Sayang, Pacaran untuk Memahami?


Ah sayang, kau katakan bahwa pacaran itu adalah ajang melakukan perkenalan, ajang melakukan pemahaman. Apakah cocok atau gak cocok, apakah sepaham atau lebih mudah cekcok.

Ah sayang, kau katakan bahwa pacaran itu adalah fase mendeteksi kecocokan hati. Dimana tahapan mendapatkan pasangan terbaik kan lebih mudah dengan melakukan ini. Lalu, kau ngobrol berduaan, pergi berkencan dengan nonton, makan atau bermesraan di taman. Kau katakan ini fase penting tak terbantahkan itu.

Ah sayang, tak lama kemudian kudengar kau menangis cegukan di kamar sendirian. Kami hanya bisa bertanya padamu tentang alasan tangisan yang terbuncahkan. Pintu terkunci teramat kuat, sekuat kau menyembunyikan alasanmu itu.

Ah sayang, kini kau telah terbaing di rumah sakit ini. Lemah dan pucat sekali. Kau terlalu banyak melakukan pendarahan, saat kau menjatuhkan badan bergelindingan melewati anak tangga rumah yang megah tempat berkasih dan berkisah kita.

Ah sayang, kau telah keguguran. Rahasia yang terungkap dari bisik sang dokter. Saat dunia terasa pengap dan langit terlihat gelap. Saat jantung wanita yang mengandungmu ini nyaris berhenti berdetak. Saat deras air mata pun tak kuasa dibendung lagi.

Ah sayang, sejak awal ingin sekali kuceritakan kisah ibumu dan ayahmu ini. Tentang kapan dan bagaimana proses saling memahami diantara kami. Sayang, kami berdua belum selesai saling memahami, hingga saat usiamu 16 tahun ini, bahkan sampai kau menghadiahkan beberapa cucu pada kami kelak. Karena saling memahami itu, berlaku sepanjang usia dan kami mulai sejak kami sepakat untuk menikah dan pacaran setelahnya.

Sayang, mengertilah tentang “Ketika Cinta Harus Bersabar”

Catatan:

Tulisan fiksi sederhana ini hanya sebagai kontribusi kecil pada usaha memberikan pemahaman pada remaja yang konon kabarnya semakin sulit untuk mempertahankan kegadisan dan keperjakaannya.

Maaf belum bisa blogwalking. Tulisan ini dibuat pada tanggal 20 Oktober 2010, dan diterbitkan pada tanggal 22 Oktober 2010 dengan menggunakan sistem skedul.

 

Iklan

Tentang achoey el haris

Seorang lelaki sahaja yang gemar menulis. Dan blog baginya adalah media untuk menyalurkan kegemarannya itu. Salah satu pendiri Komunitas Blogger Kota dan Kabupaten Bogor (BLOGOR). Pengasuh Pojok Puisi. Anggota Komunitas Menulis Bogor (KMB) dan Kopi Sastra.
Pos ini dipublikasikan di Celoteh Hati. Tandai permalink.

45 Balasan ke Sayang, Pacaran untuk Memahami?

  1. maminx berkata:

    Hmm..semoga bermanfaat ya kang fiksi nya, amin..

  2. ahsanfile berkata:

    Jiakaka…
    susah mempertahankan kegadisan dan keperjakaan.

    istilahnya itu lho mas.. mengena banget

  3. bayuputra berkata:

    wah … kalau urusan cinta saya sangat lemah sekali mas … heee…

  4. Pendar Bintang berkata:

    Hm…

    Semoga bermanfaat Aa…

    Salam hangat dan rindu dari adik 😉

  5. Nurtien berkata:

    “Ketika cinta harus bersabar” saya suka kalimat ini sama spt sukanya saya pada “ketika cinta bertasbih” he he he, Bukankah cinta inginnya bermuara ke Bahagia, itu pasti, untuk menjadi orang yang senantiasa bahagia dalam situasi apapun semestinya memang harus dimulai dgn sabar, dan sabar adalah pelajaran hidup yg tdk akan pernah berhenti hingga akhir wkt.

  6. Caride™ berkata:

    saya percaya, kang achoey sudah cukup berpengalaman ttg hal urusan cinta,,buktinya udh nikah duluan hehehehe…
    tulisan yg bagus kang….

  7. rangeradith berkata:

    Bagus kang artikelnya, karena pacaran itu adalah pintu awal perzinahan yang amat Allah larang. Maka tinggalkan atau kita akan merasakan dosa yang amat besar akibat cinta yang terlarang tersebut.

    Kang, tukeran link ya. sudah saya pasang di blogroll 🙂

  8. andivan berkata:

    diciptakannya manusia berpasang2an..
    so ngga usah khawatir g ada pasangannya kalo ngga pacaran…
    fiksi yg nice pak.. 🙂

  9. budiarnaya berkata:

    Sungguh artikel yang menyentuh nich…bagus banget A

  10. gerhanacoklat berkata:

    artikel yang bermanfaat sobat

  11. Cerita Inspirasi berkata:

    sangat setuju dengan quotes ini.. ^^ “Ketika Cinta Harus Bersabar” mantap fiksinya bang.. ^^ terus berkarya yaaaa… 🙂

  12. alamendah berkata:

    Sebuah fiksi yang sarat pembelajaran akan cinta pada kita semua. Tapi saya tidak pernah menyetujui jika pacaran dianggap sebagai sebuah perkenalan atau bahkan usaha yntuk saling memahami pasangan masing-masing.

  13. wuisss…mantap fiksinya
    sebagai remaja, Denuzz juga ngerasa miris dengan beberapa sahabat remaja lainnya yg tersesat di jalan ini …

    Demoga persahabatan kita tiada lekang oleh waktu dan tiada terbatas oleh ruang

  14. …untuk membangun cinta berbasis saling pengertian,pemahaman,empati…dalam suatu persahabatan…tidaklah singkat…bahkan dalam suatu pernikahan pun demikian…bisa jadi lebih dari sepuuh tahun…karena itu tak heran di tengah jalanj bisa saja pisah…kalau keduanya dikuasai oleh maha ego…

  15. dedekusn berkata:

    Insya Allah sangat bermanfaat, tulisan beriisi pesan moral yg sangat indah.
    Pacaran setelah menikah jauh lebih indah, lebih nikmat, dan yg pasti pacaran setelah menikah adalah ibadah.

  16. nadiafriza berkata:

    saya sih emang ga pernah ngerti pacaran yang ga buat diseriusin, alias nikah 😀

    etapi kan mas udah nikah ya? 🙂

  17. ilyasafsoh.com berkata:

    nice article
    & Always brother

  18. Yohan Wibisono berkata:

    Nice Article, inspiring. Aku juga suka nulis artikel bidang bisnis di blogku : http://www.TahitianNoniAsia.net, silahkan kunjungi, mudah-mudahan bermanfaat. thx

  19. piacerre :D berkata:

    semoga bermanfaat yaaa 😀 hehehee. kalopun udah ga lagi semoga ga mengulangi kesalahan yang sama. biar adil dan ga memojokkan. peace love and gaul #halah

  20. asepsaiba berkata:

    Udah.. langsung kawin aja.. Ups.. Nikah deng.. 😀

  21. edda berkata:

    nice artikel 😀

  22. HALAMAN PUTIH berkata:

    Urusan cinta, apalagi menyangkut keperjakaan dan keperawanan tergantung pribadi kita masing2 dan nilai2 agama yang ditanamkan dalam keluarga sebagai pondasinya.

  23. Nur'Amilah berkata:

    hmmm… romantis sekali tuch…
    senengnya punya cwo pengertian kyk gini,
    salam…

  24. Fir'aun NgebLoG berkata:

    Mantab bRooo…!
    berguru ah, biar bisa jadi penakluk cwe 😀 hehehe

  25. Abdi Jaya berkata:

    bener sekali bang, perjaka/perawan sudah tidak dianggap sesuatu yang berharga lagi untuk dijaga…

  26. archer berkata:

    waduh memang betul pacaran sekarang kebablasan, mudah2n tulisan ini memberikan inspirasi

  27. archer berkata:

    wah memang pacaran jaman sekarang kebablasan, mudah2an tulisan ini memberikan inspirasi

  28. indobrad berkata:

    maaf kang. agak kurang ngerti isinya. mungkin “frekuensi” kita aja yg lagi gak nyambung ya. hehehe.

    makasih sudah membaca komentar jujur saya

  29. isal berkata:

    Yes.. adultery = animal habits = very bad human habits

    Mangkenye pacaran jgn lama2…mending nikah saja.. diresmikan secara keluarga.. kalau msh nabung tunda resepsi…dan tunda kehamilan..

    itu duit resepsi daripada ratusan juta abis… mending buat DP rumah saja jg buat modal usaha.. Insya Alloh kalau nikah niatnya lurus rezeki pasti datang..

  30. azaxs berkata:

    Sayang, mengertilah tentang “Ketika Cinta Harus Bersabar”

    saya harus berlatih lebih sabar lagi 😦

  31. Mila berkata:

    pagi…

    apa kabar?

  32. edratna berkata:

    Syukurlah fiksi..tadinya kukira betulan….dan dikira isteri Achoy keguguran….

  33. advertiyha berkata:

    nice fiction kang.. 🙂
    semoga makin banyak generasi muda yang tersadar dengan tulisan2 seperti ini…
    hidup sangat berharga untuk disia2kan…

    trims kang..
    *ah, untung cuma fiksi*

  34. Bang Dje berkata:

    Keyakinan saya pemahaman ketika pacaran paling hanya sekitar 10 – 20 % sedang sisanya masih gelap. Hampir tidak ada gunanya.
    Kalau berani langsung nikah saja …

  35. riFFrizz berkata:

    artikel yang bagus nih, nice post

  36. yuniarinukti berkata:

    Artikelnya keren banget Mas..

  37. Nissa Dwi berkata:

    humm….artikel macam gini harus disebarluaskan and dibaca oleh remaja and mahasiswa yang kadang lupa tujuan dateng ke kota untuk belajar. huff

  38. ysalma berkata:

    mengena banget,, 🙂

  39. Artta berkata:

    Ah sayang aku tidak suka pacaran. hehe.

    Salam.

  40. Mila berkata:

    begitu menyentuh

  41. Assalaamu’alaikum Achoey…

    Saling mengerti dan saling memahami lebih romantisnya sesudah kawin.
    Pasti pengalaman yang baru diperolehi memberi makna kepada teman2 yang masih lajang lagi. Bagus Achoey. pPomosi yang mantap untuk membanyakkan umat Muhammad mendirikan masjid. 😀

    Salam hangat dari bunda di Sarikei, Sarawak. 😀

  42. hay semua, assalamualaikum.
    apakabar?
    isinya bagus2 ya,
    oya kunjung ke islamicofaceh.wordpress.com ya
    untuk melihat pariwisata aceh
    salam hangat dari iqbal

  43. ulfa berkata:

    Smoga saja mental generasi muda kita segera membaik, dan lebih2 benar2 menghormati dan menjaga kegadisan/keperjakaan yang dimilikinya…amin

  44. pagibening berkata:

    Sayang, terlalu lama pacaran itu rugi. he..
    Mending langsung nikah aja.
    Menikmati proses saling memahami setelah menikah juga gak abis-abis. hehehe…
    Nice posting yank.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s