Dalam Mihrab Cinta Sukses Membuatku Menangis


Bioskop, ehm suatu tempat yang sangat familiar dan terbiasa dikunjungi di kala remaja. Tapi seiring berjalannya waktu, bioskop kini menjadi asing dalam kamus keseharianku. Kini aku tak terlalu kepincut untuk menonton film-film baru di sana. Aku juga kini gak suka penasaran terhadap film-film yang konon kabarnya menyedot perhatian banyak orang. Kalau pun aku nonton film, biasanya aku suka film-film komedi (bukan komedi esek-esek) karena itu bisa membuatku nyaman tertawa, atau film-film yang menghadirkan tuntunan, karena itu kan membuat hatiku tercerahkan.

Pada suatu hari sahabatku ngajak nonton sebuah film terbaru di bioskop. Aku lirik sepertinya istriku sangat antusias akan ajakan ini. Pergilah kami ke sebuah bioskop yang berada di pusat perbelanjaan terbesar di Kota Bogor. Kami pesan tiket lalu kami pun sholat dzuhur terlebih dahulu. Kami tahu bahwa jika kami sholat dulu maka kami akan terlambat. Tapi apakah gara-gara film kami harus gak sholat.

Menurut teteh cantik penjaga pintu masuk katanya kami dah telat sekitar 30 menit, ya gak apa-apa lah. Tak lama berselang mata pun telah memandang ke arah di mana film tersebut tampak. Jujur, sekitar 10 menit awal yang kurasa adalah BeTe. Perasaan itulah yang membuat aku tidak fokus nonton karena tatapanku seringkali ke tulisan “exit” yang tampak terang. Aku sedang memikirkan untuk bergegas keluar dan mending aku pergi ke toko buku yang berada beberapa lantai di bawah bioskop ini. Tapi aku pun ingin menemani istri yang terlihat sangat senang berada di bioskop ini. Lalu, aku pun coba fokus pada filmnya dan mulailah aku terhanyut.

Tak butuh waktu lama air mataku pun menggelayut, mataku berkaca lalu air mata pun berlinang membasahi pipi. Selama film itu diputar, nyaris tak henti aku menahan haru. Entah kenapa, aku benar-benar menjiwai perasaan tokoh utama di film itu. Syamsul Hadi, ya itulah nama tokohnya. Seorang lelaki yang memiliki keinginan kuat untuk menjadi orang baik. Keadaan pernah membuatnya melakukan hal tidak baik tapi ruh kebaikan tetap melekat padanya, lalu dia pun kembali pada jalan dimana warna fitrahnya memang dominan.

Keharuan itu terus aku rasakan, tetes mata pun menderas saat keharuan itu menjadi. Kang Abik benar-benar mambu mengobok-obok hatiku. Meski sesekali aku tertawa kecil tatkala ada ulah-ulah kocak di film tersebut. Ah, istri dan sahabatku telah sukses membuatku menangis dengan mengajakku nonton film ini. Alhamdulillah.

Sampai kini, masih terdengung ditelingaku apa yang dikatakan Syamsul, bahwa kita harus nekat untuk menjadi orang baik. Ya, menjadi orang baik, bukankah itu yang kita inginkan?

Tentang achoey el haris

Seorang lelaki sahaja yang gemar menulis. Dan blog baginya adalah media untuk menyalurkan kegemarannya itu. Salah satu pendiri Komunitas Blogger Kota dan Kabupaten Bogor (BLOGOR). Pengasuh Pojok Puisi. Anggota Komunitas Menulis Bogor (KMB) dan Kopi Sastra.
Pos ini dipublikasikan di Sepenggal Kisah dan tag . Tandai permalink.

74 Balasan ke Dalam Mihrab Cinta Sukses Membuatku Menangis

  1. yup, Semua orang pasti ingin menjadi baik.

    sukses selalu😀

  2. AngelNdutz berkata:

    hmm..beda nih sama reviewnya mas hermansaksono yang bilang film ini agak monoton dan kehilangan alur atau apalah…jadi bingung, nonton apa gak😀

  3. andinoeg berkata:

    kalau menurut saya, dari segi cerita memang sedikit klise dan gampang ditebak ceritanya

  4. Kemaren barusan ke bioskop, pengennya sih nnton dalam mihrab cinta…
    Eh, si doi malah ngajak nonton love in pearth…😦
    Denger Kang Achoey aja sampe nangis, Denuzz tambah penasaran ingin nonton…😀

    Salam sayang dari BURUNG HANTU… Cuit… Cuit… Cuit…

  5. Hari Mulya berkata:

    katanya pemain2 nya hampir sama ma yang KCB Sinetron ya?
    sayang sekaLi bukan jenis fiLm kesukaan saya, jadi ga bisa ikut berkomentar banyak…😀

  6. atikah berkata:

    yah, udah keduluan yang lain. Gak jadi pertamax dong.

    Aku udah baca novelnya, tapi gak sempet nonton filmnya.

    Aku juga suka kata-kata syamsul, untuk jadi penjahat aja harus nekat, apalagi jadi orang baik. Tapi ending novel dan cerita di bioskopnya beda. Cerita yang bagus bahwa kejujuran dan kebenaran akan selalu menang.

  7. lapis surabaya berkata:

    Waaah kelihatannya pilem bagus tuh

  8. Octa Dwinanda berkata:

    subhanallah…. baru denger cerita kang achoey aja saya sudah merinding, gimana nanti kalau nonton ya ?

  9. azaxs berkata:

    belum pernah menonton film ini..jadi penasaran kang..🙂
    saya suka film, tapi blum pernah nangis liat film, kecuali waktu kecil, liat G30S PKI di TVRI:mrgreen:

  10. azaxs berkata:

    komen saya kok ga ada ya kang?🙂

  11. faruq berkata:

    wahwahwah,.. penulisan ceritanya disini menarik,.. good mass,..
    salam hangat dari kunjungan perdana,..

  12. Yulis Samoa berkata:

    Content artikel mas Achoey EL Haris kali ini, koq seperti gayung bersambut dengan content artikel saya terakhir yah…
    Kebetulan sekali… ^ ^
    Tapi saya belum nonton loh filmya… Satu2nya Film Indonesia yang bernuansa Islami hingga bikin saya terharu dan meneteskan air mata adalah AYAT-AYAT CINTA …😥

  13. Daun berkata:

    itu salah satu kekuranganku banding orang lain sob aku tuh kurang suka nonton bioskop bahkan film di tv aja aku ngga mau nonton apalagi dengan yg namanya sinetron benci banget aku,aku lebih senang membaca sinopsisnya aja jadi tahu maksud dan jalan cerita sebuah film.

    Salam

  14. bundadontworry berkata:

    resensi film yang bagus banget A, jadi pingin nonton filmnya🙂
    nonton ke bioskop bisa membawa pulang hikmah yg baik kayak gini.
    salam

  15. Multibrand berkata:

    ” Kita harus nekat menjadi orang baik ” memang benar kata2 tsb.
    Lebih mudah melakukan perbuatan buruk tapi mengasyikan daripada
    melakukan perbuatan yang baik tapi kurang mengenakan.

  16. ysalma berkata:

    Inspirasi baik itu datang dari mana saja ya kang,,
    jadi orang baikpun perlu tekad baja🙂

  17. TuSuda berkata:

    Ya Kang, mari bersama saling membimbing menuju jalan kebaikan dan kebenaran.

    SALAM hangat dari Kendari…

  18. yanete berkata:

    wahh..
    kang aja bisa nangis,,apalagi aku..
    jiaaa…😀

  19. yadiebaroos berkata:

    bioskop sepertinya kalah saing dengan dvd bajakan…

  20. Masbro berkata:

    Baca2 sambil minum kopi..
    Wah banyak yang sedang nulis tentang ‘nekad’ hari ini.
    judul pilemnya apa Mas?

  21. An berkata:

    orang baik yang kebaikannya bermanfaat🙂
    saya pernah baca bukunya, tapi belum lihat filmnya euy..

  22. @helgaindra berkata:

    itu mirip ayat ayat cinta ya bang?
    saya belom liat

  23. Nurtien berkata:

    Air mata adalah rahmat bagi hambaNYA yang terpilih, moga dengan air mata itu kita menjadi manusia yang dipilih oleh Allah menjadi hamba yang hatinya penuh berisi kasih sayang.

  24. kang achoey ternyata penyayang istri ya…😀

  25. rohani syawaliah berkata:

    nonton nggak ya?

    pengennya nonton yang nggak bikin nangis sih…

    nggak pengen di obok2…

    apakah harus nonton semuanya biar puas yak?

    hahahay..

    salam kenal buat yang punya blog
    😀

  26. julicavero berkata:

    filmnya tampaknya bagus neh….

  27. Dina Aprilia berkata:

    wahhh…segitunya yah filmnya..??

    jadi pengen nonton… *mupeng*

  28. Hafid Junaidi berkata:

    Memnag seharusnya gitu koq mas ^_^

  29. advertiyha berkata:

    yup, setuju banget jadi orang baik itu harus nekad, karena aura ketidak baikan sering kali lebih dominan dalam diri kita, dan juga gangguan2 dari luar selalu saja menyeret kita ke arah yang tidak baik..😦

    Ah, saya malah jadi takut nonton nih, takut gak kuat nahan nangis.. hehe..

  30. hudaesce berkata:

    Film ini diambil dari Novelnya kang abik ya Bang,
    Emang sih, Dalam setiap novel karangan kang abik emang selalu sarat dengan makna begitu dalam dan tak jarang pula aya pun kerap kali terharu ketika membaca Novel aslinya, maklum saya belom pernah nonton filmnya. 🙂

  31. qefy berkata:

    Saya belum liat, hanya saja teman2 antusias memperagakan adegan dugaan pencurian Samsul sama si burhan. Kontan saya terkekeh😀
    Entah kapan saya bisa nonton😀

  32. Zippy berkata:

    Kayaknya emang bagus ya filmnya.
    Sayang, di Jayapura udah gak ada bioskop.
    Jadi akses untuk nonton film susah.
    Berharap sama penyewaan DVD, lama…
    Yah…nunggu bajakannya aja deh😀

  33. Kakaakin berkata:

    Semoga film ini masih tayang di kota saya, soale kemaren2 gak sempat melulu nontonnya🙂

  34. Astra satria berkata:

    Sampai menitikkan air mata ? tentu ada kenangan tersendiri di dalamnya, yang bisa menjawab tentunya mas haris sendiri, ada hal-hal tertentu yang dapat membuat kita terharu apabila terkenang masa lalu, semua saya rasa pernah mengalaminya.

  35. fendik berkata:

    Jadi pengen lihat juga… Tapi sayang ditempat saya gk ada bioskop..😦

  36. Wiangga berkata:

    Td siang sy mampir mkn siang di mie janda. Emang enak. Saya suka. Kami pesen mie janda super +bombom. Es perjaka n duda. Wkwk aya2 wae. Sy tnya, mana pak achoey nya? Kt kasirnya masih drmh mbak, ntr jam 1 ksini. Hbs mkn sy lgsung balik k kntr. Mie nya enak. Top deh. Sukses terus usahanya.

  37. auraman berkata:

    wah, saya tidak suka film yang begituan A” hehe, tapi yang jelas memang kita harus nekat menjadi orang baik.. hehe..

  38. auraman berkata:

    wah A”, sayangnya saya kurang suka film begituan hehehe, tapi kita memang harus menjadi orang baik, setujuh saya😀

  39. Sugeng berkata:

    Sama mas, dulu aku juga pecinta film biskop namun sekarang lebih senang di pojokan rumah sambil melalang buana kemana-mana😆 Btw, menjadi orang baik memang menjadi prioritas utama meski dengan resiko besar yang harus dihadapi. Sukses dengan hari ini mas:mrgreen:
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  40. kazekane berkata:

    Belum sempet nonton…thanks review nya…jadi makin penasaran

  41. adit-nya niez berkata:

    Wah, film2 nya Habiburrahman musti saya tonton ini!

  42. r10 berkata:

    saya belum nonton filmnya, kalau ke bioskop lebih senang nonton film hollywood:mrgreen:

  43. lintasberita berkata:

    memang benar kalau setiap orang itu pasti didalam hatinya ada perasaan ingin menjadi lebih baik walaupun kecil..Kalau si mas nonton di bioskop ngeliatin tulisan exit trs kalau aq mah pasti nyariin tulisan Toilet,abis dinginnya ga tahan.

  44. lintasberita berkata:

    Oh iya mas tukeran link yuk,link mas sudah aq pasang di blogroll ku.

  45. masyhury berkata:

    Jadi penasaran nih, apa sampe segitunya ya kang?
    hemm,,, ^__^

  46. rime berkata:

    Wah, Kang Haris sampe nangis… jadi penasaran sama filmnya :p

    *eh, bukannya ke dalam bioskop ga boleh bawa kamera?*

  47. Teras Info berkata:

    emang mantabs film ini….
    pas saya baca novelnya saja,,…hmmm..sangat mengharukan sekali..huk..huk….

  48. Anton wijaya berkata:

    Sedih dan inspiratif yah sob

  49. Abdi Jaya berkata:

    pengen nonton filmnya juga… tapi jangan sampe nangis ah, malu… hehe

  50. vizon berkata:

    Penasaran nih dengan film ini.
    Nonton ah besok, hehehe…🙂

  51. asfanforever berkata:

    wah belum nonton nih saya…hmmm
    pengen bikin film yang inspiratif…he2

  52. aldy~pf berkata:

    Cuma sayang, banyak diantara kita, menjadi orang baik disertai pamrih yang berlebihan.

  53. Goyang Karawang berkata:

    wah ceritanya bikin saya penasaran pengen nonton film ini kang… mudah2an ga sial terganggu ‘exit’🙂

  54. bintangtimur berkata:

    Saya belum nonton film ini, tapi lihat cuplikan-cuplikannya di televisi sih sudah beberapa kali…eh, di Garut nggak ada bioskop lo, jadi kalo mau nioton, harus pergi ke Bandung dulu, jauh amat ya!😀

  55. Asop berkata:

    Ah, kalo Mas Achoey sampe nangis, artinya film ini bagus banget.😥
    Oke, nanti nyari DVD-nya aja ah…🙂

  56. ya pasti. aku pun mau menjadi orang baik, alhamdullilah kali ini aku udah agak bisa menyeimbangkan ibadahku dengan kegiatanku mas hhe. KITA PASTI BISA JADI ORANG BAIK

  57. Abi Sabila berkata:

    Saya belum nonton filmnya, tapi sudah lama baca novelnya. Ada sedikit ‘ketakutan’ bahwa menonton filmnya tidak sebagus membaca novelnya. Tapi, ini adalah film yang di sutradarai langsung oleh sang penulis, semestinya Kang Abik paham benar apa yang harus dilakukan ketika sebuah novel diterjemahkan dalam sebuah film.

  58. Goda-Gado berkata:

    hmmm,,, seringkali aq mikir dan pernah kirim email ke Kang Abiek,,
    knp sih temanya CINTA mlulu??? apa g ada tema lain?? -belm ada jawaban- hehehe.

    ceritakan dong kenapa bisa nangis,, gimana ceritanya… dibikin review gitu…😀

  59. oscorner berkata:

    hihihi…. kapan ya filmnya di puter di Tipi,, bis mo nonton di bioskop gi bookkek..

    salam kenal mas..

  60. kang ian dot com berkata:

    haha nunggu donlodannya aja..saya paling g betah duduk di bioskop😀

  61. Devi Yudhistira berkata:

    Tanya: choey…apakah film ini cocok ditonton bersama anakku?

  62. niQue berkata:

    ah bingung
    kemarin baca di satu blog katanya film ini datar …
    eh sekarang mestinya film ini bagus karena mampu mengobok-obok perasaan sampai bikin nangis laki-laki yang biasanya tegar.

    hmm … sepertinya harus bisa ngebujuk suami buat nonton film ini deh hehehe

  63. miyosi berkata:

    saya belum nonton😦

  64. dhebu berkata:

    klo dri iklannya sii emang bkin sedih,,tp seprtinya memang sperti itu,,terbukti ampe nangis ya bang,,hehe
    jdi penasaran pengen nnton🙂

  65. wafi berkata:

    aku jg habis nonton..klo menurutku filmnya sih bagus,banyak adegan yg lucu2.tp sayang ceritanya mudah sekali ditebak,

  66. Prima berkata:

    Huaaaa…. makin kangen boqer! T_T deket sini gak ada bisokop kang… pengen….😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s