Lelaki Sempoyongan itu, Mengukur Empatiku


Tuhan tahu, saat ini aku sedang lalai dari-Nya. Maka wajar jika hari ini ada dua peristiwa, yang membuatku mampu mengukur seberapa tersesat aku dari jalan cinta-Nya. Tapi, biar tak terlalu panjang, kan kutulis saja salah satunya.

Seusai kopdar dengan beberapa blogger Cibinong dan personil CBDC, kedai kami kedatangan sosok lelaki yang berjalan sempoyongan. Awalnya kami kira pelanggan, tapi setelah diawasi dengan seksama ternyata bukan. Dia duduk sembarangan, lalu berdiri gontai dan tak jelas arah mana dia kan melangkah. Sahabat saya menemuinya, bertanya maksud apa dia datang kemari. Tapi hanyalah jawaban gak jelas yang terdengar.

Dari cara bersikapnya sepertinya dia sedang mabuk parah, tapi tak tercium bau alkohol dari mulutnya. Kami hanya mencoba menyimpulkan, mungkin dia mabuknya pake obat. Tapi kami mencoba bijak, jadi kami masih tetap perlakukan dengan layak. Dia kembali jalan sempoyongan, membuat para pengunjung Mie Janda terlihat agak terganggu juga, mungkin ada  juga yang tegang. Sudut meja tertabrak, lalu berjalan mengarah ke toilet. Ya biarkan, mungkin dia mau muntah. tetapi tidak, dia hanya terdiam di sana. Lalu sahabat saya mencoba memapahnya dan ditawarilah satu porsi Mie Janda untuknya, mungkin dibungkus saja. Dia sepertinya setuju, dan sahabat saya kembali memapahnya lalu menempatkan dia tuk duduk di kursi yang masih kosong.

Hah, aku melihat dia mengangkat satu krat soft drink, sontak aku segera  berlari ke arahnya dan merebut krat itu, karena nyaris saja jatuh.  Tak seperti biasanya, kesabaranku nyaris hilang di sini. Aku membentaknya dan  mencoba menahan kepalan tangan, meredam. Kutatap wajahnya yang seolah tak merasa bersalah, ehm, ada seperti bekas pukulan di sana. Bukan, bukan aku yang memukulnya.

Sahabatku datang membawa sebungkus porsi Mie Janda, lalu memberikannya ke lelaki tadi sembari memapah lelaki itu ke luar kedai. Aku segera menjauh, meredam, meluluh. “Ya Allah, ampuni aku”.

Melihat beberapa orang berdiri di depan kedai, termasuk beberapa pelangggan, aku pun ke sana. Astaghfirullah, lelaki yang tadi bermain-main dengan maut, berjalan gontai di jalan raya, kadang ke tengah, lalu nyeberang lagi. Aku pinta sahabatku mengajaknya ke masjid, tapi tidak, dia malah pergi menghampiri tukang ojek. Ntah apa yang dia katakan, jarakku sudah sekitar empat puluh meteran, aku hanya melihat sepertinya dia kembali berulah di sana, satu tukang ojek memapahnya, menyuruhnya duduk di bangku tukang koran.

Seseorang berkata padaku, lelaki itu sebelum datang ke Mie Janda sempat ditonjok karena mengganggu cewek. Pantas saja sudut bibirnya memar. Tapi yang ada dalam benakku kini berbalik, bagaimana kalau ternyata dia tidak sedang sengaja mabuk, tapi dibius oleh penjahat sehingga dia kini setengah sadar. Atau bagaimana jika dia sedang terkena gendam atau sihir jahat orang tak bertanggung-jawab. Dan dia berjalan gontai itu karena lemas belum makan. Ah, kulihat sebungkus Mie Janda dibawa sahabatku ke kedai, katanya lelaki itu hanya meletakannya di pohon lalu meninggalkannya.

Perlahan kepekaanku kembali muncul. Namun aku tahu, bahwa empati ini terlambat. Dan aku tersadar, benar, saat ini aku sedang tersesat, dari jalan cinta. “Ya Allah, pandu aku kembali ke sana.”

Iklan

Tentang achoey el haris

Seorang lelaki sahaja yang gemar menulis. Dan blog baginya adalah media untuk menyalurkan kegemarannya itu. Salah satu pendiri Komunitas Blogger Kota dan Kabupaten Bogor (BLOGOR). Pengasuh Pojok Puisi. Anggota Komunitas Menulis Bogor (KMB) dan Kopi Sastra.
Pos ini dipublikasikan di Sepenggal Kisah dan tag , , , , , . Tandai permalink.

39 Balasan ke Lelaki Sempoyongan itu, Mengukur Empatiku

  1. riez1929 berkata:

    Pertamax…selalu positive thinking ga menjamin meredam emosi tapi salut kang achoey masih bisa self control…anggap kejadian itu sebuah contoh dari peradaban yang tak layak tampil di muka dunia..

    btw sukses nih kopdar nya….sukses terus kang… 😀

  2. kawanlama95 berkata:

    Ya kang itu Allah telah mengajari engkau tentang hakekat empati
    Moga Allah selalu menjagamu. Saudaraku ada banyak Cobaan dalam hidup ini dengan peyikapan dengan berbagai prilakunya

    Cinta akan tumbuh berbarengan dengan hati yang selalu meyebut namanya
    dalam pagi yang buta ini Sholat dan doa adalah upaya terakhir diri ini menuju Keagungang Cinta Ilahi yang telah anugrahi kepadaku
    Moga ini bukan Virus saudaraku minta doanya biar orang yang kucintai terpaut hatinya. Amien

  3. Ikkyu_san berkata:

    Aa sedang capai tuh, sehingga kesabarannya habis. Kondisi fisik bisa menyebabkan orang “lupa”. Dan apa yang Aa lakukan manusiawi sekali. Untung Aa sempat tersadar, dan bisa memakai hati nurani untuk menelaah kejadian tadi.

    EM

  4. arifromdhoni berkata:

    Baarakallaahu fiyk. Memang seringkali sulit untuk mengontrol diri dalam kondisi seperti itu. Alhamdulillaah antum tidak terlalu jauh bertindak. Bukankah orang yang kuat itu adalah yang bisa mengontrol dirinya ketika marah?

  5. Heryan Tony berkata:

    Semoga kesabaran tetap dijaga.

  6. Heryan Tony berkata:

    Pengalaman berharga tuk lebih bijak.

  7. jiwakelana berkata:

    Slalu ada jalan tuk sbuah kebaikan sahabat..

  8. wi3nd berkata:

    its normaLy A sedikit emosi,bukankah kita hanya manusia biasa..
    semua perlu proses A,dan lelaki itu memberi pembeLajaran diri..

  9. jika saya tersesat tolongin ya… jangan dibentak 😀

  10. Alfaqir09 berkata:

    salut sama A bisa sesabar itu.klo aku dlm posisi A mungkin bukan cuma bibir laki2 itu yg berdarah tapi hidungnya juga.ajari ak bersabarA !!

  11. Irfan berkata:

    sabar ternyata susah juga. tapi sadar kalo sabar itu terlambat, bukan masalah. mungkin ini jalan untuk kembali ke jalan sabar.

  12. antown berkata:

    baca tulisan ini membawaku pada suasana disana. semoga kita juga diberikan kesabaran atas segala yang sedang diuji….

  13. wahyu berkata:

    Aa, sabar itu subur lho….

  14. ekaria27 berkata:

    Sedang lelah aja mungkin Ak…
    namun Aak kan sudah kembali sadar, gak perlu disesali lagi..
    yang apsti harus bertindak agar dikemudian hari dapat melihat yang baik dari suatu kejadian (susah nich, saya juga masih terus belajar)

  15. wilbertsitu berkata:

    sabar dan positive thinking mas sangat sempurna, teruskan…………

    kunjungi blog aku ya…

    salam

  16. SanG BaYAnG berkata:

    Di dalam diri sebenarnya selalu ada kata kebaikan bila tak tertutup logika.

    Bagi pribadi ane belajar MEMBACA itu kuncinya..

  17. ceznez berkata:

    lelah letih dengan tenaga besar ngebuat kita mudah emosi ya?
    klo lelah letih tenaga gak ada kayak gi puasa mungkin akan lebih mampu mengontrol emosi mas…
    wah.. untung gak melayang pukulan itu… istighfar2 ya mas… 🙂

  18. tirta berkata:

    Wah, salut banget deh…masih tetap berpikir positive kepada orang seperti itu….

  19. fachri berkata:

    jazakallah ya bang achoi kembali membangkitkan empatiku juga…

  20. kangBoed berkata:

    hmm.. kayanya enaaaak… boleh dunk… kirimin satu bungkus… mei jandanya… by email.. or.. sms..
    Salam Sayang

  21. ria manies berkata:

    subhanallah…… hati sampyn lembut mampu mengoreksi diri sendiri

  22. edratna berkata:

    Hmm…ngeri juga ya…apalah dia minum obat, atau lagi stres, atau apa…?
    Masalahnya, menolong orang seperti ini juga harus ada saksinya, untuk menghindari kekeliruan pengertian dari orang lain.

    ————————————————————————
    Iya juga bu 🙂

  23. Acha berkata:

    secuil peristiwa dlm romantika hidup, yg apabila berhasil dimaknai akan semakin menempa rasa empati.

  24. 1nd1r4 berkata:

    Manusia tempatnya khilaf kang, yang penting jgn pernah menyerah untuk berusaha jadi lebih baik 🙂

  25. nomercy berkata:

    setiap saat ada sela-sela dimana kita selalu digoda untuk berbuat hal yang salah atau tidak sepatutnya … semoga saja kita semua dapat bersabar dalam segala situasi …

  26. Infinite Justice berkata:

    ada begitu banyak rupa-rupa yang mengukur seberapa kuat diri kita, kang. ada yang hanya menuntut kita untuk sekadar bersabar menunggu kepastian, adapula yang menuntut kita untuk tidak mengumbar amarah, dan adapula yang menuntut kita untuk bersabar dalam ketelatenan.

    btw, judul postingannya ini sungguh indah kang… 🙂

  27. masnoer® berkata:

    semua peristiwa itu kita ambil hikmahnya karena dari hikmahnya

  28. idana berkata:

    kesabaran memupuk hati jadi lebih baik…..
    terima kasih pelajarannya 😀

  29. sangjaka berkata:

    Selalu ada hikmah dari setipa kejadian

  30. Adhie berkata:

    Abg mungkin lg capek wkt itu, tp bg achoey cepat mengontrol diri lg. Itu yg plg hebat.

  31. racheedus berkata:

    Tidak mudah memang untuk menilai suatu peristiwa yang tampak buruk dari luar. Tidak sepenuhnya salah jika kemudian terkadang kita keliru menilai. Memang perlu kesabaran dan kejernihan hati. Suatu yang perlu perjalanan panjang untuk mampu meraihnya.

  32. MT berkata:

    alhadulillah, akupun bisa belajar dari sini

  33. Muzda berkata:

    Apa pun yang sudah atau sedang dialaminya, oleh sebab yang positif maupun negatif … Aa dan sahabat sudah melakukan semampunya …
    Lebih lagi, ternyata banyak menuai hikmah di baliknya. A sudah belajar dari lelaki sempoyongan yang tampak tak baik itu kan …
    😀

    ———————————————————
    Ya dik, A belajar 🙂

  34. komuter berkata:

    hhhhhhhmmmm….
    jika aku adalah kamu,
    apa yang akan aku lakukan ??

  35. shizuka berkata:

    Aslkmummm..

    Aduh aq kho ngeraca ada didalam kejadian ituu..seolah bica ngeliat aa malah ..jgn kebawa emoci ya a

    Ya dik 🙂

  36. diajeng berkata:

    Jadi membayangkan wajah lelaki tua itu….semoga ada hikmah yang baik dari kejadian ini 🙂

  37. Nisa berkata:

    ternyata itu lelaki yang baik2 a? ^radagamudengmungkinwaktunyanyucibajunih^ ,, *mikiir*

    kalo saya di situ mungkin dah cemas ya… fiuh..

  38. marshmallow berkata:

    wah, seru ceritanya, kang.
    seru pula hikmahnya.
    aku malah kuatir kalau-kalau lelaki itu sedang sakit atau hampir syok karena suatu kondisi klinis yang buruk. gejalanya bisa saja sama.
    *nah, kmentarku ini menunjukkan bagaimana tiap orang merespon sesuai dengan latar belakangnya ya, kang?*

  39. wanti annurria berkata:

    qu ko jadi kepikiran y,, qira2 apa gerangan yang sedang menimpa orang itu.. dan pastinya syereem klo ketemu orang seperti itu di jalan,,
    Alhamdulillah a’ masih bisa menahan emosi,, dan mengambil hikmah dari kejadian itu.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s