Ayah yang Tangguh


“Ya A, atap dan gentingnya bapak ganti. Tadinya sih mau dikerjakan sama lima orang tukang saja. Tahu-tahu, masyarakat datang sampai 30 orangan, turut membantu.”

Aku kaget. Bukan, bukan karena banyaknya warga yang membantu renovasi rumah kami. Tapi kaget karena ayahku kok tidak mengabari aku mengenai hal ini. Paling tidak aku bisa mengirimkan uang meski sedikit untuk membantu biaya renovasi rumah sederhana tersebut. Atau, kalau perlu aku mudik tuk sekedar membantu memikul genting ke atas atap. Dan kini, renovasi bagian atap rumah tersebut sudah berjalan memasuki hari ke-empat. Konon katanya, penyelesaian renovasi ini tinggal setengah perjalanan lagi. Ah ayah.

Aku kembali teringat, saat-saat gerobak merah itu terbakar di garasi. Ayahku menginformasikannya dengan tenang, terlalu tenang malah. Hingga saat aku mudik dan tiba di kampung. Yang kulihat adalah beberapa orang yang sedang sibuk mengecat rumah. Aku, lagi-lagi datang terlambat. Saat bekas asap pekat tinggal semburat, mulai tertutupi oleh cat baru yang berwarna memikat. Ah ayah.

————————————————————————————————————-

Ayah, kau pernah bilang, selama kau masih kuat untuk bekerja, engkau tak mau membebani anak-anakmu. Dan kulihat, dengan usiamu yang sudah kepala lima, kau masih sangat produktif. Dibanding aku, jelas kemampuanmu masih jauh lebih hebat. Termasuk dalam hal menjemput rejeki. Ah ayah, aku malu.
Ayah, sulit bagiku untuk menjadi lelaki yang cengeng, sulit bagiku untuk menjadi lelaki yang angkuh,Β  sulit bagiku untuk menjadi lelaki yang pelit, sulit bagiku untuk menjadi lelaki yang tak bertanggung-jawab. Kenapa? Karena kau tak mengajariku.Β  Nyaris, kau tak membesarkanku dengan contoh hidup yang buruk.
Ayah, kau sangat menyayangi istrimu. Bahkan saat istrimu tak bisa “melayanimu” karena sakit yang lama, kau tetap bersabar. Ibuku memang sangat beruntung mendapatkanmu. Maka, aku pun ingin membuat istriku kelak seberuntung ibuku, lebih malah. Mohon doanya!
————————————————————————————————————-

Sahabat, banggalah dengan ayah kita.

Sahabat, buatlah ayah kita bangga.

Semoga kita bisa. Insyaallah.

Iklan

Tentang achoey el haris

Seorang lelaki sahaja yang gemar menulis. Dan blog baginya adalah media untuk menyalurkan kegemarannya itu. Salah satu pendiri Komunitas Blogger Kota dan Kabupaten Bogor (BLOGOR). Pengasuh Pojok Puisi. Anggota Komunitas Menulis Bogor (KMB) dan Kopi Sastra.
Pos ini dipublikasikan di Celoteh Hati dan tag , , , , , . Tandai permalink.

41 Balasan ke Ayah yang Tangguh

  1. lunachan berkata:

    πŸ˜€
    InsyaAllah… πŸ˜‰

  2. emma berkata:

    Aku yakin.. kau akan lebih hebat..lebih tangguh..lebih berhasil..
    dari ayah..yang kau miliki ini..
    karena anak harus..1000 langkah lebih baik dari orang tuanya..

    doa ku..menyertaimu..adikku..

    ————————————————————————
    Bunda, kau memang pencerahku. Makasih. πŸ™‚

  3. nomercy berkata:

    Insya’Allah … amin …

    /* memang ya, seorang ayah itu tidak pernah mau sedikitpun menyulitkan atau membebani anak-anaknya. bila perlu apa yg menjadi beban anak-anaknya dia pula yg ganti mengambilnya. memang itulah sosok ayah. mudah2an kita semua (para lelaki, suami, ayah) juga seperti mereka. */

    Amin πŸ™‚

  4. Heryan Tony berkata:

    Semoga kita semua bisa jadi Ayah yang Tangguh.

    ————————————————————————
    Amin πŸ™‚

  5. Heryan Tony berkata:

    Iya, ni mas Haris pasti lebih tangguh dari ayahnya.

  6. latree berkata:

    aku sangat bangga dengan bapakku kang…

  7. Irfan berkata:

    saya pun ingin seperti bapak. di usianya yang udah 60 an, masih semangat buat dunianya, pendidikan!

    ah…bapak, semoga anakmu ini bisa bikin bangga!

  8. edratna berkata:

    Seorang ayah yang baik, tak akan membebani anaknya…tapi anaknya lah yang harus bisa memahami dan mengulurkan tangannya

  9. Alfaqir09 berkata:

    Ah,jd pengen pulang kampung.

  10. shizuka berkata:

    Aslmkum….

    Telah lama raca-y gak berkunjung ke blog aa..kangen a…^_^
    sempurna-y cerita pa2h aa…sedang aq tak lagi meracakan kaceh cynx itu lagi..:(

    ————————————————————————
    Waalaikumussalam adikku
    Sabar ya, buatlah ayahmu bahagia dengan ahlaqur karimahmu di dunia. Bukankah anak yg soleh itu bisa membahagiakan kehidupan akhirat orang tuanya. Senyum donk! πŸ™‚

  11. Wempi berkata:

    Kalo ayah di kampung lebih ekstrim lagi, selama masih bisa bernafas. Sakit pun gak pernah ngasih kabar.

  12. kawanlama95 berkata:

    Terima kasih Sahabat , yang selalu mengingatkan diri ini,
    memang terkadang aku yang muda ini cengeng, tidak mampu membuat orang disekitar ku bangga.Duhai Sahabat berat rasanya aku mengatakannya.

    Ya aku jadi teringat dengan ayahku Almarhum, Dia adalah pejuang bagi kami keluarga, saudara2 nya, bahkan pejuang negara ini.

    Aku jadi teringat ketika pedagan2 kecil di Usir untuk berjualan , seorang pengusaha dengan anak buahnya mengusir pedangan tersebut. Hanya dengan seorang diri ia mencegah itu semua dan sampai saat ini pedagang itu masih berjualan. Insya Allah

    bagiku ini mengharukan terimakasih

  13. bluethunderheart berkata:

    Amien.semoga semua laki laki di dunia menjadi ayah yang tangguh ya bang
    salam hangat selalu

  14. saya udah berkali2 melakukan apa yang ayah saya mau, tapi sepertinya dia ga puas dan pengen lebih.. lebih.. dan lebih.. tanpa mau merhatiin apa yang saya mau.. itulah makanya, beberapa taun belakangan ini, saya memberontak dan melakukan apa yang saya mau.. yang saya pengen.. meski kadang2, akhirnya clash juga.. ribut lagi.. berantem lagi.. tapi seengganya dia tau apa yang saya mau, dan ga selalu saya tau apa yang dia mau

  15. nakjaDimande berkata:

    aku bangga dengan ayah..
    aku yakin dia pun bangga melihatku sekarang
    dan ku ingin dia tersenyum bertemu aku nanti di alam yang lain

    sekarang aku tak bisa genggam tangannya, tak bisa tatap matanya..
    hanya bisa kirimkan Alfatihah sepenuh hati

  16. antown berkata:

    jadi teringat juga sama ayah saya di rumah

  17. sososibuk berkata:

    lebih hebat lagi yah…

  18. zee berkata:

    Alhamdulillah saya selalu bangga dengan papi saya. πŸ™‚

  19. subhanallah…….terharu….aku gak pernah bisa menghitung rasa sayang Bapak ku (I call him “rama”) walupun slalu ingin menghitungnya. aku memang tidak dibesarkan or di didik langsung bapak, coz bapak adlh seorang pelayar. tp nun jauh disana…..lewat kelembutan suaranya…..aku merasakan kasih sayang nya yang tidka pernah bisa tergantikan oleh apapun dan siapapun. betapa tidak, selama hampir 22thn…aku hitung..bapak hanya pernah memarahiku 1x. itupun coz ksalahan ku sendiri kalo dalam Hadits, ibulah yang pertama harus di hormati…tapi bagiku, tidak ada yang pertama ataupun yang ke-2. dua2nya sama harus di hormati.

    bersyukurlah yg masih bisa merasakan nikmat Allah(masih bisa berkumpul dan merasakan cinta ke dua ortu kt). dan b’banggalah….lewat tubuhnya yang mulai ringkih dan kulitnya yang nulai keriput….Beliau masih tetap semangat dalam memikul beban hidup(tanpa pernah minta bantuan anak2 nya)

  20. Sawali Tuhusetya berkata:

    bener2 sosok seorang ayah yang layak diteladani, mas achoey. dan mas achoey kelak bisa menjadi lebih tangguh!

  21. Semoga aku membuat bangga ayahku πŸ™‚
    dan so pastiii bangga banget dech aku sama beliau πŸ™‚

    salam buat ayahanda ya Ak πŸ™‚

  22. racheedus berkata:

    Semoga Kang Achoey mampu setangguh sang ayah, atau justru lebih tangguh.
    Ayah Kang Achoey sungguh profil ayah patut diteladani.

  23. Ikkyu_san berkata:

    Aku banyak belajar dari ayahku. Dan aku bangga padanya.
    Semoga diapun bangga padaku.

    EM

  24. deeedeee berkata:

    Subanalloh…
    saya jadi teringat orang tua saya yang sama sekali tidak ingin membebani anaknya walau saya ini anak pertama…
    tp saya juga punya kesungguhan akan menjadi tulang punggung mereka kelak… *impian yg masih teramat jauh*

  25. nata berkata:

    ter istimewa untuk pahlawan bagi kita anak-anaknya, ayah dia lah penuntun kita di saat kita mulai hilang arah, dia kan tetap setia sebagai penopang dalam hidup kita, karena dialah pahlawan kita……..

  26. Hary4n4 berkata:

    Ayah, Bapak, Abah, Romo..dan apa pun sebutan lainnya, adalah sosok yg tak pernah tergantikan oleh siapa pun bagiku. Dia adalah payung jiwaku, dia juga nafas jantungku, sungguh bangga sekaligus terharu punya anugerah seorang Ayah seperti itu.. Salam dan hormat saya buat sang Ayah ya Kang.

  27. sangjaka berkata:

    Semoga kita semua bisa menjadi anak yg soleh
    Amin!

  28. Acha berkata:

    Betapapun butuhnya sang Ayah, dia tidak akan pernah meminta kepada anaknya.
    Berbeda dgn sang Anak, meskipun tidak begitu butuh, dia selalu minta kpd ayahnya.
    Ayah, maklumilah kami.
    Semoga kita berkekuatan untuk tidak mengecewakan sang Ayah.

    _terima kasih kang Achoey, telah mengingatkan bahwa betapa tangguhnya sang Ayah_

  29. arifromdhoni berkata:

    Semoga kita bisa.

  30. Nisa berkata:

    *terharu..*

    ayah saya juga sudah kepala 5, tak lama lagi pensiun…
    ayah,,
    aq ingin membahagiakannya,
    melakukan yang terbaik…
    semoga ya… v(^^)/

  31. marshmallow berkata:

    kang achoey, ini sungguh ode yang indah buat seorang ayah luar biasa.
    selagi mereka masih ada dan kita mampu membahagiakan kedua orang tua, lakukanlah dan jangan pernah menunggu.
    karena kalau sudah tiada, betapa pun kita pikir kita mampu, semuanya sudah tak berguna lagi.

    wew, jadi kangen pada alm. ayahku…

  32. wanti annurria berkata:

    terkadang aq tak bisa pahami keinginan mu ayah..,, namun qu tahu usaha terbaiklah yang kau berikan pada kami…
    sedangkan yang dapt qu beri hanya bakti dan doa.. maafkan putrimu ini ayah..

  33. .lala berkata:

    alhamdulillah, amin.

  34. Muzda berkata:

    Aku mencintainya, dan aku ingin sekali membuatnya bangga

  35. 1nd1r4 berkata:

    Papa dan mamaku juga selalu begitu, tidak pernah mau menyusahkan anak2nya yg jauh kata mereka….jadi kangen…hiks

  36. obaghy berkata:

    ya Allah tetapkanlah ayah ayah kami dalam lindunganmu.dalam cintamu.sayangilah mereka seperti mereka menyayangi kami hingga nanti
    ampuni kekhilafan beliau.
    jauhkan kedua orangtua kita dari api nerakamu
    ya Allah engkaulah penggenggam nafas alam ini. ALLAHUAKBAR

  37. olvy berkata:

    iyaa..yang namanya orangtua selalu ga mau nyusahin anak-anaknya. kalo bisa dikerjain sendiri, pasti mereka lakukan.

    Sedangkan kita? *kita??lu aja kali Vy..^^* belum apa-apa udah manggil2 minta dibantuin hehew

    Ya smoga di saat nanti kita yang awalnya anak2 dan nantinya bakal jadi orangtua juga akan merasakan semua pengorbanan orangtua pada anaknya *huhuhuuuuu…jadi keingetan bapakku…luv u*

  38. dark mouzy berkata:

    yups mas..
    saia juga akan berusaha membuat ayah saia bangga..
    walaupun dia sekarang sudah di atas sana..
    hiks2..
    ***berderai air mata***
    lam kenal ya mas..

  39. wi3nd berkata:

    akU nda ban99a sama bapak.. 😦
    lebih ban99a sama ibu,mY mom is the best

    Luv u much mom,…

    A pasti bisa lebih hebat dari aYahnha πŸ˜‰

  40. kangBoed berkata:

    hmm.. jadi ingat ayahku dah gak ada.. *manggut manggut*.. langkah gontai.. pulang ah.. mau ngelamunin ayahku dulu
    Salam Sayang
    Salam Kangen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s