Tasik, Gadis Baik dan Penjual Ketoprak


Ini adalah hari kedua aku bertugas di Tasikmalaya dari tiga hari masa tugasku. Sahabat-sahabatku di kota ini sudah siap-siap tuk berbagi cerita bersamaku. Tapi belum untuk saat ini, masih fokus ke urusan kerja dulu. Rencananya baru sore ini kami mengagendakan bersua. Ada yang sudah tak sabar memang. Karena pada saat liburan lama kemarin aku tak menyempatkan ke kota ini. Kota yang pernah membuatku berselimut dalam berjuta aneka rasa cinta semu, kota yang membuatku tertantang tuk menggapai impian, dan kota ini pula yang menjadi saksi adanya perubahan pada diriku. Perubahan yang sempat membuat beberapa sahabatku kaget, “lho kok bisa”.

Seseorang yang kini PNS di kota Kuningan dan dulu pernah bergabung denganku menjadi peadagang kaki lima selepas lulus kuliah mengingatkanku agar aku segera menemui seseorang yan jarak rumahnya tidak jauh dari jarak tempatku bekerja sekarang. Dia tidak tahu, kalau gadis hebat itu baru beberapa minggu yang lalu telah menikah. Kenangan bersamanya adalah kenangan terindah, karena dia bisa mengarahkanku pada pengertian cinta yang jauh lebih indah. Cinta yang tidak seperti cinta yang kutahu sebelumnya. Cinta yang memapahku mendekat pada Tuhan. Dan itu artinya bahwa kami harus berpisah jika tak lekas menikah. Uh, aku memang pengecut saat itu. Tapi bukankah ini adalah kenangan indah menguak hikmah.

Saat tadi pagi, rindu rasanya kaki ini untuk melangkah menapaki jejak sejarah. Napak tilas pada bekas lapak yang mungkin tak berbekas. Lapak kaki lima yang dua bulan aku sewa dari pedagang kaki lima sesungguhnya, dua bulan lamanya, berjualan ketoprak rasa amburadul. Aku memang tidak sendiri berjualan di sana. Ya, gadis itulah yang telah menemaniku, serta beberapa teman lainnya yang kini telah menyebar di banyak kota, menjadikan dirinya teraktualisasikan berbeda.

Lalu, kenapa lagi-lagi kenangan itu mengarah pada sosok gadis itu. Padahal ada banyak gadis yang pernah mengukir kisah di masa semu. Ah, ini adalah bagian dari masa lalu yang membuatku tersenyum dan menangis. Tersenyum karena kok rasanya aku itu lucu, begitu mudahnya jatuh cinta dan begitu mudah pula mencampakkannya. Menangis karena aku malu, karena bukankah menjaga hati itu lebih indah. Biarlah cinta tiba bila waktunya tiba. Indah bila waktunya dan halal dan legal menjadikannya sempurna.

Selalu ada pelajaran berharga dari apa yang menimpa kita. Aku malah yakin masa laluku itu kan membuatku menjadi lelaki setia, suami terbaik bagi istri yang terbaik. Bukankah bercita-cita itu sah-sah saja, dengan catatan kesungguhan untuk mencapainya harus benar adanya. Seperti apa yang kukatakan pada sosok gadis yang menyatakan kok aku kini berbeda, lebih tak mampu menjaga pandangan. Aduh, lagi-lagi ini koreksi yang menusuk hati, menamparku dan mennyadarkanku tuk segera membatasi gerak diri. AKu memang lelaki yang masih belajar, dan butuh banyak sahabat tuk selalu membuatku tersadar.

Ah, kok lagi-lagi aku bercerita tentang ini. Padahal seharusnya postinganku kali ini mengupas tentang kisah perjalananku di bis kemarin. Mungkin untuk postingan esok hari saja. Ya, tentang seorang ibu dan putrinya yang dengan dengan ramah memintaku singgah ke rumahnya. Padahal aku siapa, ah sebuah keramahan yang kutemukan dari banyak orang yang menyatakan dirinya, bukan orang kota. Jadi, edisi besok selayaknya adalah edisi tentang ramah itu indah. Sempatkah?

Salam semangat!

Iklan

Tentang achoey el haris

Seorang lelaki sahaja yang gemar menulis. Dan blog baginya adalah media untuk menyalurkan kegemarannya itu. Salah satu pendiri Komunitas Blogger Kota dan Kabupaten Bogor (BLOGOR). Pengasuh Pojok Puisi. Anggota Komunitas Menulis Bogor (KMB) dan Kopi Sastra.
Pos ini dipublikasikan di Celoteh Hati, Kisah Lalu dan tag , , , . Tandai permalink.

31 Balasan ke Tasik, Gadis Baik dan Penjual Ketoprak

  1. omiyan berkata:

    denger kata tasik dan kunignan saya jadi nerawang pengen cepet pulang kampung

    hhmm karunya eta sigeulis nya dikantunkeun kusi aa …heheheheh

  2. racheedus berkata:

    Hm…. Mengurai kenangan silam saat mengeja makna cinta. Kini tentu sudah tak mengeja lagi, kan? Salam semangat juga.

  3. melly berkata:

    kenangan yang gak mudah dilupakan yah kang πŸ™‚

  4. Ping balik: Blogor : komunitas seorang konsumtif dan lekuk tubuhnya « komuter jakarta raya

  5. trendy berkata:

    kang achoey terbawa suasana~!
    wkekekekeke!

  6. trendy berkata:

    kang achoey terbawa suasana!
    wekekkeke!

  7. dasir berkata:

    Duh jd ikut trbw suasana nih..salam kenal mas.

  8. Irfan berkata:

    tasik…kapan saya bisa ke sana ya? kota yang saya yakin penuh dengan keramahan. tasik? baru cuma bisa liat dari kaca gerbong kereta….

  9. alamendah berkata:

    Cewek Tasik manis-manis.
    Hehehehehe

  10. alfarolamablawa berkata:

    Selalu ada yang bisa dipetik sebagai pelajaran akan apa yang menimpa kita…hehehe
    mantap….i like this…
    selamat malam sobat…hehehe
    ronda malam nich

  11. Irawan berkata:

    Wah, bisa-bisa CLBK nih…

  12. Hary4n4 berkata:

    Kenangangan indah.. Kenangan pahit.. Akan terukir selamanya.. Apalagi jika sedang melewati tapak tilasnya…hehehe πŸ™‚

    Selamat mengukir kenangan, sahabatku…
    Semoga yg terbaiklah..yg akan hadir menyapa dan menjemputmu..
    Salam hangat dan damai selalu… πŸ™‚

  13. duniafaiz berkata:

    hmmm…. seru juga kayaknya, ditungu tentang ramah itu indah a… πŸ™‚

  14. ceriaselamanyah berkata:

    hahahahhahahaaaa…..
    terjebak masa lalu ya mas…

    btw, skalian mengenalkan web baru yang tak loncing hari ibu kemarin..
    berkunjung ya..

    http://ruangperempuan.web.id/

  15. yangputri berkata:

    wah baru kali ini sptnya aa achoey bercerita tentang seseorang cewek keknya dalem bgt ni a’
    jangan2 aa suka dia ya πŸ˜€
    mas alam, aku cewek tasik lho ! *maksut lo*

  16. Dangstars berkata:

    Memangnya tugasnya cuma tiga hari saja disana yah ?
    πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€
    Awas kepincut kuurang Tasik,,
    Lamun geulis kunaon heunteu dijadikeun pamajikan wae atuh Juragan ?

    πŸ™‚ πŸ™‚

  17. edratna berkata:

    Pada akhirnya akan ketemu dengan gadis yang sesuai denganmu, yang mendukung cita-citamu….

    Kenangan padanya, tentu harus dibuat menjadi kenangan manis yang mendorongmu untuk melangkah sampai saat ini.
    Kota Garut…saya punya kenangan indah disana…saat masih mahasiswa, pernah kerja praktek mencari data…namun didaerah pertanian, di dekat puncak gunung Galunggung

  18. ruli berkata:

    sip cuy.

    semangat terus

  19. udienroy berkata:

    Hehe malah ikut2an ke bawa suasana. kepikiran pengen liat cewek tasik. Kayak ya? Cantiknya..

  20. demoffy berkata:

    Jalan kehidupan smw orang psti berbeda..
    So jalani dengan keyakinan Msing-msing…

    *berdo’a mulai.. * πŸ˜†

  21. echa berkata:

    hayooo semangath cari istri kang

  22. posting+poeting mantabs… postingnya puitis abis. pasti lama nih nulisnya.

    come to Blog Bisnis

  23. Abula berkata:

    jadi inget ka kabogoh, soalnya ada Tasik nya πŸ˜€

  24. Abula berkata:

    Selalu ada pelajaran dari apa pun yang menimpa kita,,,
    setujuuuu…

    Salam Hangat Selalu

  25. Hariez berkata:

    dan itu selalu menjadi cita-cita ku Kang menjadi suami dan ayah yang baik untuk keluargaku πŸ˜€

  26. dedekusn berkata:

    Mojang Tasik? salam kang

  27. wi3nd berkata:

    sepertina aku harus sin99ah ke tasik,jadi penasaran seperti apa kota tasik itu πŸ™‚

    insya Allah dirimu akan mendapatkan yan9 terbaik A,amien..

    ikhlaskan dirinya yan9 suda hidup bersama oran9 lain,tak perlu menyesali,smua fase yan9 telah A lalui semo9a bisa menjadikan A menjadi lebih dewasa dalam bersikap dan menjalani hidup ini.. πŸ™‚ ** hihihi..hampura yah kok jadi wejan9an 9eneh

  28. PagiBening berkata:

    Gadis yang baik sekali πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s