Penipuan yang Lucu


Perjalanan ini sangat menyenangkan, melaju dengan roda dua yang tampan diiringi lagu-lagu dengan irama penuh keromantisan. Jalanan ini mulus serasa di kota, namun bedanya tak pekat dengan polusi dari kendaraan rda dua atau empat, karena kendaraan yang lewat tak sepadat seperti di kota. Kanan dan kiri bisa kupandangi hijau pepohonan, atau bentangan pesawahan yang nampak menggairahkan mataku yang mulai minus karena seringnya browsing, ngeblog atau facebok-kan. Jalan ini tak monoton, tak seluruhnya lurus dan rata. Turunan, tanjakkan dan tikungan yang membuat kita tak bosan. Tapi, hati-hati bagi yang belum lihai berkendara, bisa-bisa nyungsep di sawah atau selokan.

Ehm, andai adikku tidak memintaku datang tuk mengambil buku lapor di sekolahnya, aku mungkin masih bermanja di atas kasur di depan TV, malas mandi. Tapi aku harus menjadi wali buat adik bungsuku itu, aku harus mengambilkan buku lapornya yang kuharap bisa membuatku terkagum-kagum padanya.

Saat ngisi bensin di pedagang eceran. Aku berjumpa teman-temanku. Dahsyat, rata-rata mereka gemuk, ehm mungkin memang mereka senang hidupnya. Padahal dulu waktu SD dan SMP, mereka tuh sama kurusnya dengan aku. Kusempatkan berbincang dengan mereka, mereka menunjukkan kekagumannya padaku atas semua berita yang telah tersiar di penjuru kampung atas kesuksesanku. Haaah, siapa yang mengabarkan berita bohong itu, padahal jelas aku masih kurus dan kucel begini. Karena diburu waktu aku pun tak hanyut dalam temu kangen itu, segera kutancap gas menuju sekolah adikku.

Seseorang mengajakku bicara di ujung sana, entah siapa dan maunya apa. Lalu aku pun mengangkat telepon itu, terdengar suara laki-laki dengan logatnya yang seperti orang Jawa. Lalu dimulailah percakapan lucu itu. Lelaki itu mengabarkan bahwa aku adalah pelanggan Telkomsel yang beruntung karena aku mendapatkan hadiah berupa pulsa senilai satu juta rupiah dan uang senilai delapan juta rupiah, tanpa dipotong pajak lho. Lelaki itu mengucapkan selamat dan terus mengeluarkan jurus-jurus jitunya.

Jelas aku bukanlah lelaki bodoh yang dengan mudah terayu oleh jutaan rupiah. Terlebih dia mengaku orang Telkomsel tapi meneleponku dengan nomor biasa. Terus lagi dia masih bertanya tentang siapa namaku. Jika memang benar aku adalah pemenang undian yang tadi malam diundi di salah satu stasiun TV, mestinya dia tahu tentang data pelanggan, dia tahu siapa aku. Sebenarnya sejak awal saja aku sudah curiga dan tidak terlalu peduli dengan bla bla bla yang diutarakan lelaki itu, karena dari cara bicaranya saja dia sudah kalah profesional dibanding aku. Wakakak, terjadilah penipuan tukang tipu.

Dia bertanya apakah aku punya rekening tabungan, punya ATM, dll. Jelas aku sudah tahu modusnya dan kujawab dengan strategi yang cerdik. Aku sebutkan tabunganku yang di bank satunya lagi (yang jumlah tabungannya lebih kecil) yang memang tidak ada ATMnya. Aku diminta nomer rekeningnya dan kujawab tak ingat. Banyak cara dia lakukan tuk mengungkap nomor ATMku yang paling penting, namun aku dengan mudah mengecohnya.

Lelaki ini tak mudah menyerah, meski dia gak mendapatkan uang jutaan rupiah dariku, tapi minimalnya biaya neleponnya harus keganti. Aku diminta mengisi pulsa senilai dua ratus ribu untuk memancing pulsa senilai satu juta, hehehe nih orang kok makin lucu. Aku bilang gak bisa sekarang karena lagi buru-buru. Dan soal ini akan aku limpahkan ke kakakku yang ada di kota sana biar mudah mengurusnya, dan kukatakan pada dia kalau kakakku ada adalah seorang polisi. Hehehe, si lelaki ini segera menjaga intonasi suaranya agar gak kelihatan panik, ehm mungkin nih udah agak terbiasa melakukan modus seperti ini. Akhirnya si lelaki ini mengakhiri teleponnya.

Aku tersenyum, kendaraanku masih melaju, aku harus segera tiba di sekolah adikku. Hehe, semalam aku nonton “Awas ada Sule” yang bercerita tentang modus penipuan yang lucu. Dan aku pun bikin komedi kejadian ini, kalau ini menimpa sosok yang polos kan bisa jadi tragedi.

Tiba di sekolah dan akhirnya bisa bertemu adikku. Ternyata adikku ppuler juga, terutama di kalangan siswi di seklah itu. Mirip denganku, tapi sayang ada yang beda, adikku tidak termasuk ke dalam sepuluh terbaik di kelasnya. Ehm, mungkin ku berbaik sangka saja, mungkin karena adikku masih beradaptasi dengan sekolah barunya, namanya juga masih semester pertama. Atau, aku memang masih belum bisa membuatnya mengerti seperti apa sebaiknya dia berperan. Tapi aku yakin, dia pun kan sama seperti kakak-kakaknya, berprestasi dan membuat orang tuanya bangga. Bukan berprestasi seperti lelaki tadi, yang lihai menipu tanpa berpikir dosa, ya demi dunia yang telah membutakannya.

Iklan

Tentang achoey el haris

Seorang lelaki sahaja yang gemar menulis. Dan blog baginya adalah media untuk menyalurkan kegemarannya itu. Salah satu pendiri Komunitas Blogger Kota dan Kabupaten Bogor (BLOGOR). Pengasuh Pojok Puisi. Anggota Komunitas Menulis Bogor (KMB) dan Kopi Sastra.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

23 Balasan ke Penipuan yang Lucu

  1. iccie berkata:

    Wah kejadiannya sama persis dengan apa yg dialami adiku,cuma adiku kalah pinter sama kamu,,hihihihihi baca dech disini…
    http://keyzara.blogdetik.com/2009/12/17/penipu-memang-tak-kenal-tuhan/

  2. kawanlama95 berkata:

    tulisan yang bagus kawan, wah mengalir ringan dan mudah dicernah, ini adalah warning didunia maya. sangat bermanfaat. terima kasih udah nyontohin tulisan seperti ini.tararengkyu boss

  3. dhodie berkata:

    Betul kang, penipu kayak gitu memang sebaiknya dikasih pelajaran, setidaknya lama-lamain aja teleponnya, biar dia makin gak sabar karena abis pulsa.

  4. munir ardi berkata:

    terimakasih atas sharingnya bisa tahu deh jika kebetulan dapat yang seperti itu

  5. munir ardi berkata:

    sekarang mah penipu banyak banget cuma yang korban aja tidak ada

  6. duniafaiz berkata:

    Jadi tahu gimana caranya menipu org yg akan menipu.. Terima kasih..

  7. Hary4n4 berkata:

    Penipuan model kayak gitu, ternyata masih ada juga yaa..? 🙂
    Met sore Kang.. Moga harimu indah dan menyenangkan… 🙂
    Salam hangat dan damai selalu…

  8. bocahbancar berkata:

    Hhmm….modus nya agak kuno Mas, jadi jelas donk kalah modern sama Mas Achoey 😀

    Ya kadang memang belum kelihatan di semester2 awal, tapi nanti pasti akan mengikuti jejak kakaknya kok Mas 😉

    Salam semangat selalu

  9. Wempi berkata:

    tukang tipu ditipu… ya kan choey ;p 😆

  10. Caride berkata:

    modus penipuan skrg mmg banyak cara..yg penting kita tidak terkecoh. bukan begitu kawan..??

  11. Didien berkata:

    pernah saya ngalamin hal serupa , cuma bedanya aku lebih bisa mancing emosinya hahaha..kan biar cepet di akhiri omong kosongnya itu

  12. d-Gadget berkata:

    saya seringnya lewat sms, biasanya aku bales dengan makian lebih dari pada binatang hehehe…

  13. Ping balik: Award Lagi… « itempoeti

  14. dedekusn berkata:

    Salam untuk adikmu 🙂

  15. Hariez berkata:

    sudah tak terhitung sms, telepon serupa Kang sampe sekarang saya senang saja menanggapi nya sambil tertawa, ada tukang tipu kena tipu dan malah ga kapok-kapok hahaha… :mrgreen:

  16. sunflo berkata:

    aah ternyata kejadian itu menimpamu juga choey.. buat pengalaman ajah yaa…n berbagicerita seru ma qta2 nie..

  17. wi3nd berkata:

    modus penipuan sekaran9 makin cerdas,dan alhamdulilahnya A ju9a cerdas menyikapinya 🙂

    jieee.. ade ma kaka setali 3 uan9 neeh,sama sama populer ehemm.. 🙂

  18. ImUmPh berkata:

    haha. klo sy pnah dapet, tapi cuma lewat sms.
    jadi ga begitu ditanggepin.

  19. sebutsajabunga berkata:

    Tanggal 27 des pagi saya dapat telpon yang sama…nmrnya sama ngga?? Hehehe.. 081383428053

  20. Bang Widhi berkata:

    Selamat dan trima kasih atas infonya…….
    Inspirasi dan curahan2 anda sangat ber”ARTI”.
    Lanjutkan karya2 spt ini smoga bermanfaat dan Mulia bagi sesama…………!!!!

  21. pagibening berkata:

    Pinter..pinter.. He..

  22. Pulsa Elektrik berkata:

    semoga tidak terulang lagi ya bos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s