Penampilan yang Mengecoh


Menindaklanjuti tulisanku sebelumnya, karena ada beberapa sahabat yang salah persepsi dengan yang saya tulis. Ya mungkin karena saya sajikan dalam bentuk bait puitis, jadi tak mudah tuk langsung memahami artinya. Kita jangan menilai seseorang hanya dari penampilannya adalah benar. Ini dari sudut pandang yang melihat. Tapi makna dari judul “Apa yang Nampak di Badan” adalah bahwa kita harus berpenampilan yang tidak mempertontonkan kesombongan, berpakaian sepantasnya sesuai peran yang kita lakukan saat itu. Jadi ini dari sudut pandang kita yang memakai. Baiklah, untuk kali ini saya akan menceritakan tentang kisah bahwa jangan hanya menilai seseorang dari penampilannya. Berikut ini kisahnya, hehehe.

Suatu malam saya ke kedai dan masih mengenakan pakaian kerja saya, rapih. Ketika saya dikedai, saya memposisikan diri sebagai pelayan yang baik untuk pelanggan. Seorang pelanggan yang seringkali makan di kedai kami tertawa-tawa melihat saya berpakaian rapih. Di mata dia mungkin jelas ini sesuatu yang tak biasa, seorang pelayan kedai kok nyampe berpakaian rapih lengkap dengan sepatu bagusnya. Padahal dia tahu kalau biasanya saya berpakaian sederhana dengan sandal yang juga sederhana. “Ih si akang lucu deh, rapih amat”. Begitulah kurang lebih selorohnya sambil tertawa.

Tak lama berselang, seorang teman saya datang bersama suaminya, dia baru kali ini makan di kedai sederhana kami. Dia pun memesan makanan dan minumannya. Saya datang membawa minuman yang dia pesan. Melihat hal ini teman saya kaget banget. Dia malah bertanya-tanya dan merasa malu, lho kok saya yang melayani mereka. Di mata dia tidak mungkin seorang yang dia kenal sampai menghidangkan minuman, ini pasti bercanda. Dia tahunya status pekerjaan saya bukan pelayan, di tempat lain.

Melihat keadaan ini pelanggan yang tadi tertawa-tawa dan duduk di meja yang kebetulan berdekatan menjadi kebingungan. Ada dua pihak yang bingung saat itu. Lalu saya pun menjelaskan kalau kedai sederhana ini adalah kedai saya. Dan saya maklumi kalau keduanya kebingungan. Karena yang satu tahunya saya pelayan kedai dan yang satu lagi tahunya saya pegawai kantoran. Jadinya kebalik deh, yang tadinya tertawa-tawa melihat saya berpakaian rapih jadi malu, dan yang tadinya malu karena gak enak dilayani oleh saya menjadi nyengir kuda.

Jadi, kalau dalam hal ini mungkin benar. Jangan menilai orang hanya dari penampilan. Terlebih kalau kita merendahkan orang hanya karena penampilan. Bagaimana menurut sahabat?

Iklan

Tentang achoey el haris

Seorang lelaki sahaja yang gemar menulis. Dan blog baginya adalah media untuk menyalurkan kegemarannya itu. Salah satu pendiri Komunitas Blogger Kota dan Kabupaten Bogor (BLOGOR). Pengasuh Pojok Puisi. Anggota Komunitas Menulis Bogor (KMB) dan Kopi Sastra.
Pos ini dipublikasikan di Celoteh Hati, Hikmah dan Motivasi dan tag , , , . Tandai permalink.

30 Balasan ke Penampilan yang Mengecoh

  1. elrianjani berkata:

    Benar kang achoey, dont judge the book from its cover….

  2. mel berkata:

    PR yg sederhana…hebat tuh kalimatnya

  3. nakjaDimande berkata:

    iyaaa A, pahaaammmm 🙂

  4. Gravisware berkata:

    Yup.. penampilan bisa menipu.. saya juga pernah getahnya kok..

  5. Wempi berkata:

    Tapi walaupun demikian dimana dan bagaimana 😆 penampilan itu perlu choey,
    jangan sampai bawa minuman buat konsumen dengan pakaian lusuh apalagi gak diganti ampe 4 hari

  6. masfaj berkata:

    setuju kang… tp tidak bisa dipungkiri yang pertama kali dilihat orang adalah dari sisi penampilannya.
    Katanya sih kita jg hrs menjaga penampilan…

  7. hellgalicious berkata:

    setujuuuuuuu

    kalo liat dari penampilan mah ga bakalan tau dalemnya gimana

  8. bluethunderheart berkata:

    maaf baru datang…..
    namun blue tetap mensuportmu,kang
    salamhangat selalu
    sukses y

  9. Pencarian Puisi berkata:

    Betul teman ! Pada kenyataannya masih banyak manusia yang menilai sesamanyanya dari sudut penampilan, merendahkan karena merasa jauh lebih baik dari apa yang dilihatnya, kalau toh salah menilai semoga saja bisa menghilangkan kesombongan

  10. Wedeeeeh
    di cengirin nih yee
    Enakkan mana A?
    Kerja kantoran apa jadi pelayan? :mrgreen:

  11. dedekusn berkata:

    Punya dua profesi lebih baik dari pada punya dua istri,…
    ga nyambung ya?
    pisss ajah….

  12. wi3nd berkata:

    stuja,dont just a book by a cover..
    ya kan A.. 🙂

    have nice week end & keep ur health A 🙂

  13. komuter berkata:

    sang teman kaget, biasa melayani sang sahaja, ternyata hari itu malah dilayani……

  14. komuter berkata:

    di tempat kerja yang lain sebagai boss.
    sementara di kedai sebagai pemilik kedai yang menservis pelanggan dengan cara turun tangan langsung melayani pelanggan……….

  15. komuter berkata:

    tapi tetap kalau sudah di kedai ganti baju dooong, biar menyatu dengan alam…..

  16. salam
    benar tuh…jangan sekali2 kita menilai seseorang dari fisik dan penampilannya saja.

  17. Hary4n4 berkata:

    Salah satu contoh yg menarik…dari sang sahaja yg sederhana…
    Salam hangat dan damai selalu, sahabat… 🙂

  18. kidungjingga berkata:

    yang pas aja ya kang? pas harus rapi.. ya rapi..
    pas harus seadanya, biasa2 aja, ya biasa2 aja..

  19. Pencerah berkata:

    sepakat bin setubuh kang

  20. racheedus berkata:

    Penampilan luar memang bisa menipu. Di zaman iklan sekarang, kemasan itu justru bisa lebih penting dan membutuhkan biaya besar daripada isi. Produk-produk yang diiklan di media massa juga kebanyakan hal-hal yang berusan dengan penampilan fisik, seperti shampoo, sabun, parfum, dll.

  21. Siti Fatimah Ahmad berkata:

    Assalaamu’alaikum

    Sahabat dirai dan dijemput ke Laman Menulis Gaya Sendiri untuk menerima AWARD PERSAHABATAN – YOU’RE A GREAT BLOGGER sempena ULANG TAHUN PERTAMA laman saya. Salam mesra dari Port Dickson, Negeri Sembilan, Malaysia.

    SITI FATIMAH AHMAD

    # juga sahabat yang pernah berkomentar di laman saya dan melihat iklan ini, bimbang saya tidak sempat ke laman sahabat pula kerana terlalu ramainya.. 😀

  22. tyan's berkata:

    menunjungi sahabat di pagi hari…,

  23. Budi Hermanto berkata:

    hmm..
    siapa sangka kulit durian yg keras berduri..
    di dalamnya ternyata..
    penuh daging lumer klembutan..
    brbau tajam..
    yang menyenangkan skaligus membuat pusing.. 😉
    bagi sbagian orang tentunya..
    ..
    bwt, menyambut launching novel saya yg pertama..
    saya mo bagi2 novel neh..
    mampir aja d artasastra.com..
    thx ya.. 😀

  24. Edi Psw berkata:

    Moga-moga saya nggak terkecoh ya, Mas.

  25. ridu berkata:

    haha.. keren, kalo pakaian akang rapih berarti berasa ekskusif banget yaa yg dilayanin 😀

  26. trendy berkata:

    enak kayak gitu kang achoey, bisa akrab sama pelanggan!
    asal jangan kurang ajar aja!
    wkekekekeke!

  27. Ria berkata:

    don’t judge a book from it’s cover 😉

  28. Em berkata:

    aku pernah di lecehkan krn penampilan ku yang sangat sederhana…bertanya di cuekin..melirik pun tidak…

    namun setelah tau kalau aku bawa uang untuk membeli produk nya.. terbungkuk hampir menyembah “ia” pada ku..
    ihh.. menyebal kan… sombong.. ya orang kek gituu..

  29. rayyahidayat berkata:

    dan banyak pula yang belum paham dengan perkataan “Tolong bantu kami menundukkan pandangan!”

  30. Hariez berkata:

    semua hanya fiksi dimata namun hakikatnya tetap sama dimata Tuhan ya Kang 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s