Rejeki Ibarat Jenggot


pasangan pecinta

“Rejeki itu ibarat jenggot, meski kita cukur, nanti tetap kan tumbuh lagi.”

Itu adalah jawaban indah ayahku saat waktu ku masih kecil bertanya  padanya, kenapa ayah selalu saja berderma. Saat itu kadang aku kurang senang kalo ayah sering menyumbangkan sebagian kecil dari apa yang didapatnya. Ada keirian dalam hatiku, karena aku tuh inginnya, uang itu untukku saja, untuk membeli apa saja yang aku suka.

Seiring perjalanan waktu, aku pun terbiasa. Bahkan kadang ayahku melatihku dan adikku tuk melakukannya. Semisal jika ayah pulang kampung, dia suka menyuruhku tuk memberikan sedikit uang pada imam masjid. Seraya berpesan, “jika kau telah berpenghasilan kelak, kau pun harus melakukannya”.

Ada kebahagiaan di sana, meski kami adalah keluarga yang sederhana tapi kami merasakan nikmatnya keberkahan rejeki. Mungkin memang ini yang ayahku maksud.

Kini, aku dan adikku sudah tumbuh dewasa, dan alhamdulillah sudah berpenghasilan. Salah jika aku tak bisa mengikuti jejak ayah. Aku hanya berdoa semoga hatiku seluas hati ayahku. Dan semoga istriku kelak sebijak istri ayahku. Dan karena itu aku harus bisa. Kita semua harus bisa. Mari saling mendoakan. Semangat!

Iklan

Tentang achoey el haris

Seorang lelaki sahaja yang gemar menulis. Dan blog baginya adalah media untuk menyalurkan kegemarannya itu. Salah satu pendiri Komunitas Blogger Kota dan Kabupaten Bogor (BLOGOR). Pengasuh Pojok Puisi. Anggota Komunitas Menulis Bogor (KMB) dan Kopi Sastra.
Pos ini dipublikasikan di Hikmah dan Motivasi dan tag , , , , . Tandai permalink.

37 Balasan ke Rejeki Ibarat Jenggot

  1. antown berkata:

    pertamaks kah?

  2. pandu berkata:

    ADuh, kang, jadi terharu.. malu sama diri sendiri jadinya…

  3. antown berkata:

    eh beneran ternyata…

    saya juga pernah dengar itu entah darimana. semoga doa sampean dikabulkan. semoga kita tetap kreatif dan semangat

  4. arifromdhoni berkata:

    Insyaallah itu bukan berarti dicukur, namun diumpamakan seperti menanam biji yang tumbuh dan menghasilkan tidak hanya 1 biji kembali, tetapi berlipat, 7, 70, 700, bahkan hingga ke nilai yang tidak kita ketahui.

    Semoga diberi barakah, akhi 🙂

  5. yoan berkata:

    huhu…

    kalo yg gak bakat punya jenggot gimana?

    *komengakpenting*

    *kabur*

    eh, bentar dulu ding…
    rejeki mah emang kayak ilalang…
    tumbuh terus walau dicabut berkali-kali…

  6. KangBoed berkata:

    Untuk sesuatu yang sudah dijaminNYA kadang kita lupa.. kita berusaha sekuat tenaga.. segala cara dihalalkan.. tetapi untuk yang belum dijaminNYA.. yaitu keselamatan kita selalu lalai
    Salam Sayang

  7. Acha berkata:

    doakan saya juga kang, biar bisa dimudahkan untuk seperti itu. Menikmati berkahnya rezeki, berinvestasi tuk akhirat nanti.

  8. endra winata berkata:

    pejuang keluarga…..
    itulah yang kami sebut sebagi anak-anaknya…
    ayah selalu mengajarkan yang benar, dan selalu menuntun kita saat kita hilang arah…..
    semoga calon2 ayah mampu menjadi benar-benar sesosok ayah yang benar .
    kebanyakan benar…
    ke TKP lewant koment ini gak bisa kanG?

  9. ontohod berkata:

    mmm *lagi mikir*

  10. latree berkata:

    mau *cukur jenggor* dulu ah……

  11. nanzzzcy berkata:

    apa yang kita tabur, itu yang kita tuai kang..
    percayalah.. rejeki udah ada yg ngatur kok 🙂

  12. Semangat yaaaa 🙂
    Semoga doanya terkabul

  13. em berkata:

    maunya pertama…eh aku sudah ke 13…

  14. ocha berkata:

    *speechless* hanya bisa nulis, Amin.

  15. frozzy berkata:

    amin….amin…..*dalam hati berdoa yang sama dengan achoey*

  16. kucingkeren berkata:

    aduh…tapi aku gak berjenggot, kang? Hehe (ga nyambung *modeON*)

  17. Dedi Suparman berkata:

    wawawawawaww

  18. yanti/ mama Aini berkata:

    OOOO seperti jenggot ya???
    Baru ini kudengar cara bicara demikian… hmmmm

  19. hariez berkata:

    ga pernah putus dari Tuhan jika mau berbagi rezeki ya kang…saluttt 😀

    -salam- ^_^

  20. adams berkata:

    banyak sedekah banyak rejeki….

  21. TRIMATRA berkata:

    bener banget, enak buat renungan…, rejeki ibarat jenggot, jenggot ibarat….tak kan ada habisnya

  22. nomercy berkata:

    tetapi jenggot yang dipelihara rapi dan bersih kan mas? 😀

  23. bocahbancar berkata:

    Hhmm…..Buah memang jauth tak jaub dari Pohonnya Mas…

    Subhanallah jika Mas Achoey menyadarinya demikian…

    Salam hangat Bocahbancar……..

  24. namakuananda berkata:

    jenggotku blom aku cukur… waduh….
    cukur dulu ah..

    baru mampir lagi 🙂

  25. hemart berkata:

    bener mas derma tdak akan mengurangi pahala dan harta, walo hilang sementara akan datang gantinya nih.. ada info seru, ikuti kontes blog 2009 berhadiah laptop info lihat di http://herbamart.blogspot.com siapa tau engko yang dapat rejeki ini sebgai gantinya

  26. edratna berkata:

    Peribahasanya kok jenggot..lha kalau cewek bagaimana?

  27. omiyan berkata:

    Semua berkat doa orang tua……saya sendiri bisa merasakan hal itu…dulu dikatain anak mamih tapi ternyata bener kalau kita sering didoain baik maka kelak akan mendapatkan kebaikan pula..

    Bapak dan Ema (sunda red) ibarat kata tangan kanan Tuhan apapun doa mereka pasti dikabulkan….

    sukses mas eh kang hihihihi

  28. guskar berkata:

    sungguh nasihat yg sangat bijak…

  29. nengyuli berkata:

    Wah….mang bner yach…..
    hahaha

  30. wi3nd berkata:

    subhanaLLoh ya..
    senan9na punya ayah seperti itu..
    aLhamdulilah sekaran9 sdua menurun apda anak2na.. 😉

    **kasihan A tolon9 dermakan sedikit saja padaku meLas.net

  31. umar Timbul berkata:

    @haris
    hm… pantas yang di pasang fotonya orang berkumis.. afwan ini gambar bapak kah? he he he jenggotnya di pangkas sih… bercanda….

    @wi3nd
    ho…melas sekali….

    @nengyuli
    apa iya begitu? peace

    @guskar
    sungguh tampang bung karno yang lawas… afwan…wkk

  32. vaepink berkata:

    indahnya berbagi… 🙂

  33. hanif berkata:

    Filosofi jenggot? he he he aku juga punya jenggot nih…ada hubungannnya dengan baiknya rejekiku tidak y?:D

  34. deeedeee berkata:

    Subanalloh…
    aamiin…

    didalam rezeki yg kita dptkan terselip bagi manusia yg kurang mampu,,, semoga kita semua mendapat makna dari berbagi 🙂

  35. olvy berkata:

    setujuuu..btw itu ortunya A ya? Pantes mirip *maksud loe Vy?*

  36. sekar242002 berkata:

    Bijaksana sekali Bapaknya ya A..
    Anak2 memang harus dibiasakan untuk berbagi dari kecil..

  37. tips beli rumah berkata:

    setju gw…..bener bgt tuh…jadi jangan pernah takut kalau rejeki kita di ambil orang atau apa…karena rejeki itu pasti ada yang lain….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s