Sungai Dadakan


Setiap kali hujan agak deras menghujam, sudah hampir bisa dipastikan jalanan Mayor Oking sekitaran Ciriung di daerah saya tergenang air. Entah sudah sejak kapan kebiasaan ini berjalan, yang pasti sejak sekitar 5 tahun yang lalu saya memperhatikan memang jalanan ini begini adanya jikalau ada hujan.

Karena air inilah jalan semakin mudah rusak berlobang-lobang. Untungnya pemerintah masih tanggap untuk memperbaikinya. Tapi soal bagaimana mengatasi solusi agar jalanan ini tak banjir, sampai saat ini belum mendapatkan hasil yang cukup signifikan. Banjir selalu saja berulang, dan sepertinya para pengguna jalan dan masyarakat sekitar sudah memaklumi hal ini, yak karena berlangsung dalam kurun waktu yang lama jadi dah dianggapnya biasa.

Banyak mobil yang mogok dan terpaksa harus di dorong. Di sinilah muncul jenis usaha baru, jasa mendorong mobil. Banyak anak-anak sampai remaja yang menawarkan jasa ini. Tentu saja ini ladang penghasilan buat mereka, paling tidak untuk uang jajan lah. Saya seringkali memperhatikan anak-anak itu berlarian. Mereka kebanyakan bekerja dalam tim, karena mendorong mobil yang mogok karena banjir tak mudah jika dilakukan oleh satu atau dua orang saja. Ya, good job.

Kalau orang hendak menyebrang jalan, tinggi debit air bisa setinggi betis orang dewasa. Tentu saja ini menjadi kendala. Maka biasanya mereka menyebrang mencari jalan yang tidaklah parah terendam banjir, depan sekolah SMAN 1 Cibinong lebih tinggi datarannya, jadi tak terendam banjir di sana. Sempat saya melihat ada seorang perempuan yang ketika menyebrang eh sandalnya hanyut. Sudah coba dikejar namun malang tak terkejar. Ya maih untung cuma sandal yang hanyut, gimana kalau yang hanyut itu dompetnya, hehe.

Fenomena jalan tergenang di kala hujan dan berubah seolah seperti sungai ini mungkin tidak terjadi di daerah saya saja, mungkin sahabat juga menjumpai hal serupa di daerahnya, atau di jalan yang biasa dilewati saat pergi atau sepulang kerja. Saya lebih suka menyebutnya dengan “sungai dadakan”, jalan yang mendadak jadi sungai di kala hujan. Mungkin saja ada ikannya, tapi jangan coba-coba memancing di sana, karena sama saja Anda sedang memancing tawa saja hehehe.

Tentang achoey el haris

Seorang lelaki sahaja yang gemar menulis. Dan blog baginya adalah media untuk menyalurkan kegemarannya itu. Salah satu pendiri Komunitas Blogger Kota dan Kabupaten Bogor (BLOGOR). Pengasuh Pojok Puisi. Anggota Komunitas Menulis Bogor (KMB) dan Kopi Sastra.
Pos ini dipublikasikan di Celoteh Hati dan tag , . Tandai permalink.

52 Balasan ke Sungai Dadakan

  1. ahsanfile berkata:

    Wah parah mas…
    di tempatku yang jadi jalan dadakan lebih parah,
    lokasinya di deket jembatan fly over pondok bambu. Kalau macet + hujan, mobil dan motor pada lewat pinggiran sungai…

  2. aldy berkata:

    Apa memang dijawa rata-rata seperti itu mas?

    Di Pontianak pun demikian, ada lokasi-lokasi tertentu jika hujan berubah menjadi sungaio dangkal. Penyebab utamanya, drainase yang tidak terpelihara dengan baik.

  3. penghuni60 berkata:

    sama mas, di daerahku jg tuh, ada jalan yg berubah dadakan jd sungai kalo hujan deras…
    musti ati2 aja deh…

  4. red86angel berkata:

    ternyata bukan jakarta aja yang banjir kalo Bogor ujan…

  5. Ifan Jayadi berkata:

    Banjir sepertinya memang sedang menampakkan tajinya pada bulan2 ini. Di daerahku juga mengalami hal yang sama dan sepertinya tambah parah. Inikah efek dari pemanasan global ya?

  6. indobrad berkata:

    Pastilah Akang tau kalo titik yang banjir di Mayor Oking itu gak semuanya; cuma beberapa saja termasuk di depan Mie Janda. Kalo memang udah gak tahan, apa gak sebaiknya Mie Janda pindah ke tempat baru yg lebih luas dan bebas banjir? hehehe. sekedar ide ya

  7. Prasetyo Muchlas berkata:

    Hehe.. memang betul kang, daerah tersebut jika hujan deras biasanya banjir, btw gambar yang di atas di jepret jam berapa kang?

  8. indra kh berkata:

    usaha baru sering timbul ketika terjadi masalah, seperti ini. Kalau memang terus berulang meskipun sudah berusaha diperbaiki mungkin ada jalan rejeki bagi sebagian orang di situ. Seperti para pengganjel mobil di lintas Nagrek lah.

    Genangan hujan ini jadi maslah di banyak tempat sepertinya, tapi yang berwenang seperti kesulitan, belum tahu harus bagaimana mengatasinya.

  9. ysalma berkata:

    jalanpun bisa dadakan jadi sungai yaa, kalo pas hujan, harusnya cepat di benerin ya A, secara Bogor termasuk kota hujan..
    gimana dengan sungainya sendiri yaa??

  10. joO berkata:

    hehehe di Bali juga sering tuh jalan jadi sungai😛
    doOoohhh pasti menyebalkan ya

  11. Pendar Bintang berkata:

    Kunjungan siang, setelahmakan siang, heeeee

    Di Bali juga aa. aor menggenang di mana-mana. Tata ruang kota harus di tata lagi, tapi kayanya pemerintahnya nggak peduli😥

  12. Ari berkata:

    haha…bagus, fotonya>>>
    Sepeda motor dan mobil jadi kapal, jalan di atas air, hehe

  13. Multibrand berkata:

    Genangan air atau “sungai dadakan” terjadi di banyak tempat di Jakarta terutama saat musim hujan seperti sekarang ini. Walaupun tidak terlalu dalam, masih cukup jauh dibawah knalpot mobil, tapi kalau tidak hati2 maka air bisa masuk knalpot dan mogok.

  14. unggulcenter berkata:

    Bogor aja kayak gini apalagi jakarta..

  15. uni berkata:

    jalan di depan komplekku, jadi kayak sungai beneran kak, sebelah jalannya rusak parah, berbahaya klo hujan, lubang2 jalannya ketutup air, bisa bikin pengendara motor jatuh, moga cepet di perbaiki jalannya ^_^

  16. alamendah berkata:

    Sekarang ini makin banyak jalan yang emnjadi sungai dadakan setiap kali hujan turun

  17. Usup Supriyadi berkata:

    Semoga Pak Rahmat Yasin segera bisa menanggulanginya😀

  18. Tari-ssi berkata:

    ditempatku juga kang, gak jauh dari kantor. bisa sampe setinggi lutut orang dewasa…. anehnya gak ada perhatian dari pemerintah. padahal daerah itu rawan banjir banget.

  19. hendra berkata:

    apalgi kalo udah musim penghujan pasti tambah dalam tuh sungai dadakannya..

  20. advertiyha berkata:

    hahaha.. yang terakhir itu kang, jangan memancing disana, karena akan memancing tawa, saya jadi bener2 bayangin, n lucu pisan kayaknya kalo ada orang mancing di genangan air kayak gitu, haha…🙂

    moga jalanan yang bolong2 cepet diperbaiki, kalo gak bagus2 juga, pilkada depan jangan pilih walikotanya, haahaha..

  21. Fadhly berkata:

    wah sama mas, di daerah saya juga rawan banjir. Kadang2 macetnya minta ampun jika sudah banjir…🙂

  22. maminx berkata:

    Wah kirain di Jakarta aja yang bisa banjir, hehe. Kebayang yak padahal kan bogor kota Hujan, bisa sering banjir atuh ?? btw itu kasian yang pake motor gak pake jas hujan gitu nekad, hehe. Kang udah lama gak berkunjung ke “rumah” saya nih😦

  23. durahman berkata:

    aha malang nian.. yang lewat sana..
    Alhamdulillah di rajadesa mah bebas sungai dadakan..

  24. bener2 tuh jalan raya jadi sungai dadakan.

  25. andre berkata:

    wah sayang ya. kok ga selesai2 masalahnya. tiap taun ada terus sungai dadakannya

  26. bagi kami ma biasa ujan trus banjir….

  27. ^_^

    hmmm … memprihatinkan … tapi, mau gimana lagi y …

  28. Irfan berkata:

    begitulah kondisinya. macet, banjir, jalan rusak, dan bla bla bla. dibuat asik aja kang. rezekinya yang suka dorong mobil kalo mogok kan.😀

  29. TuSuda berkata:

    di kota dengan pemukiman padat pendududknya, mungkin saluran airnya tidak berfungsi optimal ya..

  30. Pencerah berkata:

    semoga banjirnya lekas teratasi

  31. wah, parah banget ya …
    itu drainase kota harus ditinjau ulang deh, ayo dong pemerintah dan masyarakat bersatu padu untuk kenyamann bersama …

    Salam BURUNG HANTU

  32. oding berkata:

    hujan musiman ya kang…ihik kalau di jkt mah hampir setiap gerimis genangan (sungai musiman) dan Macet

  33. wah.. sob…
    kalo nggak segera ditanggulangi, bukankah itu akan menjadi bertambah tinggi airnya?
    alhamdulillah tempat saya agak tinggi dr daerah lain yg biasanya terkena sungai dadakan🙂

  34. budiarnaya berkata:

    Kadang kala tata ruang kota dibeberapa daerah kurang memperhatikan drainase, atau kita yang kurang peduli untuk membuat itu yach? mmm..

  35. kangmas ian berkata:

    biasanya sistem drainasenya yang kurang bagus atau memang kondisi jalannya yang rendah..😀

  36. Pakde Cholik berkata:

    Selamat pagi sahabatku

    Saya datang lagi untuk mengokoh-kuatkan tali silaturahmi sambil menyerap ilmu yang bermanfaat. Teriring doa semoga kesehatan,kesejahteraan,kesuksesan dan kebahagiaan senantiasa tercurahkan kepada anda .
    Semoga pula hari ini lebih baik dari kemarin.Amin

    Saya juga menyampaikan kabar gembira bahwa sahabat mendapatkan tali asih dari manajamen BlogCamp karena artikel anda termasuk sebagai JUARA I dalam Kontes Lagak dan Lagu..

    Silahkan cek di http://abdulcholik.com/2010/11/12/juara-i-kontes-lagak-dan-lagu/

    Terima kasih atas partisipasi sahabat.
    Salam hangat dari Markas BlogCamp di Surabaya

  37. mamung berkata:

    wah wah wah…. banjir dimana2..

  38. adit-nya niez berkata:

    Untuk mengatasi masalah ini, serahkan pada ahlinya! ™

    *jadi inget slogan pemimpin Jakarta kita*

  39. Musnaim berkata:

    Hasil ulah manusia nya sendiri sih…sapa suruh hutan di gundulin

  40. sempulur berkata:

    Banjiiiiiiiir…….terjadi dimana-mana. Berarti bukan jalan raya aja yang perlu ditambah karena macet, tetapi jalan air juga harus di tambah atau dibuatkan jalur TRANS AIR dan jalan tol air…

  41. dedekusn berkata:

    Sungai dadakan…. sekarang lagi musimnyah kang, sungai dadakan ada dimana2. Prihatin…

  42. wi3nd berkata:

    ntar coba berenag disituh dech A:mrgreen:

  43. inda berkata:

    aku juga kebanjiran lho waktu ke daerah parung

  44. Asop berkata:

    Wah, dulu di Surabaya saya pernah nemu yang lebih parah lagi.:mrgreen:

    Jaman saya SD sih, tapi sekarang Surabaya udah lebih baik.😀

    *Mas Achoey gak ke Surabaya?*

  45. Keisya berkata:

    Wah banjir jalan jadi sungai …

  46. Kampung Perawan berkata:

    Persis banget kayak keadaan jalanan simpang lima saat hujan. Banjirrr..!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s