Facebook, Jejaring Sosial atau Jejaring “Cinta”?


Saat ini, banyak orang tua gelisah dan khawatir anak-anak mereka menjadi korban penyalahgunaan jejaring sosial. Dan orang tua kebanyakan lebih mengenal jejaring sosial tersebut bernama facebook. Jadilah banyak orang tua yang melarang anaknya menggunakan facebook. Atau ada juga orang tua yang membuat akun di facebook dengan harapan bisa mengontrol anaknya lewat pertemanan mereka di facebook. Hehehe, padahal jika anak-anak mereka tahu, mana mau mereka berteman dengan orang tuanya di facebook, kan bisa ketahuan deh semua ocehan di statusnya.

Kenapa banyak orang tua yang gelisah dan khawatir akan keberadaan facebook ini? Ini karena mereka melihat di media cetak dan elektronik mengungkap tentang banyaknya kasus orang hilang dan tindakan pelecehan seksual yang berawal dari interaksi korban dengan pelaku di facebook. Sebut saja kasus yang lagi ramai-ramainya diberitakan yakni tentang hilangnya seorang gadis berusia 15 tahun bernama Nunung Nurhayati yang berstatus pelajar kelas IX di SMPN 1 Rajadesa, Ciamis.

Dikabarkan Nunung menghilang sejak tanggal 1 Pebruari 2010, yakni pada saat dia belajar di sekolah dan sekitar jam 9 dia minta ijin keluar. Sejak itu pihak keluarga tidak tahu lagi tentang keberadaan Nunung. Keluarga korban memprediksikan kalau Nunung dibawa pacarnya yang dikenalnya di facebook.

Anda boleh mengira bahwa kejadian-kejadian seperti ini hanya terjadi di kota-kota besar. Tapi kasus yang terjadi di Rajadesa ini menunjukkan bahwa kejadian seperti ini tidak memandang kota atau pun desa. Rajadesa adalah sebuah kecamatan yang terletak di kabupaten Ciamis. Jarak tempuh dari pusat kota Ciamis ke Rajadesa sekitar 1 jam perjalanan. Banyak dari penuduknya yang merantau baik ke daerah Jabodetabek sebagai buruh atau berdagang dan lain-lain, dan banyak juga yang ke daerah Sumatera dan menjadi pengelola kebun kopi di sana. Sehingga pendapatan warga di sana relatif baik. Begitu pun dengan tingkat pendidikan generasi mudanya. Di Rajadesa terdapat banyak sekolah setingkat SD, SMP. Ada juga SMK dan bahkan Perguruan Tinggi kelas jauh. Banyak anak mudanya yang menuntut ilmu sampai sarjana, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Maka tak heran jika warung internet pun tumbuh subur di sana. Saya lahir si sana, maka saya tahu itu.

Baiklah, kita kembali lagi ke topik. Masih ingatkah tentang fatwa haram facebook yang dekeluarkan Forum Komunikasi Pondok Pesantren Putri (FMP3). Mereka mengharamkan facebook karena banyaknya penyalahgunaan media jejaring sosial tersebut. Facebook banyak digunakan untuk ajang mencari pacar. Maka banyak dari pengguna facebook memasang fotonya secantik atau setampan mungkin, dengan harapan banyak yang suka.

Pengguna facebook cenderung lebih berani dan lebih mudah mengungkapkan rasa sukanya kepada yang lain. Rayuan maut pun ditebarkan. Dan anehnya yang dirayu jauh lebih mudah percaya, ya namanya juga anak remaja. Belum bertemu saja sudah serasa kenal dekat. Hal ini menimpa teman saya yang menyatakan akan menikah dengan seorang gadis, dan mereka bertemu di facebook serta menjalin komitment-nya di sana, padahal belum pernah mereka bertemu sekali pun. Sementara di dunia nyata, teman saya tetap saja menggoda dan merayu perempuan lain. Ehmmm, sungguh membingungkan.

Bagi para petualang “cinta”, facebook tentu saja mempermudah modus operandi mereka. Cukup dengan modal Rp. 3000/jam, mereka bisa menebarkan jejaring “cinta” lewat facebook bisa ke beberapa orang. Korbannya tentu saja tidak hanya perempuan oleh laki-laki, bisa juga laki-laki oleh perempuan. Jika laki-laki yang menjadi korbannya, maka sasarannya adalah uang, jika perempuan sebagai korbannya, maka kebanyakan sasarannya adalah sex. Ini yang disebut dengan penyalahgunaan facebook.

Kita tahu bahwa banyak manfaat dari jejaring sosial bernama facebook. Kita bisa ketemu dengan teman-teman yang lama tak bersua, lalu silaturahmi kita pun terajut kembali dengan indah. Kita bisa berbagi wawasan, sharing dan memperbanyak teman. Termasuk kita bisa menemukan sosok yang ternyata jodoh kita di sana. Tapi bukan berarti kita tidak saling mengenali dengan jauh lebih baik dan datang pada orang tuanya dengan baik-baik. Banyak manfaat jika kita gunakan facebook dengan baik, dengan bijak, dengan sehat.

Nah, permasalahannya sekarang terletak pada kenyataan bahwa tidak semua user facebook itu menggunakan facebook dengan baik, bijak dan sehat. Tugas kita adalahΒ  memulainya dengan menjadi pengguna jejaring sosial ini dengan baik, bijak dan sehat, lalu sadarkan teman-teman kita, dan yang lainnya untuk melakukan hal yang sama. Tanamkan kesadaran kepada remaja bahwa menggunakan facebook dengan baik, bijak dan sehat itu jauh lebih indah, jauh lebih asyik. Jangan mudah terayu, biasakan mengisi status dengan kata-kata yang sopan, ramah, dan juga jangan lebay, please hehe.

Iklan

Tentang achoey el haris

Seorang lelaki sahaja yang gemar menulis. Dan blog baginya adalah media untuk menyalurkan kegemarannya itu. Salah satu pendiri Komunitas Blogger Kota dan Kabupaten Bogor (BLOGOR). Pengasuh Pojok Puisi. Anggota Komunitas Menulis Bogor (KMB) dan Kopi Sastra.
Pos ini dipublikasikan di Aktual, Celoteh Hati dan tag , , , , , . Tandai permalink.

35 Balasan ke Facebook, Jejaring Sosial atau Jejaring “Cinta”?

  1. sunarnosahlan berkata:

    maka agar tak menjadi korban saya sangat jarang membuka facebook

    =============================================
    Wah, sungguh menunjukkan sikap kehati-hatian hehe πŸ™‚

    • idisuwardi berkata:

      Ngan..anda ga mungkin jadi korban, anda kan terdakwanya..ciakakaka Pis!! πŸ˜€

      =========================================
      Waduh, ketauan ama sesama terdakwa πŸ˜€

  2. harumhutan berkata:

    jan9an mudah percaya den9an bujuk rayu yan9 dilontarkan dari oran9 yan9 baru dikenal..
    dan lebih hati hati ketika men9 add πŸ™‚

    yah hanya oknum oknum tertentulah yan9 memanfaatkan FB untuk kepentin9an tidak jelasnya..

    Fenomena FB yah..

    =============================================
    Betul Wiend. Jadi kita harus lebih berhati-hati πŸ™‚

  3. Hary4n4 berkata:

    Wabahnya udah menular kemana-mana, gak peduli kota atau desa, tua atau muda, laki atau perempuan… Makin ngetop, makin banyak celah utk dipake apa saja.. Semoga kita bisa berhati-hati dan selalu waspada..
    Salam sukses selalu ya Kang.. πŸ™‚
    =========================================
    Betul sobat. Kita harus semakin bijak dan waspada. Sukses!

  4. Fitri berkata:

    Sebenarnya yang salah bukan FB, tapi orang-orang lah yang menyalahgunakan FB untuk tujuan tidak baik. Bahkan blog pun juga bisa di salahgunakan.

    =========================================
    Yup. Sama dengan penyimpulan postinganku kan πŸ™‚

  5. indra1082 berkata:

    setuju sama komeng diatas :mrgreen:
    ambil sisi positifnya saja…. πŸ™‚

    =========================================
    Yup. Berarti setuju juga ma postingan di atas πŸ™‚

  6. omiyan berkata:

    kadang ga adabatasannya sekarang …

    =========================================
    Betul juga πŸ™‚

  7. hellgalicious berkata:

    facebook itu cuma disalahgunakan
    manusialah yang patut dipersalahkan

    =========================================
    Yayaya πŸ™‚

  8. komuter berkata:

    こんいけは
    mari ber fesbuk secara sehat………

    =========================================
    Marii. Sobat BLOGORku πŸ™‚

  9. Pencerah berkata:

    bangsa kita memang masih latah dengan globalisasi, jadi tetap berhati2

    =========================================
    Yup, belum terimbangi dengan kesadaran dan bijak diri πŸ™‚

  10. anna fardiana berkata:

    haduh…. ngeri juga ya… mungkinbuat kita yg sudah lebih dewasa, bisa menyikapi dunia maya dengan mata lebih terbuka, insya Allah gak terperosok ke hal2 yg di atas…

    tapi gimana dengan abg-abg itu?
    gimana ya jaman anak2 kita besok??

    =========================================
    Bantu ajari mereka juga. Jaga dengan bijak anak kita. πŸ™‚

  11. maman berkata:

    alhamdulillah dah bisa ngendalikan penggunaan fesbukk…

    =========================================
    Alhamdulillah. Selamat ya πŸ™‚

  12. wigati berkata:

    iya, kita harus lebih bijak mengikuti teknologi yang harusnya makin mempermudah hidup kita

    =========================================
    Betul sobat πŸ™‚

  13. Budi Hermanto berkata:

    hmm..
    ayo ajarin adek2 kita..
    dengan internet yg menyehatkan..
    hehehe..
    btw, ayoo vote si komo donk.. πŸ˜€

    =========================================
    Dahsyat! Yuk! πŸ™‚

  14. setitikharapan berkata:

    Yup bener kata mas budi, Internet sehatlah solusinya.

    =========================================
    Yup, sepakat πŸ™‚

  15. ilyasafsoh.com berkata:

    ditunggu solusinya πŸ™‚
    solusi ber internetan sehat

    =========================================
    Ah jadi malu. Kan kau pakarnya bro πŸ™‚

  16. septarius berkata:


    Orang yg ketipu biasanya pemakai internet pemula, bagi yg perpengalaman di dunia maya bakal susah ditipu..
    πŸ˜‰
    ..

    =========================================
    Yup, dan juga pecinta pemula hehehe

  17. sauskecap berkata:

    penyalah gunaan facebook memang sudah meresahkan… hati2 dalam berinternet
    =========================================
    Yup, waspadalah waspadalah!

  18. wah, klo saya sih gunakan buat pertemanan doank, ngumpulin teman2 yg dari SD sampe skrng udh pencar2..

    klo facebook jadi jejaring cinta berarti oknumpenggunannya yg salah.. haha.. :mrgreen:

    salam hangat.. πŸ˜‰

    =========================================
    Bentul. Pengguna yang salah memanfaatkan fasilitas ini πŸ™‚

  19. fey berkata:

    Tergantung dari masing2 orangnya…
    Fb bisa jd situs yg baik, bahkan bisa jd sangat buruk…

    tp saya setuju dgn Ortu yg jg punya account Fb,
    jd bisa mengontroL kegiatan anak2nya d Fb..

    bbrapa tmn saya jg oRtunya punya Acount Fb.. :mrgreen:

    =========================================
    ORTU yang tak gaptek πŸ™‚

  20. Gravisware berkata:

    yup.. facebook memang ada dampak plus dan minusnya sob.. bisa buat cari temen, cari cewek, bahkan cari duit.. tetapi bisa juga sebagai sarana kejahatan .. atau malah terperosok ke hal2 negatif.. huff..

    kalo aku sendiri sih, sebenernya facebook cuman tak jadiin tempat berkeluh kesah ama seneng2 aja.. hehe..

    =========================================
    Ini dia, caramu emang gaya ceria πŸ™‚

  21. abifasya berkata:

    kapok pake pesbuk uadh dua kali punya akun dinon aktifkan wae alias dikutuk abis-abisan. daripada dikutuk lagi yah udah wilujeng kantun pesbuk.

    =========================================
    Ya, cara yg bijak sobat πŸ™‚

  22. edratna berkata:

    Menurut saya, tak seharusnya FB dilarang, namun penggunanya harus memahami term & condition…bahwa bisa terjerat uuite jika salah dalam menggunakannya, serta terjerat banyak kasus lain yang bisa terkena pasal pidana. Di satu sisi, FB bisa menjadi suatu jejaring yang menguntungkan, bisnis on line dsb nya.

    Yang penting orangtua harus mendampingi anaknya, harus meng up date diri sehingga tak gaptek, dan akrab dengan anak, karena pada akhirnya kunci hubungan yang baik dan komunikasi antara orangtua dan anak lah yang bisa mengatasi segala risiko yang ada…

    ============================================
    Saya setuju bu πŸ™‚

  23. Wempi berkata:

    Kita bungkus saja facebook nya kemudian kita buang ke laut πŸ˜†

    ============================================
    Kalau di makan ikan, gimana donk. Ntar gak ada lagi πŸ˜†

  24. papadanmama berkata:

    ya..ya..emang anak muda skrg terutama remaja hrs dibekali pendidikan moral yg cukup agar mrk memahami etiket pergaulan yg baik & sehat.

    =========================================
    Betul, setuju πŸ™‚

  25. AngelNdutz berkata:

    kalo saya sih sudah mulai bosan dengan facebook lebih suka ngegame nya πŸ˜€

    ============================================
    Waduh, makin maniak ngegame ya? πŸ™‚

  26. bundadontworry berkata:

    FB itu hanya alat, penggunaannya positif atau negatif kembali lagi pada manusianya.
    Untung bunda gak punya akun FB πŸ˜€
    salam.

  27. obaghy berkata:

    jadi,kalo facobook dikharamkan setuju ga?

  28. asepsaiba berkata:

    Semua kembali pada diri masing-masing, dan sejauh mana kepedulian kita akan dampak negatif akibat teknologi.. Agar kita bisa saling mengingatkan…

    Nais post Kang!

  29. sqa indonesia berkata:

    Gunakan facebook sesuai fungsi dan tujuanya
    ==================================Tertarik tentang SQA masuk sini http://sqaindonesi.wordpress.com

  30. Huang berkata:

    kalo saya diamankan saja data-data yang pribadi πŸ™‚

  31. sunflo berkata:

    aq juga mo belajar bijak pake FB ah, aq apdet statuspun ga ada yg komen choey…hehehe… :mrgreen:
    paling cuma aplod video, foto sunflower, cari film karton n info yg lain kmd dipasang dsono… πŸ˜†

  32. Nike berkata:

    Wah.. kalo Nike ga facebookan, ga bakal kenal Mas Wito dong.. Brarti, ga bakal kenal kang Achoey juga atuh..!! RUGGIIIII..!!! Hahaha

  33. pagibening berkata:

    Bijak dalam menggunakan teknologi.

  34. ayu berkata:

    mas..link mu sudah saya pasang di blog ku pasang balik ya.. makasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s