Dunia Tanpa Cinta


“Adi kemana Bi?”

“Di kamar Nya.”

“Apakah dia sudah makan?”

“Sudah Nya, tapi biasa, hanya mau makan beberapa suap saja.”

“Tapi sudah minum susu kan?”

“Sudah Nya.”

Perempuan itu beranjak memasuki kamarnya. Diletakanlah jas dan tasnya. Dilihatnya jam di tangannya, jarum jam menunjukkan sudah jam delapan malam lewat beberapa menit. Dilepaskannya jam tangan itu lalu dia pun beranjak ke kamar Adi, anak semata wayangnya. Pintu kamar itu diketuk. Sang ibu ngeh dengan stiker yang tertempel di pintu kamar Adi. “Ketuk pintu sebelum masuk”.

Adi tahu ibunya datang, segera dia beranjak memposisikan diri dengan sempurna di depan meja belajarnya. Ada buku terbuka yang sedang di tatapnya. Jelas ini sebuah kepura-puruaanyang terbiasa dia lakukan, hingga semakin lihai saja.

“Ya bunda, masuk!”

Sang ibu segera memburu dan memeluk anak lelaki berusia dua belas tahun itu. Diciuminya, dibelainya.

“Adi sayang, maaf ya Bunda kembali datang terlambat. Biasa ada kerjaan yang dateline, jadi terpaksa deh bunda lembur. Begitu pun ayah, malam ini malah ayah tidak bisa pulang, karena terpaksa ayah ada pekerjaan di luar kota. Ayah titip salam buatmu.”

Adi mengangguk, tak sepatah kata pun terucap dari bibirnya. Buat Adi, hal seperti ini sudah biasa. Kalau pun Adi protes, ayah dan bundanya pasti jawab, “Adi, ini kan demi kamu, kami bekerja keras demi masa depanmu.” Ya, lebih baik Adi mengangguk saja. Padahal dalam hatinya ada goresan luka dan kekesalan. Yang lebih baik dia ungkapkan di blognya.

——————————————————————————————-

Pintu kamar Adi terbuka tanpa suara ketukan terlebih dahulu. Jelas Adi kaget bukan kepalang. Di layar monitor komputernya terpampang foto wanita tanpa busana. Sebuah situs dewasa sedang dibukanya, dan Adi tak sempat menutupnya. Saking kagetnya dia hanya terpaku, karena tampak dihadapannya sesosok monster yang menakutkan. Suara halilintar memecah kesunyian, samar terdengar. Satu tamparan menyadarkannya, bahwa dia sekarang sedang dalam masalah.

Sesosok monster itu adalah ibunya, yang tampak mengerikan karena wajah memerah dan mata melotot nyaris keluar. Suara halilintar itu adalah suara ibunya, yang marah-marah mengucapkan sumpah serapah. Ada makian bersumber dari kejengkelan yang teramat sangat. Sebuah buku raport sekolah kini di genggamannya. Buku raport itulah yang tadi ditamparkan ke wajah Adi, wajah anak lelaki semata wayang yang diharapkan bisa meneruskan silsilah keluarganya.

Kemarahan ibunya bukan tanpa alasan. Bersumber dari tinta merah yang memeriahkan nilai semester ganjil Adi kali ini. Dalam buku raport itu tertulis jumlah alfa belasan kali. Sungguh prestasi yang tidak terpuji. Ibunya sangat kecewa dan tak menyangka. Padahal masih tertulis di lembar raport sebelumnya, nilai-nilai Adi di kelas lima yang sangat membanggakan. Adi selalu saja juara kelas, hanya sekali saja lepas saat Adi sempat sakit parah karena kecelakaan hingga tak masuk sekolah hampir dua bulan. Selebihnya, pestasi Adi selalu membanggakan.

Ibunya semakin menggila tatkala dilihatnya Adi sedang membuka situs yang menampilkan wanita-wanita tanpa busana. Dia sangat tidak percaya kok ternyata anak yang terlihat baik dan lugu di hadapannya bisa berbuat seperti ini. Kini sang ibu benar-benar kecewa, tangisannya nyaris membuatnya tak bisa bersuara. Di tatapnya anak kecil yang sedang duduk di lantai memeluk lututnya. Ada linangan air mata di wajahnya. Adi menangis, ya menangis.

———————————————————————————————-

Ada pesan masuk di inbox akun situs jejaring sosialnya. Ya, dari seorang lelaki ganteng yang selama ini menjadi teman chatingnya. Taman chating yang kadang memanjakannya dengan berjuta kata puitisnya.

Pesan itu dibuka, lalu dibacanya.

******************************************************************************

Salam,

Bunda, maafkan Adi. Selama ini Adi menjadi tokoh Zaka, padahal Adi hanya ingin memastikan kejujuran dan kesetiaan bunda pada keluarga. Dan ternyata bunda jahat, bunda tega bermanja-manja pada tokoh Zaka yang jelas bukan suami bunda. Bahkan bunda tega menjelek-jelakkan ayah ketika chating dengan Zaka.

Bunda, maafkan Adi. Jika Adi tak bisa lagi menjadi anak yang bisa ayah dan bunda banggakan. Adi salah, semestinya Adi tak mengikuti jejak bunda yang seringkali berpura-pura, dan banyak berbohong dalam kehidupan di dunia yang fana ini. Bunda, maaf jika ternyata Adi benar-benar anak bunda, seperti bunda.

Bunda, maafkan Adi. Mungkin kali ini bunda akan lebih sore pulang kerja. Karena bunda sudah tak sabar ingin memarahi dan memukuli Adi. Tapi sekali lagi maaf bunda, bunda tak akan lagi menemukan anak kecil itu di rumah megah tana cinta. Karena saat ini aku telah pergi dari rumah, dan tak akan kembali.

Bunda, semoga bunda bisa menikmati dunia bunda. Dunia tanpa cinta yang sesungguhnya.

Bunda, selamat tinggal.

Wassalam

Adi, anakmu yang kau kira bodoh.

******************************************************************************

Perempuan itu terjatuh dari tempat duduknya, tak sadarkan diri.

Catatan:

Maaf jika daku masih jaang blogwalking. Cerita di atas fiktif belaka, tapi jika ada yang tersinggung, mohon maaf ya 😀

Iklan

Tentang achoey el haris

Seorang lelaki sahaja yang gemar menulis. Dan blog baginya adalah media untuk menyalurkan kegemarannya itu. Salah satu pendiri Komunitas Blogger Kota dan Kabupaten Bogor (BLOGOR). Pengasuh Pojok Puisi. Anggota Komunitas Menulis Bogor (KMB) dan Kopi Sastra.
Pos ini dipublikasikan di Kreasi Fiksi dan tag , , , . Tandai permalink.

17 Balasan ke Dunia Tanpa Cinta

  1. Pencerah berkata:

    meskipun fiktif, tapi kayak realita

  2. afwan auliyar berkata:

    wah sudah jadi cerpenis bang 🙂

  3. wi3nd berkata:

    its so real untuk zaman sekaran9 A..
    nda sedikit yan9 seperti itu..

    jadi kapan terbit bukuna 🙂

    keep ur health yah A…

  4. olvy berkata:

    ow..ow..ow…so humanity touch..keep on writing bro’

  5. arifrahmanlubis berkata:

    cerpen yg luar biasa. dan bisa jadi banyak terjadi di sekitar kita.

    salam ngeblog kang

  6. mahardhika berkata:

    waaa.. pastinya bunda malu banget ya… nauzubillah 😀

  7. AngelNdutz berkata:

    hmm….saya terhanyut hehe

  8. riFFrizz berkata:

    cerpen yang bagus, jadi ikut alur !

  9. sewa mobil berkata:

    campur aduk deh perasaan ini. tapi bisa di ambil hikmahnya loh.

  10. sunarnosahlan berkata:

    kutemukan cerita asik disini

  11. icdw berkata:

    akupun belajar dari yang kau tulis

  12. arifromdhoni berkata:

    Layaknya pisau bermata dua …

  13. Hariez berkata:

    malam Kang..tak bosan aku membaca nya baik disini maupun di notes FB mu sangat mendidik untuk bisa lebih mawas diri

    -salam- ^_^

  14. pongki berkata:

    Keren abis bos!! terpotong-potong tapi pesannya nyampe. Kreatif! gua suka pilihan kata-katanya, terutama yang ini “tinta merah yang memeriahkan nilai semester ganjil”. Benar-benar pilihan yang mantap untuk mengganti “tinta merah yang ada pada nilai semester ganjil”. Tambah lagi dong bos…

    Oia, Sekedar info nih. Tanggal 26 November 2009 Brad Sugars, pengusaha internasional dan business coach ternama dari Australia akan datang ke Indonesia, tepatnya di Jakarta International Expo, Arena Pekan Raya Jakarta, Kemayoran. Dia akan berbagi pengalaman dan teknik-tekniknya membesarkan bisnis. Info tentang Brad Sugars bisa di lihat di alamat ini.

    banpolotak.blogspot.com

    Untuk reservasi hubungi:
    Studio Samuan
    Rukan Permata Senayan Blok D-33
    Telp : 021 3713 6165
    0857 153 20001 (Ning Mahayu)
    Fax : 021 5794 1173

    atau klik link ini.
    b-training.co.cc/ad/redirect/11/0

  15. pongki berkata:

    Keren abis bos!! terpotong-potong tapi pesannya nyampe. Kreatif! gua suka pilihan kata-katanya, terutama yang ini “tinta merah yang memeriahkan nilai semester ganjil”. Benar-benar pilihan yang mantap untuk mengganti “tinta merah yang ada pada nilai semester ganjil”. Tambah lagi dong bos…

    Oia, Sekedar info nih. Tanggal 26 November 2009 Brad Sugars, pengusaha internasional dan business coach ternama dari Australia akan datang ke Indonesia, tepatnya di Jakarta International Expo, Arena Pekan Raya Jakarta, Kemayoran. Dia akan berbagi pengalaman dan teknik-tekniknya membesarkan bisnis. Info tentang Brad Sugars bisa di lihat di alamat ini.

    Untuk reservasi hubungi:
    Studio Samuan
    Rukan Permata Senayan Blok D-33
    Telp : 021 3713 6165
    0857 153 20001 (Ning Mahayu)
    Fax : 021 5794 1173

  16. Gravisware berkata:

    wah.. cerita singkat tapi inspiratif bang.. jangan sampai deh keluargaku nanti seperti itu, anyway.. ada award dari kita buat blog ini niih.. ambil yaa..

  17. rental mobil berkata:

    bagus artikelnya, kalau dunia tanpa cinta rasanya nggak enak banget dech…terasa hampa banget

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s