Puisi Religi : Serak di Surau Sunyi


Terdengar sayup suara serak parau
Dari ruang sunyi sebuah surau
Berpuluh pasang telinga tak hirau
Berpuluh pasang bibir betah bersenda gurau
.
Menit pun berlalu
Sejak seruan terpenggal batuk membisu
Semantara genit terus merayu
Dari suara-suara merdu penawar sendu
.
Lelaki tua tegar meskipun renta
Duduk bersila menanti jamaah tiba
Saat kaki kanannya kesemutan
Munculah belasan anak kecil berlarian
.
Lelaki tua tersenyum manis
Anak-anak kecil pun senyum tak kalah manis
Lalu penghambaan pun dilakukan dengan manis
.
Lelaki renta
Anak-anak kecil nan manja
Sebuah jarak diantara mereka
Pastilah tersirat makna
Kemana kita
Yang muda dan belum tua
.
Bogor, 20 Oktober 2010
Puisi sahaja Achoey El Haris, di tanggal yang manis, 20-10-2010

Tentang achoey el haris

Seorang lelaki sahaja yang gemar menulis. Dan blog baginya adalah media untuk menyalurkan kegemarannya itu. Salah satu pendiri Komunitas Blogger Kota dan Kabupaten Bogor (BLOGOR). Pengasuh Pojok Puisi. Anggota Komunitas Menulis Bogor (KMB) dan Kopi Sastra.
Pos ini dipublikasikan di Kreasi Puisi dan tag , , . Tandai permalink.

33 Balasan ke Puisi Religi : Serak di Surau Sunyi

  1. ysalma berkata:

    muda dan tua, hanyalah masalah waktu🙂

  2. yusuf berkata:

    puisi yang menyentuh,

    jadi inget dulu waktu masih kecil rajin ke mesjid, sekarang hanya seminggu sekali jamaah di mesjid

  3. tuyi berkata:

    bagus banget puisimu kang…

  4. TuSuda berkata:

    yang muda masih banyak kesempatan berbenah…mestinya segera berubah…

  5. TuSuda berkata:

    puisi ini, semoga bisa menggugah semangat para anak muda…

  6. jumialely berkata:

    puisinya merasuk ke dalam kalbu

    pa kabar choeyyy

  7. subhanallah …
    miris memang mengetahui kenyataan bahwa jamaah masjid hanyalah si ayah dan si adik … lalu kemanakah perginya si kakak dan si sebaya?
    hmm …

    ^_^

  8. Pendar Bintang berkata:

    Adik suka puisi Aa ini,

    selagi mudah memang harus berbenah, karena kita tidak pernah tahu sampai kapan Dia memberi kita kesempatan…

  9. budiarnaya berkata:

    Jika yang tua semangat mengapa kita yang muda lambat? sungguh motivasi hebat A

  10. pergunakan waktu sebaik-baiknya, karna kita tak esok masih ada atau tiada…😐

  11. dedekusn berkata:

    Puisi2nya a Achoey emang hebring2

  12. Vulkanis berkata:

    Sip deh dapat puisi

  13. komuter berkata:

    yang muda yang sudah tua
    .
    tapi teuteup maen sepedah terus.

  14. advertiyha berkata:

    Kita yang muda, seringkali lena dengan gemerlap dunia,merasa belum saatnya memupuk amalan baik di rumah2 Allah, Subhanallah… puisi ini, sungguh menampar saya… benar2 tersadar, mudah2an kita yang masih muda ini dapat sama-sama benahi diri..🙂

    thanks kang achoey…

  15. auraman berkata:

    weeww, kena baget puisinya a’,.. masih banyak kelalaian dalam diri saya/\.

  16. julicavero berkata:

    puisi-puisi gini waduhh..ampun djj…..hehehe

  17. gerhanacoklat berkata:

    dahsyat seperti dirimu A

  18. asepsaiba berkata:

    Aliran rima akhir..🙂

  19. sedjatee berkata:

    tanggal yang sakral ya Kang..
    nikmat betul bisa menulis puisi di momen indah
    puisi reliji selalu menyentuh hati
    salam sukses…

    sedj

  20. pagibening berkata:

    Puisimu bagus sekali A🙂

  21. ummurizka berkata:

    Saya lagi belajar untuk bisa bikin puisi jadi seneng banget jk ketemu blogger yang jago bikin puisi…. nice poem…thanks ya…

  22. dhodie berkata:

    Saya jadi ingat sama guru ngaji saya saat SD #ihik. Salah satu pahlawan terbesar dalam hidup saya🙂

  23. wahyu nurudin berkata:

    aku adzan di surau sunyi ini sampai suaraku serak.. kesepian. duh, kalian cepatlah shalat kemari.

  24. Usup Supriyadi berkata:

    😥

  25. Fadhly berkata:

    Wah saya jadi teringat sma masa lalu…

  26. joe berkata:

    setelah ramadhan berlalu surau2 mulai kesepian…

  27. joe berkata:

    kunjungan malam…

  28. Nur'Amilah berkata:

    menarik sekali puisinya!
    dapat dari mana tuch?….😀

  29. ratansolomj9 berkata:

    Sungguh untaian kata dalam “Serak di Surau Sunyi”, sangat menyentuh hati ….

  30. Mbah Jiwo berkata:

    APA INI NYINGGUNG2 TUA???

  31. Deileoni berkata:

    guru…
    guruuuuuuuuuuuuuuuuuu

  32. fikri8 berkata:

    mantab gan puisinya.. slam knal ya gan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s