Kehidupan Malam


Sepulang menghadiri jamuan malam yang diadakan Pak Prasabri, blogger hebat yang juga GM Telkom Bogor itu, aku kembali menuju Cibinong dengan perut tak lagi kosong. Tak hanya makanan dan minuman yang dihidangkan di sana, juga ilmu yang tertabur dari mereka yang hadir. Maka telah kupersiapkan diri untuk menjadi gelas kosong, agar kelak dapat terisi oleh banyaknya informasi yang bisa memperkaya wawasan Sang Sederhana ini.

Melewati jalan sekitar Pasar Cibinong, kulihat geliat di sana. Saat itu sudah hampir jam 11 malam. Tapi bagi mereka ini adalah permulaan rutinitas mereka, kehidupan malam, mencari penghidupan di malam hari dengan berjualan sayuran.

Mereka mulai bekerja di saat sebagian besar manusia tak lagi terjaga. Tapi ini adalah jalan mereka, dan subhanallah ternyata konsumennya memang ada. Dan transaksi itu terjadi di malam hari, dini hari hingga pagi hari. Menurut informasi yang saya dapat, mereka mulai mempersiapkan barang dagangannya sekitar jam 10 malam dan berakhir jam 7 pagi. Ini berarti jam tidur mereka berganti, tak seperti kebiasaan kita. Ah jadi teringat sahabatku, Sang Awam yang penuh ilmu.

Pasokan sayuran segar itu memang terbiasa datang di malam hari. Setidaknya ini berdasarkan pengamatanku saat membantu usaha suplier catering milik saudaraku di Cikarang dulu. Pembelanjaan biasa kami lakukan di tengah malam. Dan Pasar Cibitung memang bergeliat di tengah malam.

Pernah aku mencoba ikut melakukan pembelanjaan di tengah malam. Masuk ke dalam Pasar Tradisional yang sumpek, berjalan kaki di area yang becek dan bau kurang sedap menyengat. Kadang aku berpikir, kok mereka betah di sini. Tapi itulah jalan hidup, bahwa pintu rejeki yang halal toh ada di sana meski harus kotor tapi semoga berkah. Mungkin begitulah jawaban jikalau aku sempatkan bertanya pada mereka waktu itu.

Inilah keindahan kehidupan, bahwa Tuhan menjadikan kita berbeda-beda termasuk dalam hal mata pencaharian. Tak terbayangkan jikalau tak ada orang yang mau berkotor-kotoran dalam menjemput rejekinya, tak terbayangkan jika semua orang hanya bekerja kantoran saja. Itulah mengapa kita yakin bahwa Allah itu Maha Adil. Dan kita tak selayaknya bersikap sombong saat berjalan di muka bumi. Karena jikalau Allah mau, bisa saja kita yang berada di posisi mereka.

Iklan

Tentang achoey el haris

Seorang lelaki sahaja yang gemar menulis. Dan blog baginya adalah media untuk menyalurkan kegemarannya itu. Salah satu pendiri Komunitas Blogger Kota dan Kabupaten Bogor (BLOGOR). Pengasuh Pojok Puisi. Anggota Komunitas Menulis Bogor (KMB) dan Kopi Sastra.
Pos ini dipublikasikan di Hikmah dan Motivasi, Sepenggal Kisah dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

39 Balasan ke Kehidupan Malam

  1. diajeng berkata:

    Assalamualaikum..tok..tok..tok..punten 🙂

  2. as07 berkata:

    peduli kasih yang sangat akurat sahabat ku.muadah-mudahan dalam menjalani hidup ini kita tetap selalu menghargai dan menghormati antar sesama meskipun kita saling berbeda-beda.buat saudara ku yang hingga tingkat ke-etnisannya masih Tinggi tolong simak hikma dari kisah ini.

  3. diajeng berkata:

    (*melongo hampir tak percaya)..benarkah ini pertamax…(*liat atas lagi..soalnya biasanya dan ada message tetep ga bs yg pertamax)..ooops…mdh2an bener….hihihi…yach kita wajib bersyukur dengan kehidupan kita yang sekarang mudah2an…kita bs berbagi sesama mereka yang lbh membutuhkan 🙂

  4. kawanlama95 berkata:

    oke kawan itu memang bukan fiksi , ya terhenyak memang. pasar yang penuh sampah , kotor, tapi kita semuanya membutuhkan.

    Ya mensyukuri nikmat Allah memang penting dan lebih penting lagi kita sadar diri siapa kita, dari mana kita, untuk apa kita hidup,

    Ya Allah jauhilah diri ini dari kesombongan Amin

  5. dinoe berkata:

    Salut dgn ketekunan mereka..apalagi saya juga seorang yang pecinta usaha tapi belum mampu menyaingi ketekunan para penjual sayur itu…

  6. komuter berkata:

    seperti yang pernah ku tulis di komen mu,
    kehidupan seperti ini pernah ku jalani,
    tapi aku tidak merindukan itu,

  7. Ikkyu_san berkata:

    Inilah keindahan kehidupan, bahwa Tuhan menjadikan kita berbeda-beda termasuk dalam hal mata pencaharian.

    benar sekali sahabatku,
    dan kita baru sadar jika ada satu mata rantai yang terlepas.

    selalu bersyukur atas pekerjaan yang diberi Tuhan

    EM

  8. newbiedika berkata:

    hmmmm…. kehidupan yang berbeda yah…
    lam kenal yia..

  9. cenya95 berkata:

    kehidupan nan indah bergulir tanpa henti.

    makasi atas pujiannya. 🙂
    salam hangat selalu

  10. nurannisaa7 berkata:

    hmmm…
    jadi inget acara ‘jika aku menjadi’ di TRANS TV,
    yang ngangkat masalah kehidupan pedagang-pedagan di pasar..
    mengibakan sekali melihat nenek2 renta yang tetap semangat menjadi kuli panggul..
    sungguh, membuat hati saya terenyuh dan kontan membuat saya bersyukur…

  11. orange float berkata:

    jalan hidup setiap manusia berbeda, bersyukur deh aku masih bisa makan enak, tidur nyenyak, kerja cuma duduk2 aja. tidak seperti mereka yang di luar sana yang benar2 banting tulang demi sesuap nasi.

  12. julie berkata:

    itulah kekuasaan Tuhan
    Dia telah menata kehidupan ini dan menempatkan manusia sesuai takdir mereka
    very nice bro

  13. geulist133 berkata:

    Subhanallah di tengah kehidupan malam para kupu-kupu ada kehidupan lain yang lebih membuat terhenyak

  14. Muzda berkata:

    Pernah ada seorang Ibu berkata, bahwa seandainya ia terpojok, tak ingin menjadi pedagang yang berangkat tengah malam atau mendekati Subuh, karena katanya :
    Bekerja pada jam segitu hanya akan melewatkan waktu Solat Subuh …
    Bagaimana menurut Aa ..??
    Menurutku yang sok tahu ini, Ibu itu mungkin keliru.. Solat Subuh tetap bisa dilaksanakan, di manapun kita berada kan .. Selalu ada tempat bersih dan suci untuk kita mendirikannya walau di tengah pasar yang kotor.

  15. yanti berkata:

    Hmmm… Jadi nostalgia…
    Ingat… hari-hariku.. berjalan dari pasar ke pasar… dari kebun sayuran ke kebun sayuran… sampai ke.. hotel, restauran, swalayan pemesan sayuran…
    Bener-bener gak boleh kita lupakan jasa mereka ini… menghantarkan semangkuk sayur diatas meja makan

  16. yoan berkata:

    hummm… iya ya om… kalo ga ada yg mau kerja ‘kotor-kotor’ begitu gimana nasib kitah inih…
    jd inget lagu jaman kecil…
    pak nelayan tak gentar akan jasanya… demi kita yang membutuhkan ikaaaann… *kayaknyasalahengaknyambungdehlagunya :mrgreen: *

    yah… pokokna kita saling menghormati beragam profesi aja kali yah…
    termasuk profesi ‘malam’ yang ‘lain’… :p

  17. dafhy berkata:

    perbedaan itu nikmat kang
    selamat hari selasa ya

  18. Anita Dahlan berkata:

    Aslmlkum….

    postingan ini membuata q berkaca….:(

  19. casual cutie berkata:

    Tuhan memang maha adil…

  20. adams berkata:

    yah… bener bro.

  21. 1nd1r4 berkata:

    Subhanallah, Allah memang sudah mengatur semuanya dengan begitu sempurnanya 🙂

  22. sibaho berkata:

    warna warni kehidupan. kadang-kadang kita kasihan, sebal, senang dengan suatu profesi. padahal itu adalah ketetapan yang harus dijalani untuk saling melengkapi. 🙂

  23. grubik berkata:

    keberagaman adalah fitrah manusia

  24. bluethunderheart berkata:

    malam bang

    kita doakan tuk sassie sahabat kita yuk bang………….
    salam hangat selalu

  25. wanti annurria berkata:

    Subhanallah,,, 🙂

  26. Farijs van Java berkata:

    selamat hari kartini bagi yang merayakannya…

    v(^_^)

  27. hanggadamai berkata:

    Allah itu Maha Adil, saya yakin itu..

  28. hanggadamai berkata:

    kang, jangan lupa bawa timbangan ya… :mrgreen:

  29. Sawali Tuhusetya berkata:

    sungguh, betapa besar jasa orang yang mau bekerja di tengah malam ketika banyak orang menikmati tidurnya. semoga rezekinya makin melimpah dan membawa berkah buat keluarganya.

  30. warzs berkata:

    posting ini bagus… keep bloggin yaw

  31. fachri berkata:

    Kata Nabi, pintu rezeki itu 90% terbuka lewat perniagaan, insya Allah..

  32. sangjaka berkata:

    Tuhan, jadikan kami hamba yang senantiasa mensyukuri nikmat-Mu
    Jadikan pula kami jiwa-jiwa yang rendah hati dan peduli

  33. Treante berkata:

    malam adalah saat kita bisa melihat bintang–dan lebih ‘dekat dengan-NYA 🙂

    kunjungi blog baru saia ya mas,
    http://ryanutopia.net

  34. ekaria27 berkata:

    -> Inilah keindahan kehidupan, bahwa Tuhan menjadikan kita berbeda-beda termasuk dalam hal mata pencaharian.

    Seperti warna pelangi, dalam perbedaan nyata jelas kecantikannya

  35. wi3nd berkata:

    kota besar macam jakarta dansekitarnya [ cibinon9 masuk kan?] semakin malam semakin men99eliat,ada kehidupan disanah..

    denyut nafas pencari nafkah dimalam hin99a dini hari..
    aku pernah jam 2 pa9i kepasar tradisional,blanja wat keperluan syukuran,selain masih se9ar,har9a ju9a mirin9 heeheh..

    thats a life A.. 🙂

  36. Supermance berkata:

    yang penting selalu ingat untuk bersyukur aja mas 🙂

  37. Johamri Ibrahim berkata:

    subhanallah, Tuch… Baca para Koruptor…? lihat khidupan Mreka yg mungkin Tidak prnah terbesik d’pkiran Kalian btapa susahnya khidupan ini Bgi Orang” yg da dbawa kalian…!

  38. Irawan berkata:

    wah..angkat jempol untuk mereka yang masih tetap mensyukuri nikmat yang Allah berikan dengan keadaan yang seperti apapun..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s