Saras, Sang Gadis Rumput (Bagian Dua)


Chain Posting adalah permainan menulis gaya blogger Bogor (blogor). Setiap blogger yang terlibat dalam permainan ini, diharuskan melanjutkan postingan yang dibuat oleh blogger sebelumnya. Kebetulan saya berada pada posisi kedua setelah Echa. Dan setelah saya dilanjutkan oleh Windy, Alif dan terakhir adalah Arie. Tim kami kebagian tema Go Green. Baiklah, selamat menikmati!

Baca dulu Saras, Sang Gadis Rumput (Bagian Pertama) di sini. Setelah itu baru lanjut.

Pak Alif yang terhormat,
.
Pernahkah Bapak berpikir tentang 13 tahun yang lalu, saat akhirnya Bapak meninggalkan seorang gadis kecil kelas satu SD beserta ibunya yang begitu ikhlas mendampingi suaminya yang bernama Asep Alif Chandra Subagyo, MT. Perempuan yang telah melahirkan gadis mungil itu meninggal 10 tahun yang lalu. Pernahkah kau teringat padanya?
..
Wasalam,
Saraswati Suria Saripuhaci
.

Aku, bagai tersambar petir rasanya. Betapa terkejutnya saat aku mendapati isi surat seperti itu. Saras, gadis rumput yang telah membuatku jatuh hati ternyata adalah anakku sendiri. Anak yang terlahir dari seorang perempuan bijak bernama Silvia Prisma Azizah. Perempuan bijak yang menerimaku apa adanya, perempuan bijak yang akhirnya kutinggalkan demi egoku menumpuk harta kekayaan yang berlimpah, meski lewat jalan salah.

Andai saja saat itu aku bisa lebih cerdas bersyukur atas rejeki yang kami miliki, mungkin tak akan seperti ini jadinya. Aku memutuskan pergi ke Kalimantan dan bekerja pada sebuah perusahaan pengelolaan hutan. Tapi tetap saja aku tak merasa puas dengan pendapatanku saat itu. Akhirnya aku bersekongkol dengan beberapa rekanku yang lain untuk melakukan illegal logging dan menyelundupkan kayu-kayu tersebut ke Malaysia.

Dalam waktu gak sampai setahun aku telah menjadi kaya raya. Kehidupanku telah benar-benar berubah. Hingga aku pun terlena dengan gaya hidupku yang baru. Pagi sampai siang ngurusin kerjaan, sore bermain golf sambil bermain caddy juga. Malam pergi ke klub malam untuk dugem dan minum-minuman ditemani perempuan-perempuan muda hasil kelihaian para pebisnis human trafficking.

Aku pun akhirnya terjerat cinta pada caddy tercantik bernama Desi Dita Melani. Dia memintaku menikahinya dan mengancamku jikalau aku tidak menikahinya maka dia kan menyebarkan video syur hasil seni kami berdua. Hah, seni, astaghfirullah. Lalu aku menikahinya dan dikaruniai dua buah hati yang membuatku terlupa bahwa aku punya Istri dan satu putri cantik di Ciamis. Ah, aku terjebak pada dunia yang semakin menjauhkanku pada Tuhan. Semakin jauh dan jauh saja. Semakin aku kaya, semakin aku nisata, ah parahnya aku.

Lalu, mungkin kalian bertanya-tanya, kenapa sekarang aku hanyalah menjadi seorang tukang taman di Bogor. Apa pula motivasiku sehingga aku menjadi tukang taman. Beginilah ceritanya (bersambung ke sini).


Catatan: Maaf belum sempat blogwalking ya sobat semua.🙂

Tentang achoey el haris

Seorang lelaki sahaja yang gemar menulis. Dan blog baginya adalah media untuk menyalurkan kegemarannya itu. Salah satu pendiri Komunitas Blogger Kota dan Kabupaten Bogor (BLOGOR). Pengasuh Pojok Puisi. Anggota Komunitas Menulis Bogor (KMB) dan Kopi Sastra.
Pos ini dipublikasikan di Kreasi Fiksi dan tag , . Tandai permalink.

39 Balasan ke Saras, Sang Gadis Rumput (Bagian Dua)

  1. ahsanfile berkata:

    Wah ada model baru bikin postingan…
    jadi harus nerusin tulisan orang lain yah…

    menyenangkan

  2. echa berkata:

    Parah2 sip2 alif bgt gt ya? Amit2 amit2 wkwk

  3. gerhanacoklat berkata:

    wkwkwkwkwk si AA namanya semua digabungin dari nama2 blogor
    emang ada ya A gelar MT?
    *curious*
    aku koq gak diajakin bikin chain posting?
    *merajok*😛

  4. eneng ocha berkata:

    ckckckck… syukur ga ada namaku disitu *LOL* tapi kocak bacanya jadinya melihat pilihan nama yang tercipta!

  5. PeGe berkata:

    hahaha salut euy ama A Achoey.. TOP !:mrgreen:

  6. ontohod berkata:

    sialan nama gw disebut2 , ga sabar nunggu terusanny dri windi…. Bakal dbawa kemana nih arah ceritanya.. Bisa berabe ntar *tegang

  7. red86angel berkata:

    goooood dach😀

  8. windcute berkata:

    hadehhhhhhhhhhhhhhhhhhhh gmn ini terusannnya????

  9. aldy berkata:

    Terjebak dalam permainan sendiri. Ini bisa dijadikan cerminan, bahwa yang sesaat itu sesunguhnya tidak nikmat😦

  10. Wong Kam Fung berkata:

    eit ocha, jangan seneng dulu… tunggu kejutan di cerita sambungannya… bisa jadi lebih parah dan di luar dari yg diharapkan😆

  11. Ping balik: Sekenhomku » Saras, Sang Gadis Rumput (Bagian tiga)

  12. Masbro berkata:

    Tapi ini ide cerdas Mas, permainan menulis.
    Ohya mas, kenapa ya, setiap kali alamat blog ini coba saya taruh di blogroll, selalu ada kode bintangnya.

  13. nurhayadi berkata:

    Chain dulu pernah juga ada di blognya pak hm cahyo.

  14. bayuputra berkata:

    keren … jadi ikut terbawa kedalam alur ceritanya …

  15. Syamsul Rijal berkata:

    makanya jangan dekat api kalo tidak mau kepanasan , itu sudah resiko sob….

  16. Asepsaiba berkata:

    Mulai ‘nyerempet’ dikit ke masalah Go Green nya ya.. Ilegalloging itu…

    Tapi tetep.. Tema cinta yang utama..😀

  17. Multibrand berkata:

    Saya baru tahu tentang permainan yang menari seperti ini.

  18. advertiyha berkata:

    Waaaaaaa… jadi pengen nerusin nih kang, hehe…
    Blogor emang kreatip pisan euy,, jadi ngiri.. hiks…🙂

  19. unggulcenter berkata:

    eh ntu namanya juga kudu dimasuk2in gabungan nama2 blogor ya?

  20. Ping balik: Chain Posting: Bermain Dalam Tulisan | blogor.org

  21. postingan gaya baru yang unik sekali kang

  22. alamendah berkata:

    keren banget ide dan alur ceritanya. salut, deh.

  23. TuSuda berkata:

    mencermati dulu cerita bersambung ini…
    SALAM hangat dari Kendari…😉

  24. wahyu nurudin berkata:

    hmmm… kenap[a istri ditinggalkan di ciamis?

  25. anny berkata:

    Harus baca dulu chapter sebelumnya nih🙂
    Btw main golf bisa sambil main caddy juga ya he..he…

  26. wi3nd berkata:

    alifkan sekarang da insaf😀

  27. dwisuka berkata:

    wah sayang, baru sebentar sudah bersambung…

  28. Ping balik: Saras, Sang Gadis Rumput (Bagian 4) « ontohod

  29. Ping balik: Saras, Sang Gadis Rumput (Bagian 4) // ontohod style

  30. Ping balik: Saras sang gadis rumput « untuk hati yang resah

  31. Ping balik: lintas-oto.info

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s