Sepakat Sederhana


Perbincangan itu mengalir ringan. Tapi aku serius mencernanya. Sosok lelaki berusia 39 tahun yang sudah lumayan lama aku kenal itu dengan tanggap menjawab semua pertanyaanku. Aku ingin mengungkapnya lebih jauh, karena aku menemukan beberapa hal yang beda darinya. Baiklah, kita panggil saja lelaki ini dengan sebutan Pak H, seorang guru SMA swasta, tentor sebuah bimbel dan peneliti lepas sebuah PTN.

Sejak awal pernikahannya dengan seorang mojang sunda yang juga adik tingkatnya di kampus itu dibangun, mereka bersepakat kalau kehidupan mereka tetap akan berada di jalan sahaja. Dan kesepakatan ini terus saja dipelihara. Kini keduanya sudah bergelar MSi, dan karir istrinya sebagai dosen di PTN tempat mereka kuliah dulu pun terus membaik. Alhasil jelas, jika digabungkan maka penghasilan mereka cukup lumayan besar.

Ternyata perubahan tingkat kemampuan mereka secara ekonomi tidak merubah gaya hidup mereka secara drastis. Perjalanan usia 8 tahun pernikahan mereka tetap berada di jalan sahaja. Selisih penghasilan dan pengeluaran yang lumayan besar itu mereka tabung dan sebagaian lagi diinvestasikan berupa sawah dan kebun. Selain memikirkan kedua putra-putrinya yang masih kecil, pasangan bahagia ini pun sangat memperhatikan ORTU dan saudara-saudaranya. Keinginan untuk mengangkat derajat keluarga sangatlah tinggi. “Saya ingin saudara-saudara saya sukses, itulah yang kan membuat saya bahagia”, ujar Pak H kepada saya.

Mereka pun tidak memeiliki rasa keinginan yang berlebihan dalam hal kemewahan fasilitas hidup mereka. Tak ada motor atau pun mobil yang menghiasi rumah sederhana mereka, padahal jika mereka mau, mereka mampu membeli itu semua. Hal ini dihitung dari besaran jumlah tabungan yang sempat Pak H sebutkan. Ketika ditanya mengenai kenapa Pak H tidak membeli kendaraan, dia hanya menjawab bahwa itu semua belum terlalu butuh. Soal gengsiย  dan gaya hidup sepertinya tidak begitu penting buat mereka, berjalan dalam kesederhanaan adalah perjalanan indah nyaris tanpa beban.

Pak H beserta istri tentu memiliki impian, dan mereka punya cara tuk merealisasikan impian-impian mereka tersebut. Seperti motto hidup Pak H yakni “bekerja sungguh- sungguh, berdoa dengan khusyu, dan soal hasil pasrahkan seutuhnya pada Allah SWT”. Sepertinya jalan hidup mereka kan tetap indah. Perjalanan dalam sahaja, karena sepakat sederhana.

Ehm, jikalau saya menikah nanti saya juga kan tanya calon istri saya, “sepakat sederhana?”

Iklan

Tentang achoey el haris

Seorang lelaki sahaja yang gemar menulis. Dan blog baginya adalah media untuk menyalurkan kegemarannya itu. Salah satu pendiri Komunitas Blogger Kota dan Kabupaten Bogor (BLOGOR). Pengasuh Pojok Puisi. Anggota Komunitas Menulis Bogor (KMB) dan Kopi Sastra.
Pos ini dipublikasikan di Hikmah dan Motivasi dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

65 Balasan ke Sepakat Sederhana

  1. Pencerah berkata:

    Sebuah suri tauladan yg baik bagi kita

  2. sangjaka berkata:

    Sepakat Sederhana
    Adalah sepakat menjalani kehidupan tanpa tumpukan pemanjaan keinginan
    Sepakat Sederhana
    Adalah sepakat menjalani hidup bersama tanpa harus banyak beban
    Sepakat Sederhana
    Adalah indah bila sakinah

    ๐Ÿ˜€

  3. senny berkata:

    ummm… tp kan definisi sederhana tiap org beda2

  4. Ikkyu_san berkata:

    untuk bisa mencapai kesepatan bersama itu, memang harus mencari gadis yang sederhana dari awalnya. Masih adakah gadis seperti itu di Jakarta? Semoga saja ….
    saya doakan….

  5. Uke Poet berkata:

    ho oh… sepakat dengan ikkyu san…
    kudu diomongin dari awal pacaran tuh kl mo hidup kek gitu
    tp sih lebih kudu lagi adalah bgmn dr awal kamu sortir calon istri

  6. sandi berkata:

    wah bagus sangat postingannya menginspirasi saya untuk hidup dalam kesedrhanaan

    kunjungi blogku juga untuk mendapatkan download buku gratis

    http://sandiarya.blogdetik.com/2009/04/15/the-excelusive-story-part-2/

  7. Supermance berkata:

    Semoga bisa seperti itu nanti :), btw kok alamat blog nya ganti lagi bos ?

  8. kawanlama95 berkata:

    Ya bagus kang,memang seharusnya seperti itu.

    Tapi sekarang ini kehidupan serba susah jadi tidak perlu sepakat memang sudah otomatis harus disepakati karena kondisi masyarakat kita bukan hanya sederhana saja . sekarang memang banyak kemiskinan ditengah-tengah kita.

    Sekarang aku harus sepakat untuk sadar diri.aduh aku terhenyak mengapa
    diri ini masih banyak kekurangan.Apakah si dia mau sepakat dengan kekurangan ini.

  9. edy berkata:

    saya juga pengen seperti itu ๐Ÿ˜€

  10. Wempi berkata:

    wah… gelap sekali disini…
    hemat energi ya?

  11. Bahtiar Baihaqi berkata:

    Wah, makin memantapkan diri sebagai sang sederhana. Terharu saya sebagai orang awam jelata (lebih dari sederhana). *serius plus agak sensitif (tanggal tua soalnya)*

  12. ajeng berkata:

    Pembelajaran hidup yang sangat berarti, terima kasih..

  13. wahyu berkata:

    Yups. cukup dengan kata SEPAKAT disertai dengan Ketulusan…

  14. Insan berkata:

    ^_^ Salam

    Damang kang Haris?

    Kisah yang menginspirasi. Butuh Pak H – Pak H yang lain agar negeri ini kembali makmur. Mudah-mudahan semangat dan “sepakat sederhana” nya mampu meresonansi dan mengakumulasi menjadi sebuah gelombang perubahan. Siapa mau menyusul? *Kang Haris sudah ngacung…. ๐Ÿ˜€ hihihi

  15. MNXZone berkata:

    Kehidupan Ini

    Apa yg kudengar..Tak selamax seperti ap yg kulihat..
    Apa yg kuraba..
    Tak selamax seperti ap yg kurasa..
    Apa yg kuingin..
    Tak selamax seperti yg terjadi..

    Aku berjalan menyusuri waktu..Demi mencari arti..
    Arti kehdupan yg fana ini..
    Hanya semangat dan cintalah yg membwtku brtahan..
    Brtahan dri sayatan angin khdupan..

    Msh bnyk harapan yg kn trjadi..
    Msh bnyk mimpi yg kan jadi nyata..
    Msh ad chaya pth d blh awan kelam..

  16. ghozt berkata:

    sepakat bangeeeet

  17. MNXZone berkata:

    Tukeran link yuk..
    Alamat saya di
    http://www.mnxzone.blogspot.com
    jika udah terpasang, kabarin ya, nanti segera saya backlink..

  18. Heryan Tony berkata:

    Sederhana atau pelit?

  19. siwi berkata:

    Pasti sepakat dong, A’
    ๐Ÿ˜€

  20. widuri berkata:

    ane sepakat ๐Ÿ˜›

  21. diajeng berkata:

    Pelajaran yang baik…..:) semoga kita bisa menjadi suri tauladan yang baik juga ๐Ÿ™‚

  22. Muzda berkata:

    Salam buat pak H, salut,, apalagi tentang tekadnya untuk “mengangkat derajat keluarga”

    Tapi ‘A.. menurutku kendaraan pribadi itu perlu… Tak perlu mobil, motor jadilah … Biar mudah,, dan bila dihitung dalam jangaka panjang,, terhitung lebih murah dibanding ongkos transport umum…

  23. kelly amareta berkata:

    salut dengan mereka
    dapat terus menjaga agar hidup sederhana
    meski penghasilan sebenarnya sudah berlebih
    kalo kelly bisa engga yak ? ๐Ÿ˜ฆ

  24. javanese berkata:

    hidup sederhana ??
    setuju

  25. andi firmansyah berkata:

    Salam kenal aja Bos..
    boleh main ke blog w

    Gatotkaca

  26. orange float berkata:

    sepakat kang, jadi kesimpulannya sederhana itu tidak kekurangan dan juga tidak berlebihan (alias cukup). semoga kang haris bisa mendapatkan gadis yang bisa diajak tuk sepakat sederhana ya…

  27. yoan berkata:

    hummm….
    saya semacam setuju sama muzda…
    kendaraan pribadi itu perlu…
    kalo saya jadi suami, saya nggak akan tega liat anak istri saya berdesak-desakan di kendaraan umum…

  28. rayyahidayat berkata:

    sepakat!
    salam kesederhanaan, kebersamaan menjadi lebih indah ๐Ÿ™‚

  29. omiyan berkata:

    bersikap sederhana itu susah mas, sekarang jaman serba terbalik orang malah sombong dengan harta yang dipunya padahal semua tahu darimana harta itu didapatkan…padahal bila ditilik dengan penghasilan yang sebulan sekali rasanya mustahil bisa mempunyai kekayaan yang drastis…

    pelajaran yang bagus dalam kehidupan kita

  30. just 'azzam berkata:

    So inspiring kang!

    Sy rasa gadis2 republik ini sepakat tuk sederhana. Asalkan rezeki yg didapat halal shg mjd barokah nantinya. :mrgreen:

    *jd ingat novel Pudarnya Pesona Cleopatra kang Abik*

  31. antokoeโ„ข berkata:

    sederhana, cerminan bahwa materi bukan segalanya, tapi pengabdian dan semangat berbagi menjadi ladang untuk hari nanti.

  32. geulist133 berkata:

    Sederhana, selama tidak kikir . ๐Ÿ˜€

  33. Irfan berkata:

    sangat sepakat buat sederhana! mudah-mudahan nanti istri saya juga bisa sepakat!hhee…

    niat ikhlas, tekad sungguh-sungguh, berdo’a sungguh2, dan rezeki semuanya dipasrahkan pada-Nya.

  34. reallylife berkata:

    saya juga kan bertanya seperti itu kang sama calon istri nanti
    ijin copas kalimatnya ya kang?/?

  35. Farijs van Java berkata:

    sepakat! /loh.. loh../

    v(^_^)

    semakin sederhana kita hidup, semakin sederhana pula masalah yang kita hadapi. mungkin begitulah bunyinya. /bunyi apaan??/

  36. harry seenthing berkata:

    wah kang kalimat dan kata katanya sangat membuat aku tertegun…..mungkinkah bisa untuk bertanya kepadanya?, jikalau seandainya mungkin akan lebih sederhana bila dirasakan bersama

  37. Infinite Justice berkata:

    mungkin saya lebih menganggap sederhana bukan tanpa harta benda. semisal tentang opsi untuk membeli mobil; kalau memang keberadaan mobil dibutuhkan, kenapa tidak?

    sederhana memang lebih mengarah ke gaya hidup. intinya adalah mencuba memenuhi kebutuhan, bukan menuruti keinginan

  38. Ade berkata:

    hidup sederhana apa adanya, mau apa2 ada maksudnya hehehehehe ๐Ÿ˜†

  39. senoaji berkata:

    milih rumit, tapi jangan sulit2! ntar kelilit!

  40. zoel berkata:

    klau terlalu sederhana juga g’ asyik kang

  41. OB berkata:

    Sepakat setujuuuuu…

  42. zenteguh berkata:

    benar-benar prinsip yang menginspirasi
    (salam kenal mas)

  43. novnov berkata:

    sederhana dalam beberapa hal sih ok2 aja, tapi setuju sama yg diatas terlalu sederhana juga kurang mak nyussss hehehe

  44. nurannisaa7 berkata:

    sederhana=sepakat…
    ๐Ÿ™‚

    tapi jangan sampe gara2 pengen sederhana, jadinya melarat..
    yang penting kan bahagia, walaupun kaya raya..
    hehe..

  45. DV berkata:

    Kalau saya sederhana itu berarti beli yang perlu dan jangan beli yang cuma diinginkan (tanpa diperlukan) ๐Ÿ™‚

    Kalau emang butuh beli mobil dan ada duit ya beli, kalau nggak ada duit ya cari jalan lain selain harus pakai mobil.

    Kalau emang nggak butuh beli mercedes SLK 300 dan cuma karena kepengen abis ngeliat tetangga pake yang warna item keren ya jangan beli.

    Simple ๐Ÿ™‚

  46. diajeng berkata:

    hari ini aku sepakat dech A ๐Ÿ™‚ (*kek ada perjanjian ya…)

  47. diajeng berkata:

    salam buat pak H yach ๐Ÿ™‚

  48. vaepink berkata:

    Hidup sederhana bukan berarti hidup susah dan senang menderita, tapi hidup yang mengerti mana kebutuhan dan mana keinginan, bukan berarti juga meninggalkan kesenangan dunia, Iya kan a’….

  49. hanif berkata:

    lho bukannya dah menikah?
    anak yang kemarin di sebut namanya siapa?
    Jadi bingung?????

    Hehehe, sobat, nama yg kemarin kutulis adalah nama yang kupilih jika kelak aku punya anak. Masih belum laku lah ๐Ÿ˜€

  50. nono berkata:

    emmm…sederhanya yah…
    yukz sepakat… ๐Ÿ˜€

  51. yuni berkata:

    isi blognya baguss…
    jadi pingin juga bagi2 ilmu ang pandangan lewat blog sendiri..
    tapi belum…ngerti ngelolanya…

  52. kalo mau sederhana kan emang perlu disepakati,, tapi di bagian2 apa sajah yang harus sederhana.. dan ga semua sederhana.. ๐Ÿ˜‰

  53. Anita Dahlan berkata:

    Aslmlkm….

    Sungguh jarang orang ceperi P”H….Bahkan aq lum pernah menemui bpk yang ceperti ituu…moga2 aja bica jadi tauladan bagi sahabat2 yang punya rejeqi berlebih inveskanlah ke sawah jgn ke mobil and etc…mengurangi polusi….^_^

  54. uminasafira berkata:

    Emm..bagus jgua sepakat sederhana Mas, Nah kalau mas rencana sederhana berarti cari pasangannya harus yang kuat tahan godaan hehehe ๐Ÿ™‚
    http://www.uminasafira.wordpress.com

  55. Nug berkata:

    Kisah yang inspiratif…
    Bersahaja tapi tetap bisa menikmati hidup.. menurut saya itu yang paling ideal.
    Standard tiap orang akan berbeda-beda tergantung kebutuhannya masing2.
    Menikmati hidup juga tidak sama artinya dengan kemewahan.
    Manusia yang diberi kelebihan rizki oleh Allah, saat kebtuhan dasar atau hal2 lain yang menjadi prioritasnya telah terpenuhi, mestinya bisa menaikkan standatd hidupnya dan lebih menikmati berbagai fasilitas yang disediakan dalam kehidupan. Lagi2, itu tidak berarti harus hidup bermewah-mewah.

    Salut banget dgn Pak H. Cita2nya mulia sekali dan saat melakukannya dan berhasil pasti sangat membahagiakannya.

    Saya mungkin termasuk produk anak “jaman sekarang” ya. Punya kecenderungan, dalam batas2 kemampuan, menikmati kehidupan ini selagi bisa. Hm..

  56. yanti/ mama Aini berkata:

    Hidup pada dasarnya adalah keseimbangan… Sedemikian hingga Allah meminta kita untuk sholat seakan ini adalah sholat terakhir dan bekerja seolah akan hidup seribu tahun…. Sederhana boleh… tampil Kayapun boleh… selama kaya dan sederhana ini adalah bagian dari ungkapan rasa syukur dan taqwa kita pada sang Penguasa…. Dan jika berhubungan dengan komitmen keluarga… tentunya kembali pada kesepakatan dan keridhoan sahabat berdua dengan sang istri…. Barakallahu fiik

  57. 1nd1r4 berkata:

    sepakat sederhana dalam balutan Islami ๐Ÿ™‚

  58. wi3nd berkata:

    sepakat..,deaL.. ๐Ÿ™‚
    ** salaman

  59. Rnda berkata:

    Ya, jlni hidup dgn sderhana maka smua jd trasa indah dan ringan utk di jalani. Berbaik sangka dgn ketentuan yg dibrikanNya, brsyukur atas nikmatNya, dan bersabar atas ujianNya.

  60. wanti annurria berkata:

    sederhana,,, masing2 orang punya standar sendiri2… disesuaikan dengan kebutuhan… selama tidak berlebihan… ๐Ÿ™‚

  61. racheedus berkata:

    Adalah suatu yang istimewa jika memilih hidup sederhana padahal mampu untuk hidup bergaya menterang. Yang sering tejadi, orang menjalani hidup sederhana bukan karena pilihan, tetapi keterpaksaan. Atau menjalani hidup bergaya kaya, padahal sebenarnya itu juga keterpaksaan, karena sebenarnya ia tidaklah kaya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s