Jangan Melangit, Membumi Saja


tenda mie jandaBanyak sahabat yang mengeluh mengenai rencana usahanya yang tak kunjung terealisasikan. Mereka beberkan beribu kendala yang membuat mereka tak bisa segera mulai membangun harapan. Dan mereka pun mencoba menanyakan pada sosokku yang amat awam. Dan apa jawabanku pada mereka, “jangan melangit, mulailah dengan membumi!”

Maksud saya adalah, kadang banyak sahabat yang ingin berwirausaha selalu ingin yang lagsung hebat, langsung serba sempurna. Setelah hitung punya hitung ternyata terungkap, bahwa masih banyak kekurangan yang harus segera mereka penuhi. Makin dihitung, makin banyak kebutuhan yang harus mereka cukupi. Terus begitu sehingga makin lama malah makin khawatir mereka untuk segera memulai rencana bisnis tersebut. Dan jadilah tak kunjung mulai sampai saat mereka mengeluh pada sosok Sang Khilaf ini.

Saat kami membuka Mie Janda, kami mulai berjualan dari sebuah tenda ukuran 3×3 meter. Saya gunakan lahan parkir kantor saya untuk tempat bernaung tenda tersebut. Kami gunakan meja sesuai kapasitas tenda tersebut. Meja yang kami bikin sendiri. Kami lakukan hal seperti ini karena kami tidak mau terjebak pada kata “saya belum punya duit”. Ya meskipun jujur modal financial yang kami keluarkan tidaklah sedikit untuk ukuran kuli seperti saya.

“Gerobak” Mie sudah kami desain khusus untuk layak di tempat yang bagus. Kenapa demikian, karena kami tahu bahwa kami di tenda hanyalah sementara. Kami kan segera pindah ke tempat yang lebih layak dan memuat lebih banyak pelanggan kami. Apa yang terjadi sahabat, dalam tempo dua bulan kami sudah pindah dan berjualan di dalam sebuah kios strategis tepat berada di depan SMPN dn SMAN favorit di kota kami. Lalu ada pertanyaan, “wah pasti lumayan mahal ya sewanya”. Lalu saya jawab dengan bangga, “ya”. Tapi apa masalahnya, wong kami saat ini sudah mampu. Tapi kami pun tetap tidak lepas dari pertimbangan kesehatan dan perkembangan usaha kami.

Sekarang coba pikirkan jika dulu kami tetap kekeh ingin langsung jualan di kios dengan tempat yang strategis dan perlengkapan yang sempurna. Maka jawabanya mungkin saat ini kami masih belum jualan dan Mie Janda belum ada.

Jadi, apakah sahabat mau berkutat pada hal yang melangit?

Iklan

Tentang achoey el haris

Seorang lelaki sahaja yang gemar menulis. Dan blog baginya adalah media untuk menyalurkan kegemarannya itu. Salah satu pendiri Komunitas Blogger Kota dan Kabupaten Bogor (BLOGOR). Pengasuh Pojok Puisi. Anggota Komunitas Menulis Bogor (KMB) dan Kopi Sastra.
Pos ini dipublikasikan di Wirausaha dan tag , , , , , . Tandai permalink.

31 Balasan ke Jangan Melangit, Membumi Saja

  1. irma87 berkata:

    mang mie janda apa si???
    boleh ga nyobain…
    btw di daerah apa si..

    • ILYAS AFSOH berkata:

      Sahabatku Haris,
      kematian & aktivitas sehari-hari menyadarkan aku
      dan tulisan ini juga.
      ///
      ilyas afsoh
      terima kasih
      🙂

  2. eneng ocha berkata:

    Betul kang! Sepakat! Sama seperti yang baru aja sahabat saya alamin, mulai dari yang kecil dahulu untuk mencapai sesuatu yang lebih besar. Yang penting semangat dan aplikasinya ^_^

  3. Great !
    tipsnya mantap Ak..
    andai punya keberaian seperti itu 😀

  4. kawanlama95 berkata:

    sebenarnya mudah , tinggal ada niat dan langsung kerjakan. itu aja .
    kalo ada yang merasa sulit datang aja ke aku dijamin langsung tindakan . ga percaya .silahkan hubungi aku.

    Selamat siang udah makan kang kalo belum makan di mie janda aja. gratis hehhe

  5. frozzy berkata:

    hal yang besar berawal dari membangun yang kecil dulu….

  6. Ria berkata:

    sipp…weleh2 si akang bener2 hebat euyyy

    tau gak cita2k yg sampe sekarang blom kesampean? pengen punya restoran…hehehehehe

  7. LoveAlloh_atik berkata:

    ehmm.. kak achoy guru ya…

  8. bhejho4060 berkata:

    wah bener tukh masss….
    jangan melihat terlalu jauh klo itu akan membuat kita terpuruk,tapi terima apa yang kita dapat walau itu sangat kecil tapi itu berbuah kebahagian…..
    gak selama nya kebahagian itu mahal dan mewah kan???
    mungkin habis UAS nanti saya dan hariez beserta blogger mercusian mau singgah ke istana mas ACHOEY……
    salam blogger mercusian….

  9. Wempi berkata:

    ada satu lagi choey, kebanyakan enggan memulai karena takut rugi, takut modal gak balik, takut gulung tikar dan takut lain sebagainya.

  10. Ikkyu_san berkata:

    yup membumi untuk setiap tindakan kita akan lebih baik kok.
    bukan hanya di bidang usaha saja.
    MJ… kapan ya aku bisa mencobamu

    EM

  11. yoan berkata:

    yups, setuju, om…

    semua kan ada awalnya…
    gak ujug2 berhasil…

    semangat trus dah pokoknya, om!

    :mrgreen:

  12. yanti/ mama Aini berkata:

    hmmm itu yang selalu membuatku bangga.. Engkau adalah salah seorang dari sekian banyak orang yang tahu bagaimana meraih dunia. Engkau punya banyak kesabaran dan ketekunan untuk berjuang.. Saya yakin suatu hari nanti.. mie janda akan menjamur…(Atau sudah dimulai ya.. mie janda pake jamur? ha ha ha)

  13. KangBoed berkata:

    Waaaah.. huebaaaat kang Achoey… Saluteeeeeeeeee
    Salam Sayaaaang

  14. Hariez berkata:

    sebuah usaha yang dirintis memang harus melangkah dari “0” kecil ya Kang..baru kemudian hari kita bisa menikmati “1” kecil dan seterusnya hingga menjadi besar..kau memang “Sang Sahaja yang Sederhana” Kang 😀

    Insya Allah aku akan datang kang..ke Mie Janda bersama sahabat 😀

    -salam- ^_^

  15. faza berkata:

    mantap bgt neh idenya, kalo mo usaha ya usaha aja, biarpun awalnya kecil lama2kan jadi gede juga tuh 🙂 setuju dah buat yang satu ini
    btw mo nanya neh, kenapa namanya Mie Janda ya…????
    lam kenal c u…

  16. Acha berkata:

    berani gagal untuk sukses …
    kadang sikap ingin perfect jd penghalang yg signifikan untuk segera bertindak…
    _salam anget_

  17. Irfan berkata:

    harus ada proses ya kang. gak usah tergesar-gesa, sabar dan harus direncanakan.

    hal yang melangit pun kiranya akan datang sebagai hasil dari proses ini.

  18. yangputri berkata:

    suatu saat pasti aku mampir ke mie janda krn mie adlh makanan favorit aku…
    btw salut ama usah kang achoey…

  19. julie berkata:

    dan kau telah membuktikan bahwa dengan membumipun kita bisa melangit

    mantabs bro

  20. ontohod berkata:

    hmm…. another great story

  21. Hary4n4 berkata:

    Seperti ilmunya “bayi” Kang… Kecil dulu, baru kemudian tumbuh dan berkembang… Tak mungkin kan… kita tiba2 lahir langsung sebesar ini….hehe Salam hangat selalu Sobat… 🙂

  22. ekoph berkata:

    wah….
    bener banget….
    jadi semangat lagi memulai usaha

  23. wanti annurria berkata:

    wow,, kenapa ga pernah terpikirkan sebelumnya ya a’…

    duhhh.. dah lama niy tidak berkunjung.. kumaha a’,, damang.. *ngasal niy,, tau bener pa ga’ hehehh :p

  24. nomercy berkata:

    nah ini dia resep yang saya tunggu-tunggu …
    saya setuju sekali mas … banyak teman-teman saya yang baru mau berwirausaha langsung berpikir besar … dalam artian mereka mencoba memulainya dengan langsung gegap gempita … memang kebanyakan prinsip seperti itulah yang dipakai orang, tetapi kita malah tidak memperhatikan segala kemampuan yang ada …
    saya pernah membaca kisah awal mula berdirinya binus yang awalnya hanya sebuah kursus komputer kecil … begitu juga dengan institusi2 lainnya … belum lagi dari bidang dagang, olah makanan dan lain-lain …
    mungkin orang juga melihat bisnis franchise dengan menganggap hal itu sebuah tahapan loncatan besar dengan berpikir besar, padahal merekapun harus mengawalinya dengan hal kekosongan …

    analoginya hidup dan kehidupan manusia … tidak ada manusia yang lahir sudah berkumis, wajah tampan rupawan, cantik jelita berambut panjang atau tinggi semampai … semua harus melalui tahapan-tahapan pertumbuhan … tidak ada pohon yang ditanam langsung berdiri kokoh puluhan meter dengan cabang dan daun yang lebat …

    tetapi mas, apakah kita boleh memiliki mimpi dan rencana yang besar? mungkin dalam tahapan kerja dan perencanaan mewujudkannya yang memerlukan waktu dan kemampuan yang berbeda-beda …

  25. novi berkata:

    orang usaha macam-macam hasilnya. ada yang sudah gedhe. ada yang sampai sekarang masih kecil. seperti jika saya lihat di depan sekolah SD. saya masih melihat penjual yang sama ketika saya SD. padahal sudah puluhan tahun lalu. mereka sebenarnya membumi. tapi sepertinya tak memiliki plann dari setiap penghasilan yang diperoleh

  26. Anita Dahlan berkata:

    Asmlkum…
    Khoa q cedih ya klo baca postingan aa yg ini..ternyta a tak sesederhana yg q sederhanakan…

  27. wi3nd berkata:

    ya ampyun A,bumi ajah belum semua dipijak
    apala9i lan9it..nda Lah… 🙂

    yupz,stuja A..
    banyak haL yan9 aku dapat dari dirimu 🙂
    ten9kyuu A 🙂

  28. Kakanda berkata:

    Rupanya disini Kang Achoey sekarang,…

    belon sempet nyoba mie janda nih 🙂

  29. ismail berkata:

    Bgus…usaha yg bgus.bleh donkk cba mie janda na…!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s