Roh Mati di Depan Pintu


Pagi
Lalu lalang menjadi
Melukis kesemrawutan
Mengabadikan kemacetan
.
Pagi
Banyak wajah tak cerah
Ada gundah ragam gelisah
Ada senyum tak bergairah
.
Pagi
Banyak jiwa yang memulai langkah tanpa basmalah
Banyak jiwa yang mendawamkan muqadimah dengan keluh kesah
Pergi gontai seakan tak paham arah
.
Lalu
Di depan banyak gerbang kantor roh memudar
Di depan banyak gerbang pabrik roh menguap
Di depan banyak gerbang sekolah roh melunglai
Di depan banyak pintu masuk roh mati
.
Celoteh kecil bertanya kenapa
Karena mereka tak mensyukuri
Karena mereka tak menyadari
Bahwa apa yang dia lakukan hendaknya untuk Tuhan
Maka bahagialah menjalaninya
.
Cibinong, 22 November 2010



Tentang achoey el haris

Seorang lelaki sahaja yang gemar menulis. Dan blog baginya adalah media untuk menyalurkan kegemarannya itu. Salah satu pendiri Komunitas Blogger Kota dan Kabupaten Bogor (BLOGOR). Pengasuh Pojok Puisi. Anggota Komunitas Menulis Bogor (KMB) dan Kopi Sastra.
Pos ini dipublikasikan di Kreasi Puisi dan tag . Tandai permalink.

49 Balasan ke Roh Mati di Depan Pintu

  1. joe berkata:

    selamat pagi juga…. nice poem

  2. harumhutan berkata:

    pagiiii A🙂

    semoga Rohku tak mati didepan pintu kantor..

    smoga Rohku pergi saat aku berada di MihrabNYA,amin..

    *puisinya serem,tapi mengingatkan😉

    hari ini hutan juga nampilin puisi🙂

  3. Pagi…

    awali hari bersama munculnya sang mentari

    jangan lupa selalu ingat pada Illahi

    semoga kebahagiaan hakiki selalu menghampiri

    Karena DIA lah kekasih yang sejati

  4. Sang Penjelajah Malam berkata:

    Siang😉

  5. TuSuda berkata:

    puisi sarat makna spirtual…

  6. isw_banna berkata:

    subhanalloh bisa bikin puisi juga toh

  7. angga erlangga berkata:

    Ngeri amat mas ceritanyaa…
    hohohoooo,,,
    lam kenal…

  8. ysalma berkata:

    Siang,,
    berwajah lesu, karena udah waktunya makan siang
    dan mie janda jauh diBogor sana,,
    bersyukur, segera berganti wajah ceria karena sudah diisi makanan lain..🙂

  9. mida berkata:

    Hmmm… Bait terakhir jadi pengingat…
    Melakukan segala aktivitas diniatkan untuk mendapat ridho-Nya…
    Salam saya Kang…

  10. Usup Supriyadi berkata:

    apa kabar roh?

    sudahkah cukup nutrisimu?

    yayaya. roh… tanpa roh… jasad…

  11. Assalaamu’alaikum nanda Achoey…

    Puisi yang hebat menyentuh kemanusiaan diri agar selalu segar dalam kasih sayang Ilahi. Mensyukuri segala nikmat yang diberi sebaik mata ini membuka pasti setiap hari menjunjung seri Ilahi Rabbi. Semoga Achoey diredhai Allah SWT. Amiin.

    Salam mesra dari Sarikei, Sarawak.

  12. Multibrand berkata:

    Puisi yang indah untuk dibaca dan dihayati, walaupun saya membacanya pada saat jam istirahat disiang hari.

    Semoga kita semua sukses!

  13. Asepsaiba berkata:

    Semangat pagi… Memang tak seharusnya kita bermuram durja di kala pagi ,emjelang ya kang..

    Awalai semuanya dengan menyebut asma-Nya…

  14. luacis berkata:

    puisi yang sangat menyentuh

  15. dira berkata:

    Ya… memang banyak yg pergi pagi dg karena “terpaksa”: daripada anu…. ketimbang itu….. yang penting ini…… tanpa tujuan, tanpa keikhlasan, tanpa rasa sukur. Nice..

  16. beku79 berkata:

    Sering dan pernah paham tentang roh, taph kadang bertanya, seperti apa roh itu? Warna, bentuk, rasa, juga baunya?

  17. Ann berkata:

    Puisi indah penyemangat kerja dan mensyukuri apa yang sudah diberikan olehNya. Thanks

  18. Hafid Algristian berkata:

    judulnya mengena, mas..
    mantabs. semoga roh saya selalu hidup, hidup dan terhubung denganNya. sehingga tak mati.

  19. gerhanacoklat berkata:

    banyakan roh hidup A
    bayi2 yang ditinggalkan di depan pintu😀

  20. beku79 berkata:

    Klo di depan pintu kayaknya roh ga akan mati, mungkin klo terjepit pintu bisa saja mati😀

  21. Aldy berkata:

    Banyak godaan dan rintangan, sehingga si roh terkulai tak berdaya. Karena banyak diantara roh yang tidak memiliki ‘bekal’ yang cukup.

  22. fendik berkata:

    Puisi yang bagus sekali, mengingatkan kita untuk selalu berbuat hanya karena Allah semata.. Salam kenal mas…

  23. Teras Info berkata:

    Wah…puisinya sesuai fakta yang sedang terjadi sekarang ini yai…..
    o..ya, kawan orang cibinong bukan……cibinong mana…..soalnya saya juga sama orang cibinong (ciomas, cibinong)….

    salam kenal…

  24. ibnu berkata:

    membaca puisi pagi di petang hari🙂
    apa kabar dengan roh-roh yang pergi?
    ketika roh benar-benar pergi, sesungguhnya dia sedang kembali kepada Sang Pemilik Yang Hakiki

  25. deady berkata:

    intinya hanya satu ya, mas
    setiap pekerjaan walau cuma buruh pabrik
    tetep harus dijalanin dengan ikhlas ya:)

  26. Bri Yudistira berkata:

    nice Post
    ditunggu postingan lainnya yang keren…keren…

  27. thetekter berkata:

    pagi awal dari siang
    pagi awal dari sore
    pagi awal dari malam
    dan pagi adalah pagi
    dan pagi tetap pagi seperti kemarin
    tak ada yang berani mengubahnya
    salam semangat

  28. maminx berkata:

    Subhanallah menyentuh sekali. Dan semoga hari tersebut di lalui dengan sebelumnya mendirikan sholat dhuha di pagi hari, amin..😀

  29. Mila berkata:

    nice poet🙂

    teruslah berkarya

    salam

  30. Ping balik: Bang Aki Dan Jalan Jalan Malam « Blognya Sugeng Harjono

  31. ibnumuksin berkata:

    takut kalo da roh mati di depan pintu mah. salam hangat

  32. bundadontworry berkata:

    puisi indah yang sekaligus mengingatkan
    aku gak mau dan berharap, agar rohku pergi tdk di depan pintu
    Semoga roh ku pergi ketika berada di dalam ridhoNYA ,amin
    salam

  33. wahyu nurudin berkata:

    ih.. zombie. kita perlu resident evil 5: spirit.

  34. Fir'aun NgebLoG berkata:

    mantab bgt puisinya,
    mengingatkan kita bahwa apa pun yg kita lakukan hendaklah ditujukan untuk tuhan agar supaya semuanya terasa hidup😀

  35. iLLa berkata:

    sy percaya, tetap ada yg memulai hari dengan tasbih dan tahmid. Tetap ada yg menatap pagi dan menyambutnya dengan niat bekerja untuk Tuhan. Semoga kita menjadi bagian dari mereka.
    Selamat pagi menjelang siang, kang😀

  36. Pendar Bintang berkata:

    Melakukannya lillahitaalah, karena ALLAH🙂

    Selamat siang AA, kayanya makan siang di Mie JAnda enak nie…

    heeee

  37. eneng ocha berkata:

    alhamdulillah… nuhun sudah mengingatkan kang🙂 semangkaaa!

  38. mamah Aline berkata:

    saya tak mau jadi roh mati di depan pintu… aya ingin roh yang menyatu dengan raga… melengkapi hidup secara bermakna

  39. sedjatee berkata:

    puisi yang menyentuh..
    semoga kita menjadi insan yang pandai bersyukur..
    salam sukses Kang..

    sedj

  40. ok berkata:

    roh mati menguap meninggalkan jasad
    roh mati…di tengah langkah
    roh tengah mati ketika hinggap penyesalan

    *ga nyambung nih, cuek…hehehehe*

  41. Deq Hamasah berkata:

    Uho~ Uho~ agak merinding sih baca judulnya *_* dan, setelah diteruskan, tambah merinding **__**

  42. setitikharapan berkata:

    Subhanallah, puisinya bagus dan sarat nasehat spiritual. Makasih Mas A’ tuk berbagi kebaikan.

  43. Pencerah berkata:

    mangtafff
    lanjutkan

  44. baguštejo berkata:

    saya suka judul dan quote 2 kalimat terakhir. bait yang menyentuh dan misterius.

  45. Semangat pagi paginya mas,
    tak pandai merangkai kata🙂

    Salam buat keluarga mas
    Semangaaat teruuuus Gaaaan

  46. thrw berkata:

    pagi itu seakan hampa
    bagai pelangi dimalam hari
    yang merindukan datangnya
    sang raja siang
    yang menerangi ke sela-sela lubang
    dan membahana ke penjuru singgasana

  47. Ping balik: do not worry here are many remarkable creations « kkdhafhant

  48. Yulis Samoa berkata:

    Kirain tadi Puisi tentang Mayat..hihihi…

    Bagus sekali Puisi nya mas Achoey.. Tak mudah menemukan kata-kata yang sarat makna dalam seperti itu… Butuh keluwesan dalam berfikir.. Sangat tidak mudah…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s