Bukan Cinta Dunia Maya


“Gila, ini gila. Wah, bagaimana mungkin loe bisa.”

Sontak Arman berujar setelah Ali usai bercerita kepadanya tentang apa yang kini menimpa dirinya. Sementara Ali tersenyum saja melihat mimik wajah Arman yang menambah ancur parasnya itu.

“Terus terang, gua aneh aja ma loe Li. Loe itu gak mudah suka ma cewek, gua tau itu. Gua saksi hidup tentang betapa banyak cewek yang loe tolak. Dan gilanya tuh cewek tak ada satu pun yang mau nerima cinta gua, padahal kan gua berharap banget dapet muntahan dari loe.”

Ali tersenyum mendengar kejujuran Arman. Matanya fokus pada tingkah polah sahabat baiknya itu.

“Li, nyadar gak sih loe kalo cinta di dunia maya itu rapuh. Li, jika loe tertarik pada tuh cewek karena loe lihat fotonya di fesbuk, maka alangkah kasihan deh loe. Tahu gak sih kalo rata-rata foto yang dipampang di fesbuk adalah foto-foto terbaik. Kalo mo dibandngkan dengan kualitas kenyataannya, maka kecantikan mereka itu rata-rata berkurang antara 20 sampai dengan 50%. Loe masih ingat gak kasus si Dony?” Arman menepuk pundak Ali.

Ali tersenyum, dia teringat kisah Dony yang Arman maksud. Ya, Dony adalah sahabat baik mereka juga. Lelaki pejuang tangguh yang sampai usianya menyentuh angka tiga puluh masih belum saja dapat tambahan hati. Padahal berbagai cara telah dia lakukan. Dari mulai pasang spanduk ukuran 6 x 1 meter di tempat-tempat strategis, pasang iklan di koran dan bahkan sampai nekad bertapa selama tujuh hari tujuh malam di Gunung Putri. Ya mesti bertapanya gak sendiri, dia mengajak dua temannya yang berstatus pengangguran sejati. Cukup dengan memberi upah dua puluh ribu perhari maka pertapaan Dony pun ditemani. Jangan tanya uang untuk itu semua dari mana, Dony tuh anak tunggal juragan jengkol, terkaya di Desa Dodol Kempot.

Masih cerita soal Dony, yang telah berpengalaman ditolak 99 wanita sejak dia coba menembak pertama kalinya usia 13 tahun, seusai nonton layar tancap, Dono Kasino Indro. Nah, yang ke-100 ini Dony berharap yang terakhir. Berharap wanita inilah yang menjadi pelabuhan hatinya. Gadis ini dia temui di fesbuk. Namanya indah banget, Dewi Putri Malu Setia Sepanjang Waktu. Sesuai dengan namanya, nih si Dewi susah banget di ajak kopi darat ama si Dony. Padahal Dony sudah berusaha sekuat tenaga merayu-rayu si Dewi dengan jurus maut “Tebar Rasa Tebar Pesona”. Hingga akhirnya, luluh juga hati Sang Dewi dan mereka pun janjian di satu tempat, di kedai termegah sepanjang masa yang bernama Kedai Mie Janda.

Jauh-jauh hari Dony dah ngasih pesan ke para penjaga Janda, “Tolong pada hari Minggu jam 10 lewat 10 menit meja nomor 10 dikosongkan ya.” Dan permintaan yang mulia pun dituruti, karena jika tidak maka Dony mengancam akan menyebarkan fitnah kalau sebenarnya mie yang digunakan di kedai Mie Janda adalah terbuat dari tali kolor ijo yang direbus dengan celana dalam tukang siomay yang biasa mangkal di depan kedainya. Jelas ini ancaman serius dan mungkin lebih serius dari kasus Pritah Mulyah Sarih. Sempat sih ada penjaga Janda yang ngitung untung jika kasus ini terjadi, entar berapa ratus miliar koin kan terkumpul, tapi lebih baik mengalah, kasihan Dony.

Dan apa yang terjadi, Dony terkapar tak sadarkan diri setelah tahu sosok Dewi Putri Malu Sepanjang Waktu yang diimpi-impikan, diidam-idamkan, dan dicintai sepenuh jiwa itu ternyata seorang nenek berusia 60 tahun. Pada saat Dony pingsan, si nenek kaget dan tanpa sengaja keselek sendok. Alhasil keduanya dikebumikan dengan iringan tawa mereka yang tak peka. Esoknya muncul headline di surat kabar, “Cinta Dunia Maya Kembali Merenggut Koran Jiwa”. Si nenek ternyata masang foto di fesbuknya yang masih usia 18 tahun, ya jelas beda banget dengan aslinya.

Ali membuka fesbuk, lalu membuka profil salah satu temannya. Ali tersenyum sumringah.Melihat itu Arman kembali menepuk pundak Ali.

“Li, sepertinya kau memang sudah gila. Li, sadarlah, kembalilah jajaki cewek-cewek yang selama ini mendekatimu. Bukankah mereka ajib-ajib.” Arman mengangkat kedua jempol tangannya sambil lidah menjulur dan mata jeleng. Mungkin itulah ekspresi ajib yang Arman maksud, ehm kacau.

“Arman sahabatku yang baik hati dan rajin menabung, cinta kami bukan “cinta dunia maya”. Memang kesannya kami dipertemukan oleh fesbuk, didekatkan oleh puisi, disatukan oleh banyaknya persamaan. Tapi jauh lebih dahsyat dari itu, kami dipertemukan oleh Tuhan Yang Maha Penggenggam Hati. Hati kami mengisyaratkan hal yang sama, “dia jodohku”.”

Ali menarik nafas panjang, tubuhnya direbahkan. Tatapannya menatap langit-langit, menghitung bekas bocor.

“Arman, kami akan menikah empat atau lima bulan lagi.”

Arman pun melongo. Entah berapa lalat yang telah hinggap dan dikunyahnya. Dibayangkannya tentang uang tips harian yang kan hilang. Dari mereka yang meminta bantuannya agar bisa mendekati Ali.

“Li, ini bukan soal persahabatan, ini soal penghasilanku.” Gumamnya.

Dasar Arman kutukupret hehehe.

Iklan

Tentang achoey el haris

Seorang lelaki sahaja yang gemar menulis. Dan blog baginya adalah media untuk menyalurkan kegemarannya itu. Salah satu pendiri Komunitas Blogger Kota dan Kabupaten Bogor (BLOGOR). Pengasuh Pojok Puisi. Anggota Komunitas Menulis Bogor (KMB) dan Kopi Sastra.
Pos ini dipublikasikan di Kreasi Fiksi dan tag , , , . Tandai permalink.

13 Balasan ke Bukan Cinta Dunia Maya

  1. OhMisteri berkata:

    Helo,hai indonesian,i’m malaysian.Nice blog.Erm please visit and link my blog http://ohmisteri.blogspot.com ,ok thanks n bye,,…

  2. masfaj berkata:

    ini fiksi ato non fiksi yang difiksikan….
    🙂

  3. upik berkata:

    Waahh, ini fiksi yang kadang menjadi fakta kang.. sekali lagi jempol buat akang

  4. Hariez berkata:

    hahahaha….tak seperti biasana Kang Achoey buat fiksi komedi. 😀

    tapi saya yakin ini ada kaitannya sama kehidupan pribadi ya Kang ? 😆

    ya..ya..ya saya hanya bisa memberikan do’a agar Kang Achoey bisa menemukan tambatan terakhir dengan diakhiri di pelaminan ya KAng ku do’a kan selalu 😀

    *untuk Arman tetep jalani aja bisnis mak comblangna* :mrgreen:

    selamat siang & selamat beraktivitas

    -salam-

  5. Erwin berkata:

    lucu kang,,,,,
    wakakakakakakak…..
    wlo sedikit terganggu karena ada promosi mie janda…. hehehehe….
    tapi itu ga jadi soal…..
    5 jempol buat kang achoey…..

  6. [H] berkata:

    jiahahah mantapzzz,,kocak membawa makna!! ^^d

  7. idana berkata:

    Hehehe tadi udah baca di fb tapi tetep pengen baca lagi…
    Kereen bgt,nanti kl aq ke bogor..traktir mie janda ya hehe

  8. Miftahgeek berkata:

    Boleh menta jengkolnya sebungkus mas 😀

  9. F4iz berkata:

    haha, lucu…

  10. Pencerah berkata:

    mangtafff
    lanjutkan kang

  11. harumhutan berkata:

    ehemm..berawal dari fesbuk

    *jadi in9et al9una 9i9i *

  12. itempoeti berkata:

    jadi kutukupret jodohnya siapa? 😀

  13. Ping balik: Kopi Darat Mendarat « Tulisan Sang Sahaja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s