Kisah Kaos Garuda


“Apakah kaos itu kamu beli?”
“Ya Pak, saya membelinya.”
“Pakai kaos seperti itu baiknya di pakai di luar negeri, bukan di sini.”
“Oh Bapak sering ke luar negeri ya?” Sambil tersenyum.
“Ya, untuk pelatihan. Saya sudah pernah ke Jepang, Malaysia dan Singapura.”
“Memang Bapak kerja di mana”
“Di xxx.”
“Oh.”
.

Itulah sebuah percakapan di suatu resto dengan seorang Bapak-Bapak yang mengaku bekerja di suatu departemen di pemerintahan. Tentu saja percakapan di atas sudah saya sederhanakan tanpa merubah esensi dari percakapan sebenarnya. Percakapan itu bermula saat si Bapak mendapatiku mengenakan baju merah bertuliskan INDONESIA di punggung, lambang garuda di dada kiri dan bendera merah putih di dada kanan. Mungkin hal ini membuatnya tidak nyaman hati dan merasa bahwa beliau harus meluruskan hal yang dianggapnya nyeleneh ini.

Menurutnya, di dalam negeri itu gak perlu pakai “kaos INDONESIA”. Jelas dalam hal ini saya gak sependapat. Bahkan saya heran, kok ada ya seorang pegawai negeri sipil seolah menyepelekan rasa bangga dan cinta rakyat negeri ini yang salah satunya ditunjukkan dengan mengenakan “kaos INDONESIA”. Tapi saya tahu, bahwa saya gak boleh menjadi partner berbincang yang gak sopan, walau bagaimana pun saya harus menghargai sosok beliau yang jauh sudah lebih berumur ketimbang saya.

Sebenarnya, ingin saat itu saya menjelaskan panjang lebar. Tapi saya kira situasi dan kondisinya tidak memungkinkan. Khawatir saya tidak mampu bijak dalam melakukannya dan buntutnya saya malah melakukan dosa karena telah berbuat tidak baik pada orang tersebut.

Dari kejadian itu saya mengambil hikmahnya bahwa:

Rasa nasionalisme itu bisa ditunjukkan dengan sikap yang berbeda-beda. Bagi rakyat kecil seperti saya, nasionalisme itu bisa dilakukan ya salah satunya dengan mengenakan “kaos INDONESIA” yang memang terjangkau harganya. Tentu saja rasa nasionalisme bagi orang kecil seperti saya juga bisa dilakukan dengan menjadi warga negara yang baik, tidak melawan hukum, melakukan kebaikan di masyarakat, memberikan kontribusi pada perbaikan di negeri ini dengan apa yang kita mampu, meski hal itu sangatlah sederhana.

Orang kecil seperti saya belum tentu bisa keliling dunia sembari  bangga mengenakan “kaos INDONESIA”. Lalu menyapaikan informasi mengenai keelokan dan kekayaan negeri ini pada penjuru dunia.

Saya berharap besar pada Bapak-Bapak itu, andai dia berangkat kembali ke luar negeri (tentu saja dibiayai rakyat karena dia ke luar negeri atas nama tugas dari pemerintah), beliau bisa melakukan apa yang bisa dilakukan untuk menunjukkan kecintaannya pada negeri ini. Paling tidak beliau melakukan tugasnya di luar negeri dengan baik, tidak menyia-nyiakan uang rakyat.

Jadi, saya tetap nyaman mengenakan “kaos INDONESIA” meski dianggap salah tempat. Kenapa, karena ini salah satu cara sederhana yang bisa saya lakukan sebagai wujud rasa nasionalisme saya.

Bagaimana dengan sahabat?🙂

Tentang achoey el haris

Seorang lelaki sahaja yang gemar menulis. Dan blog baginya adalah media untuk menyalurkan kegemarannya itu. Salah satu pendiri Komunitas Blogger Kota dan Kabupaten Bogor (BLOGOR). Pengasuh Pojok Puisi. Anggota Komunitas Menulis Bogor (KMB) dan Kopi Sastra.
Pos ini dipublikasikan di Sepenggal Kisah dan tag , . Tandai permalink.

53 Balasan ke Kisah Kaos Garuda

  1. Common Cyber berkata:

    Salam Sahabat Common Cyber
    ********************************

    Jujur, saya gak punya Kaos yg nasionalisme kyk gitu…
    Adanya cuma baju2 batikk….

    ^^

    Mas achoey pake baju itu jd berasa kyk pelatih sepak bola saja…

    ^^

  2. السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
    ——
    Agak penasaran..
    bapaknya kerja di pemeintahan, bagian apa?
    pelatihan…

    Hemh..

    pokoknya rasa nasionalisme kita wujudkan dalam berbagai hal mas! Bravo Indo..bravo… n(seklaian mendukung piala AFF…. walalupun saya gka pernah nonton T.T)

    ——

    صَلَّى اللّهُ عَلَى مُحَمَّد – صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم

  3. mantap kang,.. saya pikir kenapa si bapak itu berbicara seperti itu?,… mungkin menurut dia kalau yang gak pernah keluar negeri terus ga boleh pakai kaos Garuda,.. aimak,…

  4. Durahman berkata:

    Sangat setuju dengan pendapat kang achoey.
    kalau ketemu lagi sama Bpk itu, sampaikan salam nasionalisme saya terhadap nya. ia kang..

  5. blogbobby berkata:

    Hmm.. sayang sekali saya nggak punya kaos nasionalisme… Cuma punya kemeja batik doank…hehhe

  6. PusKel berkata:

    Benar Kang…justru rasa nasionalisme itu harus ditumbuhkan dari dalam negeri dulu sebelum keliling-keliling ke luar negeri.

  7. TuSuda berkata:

    hal ini bisa ditunjukkan mulai dari cara yang sederhana..apapun caranya semangat nasionalisme, kecintaan terhadap bangsa harus terus ditumbuhkan kapanpun dan dimanapun kita berada…. 8)

  8. KOMPILOGI berkata:

    Bagi saya, Nasionalisme sudah masuk ke wilayah privacy seseorang sebagaimana seseorang meyakini suatu agama. Jadi, siapapun tidak boleh menilai ataupun mencela seseorang yang berekspresi menujukkan nasionalismenya. Mungkin saja orang menunjukkan nasionalismenya lewat kaos tapi belum tentu jiwanya nasionalis.

  9. fitr4y berkata:

    moga aja bapak itu pake baju indonesia ke LN, tapi apa dia dah punya baju itu ??? sepertinya belum …
    🙂

  10. nadiafriza berkata:

    seolah2 si bapak bilang: “jangan pake kaos persib di bandung, pakenya di jakarta ato kota lain aja” <- aneh.. sama aneh nya dengan ngelarang pake kaos indonesia di indonesia🙂

  11. BacelZone berkata:

    Selalu bangga Indonesia Sob..😀

  12. marsudiyanto berkata:

    Bapak2 itu pasti punya kaos garuda ya Mas…
    Dia kan ke luar negeri

  13. syamsul rijal berkata:

    emangnya kalo dalam negri ngga boleh dipake ya….

  14. Masbro berkata:

    Kadang kan nasinalisme butuh dipertegas dengan tindakan nyata Mas, seperti pake kaos bertuliskan Indonesia. Biar kita nggak lupa, hehe..

  15. FOUR DREAMS berkata:

    mampir lagi nih bro🙂
    happy sunday

  16. genial berkata:

    nasionalis abis nii kang.. mangstabs🙂
    gmn besok nii kang lawan filipina…?!?!!? lohhh…🙂 hehehehe…

  17. Mestinya di tanya Kang :”Bapak ke luar negeri pakai duit siapa?”..

  18. Yunna berkata:

    rasa nasionalisme emang bisa di tunjukin dengan cara apapun. salah satunya ya itu, pake kaos indonesia…

  19. auraman berkata:

    Yup saya tentu mendukung negara saya kalau olah raga, apalagi hobi saya bermain badminton mas😀, tiap ada pertandingan pasti menyaksikannya dan histeris di kosan sendirian😀, maju terus indonesia… cuma perkembangan indonesia terusik karena orang yang tinggal dalam rumah keong mas yang bikin rusak citra negara, coba tinggalnya dalam istana hahahaha

  20. alamendah berkata:

    Nasionalisme dan cinta pada negeri bisa ditunjukkan dengan berbagai cara. bahkan termasuk di dalam negeri sendiri, Bang.
    Yang sepele, saya terbiasa mengenakan helm saya yang di bagian belakangnya tak kasih tulisan INDONESIA.

  21. budiarnaya berkata:

    Karena saya Bangga Indonesia…Baju club sepeda saya isi gambar Merah Putih juga aa…biarin dian ngomong apa

  22. farus berkata:

    saya juga punya kaos indonesia
    saya pake buat nonton bola timnas vs filipina nanti ..
    salam bloger

  23. halo mas jumpa lagi, maaf baru berkunjung. Semesteran baru selesai hhe

    Kita bisa menghargai bangsa kita dengan melestarikan budaya juga mas. Meskipun harus mengkombinasikan dengan globalisasi yang tgerjadi sekarng ini. hhe

  24. M A Vip berkata:

    saya dukung rasa nasionalisme ente. kita berbuat sesuai yang bisa kita perbuat.

  25. artis berkata:

    Nice article, thanksfor share
    artis

  26. ratansolomj9 berkata:

    Kunjungan malam … Selamat malam

  27. Coba tanya ke Bapak itu, pas keluar negeri dia pake kaos Indonesia gak? Atau malah gak punya sama sekali…

    Salam BURUNG HANTU… Cuit… Cuit… Cuit…

  28. mamah Aline berkata:

    betul A, gak penting soal harga dan merk, kita bisa memakai kaos berlambang garuda dengan rasa bangga pada Indonesia kan. Armani saja memakai logo mirip garuda pada salah satu kaos koleksinya

  29. Gebyar Speedy berkata:

    Betul mas, apa yang mas haris katakan, bagi kami “wong cilik”, kami menunjukkan rasa nasionalisme kami secara sederhana, tapi bagi para pejabat kami berharap di luar negeri mereka bekerja dengan baik tidak menghambur-hamburkan uang rakyat, tidak lupa sama pahlawan devisa kita. Semoga kasus penelantaran TKI tidak terulang lagi. Amin..

  30. Anas berkata:

    Wah, pingin pakai kaos Indonesia juga.😦.

  31. kyra.curapix berkata:

    mending make baju indonesia
    daripada baju keong komunity saya yang tidak bisa dipakai gara2 booming keong racun

  32. hudaesce berkata:

    Sungguh keputusan yang sangat bijak Bang, kita emang harus sebisa mungkin menjadi sosok partner bicara yang baik dan sopan,

    Soal Nasionalisme dengan memakai kaos gambar garuda itu, menurutku mah tak perlu diperdebatkan dan dijelaskan secara detail kepada orang seperti itu. biar keadaan dan kenyataan za yang membuat dia menjadi mengerti dan paham akan pentingnya menumbuhkan rasa nasionalisme yang saat2 ini sedang surut. setidaknya kn lewat postingan bang Achoey ini kita bisa lebih paham akan makna dari pemakaian kaos itu kan. :mrgreen:

  33. r10 berkata:

    memangnya mas dimana kok pakai baju dipertanyakan? pakai baju (seperti yg di foto mas) di restoran biasa aja kaleee:mrgreen:

  34. An berkata:

    bagi saya wujud nasionalisme diwujudkan dengan prestasi dan berkarya positif😀

  35. Mbah Jiwo berkata:

    ha ha ya boleh2 aja toh…sesuka kita lah pakai kaosnya he he he

  36. alief berkata:

    kok ya aneh aneh ajah ya, pake kaos aja harus ada penempatannya. menurutku, cinta pada bangsa negeri ini harus dimulai dari dalam diri kita. percuma kita gembar gemborkan ke sana kemanri, tapi saat ada turis yang bertanya semisal pencaksilat yang dari betawi itu dari aliran apa gak mudeng dan bilang gak ada aliran pencak silat yang dari betawi… dooh……

    mungkin komen ini gak nyambung, tapi maksud saya, kita cintai dan tanamkan dulu dalam diri kita tentang kecintaan kita pada indonesia sebelum kita mencoba untuk memperkenalkan budaya itu pada orang lain, karena itu nanti malah akan menimbulkan kerancuan.kalau mau menunjukan kecintaan pada indonesia saja harus “tau tempat” aku rasa itu berarti cintanya hanya dibibir saja

  37. Daun berkata:

    yah itu lah bangsa kita mas kadang rasa nasionalismenya luntur atau seolah-olah merasa dia paling benar padahal kebenaran tidak bisa dilihat dari sebelah mata melainkan harus obyektif, jangan mentang2 kaya sehingga menyepelekan yg kecil,rasa nasionalisme bukan milik mereka yg besar aja tetapi milik semua rakyat dalam suatu negara tanpa terkecuali.

    salam

  38. tonosaur berkata:

    ditengah jaman ketidakpercayaan semacam ini simbol patriotik seperti kaos itu cukup bagus kok..

  39. fachri berkata:

    Wah betul tuh Mas Achoey, aku setuju dengan pendapat mas Achoey. Jadi pengen beli juga baju itu, hihi..

  40. tips diet berkata:

    saya sih punyanya batik doang mas, tp..ehem..ehem, tu pake kaos “Indonesia” ganteng jg
    hihihihi :$

  41. unggulcenter berkata:

    Hmm.. Dua-duanya benar.
    Kang Achoey sebagai pemuda bangsa dan menunjukkan kecintaan benar. Si Bapak ada benarnya, asal beliau memang menunjukkannya. Sebab, perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata… jadi, si bapak benar, jika dia juga melakukannya. Di luar negeri ber-kaos timnas Indonesia. 🙂

    semua orang ada bagiannya. termasuk dalam menunjukkan kecintaannya. yang kita khawatirkan kalau bapak tadi hanya nyeletuk saja tapi tidak berbuat yang sama (dan berbuatnya di luar negeri) ya nggak choey?

  42. Sastro berkata:

    Ke luar negeri pun kalau hanya pakai kaos beridentitas Indonesia tanpa usaha memperkenalkan Indonesia juga gak ada gunanya mas. Mending ke luar negeri pakai kaos gambar Lady Gaga, tapi sambil bawa souvenir/kerajinan Indonesia misalnya terus bagikan ke orang2 sambil menjelaskan artinya, kan itu malah efekif.
    Salam,
    Jangan lupa tengok dan comment tentang “Negara Yogya” ya mas. trims

  43. tomi berkata:

    terkesan sombong dan arogan bapak itu…
    ya di indonesia malah seharusnya bangga memakai kaos indonesia..
    lebih baik bukti perlakuan nyata daripada cm omong doank hehehe

  44. Ade Truna berkata:

    sirik tanda tak mampu; tak mampu menunjukkan rasa nasionalisme, lain dengan kang achoey, kental rasa narsis-nya eh nasionalismenya🙂😉😆

  45. Ann berkata:

    Setiap orang punya cara sendiri untuk menunjukkan rasa cinta dan bangga terhadap negaranya.

  46. Chocky Sihombing berkata:

    dari dulu saya nyari kaos bertuliskan “100% LOVE INDONESIA” itu belum nemu2 terus…. saya mah bangga2 aja make kaos begituan.🙂

    tapi memang nasionalisme itu bisa ditunjukkan dengan berbagai macam cara… ^^

  47. irsyad araz berkata:

    cintai negaramu………. i love indonesia…. gruda di dadaq.

  48. irsyad araz berkata:

    cintai negaramu………. i love indonesia…. gruda di dadaq. pancasila

  49. ragil berkata:

    bangkitlah indonesia,tanamkan semangat nasionalisme….harusnya di tanya bang bapak2 itu,dia tau ga warna bendera indonesia…jgn2 malah ga tau.

  50. Ping balik: Nasionalisme Indonesia Tinggi | Catatan Cinta Sahaja

  51. mursid berkata:

    mas kaosnya itu beli di mana? bagus tuh kainnya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s