Sekolah, Bermain Bola dan Mengaji


Sepulang sekolah dan mengganti seragam. Belasan anak lelaki dengan telanjang kaki berlarian. Di atas tanah basah tersiram hujan. Kaki-kaki itu memburu sebuah bola sederhana, yang penuh tambalan di mana-mana.

Hujan terus mengguyur memompa semangat mereka agar tak pudar. Teriakan silih berganti dengan cekikikan. Ada keseriusan, ada pula bahan tertawaan. Hingga bola menembus gawang tanpa jaring, goooool.

Anak-anak lelaki kecil telanjang dada, menjalani hari dengan ceria bermain bola. Kulit berwarna gelap jadi mengkilap, terbasuh lumpur dan air hujan yang turun bertahap. Hai ada warna kulit yang lebih cerah di sana, terlihat lumpur menaruh warna berbeda di tubuhnya.  Dan anak kecil itu adalah aku.

Tak ada waktu pertandingan resmi di sana, permainan bola itu berakhir seiring alunan suara adzan. Karena setelah shalat ashar kami harus mengaji, menuntut ilmu pada Pak Kiai.

Di serambi masjid kami diajarkan, tentang penghambaaan pada Tuhan. Di serambi masjid pula kami diajarkan, tentang berbuat baik pada sesama insan.

Sekolah, bermain bola dan mengaji, itulah keseharian apa yang kami lakukan saat kecil dulu. Saat tak ada permusuhan yang abadi, saat tak ada pertengkaran yang tak bertepi. Karena saat kecil itu, begitu mudah berdamai, begitu mudah tuk saling saling memaafkan.

Dan sekarang, terwujud banyak perubahan. Ehm.

Iklan

Tentang achoey el haris

Seorang lelaki sahaja yang gemar menulis. Dan blog baginya adalah media untuk menyalurkan kegemarannya itu. Salah satu pendiri Komunitas Blogger Kota dan Kabupaten Bogor (BLOGOR). Pengasuh Pojok Puisi. Anggota Komunitas Menulis Bogor (KMB) dan Kopi Sastra.
Pos ini dipublikasikan di Kisah Lalu dan tag , , , . Tandai permalink.

15 Balasan ke Sekolah, Bermain Bola dan Mengaji

  1. emfajar berkata:

    wah kalo saia dlu urutannya sekolah-ngaji-main bola 🙂

  2. adams berkata:

    loh, katane gak ada ngenet2. kok masih update blog’e? 😀 gak tahan ya pisah dari blog?

  3. kawanlama95 berkata:

    wah kang seneng deh kalo mengingat masa2 kecil dulu

  4. edda berkata:

    wew, kya ngebaca prolog dr suatu novel nih 😀

  5. azaxs berkata:

    Kok sama ya kang.. apa memang dimana2 dulu dan skarang begitu?

  6. Hariez berkata:

    entah kapan aku bermain bola sambil bertelanjang dada, kangen suasana itu..

    -salam- ^_^

  7. guskar berkata:

    kok jd ingat cerita di film Garuda di Dadaku ya… 😛

  8. bhejho4060 berkata:

    waaahhh enak bgt tuh kang bisa ngaji sambil belajar dan bermain bola pulaaa…….jjjaddii maaauu….

    salam mercu

  9. bhejho4060 berkata:

    jjjadddii maaauuu…..lucu juga kali ya mengenang masa laaluu….

    salam mercu

  10. nisa berkata:

    hwaa.. jadi inget masa kecilku.. dulu saya jago main bola lho.. :mrgreen:, asik tenan ya masa2 itu!!

  11. Hary4n4 berkata:

    Masa kecil yg penuh damai dan keceriaan… Salam hangat selalu sahabat… 🙂

  12. ichakoe berkata:

    entah kapan ya aku boleh main bole sambil auwww..yang ini nggak ah Kang 😀 😀 salam kenal ya A

  13. wi3nd berkata:

    EHEM :d

    bedanya waktu kecil aku nda maen bola A,tapi amen keleren9 sama lompaT taLi 🙂

    **jadi kan9en sama masa masa kanak kanak duLu 😦

  14. endra berkata:

    kecil main bola, sekarang masih juga main bola hahaha…..
    kadang sekarang masih bertelanjang dada kalau team sedang mengalami kekalahan hahahhaha…….

  15. yanti berkata:

    hemmm… masa kecil.. masa yang paling indah…
    Gak bisa kembali..
    Tapi bisa jadi bahan cerita menarik ketika bertemu lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s