Diantara Titik, Berharap Titik Terbaik


Memandu anak-anak ISSC melakukan pertukaran kado dalam acara perpisahan barusan, seolah memandu keceriaan, haru dan harapan. Perpisahan untuk pertemuan di tempat yang sama, di lain waktu, beberapa bulan atau beberapa tahun kemudian. Mungkin bisa juga tak pernah lagi, jika jalan yang dipilih tak lagi sama antara mereka.

Lain halnya dengan perpisahan yang kami lakukan kemarin, mengikuti pentahapannya, adalah menumpah keharuan. Bagaimana tidak, berpisah di kefanaan dengan sahabat terbaik, yang terdiam, terpejam hingga tubuhnya terbenam diluluh tanah. Lalu setelah tujuh langkah kaki kita terayun meninggalkannya, maka malaikat pun siap melakukan tugasnya. Semoga kemudahan dan keindaahan yang di dapat almarhum. Amin!

Ada dua perpisahan yang berbeda, seperti dua titik yang berbeda.

Di perpisahan yang pertama, kita temukan titik yang pertama. Titik yang pertama ibarat titik yang tertulis di atas kertas. Titik hanya pemisah kalimat. Setelah titik, muncul kembali kalimat yang bisa saja masih terikat, dan begitu seterusnya. Jika penulis tak lelah maka, tak akan ada benar-benar titik terakhir dalam lembaran-lembaran kertasnya. Kecuali, jika si penulis tadi, tak ingin melanjutkan tulisannya.

Di perpisahan yang kedua, terdapat titik yang kedua. Titik yang mengakhiri penggalan kisah hidup di kefanaan. Titik yang menentukan apa yang kan didapat pada keabadian. Jika titik ini baik maka kita disebut khusnul khotimah. Lalu sebaliknya, jika titik kita buruk, maka itu disebut suul khotimah.

Setipa kita akan sangat takut pabila kelak menemukan titik buruk (suul khotimah). Titik di mana kita berada pada kondisi yang jelek. Titik yang kan membawa kita ke tempat terburuk. Naudzubillah.

Ketakutan kita akan hal itu selayaknya membuat kita waspada. Tapi sayang seribu sayang, sang penulis adalah sosok rapuh yang seringkali lupa. Mohon sahabat senantiasa menasihatinya dan berdoa untuknya. Ya, untukku al faqir yang senantiasa butuh Kasih-Nya.

Di akhir tulisan ini ada baiknya kita menyimak sebuah hadist yang indah. Lagi-lagi, semoga hati penulis hina ini tercerahkan, tertampar ketidaksadarannya hingga segera tersadar.

“Siapa saja yang mengucapkan ‘Laa ilaaha illaLlaah’ pada akhir hidupnya untuk mencari ridha Allah, maka ia akan masuk surga. Siapa saja yang berpuasa pada akhir hidupnya untuk mencari ridha Allah, maka dia akan masuk surga. Dan siapa saja yang bersedekah pada akhir hidupnya untuk mencari ridha Allah, maka ia akan masuk surga. ” (HR: Ahmad V/391).

Iklan

Tentang achoey el haris

Seorang lelaki sahaja yang gemar menulis. Dan blog baginya adalah media untuk menyalurkan kegemarannya itu. Salah satu pendiri Komunitas Blogger Kota dan Kabupaten Bogor (BLOGOR). Pengasuh Pojok Puisi. Anggota Komunitas Menulis Bogor (KMB) dan Kopi Sastra.
Pos ini dipublikasikan di Hikmah dan Motivasi dan tag , , , , , . Tandai permalink.

35 Balasan ke Diantara Titik, Berharap Titik Terbaik

  1. Ikkyu_san berkata:

    Saya juga merasa itu hadist yang indah.

    Jika ditelaah titik ternyata memang berbeda ya. Tapi meskipun kecil, yang pasti fungsinya berat.

    EM

  2. bocahbancar berkata:

    Subhanallah Mas Hadistnya..

    Saya sangat tersentuh….

  3. Heryan Tony berkata:

    Uraian kata demi kata sungguh berarti, thx kawan

  4. polar berkata:

    huff….sering2 posting gni deh..

  5. orangefloat berkata:

    subhanallah….
    hadistnya dalem banget sangat menyentuh hati

  6. Irfan berkata:

    dan semoga kita semua mendapat titik yang khusnul khotimah…

  7. Infinite Justice berkata:

    sejatinya, setiap detik dari guliran waktu kehidupan, kita merunut titik demi titik. yang paling penting adalah ketika kita sedang berada pada titik paling krusial; titik dimana kita sedang dalam sakaratul maut, sekiranya kita sedang berharap ridho-Nya, beribadah kepada-Nya

    semoga setiap titik dari seluruh gulungan waktu dalam hidup kita yang terus bergulir adalah titik yang baik

    *btw, perenungan yang bagus masbro… selalu sahaja bagus untuk dijadikan tema muhashabah…*

  8. yenin berkata:

    dalem,..

    aminnnn,semoga insyaAllah

    nice post bro

  9. sangjaka berkata:

    Aku berdoa
    Aku berharap
    Khusnul Khatimah

  10. adhieputra berkata:

    mudah2an kita semua khusnul khatimah.. amin

  11. hanif berkata:

    Semoga kita bisa saling mengingatkan mas Achoey agar kita bisa bertemu juga di surga.

  12. Pencerah berkata:

    Diatas titik masìh ada titik

  13. ekaria27 berkata:

    Ridha, puasa dan sedekah. Trims sdh mengingatkan. Terakhir puasa kayaknya udh luamaaa bgt 🙂

  14. siafa berkata:

    kehidupan mang penuh dengan tanda baca..

    kadang kehidupan yang membingungkan muncul seribu tanda ( ? )
    kadang kehidupan tegang dan frustasi penuh dg tanda ( ! )
    kadang putus asa hingga kta menemukan tanda ( , ) namun harus tetap bangkit karena koma belum berakhir….
    dan kehidupan kita kan berakhr ketika kematian menorehkan tanda (.)

    ————————-
    ————————-
    dn msh bnyk lg tanda – tanda kehpn..
    mau kursus ayo dtng sj ke http://www.siafa.co.cc
    pasti anda dpt bnyk tanda..dpt tanda terima,
    dpt tnda dua tamparan di pipi, dan terakhr dpt tanda2 kegilaan…
    hahahahaha 😛 🙂

  15. SYAIFUL berkata:

    Halo kawan apa kabar saya berkunjung lagi. ada pertemuan tentu ada perpisahan dengan harapan jangan putus silatur rahmi antara kita itu yang tidak boleh. salam kenal untuk semua pengunjung blog ini. kunjung yo blog kita

  16. kawanlama95 berkata:

    ketika siafa katakan kehidupan penuh tanda baca maka aku katakan
    bahwa hidup hanya ada dua

    1.hidup yang lurus,
    2.hidup yang belok

    silahkan mencernahsaja ya. yang baca

  17. emma berkata:

    tetaplah bersatu dalam aqidah yang kita miliki…

  18. ILYAS ASIA berkata:

    the final point : meet with our ALLAH.

  19. ILYAS ASIA berkata:

    Mas, Tepatnya :
    aku mau pindah ke semarang selatan.
    ada info pekerjaan buat aku kah?

    ….
    thanks sahabat.
    Jadi karyawan pun gakmasalah.
    ….
    minimal
    aku dapat kerjA dulu di sana.
    …………………….
    NANTI AKU KIRIM EMAIL KHUSUS KE SAMPEAN
    ENTAH VIA EMAIL ATAU FACE BOOK
    .>>>>>>>>>>>>>>(curhat : subyek)
    ???????????????
    Terima kasih bantuannya/

  20. Menik berkata:

    subhanallah.. postinganmu selalu indah adikku 🙂

  21. marshmallow berkata:

    *tertampar*

    terima kasih, kang achoey.

  22. masnoe® berkata:

    “Siapa saja yang mengucapkan ‘Laa ilaaha illaLlaah’ pada akhir hidupnya untuk mencari ridha Allah, maka ia akan masuk surga. Siapa saja yang berpuasa pada akhir hidupnya untuk mencari ridha Allah, maka dia akan masuk surga. Dan siapa saja yang bersedekah pada akhir hidupnya untuk mencari ridha Allah, maka ia akan masuk surga. ” (HR: Ahmad V/391).

    maff hadist ini di atas saya kopi, kalau sepengetahuan saya dari kecil soal jalan menuju surga itu mudah, tapi yang susah apakah kita menuju jalan itu disertai keihlasan. ini yang masih sulit mas.
    maksih atas pencerahan nya

  23. Nisa berkata:

    Subhanallah…. renungan yang indah dan menyejukkan mas ^^

  24. just 'azzam berkata:

    Marilah qt siap2. Menghadapi kematian, qt jgn pasif. Mumpung blm mati, qt banyak2 beramal shalih.

    Kematian adalah istirahatnya orang yg beriman (mukmin).
    “Kado utk org mukmin”, kata Rasul, “adalah kematian.”

    Mudah2an qt termasuk keadaan org tsb. Qt lahir dlm keadaan tangis, org2 tertawa. Mari qt beramal! Ketika qt mati, org2 nangis kehilangan.

  25. Harsa berkata:

    jadi inget postingannay kekasih saya…..yang menulis kalau hidup ini bagaikan cerita yang penuh koma. Hingga nanti berakhir disebuah titik…. terima kasih ya mas sudah berbagi.. 🙂

  26. ILYAS ASIA berkata:

    Mas,
    Saya sudah kirim pesan di FB.
    Jawab Ya?
    Thankyou 🙂

  27. nata berkata:

    makasih kang udah ingatkan hati yang penuh debu ini………

  28. yoan berkata:

    ya Allah… semoga kami semua berakhir di titik husnul khatimah…

    amiin…

  29. Rusa Bawean™ berkata:

    moga2 kita semua diambil pada saat yang baik

    moga2 khusnul khotimah
    aminnn
    🙂

  30. Acha berkata:

    filosofi titik yg indah mas…
    menggugah kesadaran bahwa khusnul khotimah adalah pilihan yg kadang terlupakan..
    – terima kasih telah mengingatkan –

  31. Treante berkata:

    tapi kita gak tau itu kapan…

  32. 1nd1r4 berkata:

    kita tidak tau kapan sampai pada titik dimana Allah mencukupkan nafas kita du dunia. Yang bisa kita lakukan adalah memaknai hidup ini dengan sebaik2nya…dan tentunya semua demi Allah 🙂

  33. wi3nd berkata:

    makasi ju9ada men9in9atkan kembali.. 🙂

  34. ekoph berkata:

    subhanallah….
    jadi setiap saat kita harus dalam keadaan mengingat Allah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s