah dengan pengemudi sumringah. Di pangdanginya bangunan-bangunan megah yang tampak gagah. Lalu pandangannya kembali pada dua ulekan yang disimpan di sampingnya. Dia hirup nafasnya panjang, dihembuskan perlahan. Tuhan, biarkan aku tegar bersabar atas semuanya, biarkan aku cerdas bersyukur atas semuanya. Lalu ulekan besar terbuat dari batu itu kembali dipikulnya. Perjalanan pulang dimulainya.

Lelaki tegar itu matanya tampak berkaca. Dalam hatinya bergumam, “maafkan aku sayang, maafkan ayah nak”. Air mata lelaki itu tak sempat jatuh ke bumi, karena kecongkakan kota dengan mudah menghapusnya. Ya, tak ada jejak buat orang-orang seperti mereka.

Kini dia tiba di depan pintu kamar kontrakan yang sangat sahaja. Sebelum salam terucap dua anaknya telah berhambur keluar memeluk sang ayah. Bathin lelaki ini teriris, tak kuasa untuk jujur dan mengatakan, “nak, maaf nak ayah kembali membuat kalian kelaparan”.

Seorang perempuan menjawab salamnya, tersenyum dan mencium tangan kakunya. Dilihatnya masakan telah tersaji. Keheranan pun tak kuasa dia sembuyinkan.

“Ayah terlambat lagi, ayah tak berjodoh lagi. Orang baik itu tadi datang lagi.”

Lelaki itu pun menangis. Dia segera sujud syukur. Dalam doanya dia meminta agar Allah membalas semua kebaikan orang baik yang tak pernah dia temui itu. Dia pun meminta agar Allah berkenan membiarkan dia untuk dapat bersua dengan orang baik itu untuk mengucapkan banyak terima kasih padanya.

Sahabat, bolehkah aku bertanya, apakah orang baik itu adalah engkau?

Cerita di atas adalah fiksi, tapi pertanyaanku ini nyata. Selamat memahami dan menjawabnya!

Salam persohiblogan.

Tentang achoey el haris

Seorang lelaki sahaja yang gemar menulis. Dan blog baginya adalah media untuk menyalurkan kegemarannya itu. Salah satu pendiri Komunitas Blogger Kota dan Kabupaten Bogor (BLOGOR). Pengasuh Pojok Puisi. Anggota Komunitas Menulis Bogor (KMB) dan Kopi Sastra.
Pos ini dipublikasikan di Kreasi Fiksi dan tag , . Tandai permalink.

90 Balasan ke Fiksi Berbuah Tanya

  1. arifromdhoni berkata:

    Hmm, siapakah orang baik itu?

  2. joe berkata:

    semoga saya orangnya he he…

  3. Pencerah berkata:

    semoga.
    Mohon doanya ajah biar kita semua yang mmbaca tulisan ini terketuk hatinya untuk menjadi salah satu dari orang baik itu

  4. Daun berkata:

    Terhanyut oleh cerita fiksi anda sob,tetapi itu merupakan gambaran nyata saat ini kondisi bangsa yg carut marut sehingga lupa memperhatikan yg dibawah,tetapi saya salut dengan ketegaran seorang ayah penjual ulekan tesebut dan kesetiaan seorang istri yg bagaimanapun dia tetap berbakti pada suaminya,semoga ini menjadi cerminan kita walaupun dengan kondisi ekonomi yg pas-pasan bahkan kekurangan tetapi mereka tetap semangat dan tidak meluapakan ibadah,ingat sekecil apapun yg diberikan Allah kita wajib bersyukur dengan banyak bersyukur insya Allah nikmat akan bertambah.

    Salam

  5. vizon berkata:

    Di tengah kepongahan zaman ini, selalu dan selalu ada orang baik yang memiliki nurani…
    Semoga kita termasuk di antaranya…
    Terima kasih atas inspirasinya, Kang

  6. blogbobby berkata:

    Haduwh.. jadi terharu… :”(

    Salam persohiblogan (nemu kata dari mana nih?)😀

  7. Ade Truna berkata:

    …fiktif namun kontemplatif *kang achoey banget! ::SUKSES::

  8. Multibrand berkata:

    Kisah fiksi yang sangat menggugah perasaan kita.
    Saya teringat kalau mau masuk shopping mall di daerah Bintaro sering
    lihat orang memanggul ulekan dari batu, bahkan ada yang masih anak-2.
    Terima kasih atas sharingnya.

  9. yoyon berkata:

    salam kenal,,berbagi ilmu disini kunjungi http://yoyon12.wordpress.com

  10. alamendah berkata:

    Semoga kita semua menjadi orang yang peduli pada sesama…

  11. rime berkata:

    semoga kita semua bisa jadi orang itu🙂

  12. indobrad berkata:

    wah, saya kayaknya belum pantas menerima sebutan orang baik😦

  13. niQue berkata:

    saya bukan ya?
    ga berani ngaku wong belum berbuat apa2 hehehe

    terima kasih remindernya ya Kang🙂

  14. komuter berkata:

    siapakah fiksi itu ??

  15. ysalma berkata:

    masih berusaha menjadi “orang baik itu” A,,
    masih jauh sepertinya,, hiks..

  16. SanG BaYAnG berkata:

    Mulia sekali orang baik itu..,semoga pria tua di kabulkan doanya..
    Yang jelas dia bukan saya sebab saya tak sebaik pria itu..
    Salam..

  17. andinoeg berkata:

    subhanallah, semoga orang baik itu selalu mendapat rejeki dari Allah

  18. riFFrizz berkata:

    Orang itu memang pantas untuk kita tiru, cerita fiktif namun inspiratif !

  19. Ann berkata:

    Di hati setiap orang pasti ada kebaikan, hanya saja sering tidak menyadirinya atau sudah terlupakan

  20. Nancy berkata:

    Semoga kita semua mendapat kebaikan…

  21. Masbro berkata:

    Saya selalu ingin seperti itu. Berbuat yang bermanfaat, lalu pergi tanpa memperhitungkan ini dan itu.

  22. omiyan berkata:

    ketuklah hati kita dan kalbu kita (sambil menatap cermin dan mengaji diri ini)

  23. Sya berkata:

    Si orang misterius ang menolong ya, tapi sumpah bukan saya pelakunya:mrgreen: Namun saya berharap bisa seperti orang itu. Saya jadi ingat anak-anak penjual ulekan yang jualan dari pagi hingga malam. Kasihan mereka😦

  24. advertiyha berkata:

    Saya benar-benar berharap dapat menjadi orang baik itu…
    memberi ikhlas, tanpa mengharap balasan,, luar biasa…
    trims untuk cerita penuh hikmah ini kang..🙂

  25. apikecil berkata:

    Terharu biru dengan ceritanya..
    semoga kita semua bisa seperti orang baik itu ya Mas Achoey

  26. Debby berkata:

    smoga saja saya bisa jadi baik sama mereka ^^

  27. mood berkata:

    Saya rasa saya belum bisa sebaik itu, tapi mari kita berdoa semoga kita bisa menjadi orang yang lebih baik dan bisa lebih peduli terhadap sesama. Amin..

    Salam.. .

  28. riez berkata:

    cerita yang penuh hikmah,semoga kita bisa jadi penolong itu

  29. Hafid Junaidi berkata:

    jadi inget film-nya ust siapa tuh, koq aq lupa ga pernah nonton tv lagi, kalo ga salah temanya hampir seperti itu, ;( terharu banget liat filmnya

  30. melly berkata:

    Saya berharap menjadi orang baik itu.
    semoga org baik itu adalah ibuku🙂

  31. Nurtien berkata:

    Mungkin saja dia adalah Malaikat berwujud manusia, atau bisa juga manusia yang penuh kesadaran tentang kebaikan sehingga menyadari bahwa ada malaikat di sisinya yang selalu mendoakannya.

  32. TuSuda berkata:

    Selalu berusaha menjadi yang terbaik sesuai kemampuan dengan dukungan dari para sahabat terbaik juga.
    BTW, maafkan baru sempat berkunjung kesini. SALAM hangat dari Kendari.

  33. antokoe berkata:

    maaf baru mampir dulu kang, sekalian silaturahmi udah lama gak update….

  34. marsudiyanto berkata:

    Orang baik itu adalah engkau Mas…😀

  35. lozz akbar berkata:

    Tak bisa berkata – kata lagi saya deh Mas baca posting ini.. wah malah mrebes mata saya sekarang

  36. pink berkata:

    hmmm… hmm… saya baik nggak ya? hehehe… kayaknya baiknya cuma dikit. tapi saya selalu berharap bisa jadi orang baik. walaupun jadi orang baik itu sulit.

  37. fitrimelinda berkata:

    wahh..bagus fiksinya a..

    berharap semoga aku bisa jadi orang baik itu..

  38. fitr4y berkata:

    gak mw ngaku mas, biar yg di atas ja yg tw, hehheee

    salam🙂

  39. Astra satria berkata:

    Tentunya orang tersebut adalah orang yang masih mempunyai hati. karena cerita yang menghanyutkan ini adalah untuk mengingatkan bahwa masih banyak orang-orang yang susah dan kelaparan disekeliling kita, semoga cerita ini menggugah pembacanya, “tetap ingat dengan saudara-saudaranya diluar sana, jangan keenakan cuma main internetan saja” peace😀

  40. genial berkata:

    harus minimal.. berbuat sesuatu dulu nii baru bisa jawap..🙂
    tapi semoga ajja saiai termasuk🙂 amien🙂

  41. Pakde Cholik berkata:

    Selamat pagi sahabatku
    Saya datang untuk mengokoh-kuatkan tali silaturahmi sambil menyerap ilmu yang bermanfaat. Teriring doa semoga kesehatan,kesejahteraan,kesuksesan dan kebahagiaan senantiasa tercurahkan kepada anda .
    Semoga pula hari ini lebih baik dari kemarin.Amin

    Saya juga menyampaikan kabar gembira bahwa sahabat mendapatkan tali asih berupa sebuah buku dari manajamen BlogCamp Group atas partisipasi anda dalam kuis di NewBlogcamp.

    Silahkan cek di http://newblogcamp.com/tali-asih/5-buku-bagus-untuk-sahabat
    Silahkan mengirimkan nama dan alamat untuk pengiriman tali asih tersebut.

    Terima kasih atas partisipasi sahabat.
    Salam hangat dari Markas New BlogCamp di Surabaya

  42. auraman berkata:

    semoga saya bisa menjadi orang baik, buat diri sendiri dan sekitar..

  43. aduh malah jadi terharu baca cerita ini.
    semoga kita semua yang menjadi orang baiknya
    aminn🙂

  44. Putrie berkata:

    Jualan apa itu??

  45. mamung berkata:

    banyak hikmah yang terangkat, sungguh..
    tentang perjuangan, kerja keras, kasih sayang, kesetiaan, kabahagiaan dan memberi tanpa pamrih..

    tokoh ayah, ibu, anak-anak semuanya perlu dicontoh, apalagi orang tak dikenal yang baik hati, semoga kita bisa seperti dia..

  46. Prima berkata:

    pasti bukan saya kang…

    Jika nanti Tuhan berikan jalan saya menajdi orang itu, itu juga bukan saya…

    karena saya bukan siapa-siapa…

    *bingung.com*

  47. budiarnaya berkata:

    Sangat memukau ceritanya aa…kita memang bukan manusia yang suci namun tidak selamanya berdebu kan?

    Saya suka ceritanya aa

  48. Ceritaeka berkata:

    emoga ak🙂
    semoga aku bisa berusaha jadi orang baik setiap saat
    amiin
    *menyentuh banget tulisannya*

  49. thuns berkata:

    mantabs…! saya berkesan dan penuh pesan moral…
    sering-sering buat seperti ini mas. tulisan yang sangat-sangat berisi…

  50. hudaesce berkata:

    saya malah teringat ma sahabat saya beberapa waktu lalu, dia tu adalah pedagang kali lima alias penjual mie ayam dipinggir jalan. saat itu hujan deras,dan entah kenapa malam itu tak seperti malam-malam yang lain. malam itu rasanya dagangannya sangat sepi sekali dari para pembeli, sebelum warungnya ditutup dia melihat ada orang gila didepan warungnya yang sedang menggigil kedinginan tanpa sehelai benangpun ditubuhnya. tanpa pikir panjang pun sahabat ku itu tadi langsung membuatkan mie ayam satu mangkok dan memberikan kepada orang gila itu tadi, setelah selesai makan mie itu dan sebelum orang gila beranjak pergi. sahabatku itu tadi langsung melepas kaos yang melekat ditubuhnya dan memberikannya kepada orang gila itu tadi. hem….,inilah yang ku suka dari sahabatku ini, “meskipun saat itu dirinya sedang kesusahan, namun bukan berarti dia tidak mau berbagi dengan orang lain”🙂

  51. Mbah Jiwo berkata:

    lumayan rame komennya, he he bagus sih…

  52. bundadontworry berkata:

    orang baik itu adalah dirimu ,A
    yg telah menginspirasi diriku agar mau dan mampu menjadi orang baik seperti kisah diatas,
    makasih ya A utk kisah indah ini🙂
    salam

  53. Wawan Herdianto berkata:

    erimakasih atas inspirasinya…mataps

  54. wah maaf Kang telat absen.

    Ceritanya mengharukan banget, banyak gambaran versi yg mirip, tapi rajutan kata Kang Haris emang tiada duanya. Seolah real di depan mata.

    Smoga saya bisa dan mampu mnjadi orang baiknya. Amin

    *kapan2 saya Copast ya Kang. Makasih

  55. Abi Sabila berkata:

    Bukan, maksud saya belum. Saya belum sebaik itu, belum seikhlas itu dan belum sepeduli orang itu. Tapi saya berharap dan berusaha untuk menjadi baik, lebih baik dari orang itu. Insya Allah.

  56. Goyang Karawang berkata:

    bukan.. tapi semoga menjadi akan…🙂
    wah luar biasa kisahnya kang… sampe merinding bacanya, jadi teringatan tukang2 ulekan di bandung yang luar biasa menanggung ulekan seberat itu keliling dari gang ke gang

  57. Hairullah berkata:

    Semoga saya tidak jadi seperti itu.. Kunjungan balik ya gan🙂

  58. Yulis Samoa berkata:

    Kalau orang baik sih banyak mas.. Yang susah itu adalah bertemu dengan orang yang MULIA … Dalam artian tidak mengukur-ukur seberapa besar kebaikan yang telah ia berikan kepada orang lain… Orang baik paling gampang mengatakan ikhlas.. tapi tidak mengerti dan faham maknanya… Beda kalau orang yang MULIA… Adakah orang yang MULIA di dunia ini mas…!? hmmm…

  59. yadiebaroos berkata:

    cuma berkunjung aja pal….

  60. Miftahgeek berkata:

    Berharap saya bisa jadi “orang baik” itu dikemudian hari🙂

  61. Wandi thok berkata:

    Orang baiknya itu menurutku mas Haris.:lol:

  62. yusuf berkata:

    Meski hanya cerita fiksi semoga mengingatkan kita bagi yang membacanya.

  63. bintangtimur berkata:

    Banyak pelajaran dari fiksi ini, tapi pertanyaan nyata tadi, hanya kita yang bisa menjawabnya…🙂
    Bagus banget!

  64. masyhury berkata:

    hem..
    kayaknya aku orang baik lah,,😀

  65. mursid berkata:

    suerr.. aku terharu banget..
    cerita ini mengiris2 batin..
    sangat mencerahkan mas..

  66. Guvee berkata:

    Sangat Bijak dan baik hati…

  67. rubiyanto19 berkata:

    bener-bener membuat kita terhanyut dan mengikuti alur cerita ……
    menarik mas …..

  68. r10 berkata:

    rezeki dari Allah dapat datang kapan saja, bahkan disaat tidak disangka-sangka

  69. mamah Aline berkata:

    orang baik itu tak mau menunjukkan jadi dirinya, gak mau dibilang riya atas kebaikannya🙂

  70. faruq berkata:

    wah-wah,.. siapakah dia… ^_^

  71. aldy berkata:

    Saya nggak bisa menjawabnya Mas, biar mas Achoey saja yang menilainya.

  72. Firaun NgebLoG berkata:

    jadi terharu juga baca ceritanya sob😀

  73. Ifan Jayadi berkata:

    Ceritanya mengiris kalbu. Menjadi pelajaran bagi kita semua untuk tidak mudah berputus asa

  74. bida2riku berkata:

    sy mengangkat kedua tangan aja deh …….

  75. teguhsasmitosdp1 berkata:

    Sebenarnya semua orang baik lho,..cuman karena ada resultan gaya yang mempengaruhi gerak orang tersebut yanng menyebabkan orang menjadi tidak baik, sialnya resultan gaya yang mempengaruhi itu banyak sekali, jadi tentu yanng baik juga sangat sedikit, hehe….salam dari pekalongan.

  76. Goda-Gado berkata:

    malah mumet mikirke jawabannya…
    :-s

  77. Anugrha13 berkata:

    subhannallah…siapa pun orang baik itu…saya sangat terketuk oleh cerita mu kang🙂
    salam kenal🙂

  78. Kakaakin berkata:

    Seandainya bisa… seandainya mungkin… kuingin menawarkan pekerjaan yang lebih ringan dibandingkan memikul beban berat itu…

  79. Anas berkata:

    Semoga saya termasuk orang baik itu..🙂

  80. Tuhan akan senantiasa memberikan balasan kepada setiap orang sesuai dengan amal baik-buruknya masing-masing🙂

  81. Firaun NgebLoG berkata:

    q komenku ga muncul yach…😥

  82. menone berkata:

    spa ya orang baik itu hayoooooo…………….

  83. kojack berkata:

    sangat mengharukan….

    kawan, kadang saya berpikir, Sebenarnya, dibalik orang yang hidupnya terlunta – lunta seperti itu ada cerita seperti apa ya?
    Sebenarnya apa akar masalah yang membuat mereka seperti itu?

  84. Saya bukan orang baik. tapi saya sll berusaha berbuat yang terbaik. 🙂

  85. wi3nd berkata:

    sumpriiit A bukan saiyah orang itu..😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s