Ramah itu Indah


Bis jurusan Depok – Tasikmalaya itu tertahan beberapa menit lamanya. Ini dikarenakan ada seorang penumpang yang meminta kebijakan untuk menunda keberangkatan barang sebentar saja. Tak lama kemudia penumpang itu muncul dan naik ke bis tersebut. Lalu bis pun melaju dengan penumpang yang mungkin hanya memenuhi setengah dari kapasitas kursi yang tersedia.

Sang penumpang yang menahan keberangkatan bis tadi adalah seorang lelaki muda yang cukup ganteng, ya sebut saja namanya Achoey. Dia mendapatkan tugas kerja tiga hari di Kota Resik. Dia mencoba menyamankan posisi duduknya. Lalu headset pun di pasang, terdengarlah suara alunan musik yang mengusir bising suara laju kendaraan. Lagu-lagu yang dibawakan almarhum Michael Jackson membuatnya terhanyut. Lau-lagu tersebut memang nyaris sempurna dibawakan oleh seorang penyanyi sekaliber MJ (maaf bukan singkatan dari Mie Janda).

Dalam perjalanan menyusuri ruas jalan bebas hambatan, tiba-tiba bis berhenti. Ehm kukira mogok. Ternyata seorang ibu turun dengan membawa tiga air mineral gelas yang dikasi sang kondektur. Kemanakah gerangan perempuan berumur itu kan pergi. Oh ternyata berjalan ke semak-semak di pinggir jalan tol Cipularang dengan maksud buang air kecil. Setahuku tidak ada seorang penumpang pun yang berkeluh kesah apalagi marah-marah. Aku berpikir bahwa saat keberangkatan bis itu tertahan karenaku, maka penumpang itu lebih memilih menunggu dengan sabar.

Bis sudah berada lewat pertengahan jarak Depok – Tasikmalaya. Bis pun berhenti dan membiarkan penumpangnya turun untuk makan siang dan juga sholat dzuhur. Tapi kok gak biasanya, seingatku bis ini berhenti di depan rumah makan tertentu, tapi kok sekarang malah berhenti di depan kedai-kedai kecil. Irama keroncong sudah terdengar di perutku, aku harus makan, dan aku inginnya makan nasi. Tapi sayang yang kutemukan hanyalah Mie Bakso dan Mie Ayam. Kalau mau makan seperti ini kan di Mie Janda aja, tapi berhubung lapar aku pun memesan mie bakso yang ternyata masih kalah kualitas rasanya dibanding Mie Janda (eit, ini jujur lho).

Saat aku sedang mencoba bersemangat makan bakso, seorang ibu beserta anak gadisnya juga memesan makanan yang sama. Lalu sang ibu menyapaku dengan ramah. Aku menyambutnya dengan ramah. Putrinya terlibat, dan kami pun melakukan obrolan enam mata. Sang ibu dan putrinya dengan ramah menawarkan aku main ke rumah mereka di Tasik, aku tersenyum dan bilang terima kasih. Ajakan mereka berulang, aduh sebagai lelaki guanteng aku pun salah tingkah dan pikiranku mulai berulah, “ayo mau dijodohin lho ama anaknya”.Tapi pikiran tersebut segera kutepis dan kuganti, “wah, ibu dan gadis cantik ini sangat ramah ya”. Da aku tahu, bahwa ibu ini adalah ibu yang tadi turun dari mobil untuk buang air kecil. Dia punya penyakit diabetes, jadi cukup sakit jika keinginan buang air kecilnya ditahan.

Seporsi mie itu tak mampu kuhabiskan, lalu aku naik ke atas bis. Penumpang ang duduk di belakangku tersenyum, lalu kami pun berbincang. Dia menceritakan kisah hidupnya yang penuh warna, tentang ketidakjujurannya yang membuat dia akhirnya keluar dari pekerjaan yang boleh dibilang sudah nyaman, lalu akhirnya dia bekerja serabutan menjadi tukang parkir dan juga kadang bantu-bantu di pasar tradisional. Menceritakan tentang kisah sahabatnya yang gak kunjung kerja-kerja karena ingin mendapat gaji yang besar, dan bahkan bercerita tentang kisah percintaannya. Lelaki yang ramah ini pun dia menawarkan kalau aku main ke Bandung, aku dipersilakan singgah di gubuknya. Dia orang Tasik tapi selama ini bekerja di Bandung, menjadi tukang kridit. Tuh kan, bertambah lagi keyakinanku bahwa orang Tasik memang ramah-ramah.

Hujan memang turun tak terahan, rapi aku pun sudah waktunya turun dari bis. Pas aku turun, di pinggir jalan ada warung kaki lima, lalu aku pun berteduh di sana. Waduh, lagi-lagi aku mendapati sang pedagang yang ramah, juga pengunjung warung itu yang tak kalah ramah. Wah, bener deh, orang Tasik emang ramah-ramah.

Aku pun naik angkot, supir dan kernet angkot dan penumpangnya juga ramah, lalu naik beca karena aku kebablasan dan karena hujan, aku pun naik beca. Tuh si tukang beca juga ramah. Dan tibalah aku di tempat yang diutuju. Pintu terbuka, staf-staf di sana menyapaku dengan ramah. Sangat ramah hingga aku betah.

Di sini aku mengambil kesimpulan, bahwa kita jangan berkeluh kesah dan mengatakan bahwa dunia tak lagi ramah. Lalu kita pun berbuat idak ramah. Yang bagus adalah, mulailah menjadi pribadi yang ramah, dan keramahan dari orang lain pun kan kita rasakan. Dari pada kita ngedumel dan menganggap yang lain tidak ramah, lebih baik kita berusaha tuk menjadi pribadi yang ramah. Bukankah itu indah?

Iklan

Tentang achoey el haris

Seorang lelaki sahaja yang gemar menulis. Dan blog baginya adalah media untuk menyalurkan kegemarannya itu. Salah satu pendiri Komunitas Blogger Kota dan Kabupaten Bogor (BLOGOR). Pengasuh Pojok Puisi. Anggota Komunitas Menulis Bogor (KMB) dan Kopi Sastra.
Pos ini dipublikasikan di Hikmah dan Motivasi, Sepenggal Kisah dan tag , , , . Tandai permalink.

35 Balasan ke Ramah itu Indah

  1. papadanmama berkata:

    setuju banget
    bersikap ramah mulai dr diri sndri, mk kita pun akan mendapatkan sikap serupa dr org lain.

    nice post, salam 😀

  2. dinda berkata:

    simpLe post, tapi menyentiL…
    termasuk saya yang kadang suka kufur nikmat..
    terimakasih 🙂

    saLam knaL :))

  3. cantigi™ berkata:

    hehehee.. beda lah kalo motivator bikin artikel mah.. mantafffhh kang. met tahun baru & sehat terus ya.. ^_^

  4. anny berkata:

    Keramahan bisa membuat orang nyaman 🙂

  5. duniafaiz berkata:

    Hmm, ramah i2 benar indah ternyata..

  6. echa berkata:

    makanya mari tersenyum

  7. Mamah Aline berkata:

    wakh sudah di ciamis belum kang……

  8. achoTeuy berkata:

    hmmm… beda tipis namanya..hehehehe, sama2 anak depok..

  9. Yari NK berkata:

    Ramah itu memang indah kang Achoey. Tapi ramah itu benar2 indah jikalau dengan ketulusan dan kejujuran. Bukan ramah yang munafik, dibuat2 atau dengan maksud tertentu. Yuk, mari kita bersifat ramah dengan kejujuran dan ketulusan…. 🙂

  10. tyan berkata:

    karena keindahan merupakan bagian dari keramahan….,

  11. KangBoed berkata:

    RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk

    MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

    SALAM CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG

    ‘TUK SEMUA SAHABATKU TERSAYANG

    ” I LOVE YOU PUUUUULLLLLLLLLLL “

  12. KangBoed berkata:

    Maaf kang lama enda OL mampir menyapa sahabatku nyang baek

  13. Hary4n4 berkata:

    Aku ingin bisa selalu ramah dan bersahabat seperti dirimu, Kang… 🙂

  14. Wempi berkata:

    seperti cerita jaman dulu saja, jaman sekarang kalo ada yang ramah tamah di fasilitas umum berarti keadaan kurang normal. yang normal itu malah ‘siapa lu siapa gue’ 😆

  15. HumorBendol berkata:

    Setuju…
    Kita mulai dulu dari komen yang ramah
    hehe….
    Makasih bang.
    Ceritanya mencerahkan neh…

  16. Pencerah berkata:

    mari kita beramah tamah via blog

  17. munir ardi berkata:

    ramah tidak ada ruginya malah akan membawa kebaikan dengan banyaknya teman salam kenal mas dari blogger junior

  18. munir ardi berkata:

    ijin keramahan anda karena link anda saya pasang bolehkan

  19. …karena kita selalu ramah kepada orang lain….maka mereka pun akan ramah pada kita…..

  20. sinopi berkata:

    hidup ramah..!
    btw mie janda beneran enak kah..?

  21. manshurzikri berkata:

    sip dah,,!
    nice post, Bos!
    🙂

  22. yangputri berkata:

    aku tauk kok aa selalu ramah pada siapa saja…

  23. zee berkata:

    Orang ramah pasti lebih gampang dpt teman drpd yg gak ramah.
    Tp jgn kelewat ramah juga sih, takutnya ntar ditipuin orang 😀

  24. sunflo berkata:

    setuju ama achoey…^^

  25. hellgalicious berkata:

    saya ga pernah bosan baca postingan mas achoey.
    menarik euy!

  26. Miftahgeek berkata:

    kapan bisa pertamax di postingan kang achoey yak T.T

  27. Siti Fatimah Ahmad berkata:

    Assalaamu’alaikum

    mengamalkan sifat ramah ini tidak rugi Achoey. pulangannya tentu ramah juga walau ada ketika sebaliknya. namun jangan putus ada.

    Dengan sifat sabar terhadap hal yang tidak ramah akan menghasilkan keindahan akhlak yang mulia.

    Sejajar dengan contoh akhlak karimah baginda rasulullah saw. Amalkan SENYUM kepada sesiapa sahaja kerana ia sebahagian dari iman.

    Salam mesra selalu dari Bangi, Malaysia.

  28. kawanlama95 berkata:

    emang beber boss orang tasik memang ramah2 aku pernah 4 hari di tasik dan punya kawan orang tasik dan kau adalah salah satu blogger yang orang tasik . memang nyata , gimana neeh mau ga ada anak gadis yang manis untukmu. mau ga

  29. dedekusn berkata:

    Ramah itu indah, nikmat, menyenangkan, menyejukkan,

    SUkses!

  30. Hariez berkata:

    pasti betah deh apalagi kalo jadi mampir ke rumah Ibu tadi *ada yang cantik lho Kang ?*

    yapzz..menjadi pribadi yang ramah itutidak sulit dan sangat positif dibandingkan pribadi yang kurang santun bukan begitu Kang ? 😆

  31. wi3nd berkata:

    klu kita ramah pasti mrekapun ramah,dimulai dari diri sendiri semuanya yah kan A?

    perjalanan yan9 menyenan9kan yah lelaki 9anten9 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s