Gumam Cinta Anak “Durhaka”


“Tuhan, andai semuanya meninggalkanku. Kuharap Kau tidak demikian.”

Hanya itu doa yang Hanif panjatkan, tak panjang namun teramat dalam. Butiran embun terjatuh di pangkuannya, saat tengah malam yang berbalutkan hujan.

Kini, posisinya terlentang dengan balutan selimut mawar birunya. Matanya sembab terpejam, berharap mimpi indah kembali datang. Tapi, tak ada tanda-tanda kantuk menerjang, yang ada malah kenangan-kenangan lalu berjalan seperti slide yang otomtis berjalan tanpa permintaan.

“Ayah, betapa aku mencintaimu. Aku berusaha bijak dengan semua caramu mendidikku. Aku tahu, kau begini karena masa lalumu. Masa lalu yang pahit dan karena kepahitan itu kau kini dipandang sukses. Ibu, tak perlu kau sangsikan kesungguhan cintaku padamu. Aku terima segala kekuranganmu. Aku tahu, kau dilahirkan dalam keluarga yang mendidik anak-anaknya dengan cara yang otoriter. Dan yang kau pahami itulah yang terbaik. Aku berusaha memahami kalian, ayah, ibu.”

Hanif menarik nafas panjang, gumamannya tertahan, bantalnya kini membasah.

“Ayah, ibu, ijinkan aku tak menemui kalian dulu. Hingga kelak aku datang sebagai sosok yang pantas kalian banggakan. Aku tak mungki datang saat di mata kalian aku hanyalah pecundang, anak durhaka yang tak menuruti kata orang tua. Tapi tahukah, bahwa kalian telah berhasil menggenapkan luka di hatiku. Luka di dizholimi para kaum borjouis, luka dikhianati para sahabat yang pragmatis, luka ditinggalkan gadis matrealistis. Tapi tahukah ayah, ibu, aku adalah anak kalian yang pantang menyerah, berusaha cerdas mengambil hikmah dan kembali mengayuh sampan tuk menemukan pulau impian.”

Air mata Hanif mengering. Bibirnya tersungging. Tuhan, aku bersyukur karena dalam kesedihan pun, kau tak mencabut nikmat kebahagiaan di hatiku.

Iklan

Tentang achoey el haris

Seorang lelaki sahaja yang gemar menulis. Dan blog baginya adalah media untuk menyalurkan kegemarannya itu. Salah satu pendiri Komunitas Blogger Kota dan Kabupaten Bogor (BLOGOR). Pengasuh Pojok Puisi. Anggota Komunitas Menulis Bogor (KMB) dan Kopi Sastra.
Pos ini dipublikasikan di Kreasi Fiksi dan tag , , . Tandai permalink.

12 Balasan ke Gumam Cinta Anak “Durhaka”

  1. harumhutan berkata:

    Ya Rabbana..

    beri beliau kelembutan hati,
    a9ar e9o tak men9uasai,

    Ya Rabbana,..
    beri kekuatan pada “hanif” ** senyum simpul sendiri heheh
    a9ar dia mampu mewujudkan mimpinya..
    amien..

    ** its hard and hurt,but i’m sure you can do the best my best friend,seman9aadd yaahh!!
    keep ur health alwYs 🙂

  2. RaRa Wulan berkata:

    singkat tapi maknanya dalem bgt…
    jadi ikut terharu maz 🙂
    sukses slalu iah maz jangan lupakan ayah dan ibumu thankyu 🙂

  3. Chic berkata:

    begitu itu durhaka ya? hmmmmmm

  4. Aribicara berkata:

    Dalam kondisi apapun, Tuhan selalu ada dimana2, hanya kadang kita saja yg sering tak menyadari keberadaanya……

    *Semoga kedua org tuamu bener2 bisa membanggakan dirimu kawan .. Amiin …

  5. andipeace berkata:

    sedurhaka apapun,orang tua pasti masih sayang mas.semoga sukses,apa yang anda cari akan membuahkan kebanggaan pada diri sendiri dan orang tua.
    amien..

    salam

  6. arifromdhoni berkata:

    Durhaka itu …
    a. ….
    b. ….
    c. ….
    d. ….
    e. ….

  7. Erwin berkata:

    “Luka di dizholimi para kaum proletar, luka dikhianati para sahabat yang pragmatis, luka ditinggalkan gadis matrealistis.”

    berarti saya senasib dengan Hanif,,,, perbedaannya saya dizholimi kaum borjuis+kapitalis,,,,,

    sebuah jalan yang mau tidak mau harus dilalui….

  8. Miftahgeek berkata:

    Gagal pertamax lagi T.T
    Apakah saya mulai durhaka pada ke-blogger-an saya T.T

  9. hanif berkata:

    Namanya sama denganku, tetapi aku merasa nasibku lebih baik darinya

  10. racheedus berkata:

    Terlalu sadis memvonio Hanif yang segitu baiknya sebagai anak durhaka. Semoga luka karena gadis materialistis itu semakin membuatnya cerdas untuk memilih pendamping hidup.

  11. Vie berkata:

    nice story….. 🙂

  12. duniafaiz berkata:

    Luka adalah cinta! itu yang kumengerti dari kisah indahmu…. 🙂 salam kenal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s