Mimpi Anak Terlantar


Anak-anak kecil itu berjalan menyusuri pekatnya keramaian. Tanpa alas kaki manapaki debu jalanan yang terhiasi lukisan sampah bergentayangan. Suara riuh kendaraan mengusir merdunya kicauan burung. Dan suara anak-anak pun hilang tertelan bisingnya keramaian.

Mereka lihat di hampir semua pinggir ruas jalan. Warna-warni indah sedikit mengkaburkan pandangan. Merah, kuning, hijau, biru, putih, ungu dan beragam kombinasi warna dan gambar. Mencoba menarik simpati tuk tak hanya dilirik. Tapi juga dijadikan tumpuan harapan perbaikan, perubahan.

Anak-anak kecil itu menari dengan riangnya. Seorang diantara mereka mencoba menaiki kaleng cat bekas, lalu berorasi dengan gagahnya.

Suara kita tak-kan lagi serak karena terus berteriak
Ada mereka yang mewakili kita kelak tuk berbicara
Jadi kita harus semangat
Kita yakin para orang dewasa itu mempercayai salah satu dari mereka
Dan merekalah yang kan mensejahterakan kita
Merekalah yang kan berjuang membangun negara kita
Mereka yang tak kan pernah korupsi dan kolusi
Mereka yang tak kan pernah memikirkan diri dan golongannya sendiri
Wahai saudaraku sesama anak negeri
Mari kita doakan agar ini tak lagi hanya mimpi
.

Tiba-tiba kumpulan anak itu bubar berlarian. Menghindar dari para pria dewasa berseragamkan keamanan dan ketertiban. Yang tertinggal di sana hanyalah secarik kertas bertuliskan.

“Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara.”

Lalu para pria dewasa itu pun menghela napas. Ini hanyalah tugas.

Ini hanyalah fiksi semata. Semoga tak ada di kehidupan nyata. Amin!

Iklan

Tentang achoey el haris

Seorang lelaki sahaja yang gemar menulis. Dan blog baginya adalah media untuk menyalurkan kegemarannya itu. Salah satu pendiri Komunitas Blogger Kota dan Kabupaten Bogor (BLOGOR). Pengasuh Pojok Puisi. Anggota Komunitas Menulis Bogor (KMB) dan Kopi Sastra.
Pos ini dipublikasikan di Celoteh Hati dan tag , , , , . Tandai permalink.

33 Balasan ke Mimpi Anak Terlantar

  1. antown berkata:

    pertamaks!!
    yang miskin makin miskin ya bro

    OOT:
    saya kirimkan email di gmail kamu. dicek ya

  2. DV berkata:

    Menarik! menyesakkan sekaligus…

  3. hmcahyo berkata:

    mampir aja sahabat 😀

  4. nh18 berkata:

    Kang …
    Aku tertegun membaca ini …
    “fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara ”

    … dan … “ini hanyalah tugas ..”

    Ironis ya Kang ?

  5. senyumkusenyummu berkata:

    cerah dan menceraHkan maz achoey..

    “dilindungi negara…tapi?”

  6. edratna berkata:

    Hmm…negara kita belum sempat memikirkan semuanya, karena anggaranpun makin berat, dengan kondisi ekonomi dunia yang terus menurun, bahkan negara lain memperkirakan minus

  7. okta sihotang berkata:

    benar kang, ada kok cerita fiksimu ini yg nyata…

  8. suhadinet berkata:

    Ayo berbagi…

    Terimakasih untuk segalanya…Hari ini tepat setahun saya ngeblog

  9. zee berkata:

    Yah, yg pake seragam memang cuma menjalankan tugas. Kadang hati nurani tetap harus dikalahkan oleh tuntutan perut.

  10. bening berkata:

    hiks..
    ngeri sekaligus mengharukan ya
    indonesia indonesia….

  11. Ikkyu_san berkata:

    mustinya diganti tuh
    kata dipelihara jadi merugikan
    baru pas…

    hiks hiks

  12. Tuyi berkata:

    Ironis ya….
    Mana hati nuranimu wahai penguasa..
    Miskin bukan karena kesengajaan..
    Ya kan Kang Achoey…?

  13. kenangamu berkata:

    salam kenal,,
    kinjungi blog aku yah

  14. keripikkerupuk berkata:

    kalo dah jadi pejabat, sebagian ada yg lupa dgn apa yg dia janjikan dulu.. huhuhu.. cuma inget dirinya sendiri.. bwt rakyat mah sedikit aj dipikirin.. hehehe..

  15. DIAJENG berkata:

    sik bentar (*tengok ke kanan) kok nama DIAJENG belum ada di blogroll yach…? 🙂

  16. bocahbancar berkata:

    KIta harus tergerak untuk melakukan sesuatu..

    Disamping kita terus mendesak pemerintah untuk mengurusi mereka, kita patutnya juga melakukan hal yang nyata…

    Masih bisa tertawakah melihat keadaan mereka…

    Salam hangat Bocahbancar…….

  17. ^__^nisa berkata:

    kududuk di samping seseorang di antara mereka,, terkagum melihat semburat mimpi2 itu, tekanan kuat menyesakkan kalbuku. . . .
    gadis mungil yang memegang sampah plastik itu berkata padaku,
    “kak, selain itu, aku juga pingin,, para generasi muda kelak bisa menjadi pemimpin yang amanah,, mbak nisa juga lho,, belajar dgn baik ya, :D”

    wah,, k0ndisi anak2 telantar itu memberikan cambukan bagi pemerintah,, dan bagi siapapun yg merasa.. (nah,lho?!)

  18. demoffy berkata:

    semua anak berhak mempunyai mimpi….

    dreams of my right
    mimpi adalah hak kita semua….

    *kelihatannya bhs.inggrisnya salah* 🙂

  19. wanti annurria berkata:

    amien,, semoga benar hanya fiksi a’…
    dan semoga masih ada pemimpin yang amanah,,
    yang mewujudkan mimpi anak2 terlantar… 🙂

  20. abifasya berkata:

    penangkapan oleh org yg berseragam ini bukan mimpi…mas… ini dah kenyataan.
    Tentang mimpi anak terlantar, entah sampe kapan mereka terus bermimpi memiliki pemimpin yg amanah…

  21. reallylife berkata:

    amin pak
    berharap di dunia nyata , lebih indah ya kang???

  22. d3ptzz berkata:

    emm.. emang sebaiknya sikap kita kayak gimana sih? jadi serba salah ketika menghadapi seperti itu…

  23. Desiinta berkata:

    kasiian banget mereka..
    Harusnya pemerintah membantu anak-anak tersebut buad ningkatin kemampuan mereka…
    Buad anak-anak itu : Semangadh?!Kaliian punya cita-cita…

  24. BikPici™ berkata:

    dilematis!!

    pdhal, bs jadi, salah satu diantara yg berlarian itu kelak menjadi pemimpin di negara ini 😀

  25. kawanlama95 berkata:

    aku pernah dijalanan untuk merasakan kepediahn mereka
    aku pernah disisi mereka untuk berbagi dalam duka
    aku pernah tidur dijalan walau dengan selembar koran

    Saudaraku hempaska saja mereka biar mereka kaya dihati tak usah di hiraukan mereka biar mereka membenci kita.

    negara tak menjamin.bohong teriaku .
    maaf kawan bila ku ta mampu berkomentar tentang itu

  26. kawanlama95 berkata:

    Di negri ini memang ada,merah,putih ,biru ,hijau merah dan paling banyak adalah abu-abu kawan coba tengok kawan apakah warna lain perlu diulang tidak kan .Abu-abu hanyalah warna yang di ulang

  27. hanif berkata:

    Mungkin kita sedang diset untuk segera beradaptasi
    ketika lingkungan tak menawarkan toleransi
    Ketika kegelapan menyelimuti
    Masih ada orang baik yang belum kita kenal
    yang akan datang membawa perubahan
    Ibarat
    Bintang yang bersinar di malam gelap
    menjadi penuntun dalam kaburnya kehidupan
    dan orang-orang itu ada disini
    Aku dan kamu semua

  28. donalduck berkata:

    pertama thanks ya aa choey udah mampir,,,
    kedua.. ironis banget baca tulisan ini: ‘cuma tugas…’ OH NO! pada kemana hati nurani [*bukan lagi kampanye lho*] bangsa ini???

  29. 1nd1r4 berkata:

    Mungkin para petugas atau pejabat itu lupa isi UUD45 kang,jadilah anak terlantar makin terlantar. Jadi siapa yg bisa mengigatkan ya????

  30. wi3nd berkata:

    fiKsi tapi nyata,dan meman9 ada dikehidupan inih..

    semo9a saJa mimpi mreka menjadi nYata,kita tak pernah tau bukan?

  31. Zayne berkata:

    Adakah yang telah kita usahakan??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s