Pernikahan Pangeran dengan Putri Berkuda


Teringat saat hendak menikah dulu, dua hari sebelum hari H aku malah sakit. Penyebabnya karena kelelahan, kehujanan dan masuk angin. Saat itu aku bolak-balik terus ke rumah calon mertuaku untuk membantu mempersiapkan banyak hal. Keluargaku menegurku, katanya ini akibat aku gak mau dipingit. Semestinya aku lebih mampu menjaga kesehatan dan lebih banyak istirahat sebelum melangsungkan pernikahan. Ya, praktis aku gak mandi saat hendak menikah. Jadilah aku pengantin gak mandi, hehe.

Tapi kali ini aku bukan hendak meneritakan tentang kisah pernikahanku, melainkan akan menceritakan sedikit tentang suatu sisi di kisah pernikahan sahabatku di Tegal beberapa hari yang lalu. Dan aku beri judul “Pangeran Berkuda”.

Di mataku, sahabatku yang satu ini adalah sosok yang baik, baik sekali. Dia adalah sosok pekerja keras, memiliki empati yang tinggi dan bersahaja. Meski tentu saja tak ada gading yang tak retak dan aku tak harus menyebutkan retaknya di mana.

Semakin hari semakin dekatlah hari pernikahannya. Tentu saja pernikahan ini sudah menjadi kebulatan tekadnya. Menyadari dia tidak bisa terlalu berharap banyak pada orang tuanya yang hidup sederhana, maka diaย  pun menabung untuk itu, maklum sesederhana apa pun tetap saja butuh uang beberapa juta untuk melangsungkan pernikahannya itu. Dan kita semua tahu, yang mahal itu adalah tradisinya, bukan akadnya.

Begitu pun dengan calon istrinya. Dia pun menabung dari hasil kerjanya. Ayahnya sudah tiada, dan dia harus mampu mempersiapkan biaya pernikahan itu. Dia tahu keluarganya pasti membantu, tapi dia pun harus lebih mampu bersumbangsih untuk itu. Perempuan ini mandiri, dan aku yakin setelah menangkap aura wajahnya. Perempuan mandiri yang kan menikahi lelaki mandiri, pasangan yang tangguh, ah aku suka.

Siang hari aku telah berada di rumah calon pengantin pria. Kujabat tangannya erat, kupeluknya hangat. Sebagai sahabat, rasanya aku tidak bisa banyak memberikan kontribusi pada persiapan pernikahannya ini, dan jelas aku sedih. Padahal di hatiku, dia tercatat sebagai sahabat yang paling baik. Tapi aku melihat dia sangat segar, tak ada gurat kegundahan atau kepanikan menjelang pernikahan. Malah masih bisa sesekali bercanda atau dibercandain ama yang lain.

Maghrib pun telah usai, dia telah di jemput pihak keluarga calon mempelai wanita. Tugas sebagai juru foto pun kulakukan dengan baik. Ini wujud dedikasiku sebagai pekerja seni, seni persahabatan. Kami pun berangkat dan akad serta ritual pun tersaji dengan sahaja. Mengalir seiring rangkaian tradisi, meski kadang tersendat sedikit, tapi itu bisa dipahami.

Yang kusuka, pengantin pria itu masih sempat berdiri di barisan jamaah shalat isya. Karena akad dilakukan sebelum isya, dan rangkaian tradisi baru dilakukan ba’da isya. Ingin aku mengabadikan dia saat berdiri tegak di barisan jamaah, tapi tak mungkin karena aku pun melakukan penghambaan yang sama. Penghambaan yang menyejukkan jiwa.

Kini, pengantin telah menanggalkan pakaian pernikahan adat Jawanya. Berganti dengan pakaian yang lebih modern. Istrinya bak Putri Cinderela, sementara suaminya menjelma menjadi Pangerannya. Rupanya ada keunikan yang kan terjadi. Sang putri dinaikkan ke kuda yang sempat meronta, namun ada pawang yang menjinakannya. Lalu, sang pangeran memegangi sang putri yang tampak ketakutan. Kuda pun berjalan, sang putri berpegangan, dan sang pangeran memegangi sang putri sambil berlari-lari kecil di sampingnya. Kuda itu berlari menuju rumah orang tua sang pengantin pria.

Kasihan sang pangeran, dia harus berlari sembari tetap menjaga putri pujaan hatinya agar tidak jatuh. Tapi dari sini memang diisyaratkan, bahwa seorang suami hendaknya mampu menjaga istrinya. Menjaga agar istrinya tak kekurangan makan, menjaga agar istrinya memiliki pakaian yang layak dan menutupi aurat, menjaga istrinya agar bisa tidur lelap di tempat tinggal yang nyaman, menjaga hati istri agar tak terbiasa tersakiti, bahkan sampai menjaga istrinya dari siksa api neraka.Mungkin para suami bisa jadi ngiri kenapa harus banyak berkorban demi istri. Tenanglah duhai para suami, jikalau engkau tahu bahwa seorang istri justru harus benar-benar mengabdi pada suami. Ridho suami adalah ridho Tuhan-nya. Jadi jika begitu, jadi saling kan jadinya. Sebuah sinergi yang menjadikan harmoni indah bukan.

Duhai pasangan pangeran dan putri berkuda, moga rumah tangga kalian sakinah, mawaddah, warohmah. Duhai para pengantin baru dan lama, mari kita saling mendoakan agar samara juga ada pada kehidupan rumah tangga kita. Duhai calon pengantin, bersabarlah untuk waktu yang indah.

Tentang achoey el haris

Seorang lelaki sahaja yang gemar menulis. Dan blog baginya adalah media untuk menyalurkan kegemarannya itu. Salah satu pendiri Komunitas Blogger Kota dan Kabupaten Bogor (BLOGOR). Pengasuh Pojok Puisi. Anggota Komunitas Menulis Bogor (KMB) dan Kopi Sastra.
Pos ini dipublikasikan di Hikmah dan Motivasi, Sepenggal Kisah dan tag , . Tandai permalink.

46 Balasan ke Pernikahan Pangeran dengan Putri Berkuda

  1. azaxs berkata:

    selamat untuk pernikahan sahabat kang achoe..

    ehm.. jadi semakin pingin menikah๐Ÿ˜†

  2. Ade Truna berkata:

    pernikahan abadi hingga akhir masa… ::semoga::

  3. choirul berkata:

    aku baru tahu ada adat yang menaikkan istri diatas kuda….
    malem-malem lagi…

    semoga mereka sakinah mawaddah wa rahmah

  4. Anas berkata:

    Amin… kalau ada yang doa harus diamini.. Semoga saya juga menyusul Anda semua..๐Ÿ˜€

  5. Kakaakin berkata:

    wah… bak kisah putri2 di dongeng…pake acara naik kuda segala…๐Ÿ˜€
    Semoga bisa menjadi keluarga sakinah mawaddah wa rohmah…

  6. PusKel berkata:

    prosesi pernikahan yang sakral, dengan tata cara simbolis itu, semoga memberikan keharmonisan dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

  7. ^_^

    orang mau nikah, acaranya macem-macem y biar berbeda dari yang lain …
    ntar acara walimah ane gimana y? hehehe …

  8. PusKel berkata:

    selamat ya buat kedua mempelai… semoga menjadi pasangan yang abadi.
    SALAM hangat dari Kendari. 8)

  9. TuSuda berkata:

    proses yang dilalui dengan upacara adat yang sakral, semoga memberikan berkah spesial bagi kedua pasangan hidup itu.

  10. fendik berkata:

    Mendamba Keluarga yang Sakinah Mawaddah Warrohmah, Semoga keluarga kami bisa seperti itu. Amin..๐Ÿ™‚

  11. orange float berkata:

    iya yah, pernikahan itu yg mahal bukan ijab kabulnya tapi walimahnya itu.

  12. M A Vip berkata:

    wahai pangeran, tak perlu berkuda kiranya, cukup gendong andai kuda tak ada. selama mempelai wanita tidak gemuk, yakin saja itu sesuatu yang mudah. hehe dan kalo gemuk pasangan sejati tak akan menolak diajak jalan kaki.

  13. hudaesce berkata:

    Semoga menjadi Penikahan yang paling indah, dan barakoh ya kang.

  14. mida berkata:

    Ah, serius Kang, ada adegan naek kudanya segala?
    Smoga sahabat Kang Achoey dikaruniai pernikahan yang barakah, amin…
    Btw, ikut jawab quiz niy, beneran mw ke Bandung, Kang?๐Ÿ˜‰

  15. ysalma berkata:

    Selamat untuk pernikahan sahabatnya Sahaja,,
    seru pastinya acaranya, secara ada putri kuda dan pangeran yang selalu menjaganya,, kayak di dongeng2,,๐Ÿ™‚

  16. andinoeg berkata:

    biasanya khan putri dan pangeran berkuda? Emansipasi ya?๐Ÿ˜€

  17. bundadontworry berkata:

    bunda ikut mendoakan utk sahabat mu A,
    semoga keluarga mereka menjadi sakinah mawwadah wa rohmah.
    serta selalu diberkahi dlm perjalanan panjang sebuah rumah tangga ,amin
    salam

  18. Prima berkata:

    kapan ya saya bisa jadi pangeran berkuda itu… :mupeng.com:๐Ÿ˜€

  19. Hairullah berkata:

    Berarti kalau yg cewek di gendong yg cowok.. Pangeran menggendong dong! Hehe…
    Benar2 pasangan yang romantis๐Ÿ™‚

  20. munir ardi berkata:

    semoga mereka bahagia selamanya seperti di cerita-cerita, maaf baru berkunjung juga , wah themenya ganti juga

  21. budiarnaya berkata:

    Mari kita berdoa semuanya, semoga pernikahan yang mereka jalani, mendapatkan suatu keabadian

  22. NURA berkata:

    salam sobat
    semoga pernikahannya langgeng.

  23. Nisa berkata:

    Subhanallah..๐Ÿ˜€

  24. advertiyha berkata:

    Subhanallah,, indah sekali ya kang,,
    Selamat untuk pernikahan sahabatnya kang..๐Ÿ™‚
    semoga barokah dan selalu diberikan kelapangan oleh Allah SWT…

    eh, saya nikah di tegal, tapi kok gak naek kuda ya?? *mungkin kudanya gak kuat, hehe*

  25. aldy berkata:

    Amin, amin, amin.
    Semoga pernikahan yang dilakoni dengan sangat baik dan sarat makna tersebut menjadi cermin dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

  26. Mbah Jiwo berkata:

    wah wah ternyata naik kuda beneran ini? iri aku ha ha ha

    salam hangat dari Malang mas…

  27. dedekusn berkata:

    Pernikahan yg indah pastinya…., orang yg sudah nikah pasti ikut terbayang pada prosesi pernihakan & masa diawal2 pernihakan… indah bgtttttt..๐Ÿ™‚

    Insya Allah sakinah, mawadah, warahmah,
    Amin…..

  28. alamendah berkata:

    Sebuah filosofi yang pastinya akan senantiasa mengingatkan sang Suami untuk melindungi dan mengayomi sang Istri. Selamat buat sobatnya. Semoga pernikahan dan keluarga yang terbentuk selalu dilimpahi rohmad Allah

  29. John Murdock berkata:

    wah tradisi yang punya filosofi…begitu indahnya budaya kita o:), sayangnya terkadang pernikahan butuh biaya yang lumayan besar padahal akadnya aja kan gak mahal2 amat? apakah ada tradisi budaya yang tidak mahal, khususnya pernikahan??
    kasian mereka yang pengen menikah dan tetap dengan tradisinya tapi belum siap modal๐Ÿ˜ฆ

  30. Zahra Shalihah berkata:

    subhanallah… smga jd keluarga yang SaMaRa…, ternyata beneran ada pengantin naik kuda.., itu khayalanku slama nie.., Q nti bisa ga ya begitu…

  31. Hahahaha…. Pengantin gak mandi….

    salam kenal ya kak… ceritanya bagus… aku blogger pemula nih… baru 2 minggu belajar ngeblog.

  32. anny berkata:

    Tradisi yang menyimpan filosofi yang tepat buat si pengantin ya๐Ÿ™‚
    Keren

  33. aciid berkata:

    wah critana bgus kk๐Ÿ™‚
    si pangeran lari๐Ÿ˜€
    knapa g bonceng aj :p

  34. noersam berkata:

    n cepet2 nikah..he2

  35. noersam berkata:

    baca ini jadi pengen cepet2 nikah.he2

  36. multibrand berkata:

    Ceritra tentang proses pernikahan memang selalu menarik.

  37. Goda-Gado berkata:

    sy baca kata per kata
    pelan perlahan
    kisah sahabtnya cukup menyentuh
    gaya penuturannya dg plot pelan..
    salut salut

    salut dg sholat dalam penghambaan sebelum tradisi yg bernilai mahal itu…๐Ÿ˜€

  38. Danu Akbar berkata:

    semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warohmah

  39. Bacelzone berkata:

    sangat menyetuh sekalai sob setiap kata-katanya..๐Ÿ˜€ selalu semngat..๐Ÿ˜€

  40. Bacelzone berkata:

    link juga sudah dipsang mas..๐Ÿ˜€

  41. Bumi Al Fattah berkata:

    ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
    ——

    Kunjungan perdana ke sini,
    masya ALLAH, blognya rame pisan teh?

    Selamat buat kedua mepelai ya mas..

    Hahah,,,saya jadi kebayang nih, kapan saya menikah ya? Masih 17 tahun..hehehhe

    ——

    ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏ – ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…

  42. Asop berkata:

    Menikah itu enak tho, Mas?:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s