Luka Lelaki Tua


Sabtu kemarin aku diundang seorang sahabat ke rumahnya. Ada acara syukuran di sana. Dan alhamdulillah sampai jua, tanpa harus tersesat berlama-lama. Sahabatku menyambutku dengan ramah. Lalu kulemparkan canda, agar aura indah makin merekah. Ah kau, sahabat yang telah kuanggap saudariku, dan baru sekarang aku bisa menginjakkan kaki di rumah teduhnya.

Tak lama berselang, adzan maghrib berkumandang. Sangat jelas, karena masjid itu ada di depan rumah sang sahabat. Aku dan sahabatku yang lain beranjak, menuju panggilan cinta dengan ceria. Yuk, kita songsong kemenangan!

Sampai di depan pintu masjid, beberapa orang berkerumun. Ah kupikir mungkin biasa di sini. Para jamaah mengantri menuju pintu tuk menjadi tamu Illahi. Tapi mataku melihat ada bercak-bercak merah, dan aku tersentak. Kulihat kakek tua duduk di serambi masjid. Jidatnya luka parah, darah menetes merah. Astaghfirullah. Lalu aku pun bertanya pada salah satu jamaah. Katanya kakek tua itu terjatuh, dan jidatnya membentur sudut anak tangga masjid. Dia warga daerah itu, bukan muslim tapi biasa diam di sekitar masjid.

Aku tanya apakah ada keluarganya di sini. Salah satu warga bilang tidak. Kakek tua ini tinggal sendiri, menunggui rumah yang terbiasa ditinggal pemiliknya. Ya Allah, ini pukulan telak bagiku. Aku teringat ayahku. Aku berdoa sungguh, agar aku bisa menjadi anak yang mencintainya, mencintainya hingga udzur, hingga tiada di dunia.

Istighfar berulang terucap, seperti cegukan yang tak tertahan. Hingga menuju ke dalam masjid, dalam shaf hendak mulai berkiblat pun, masih. Ya Allah, sholatku pun seperti itu, ada istighfar berulang di sana, ada tangisan tak bergumam di sana. Dan aku, tertampar lagi oleh-Mu. Aku, lelaki yang tersesat dari jalan cinta-Mu.

Iklan

Tentang achoey el haris

Seorang lelaki sahaja yang gemar menulis. Dan blog baginya adalah media untuk menyalurkan kegemarannya itu. Salah satu pendiri Komunitas Blogger Kota dan Kabupaten Bogor (BLOGOR). Pengasuh Pojok Puisi. Anggota Komunitas Menulis Bogor (KMB) dan Kopi Sastra.
Pos ini dipublikasikan di Sepenggal Kisah dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

43 Balasan ke Luka Lelaki Tua

  1. lunachan berkata:

    *tak bisa berkata apa-apa saking kagumnya*

    ndak ada yang ngobatin si kakeknya tah?

    ———————————————————
    Alhamdulillah ada dik. 🙂

  2. Hary4n4 berkata:

    Kang.. jadi teringat Bapak saya yg telah kembali ke hadiratNya..(semoga Yang Maha Suci memberi tempat yg mulia beserta Ridho dan CintaNya). Membawa rasa cinta itu gampang2 susah ya Kang..? Salam

    —————————————————————————
    Semoga almarhumah ayahmu berbahagia di sana. Terlebih ketika memiliki anak yaang soleh, seperti dirimu. Ya, membawa rasa cinta, memang susah-susah gampang, gampang tapi di bikin susah.

  3. sangjaka berkata:

    Cinta
    Semoga hati ini senantiasa penuh cinta
    Hingga tetap lembut, peduli, dan penuh kasih

  4. racheedus berkata:

    Sungguh tega anak yang membiarkan orang tuanya tersia-sia di usia uzur. Sungguh tak bertanggung jawab, orang tua yang tak mengajarkan cinta kepada anaknya.

  5. Ardy Pratama berkata:

    sya gak bisa ngomong apa2… jdi ingat bapak dikampng hlman…….

  6. arifromdhoni berkata:

    Semoga Allah memberi hidayah kpd bapak tua itu dan kepada kita. Allaahumahdinaa.

    Btw, bapak itu akhirnya tdk apa-apa kan?

    ———————————————————
    Lukanya parah. Si kakek ga mau di bawa ke klinik terdekat. Akhirnya diberi pertolongan pertama sembari tetap dirayu. Terpaksa si kakek harus mau diobati.

  7. okta sihotang berkata:

    kasihan sekali kakek itu..

  8. agus berkata:

    aku ikut mendoakan
    semoga hidayah menghampiri dan memeluknya dengan erat..

  9. Ikkyu_san berkata:

    ahhh sendirian di kala tua… suatu fenomena yang sekarang menjadi umum di Jepang. Sedih kalau membayangkan orang tua kita sendirian, atau kelak kita jika tua sendirian. Meskipun kita tahu ada Tuhan yang mendampingi, tapi tetap saja rasanya kok gimana….

    EM

  10. bayu200687 berkata:

    di desa, seringkali ku jumpai orang2 tua yang -bagiku- sangat menyedihkan. tinggal sendiri…menjalani hidup yang keras ini…
    ah…sedih rasanya…kemana anak2nya…?
    tapi kadangkala, ada sisi lain yg mungkin terlupa. orang2 tua itu memang lemah. tapi mereka masih ingin berguna. mereka justru tak mau kalo disuruh berdiam diri, disuruh istirahat saja. mereka merasa senang ketika mereka [masih] bisa berguna di usia tua.
    entah itu dengan mengantar cucu ke sekolah, memarut kelapa, membuat kue, menumbuk kacang untuk bumbu pecel….

    nice post brader…
    maaf lama tak berkunjung..

    ———————————————————
    Ya benar sahabatku. Gpp, kau sibuk kan 🙂

  11. Heryan Tony berkata:

    Pengalaman berharga semoga dapat dipetik hikmahnya.

  12. Alfaqir09 berkata:

    assalaamu alaikum.kang bawa ak k jalan cintaNya.biar ak lebih berempati.wassalamu alaikum.

  13. senny berkata:

    trus gimana nasib si bapak selanjutnya??

    ———————————————————
    Si kakek ga mau di bawa ke klinik terdekat. Akhirnya diberi pertolongan pertama sembari tetap dirayu. Terpaksa si kakek harus mau diobati.

  14. ammadis berkata:

    Kejadian itu semacam teguran untuk orang yg menyadarinya ya pak….

    ———————————————————
    Ya sahabatku. 🙂

  15. .lala berkata:

    astagfirullahaladziim

  16. yang terpenting adalah, mudah2an lelaki tua itu segera sembuh.. sehat kembali..

  17. Muzda berkata:

    Bentar ‘A .. kaya’nya aku gak jadi comment ..
    Ini mau nelpon Mama sama Bapak dulu di rumah 🙂

    *tiba-tiba merasa disentil*

  18. Raffaell berkata:

    Kematian memang membawa pelajaran besar ya bro

  19. guskar berkata:

    pak tua tersungkur di tangga masjid, apakah hatinya sedang bergerak untuk memenuhi panggilan-Nya untuk mencapai kebahagiaan dan kemenangan, sehingga terburu2 sampai terpeleset begitu?

    ———————————————————
    Wah, ntahlah Gus.

  20. yoan berkata:

    ayah saya malah menolak waktu saya mau ‘tinggal’ saja di rumah…
    bliau malah nyuruh saya berkelana…

    fufufu…
    miss him so much…

  21. MT berkata:

    bahkan seorang nonmuslimpun membutuhkan cinta dari orang-orang muslim 🙂

  22. kawanlama95 berkata:

    Saudaraku aku jadi teringat ketika di Galungung kemarin.
    Bapak tua itupun tak pergi ketika letusan Galungung

    Duhai cintaku datanglah padaku aku menunggumu

  23. Artha berkata:

    wah ceritera yang menyentuh hati mengingatkan akan orang tua saya

  24. missjutek berkata:

    ah… kakek yg kemaren itu ya kang… semoga kakek itu lekas sembuh… amin…

    ———————————————————
    Ya Ismi,yang aku ceritakan pas pulang dari masjid. 🙂

  25. bluethunderheart berkata:

    hebatlah abang kita ini kalau berposting
    salam hangat selalu

  26. Semoga aku pun dapat berbakti pada orang tua hingga akhir hayat…
    AMIN

  27. kangBoed berkata:

    hmm.. itulah ilmu… ilmu yang terhampar dalam alam semesta… ilmu tentang hidup… hidup dalam cinta dan kasih sayang… selamat datang dalam kebangkitan RASA… temukan yang indah dan nikmat dalam perjalanan CINTA…
    Salam Sayang dan Cinta

  28. antown berkata:

    :((
    sedih mendengar ceritamu…

  29. adhani berkata:

    iya,ya…banyak hal2 sperti itu ada di sekitar kita cuma hati-hati yang peka, bersih dan ikhlas yang bisa tersentuh oleh pemandangan seperti itu, mas salah satunya. Salam kenal mas..

  30. nata berkata:

    sebelum kita menjadi kakek, ingatlah kakek…

  31. Nug berkata:

    Akh…
    Semoga aku juga selalu bisa menjadi anak yang berbakti untuk kedua orang tuaku..
    Disaat usia mereka yang senja khususnya…
    Disaat sedikit perhatian lebih, mempunya makna demikian dalam buat mereka..

    Nice posting, sahabat.. 🙂

  32. annosmile berkata:

    trus kakeknya gimana
    kasihan dung.. 😦

    ———————————————————
    Si kakek ga mau di bawa ke klinik terdekat. Akhirnya diberi pertolongan pertama sembari tetap dirayu. Terpaksa si kakek harus mau diobati.

  33. nenyok berkata:

    Salam
    Jadi penasaran, bagaimana hidupnya bisa demikian sendirian.

  34. emma berkata:

    orang tua yg renta
    menjadi ujian sekaligus ladang amal ibadah kita
    bekal “pulang” ke akhirat..

  35. shizuka berkata:

    Aslmkm….
    Cedih ya…..

  36. sof berkata:

    setiap kejadian selalu ada hikmah

  37. diajeng berkata:

    Seharusnya di usianya yg lanjut…dia hidup bahagia bersama nak dan cucu-cucunya…menyedihkan 😦

  38. deeedeee berkata:

    setiap hal yang terjadi disekitar kita memang sarat hikmah, tergantung kita sendiri yg menyingkapinya –> sadar atau tidakah?!

    semoga kita semua bisa mengambil setiap hikmah yg terjadi di sekitar kita

  39. Nisa berkata:

    jadi ingat kisah ‘burung gagak’ … 😦 ,, baruusann saja saya ngobrol dengan beliauu.. tentang masa depan.. ah.. jadi terharu..

  40. wanti annurria berkata:

    Nice post a’
    klo aku lebih ga’ tega lagi klo ngeliat da’ kakek atw nenek yang mungkin umurnya sudah sesenja mbah dan eyang qu,, tapi masih harus jadi kuli angkut dipasar atw pemulung.. 😥
    ughhh,,, kemana siy anak dan cucunya.. kasian bgt..

  41. 1nd1r4 berkata:

    tapi si kakek sudah diobatin kan kang? nggak hanya diliatin ajah

  42. wi3nd berkata:

    how poor he is 😦
    dlam usia senjana sendiri 😦
    meski berbeda aqidah,tapi ditolon9in kan A?
    nda te9a diriku.. 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s