Lewat Blog Cinta Bertaut


Andi menarik nafas dalam lalu dia menghempaskan tubuhnya pada tempat tidur, membiarkan tubuhnya terdampar seperti beberapa buah buku yang sudah lebih dulu terbujur kaku di sana. Pikirannya melayang mencoba mencari jawaban tentang penyakit apa yang menggerogoti sahabatnya ini. Kenapa dia terkesan dingin dengan yang namanya perempuan, padahal Jaka yang dia kenal dulu adalah Jaka yang begitu mudah jatuh cinta. Jaka yang dia kenal dulu adalah Jaka sang petualang, penebar sidik jari pada kelembutan tubuh berpuluh perempuan.

“Di”. Suara yang disertai tepukan di paha membuat Andi terkejut. Segera dia memfokuskan tatapan pada Jaka yang sedang tersenyum padanya.

“Ah Ka, kau memngejutkanku, ada apa?”

“Sungguh Di, bagiku kau adalah sahabat paling hebat. Kau selalu senantiasa memotivasiku agar aku segera melepaskan masa lajang yang cukup panjang ini. Aku tahu, kau lakukan ini karena kau takut jika ternyata aku bukan lelaki normal lagi. Secara, kau melihatku sudah setahun setengah tak memiliki pacar, padahal dulu mana kuat Si Jaka ini tak memiliki kekasih lebih dari sehari.” Jaka tertawa kecil lalu menarik tangan Andi dan mengarahkannya untuk menatap monitor notebook yang sedari tadi memikat pandangan mata sang jaka. Lalu Andi pun memperhatikan dengan seksama monitor notebook itu. Cukup lama hingga Jaka kembali membuyarkan konsentrasinya.

“Bagaimana tanggapanmu?” Jaka bertanya pada sahabatnya itu.

Subhanallah, barusan aku membaca dua artikel di blog itu. Sungguh penuh hikmah, aku yakin penulis blog ini adalah sosok yang sangat cerdas dan bijak. Ehm, tapi apa kepentinganmu dengan blog ini Ka?” Andi balik bertanya.

“Sobat, tahukah kau tentang alasanku kenapa aku memutuskan Diana, Selvy dan Riyani. Lalu tahukah kau kenapa aku tak membina hubungan dengan seorang gadis pun setelah aku putus dengan mereka?”

“Itulah yang membuatku heran Ka, kenapa kau memutuskan gadis secantik dan seseksi mereka. Padahal mereka telah pasrah untuk kau sentuh, rela untuk kau raba. Terlebih saat kau lama tak kunjung jadian dengan satu pun perempuan. Padahal yang mengharapkan cintamu datang bergantian dengan berjuta pesona yang mereka suguhkan. Aku mulai khawatir, jangan-jangan kau bukan lagi lelaki sejati.”

Jaka tersenyum, dia mengerti akan kekhawatiran yang sahabatnya utarakan itu.

“Di, justru Jaka yang kau kenal dulu bukanlah lelaki sejati, melainkan buaya yang merusak daratan, kucing yang tak kunjung puas mencuri ikan. Dan bukankah kau jelas tak suka aku yang seperti itu.”

“Oh ya Di, saat dulu kau suka menasehatiku agar berhenti menebarkan sidik jari, sebenarnya aku pun telah muak dengan rutinitas sesat yang kulakukan. Dan akhirnya aku menemukan blog ini sebagai pencerah. Artikel-artikelnya sarat hikmah dan membuatku tergugah. Aku setia membacanya, dari hari ke hari.” Jaka berhenti sejenak tuk meneguk kesegaran air yang lama dia diamkan dalam pelukan gelas kaca berwarna buram.

“Lalu aku pun membuat blog yang berisi tentang masa laluku yang kelam serta kegelisahan yang tak berkesudahan. Pacaran bagiku adalah candu, dan dengan itu aku tak pernah memikirkan pernikahan, sebab toh segalanya telah kudapatkan. Dan pemikiran seperti ini jelaslah salah, aku harus mengakhirinya.”

“Lalu?” Andi menunjukkan kepenasarannya.

“Sambari bekunjung aku juga suka meninggalkan jejak berupa komentar pada setiap postingan di blognya. Dan tanpa kusangka dia pun melakukan hal yang sama. Komentar penuh spirit yang membuat semangatku bangkit. Aku pernah bertanya pada pemilik blog itu, apakah lelaki sejahat aku bisa diterima oleh seorang perempuan yang baik. Lalu dia menjawab bahwa perempuan yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Dan dia meyakinkan bahwa aku adalah sosok lelaki baik.”

“Ka, apakah kau tahu siapa pemilik blog pencerah itu?” Andi kembali bertanya.

“Awalnya aku tidak mengetahuinya, karena di blognya tidak memuat tentang profilnya. Tapi di suatu hari sekitar tiga bulan yang lalu, dia mengirimkan email berisi tentang profil dirinya. Aku terkejut, ternyata dia adalah seorang perempuan dengan usia lebih muda enam tahun dariku. Seorang perempuan dengan nama yang sungguh indah, Agnia Nisa Salsabila Az-Zahra dan biasa disapa Nisa.”

“Terus”. Andi terkesan semakin penasaran.

“Dia baru saja lulus dari Institut Pertanian Bogor dan sekarang mengajar di salah satu SMP Islam Terpadu di Kota Bogor. Dan yang lebih mengejutkanku bahwa dia bersedia untuk membuktikan bahwa aku adalah lelaki yang baik.”

“Maksud kamu?” Jaka melempar tanya dengan cepatnya.

“Nisa bersedia berkenalan lebih jauh denganku, saling mendalami karakter masing-masing, saling mengetahui visi dan misi serta tujuan kehidupan.”

“Jadi kalian sedang menjalani proses penjajakan untuk sebuah hubungan yang lebih serius?” Lagi-lagi Andi menumpahkan kepenasarannya dengan berantai pertanyaan.

“Andi, kami telah melakukannya selama tiga bulan ini. Meski kami tidak bertemu secara langsung, tapi kami intensif melakukan komunikasi dengan cara chating dan berbalas email. Kami juga saling bertukar foto yang kami share via email. Dia juga punya facebook, jadi aku bisa melihat interaksi dia dengan sahabat-sahabatnya. Dan aku melihat dia memang bijak dalam bersahabat.” Jaka kembali menjelaskan perihal jalinan komunikainya dengan Nisa.

“Lalu apakah kau telah cukup mengenalnya. Tidakkah kau berpikir tuk menemuinya di dunia yang sebenarnya. Ingat Ka, di dunia maya semuanya bisa saja hanya rangkaian kebohongan belaka.” Andi mencoba mengingatkan Jaka.

“Sobat, janganlah terlalu berburuk sangka. Jalinan yang telah kami lakukan selama ini cukup membuat kami yakin bahwa pernikahan adalah awal dari sebuah harapan. Dan kami kan melakukan akad suci itu bulan depan.”

“Tapi Ka, tidakkah Aisyah jauh lebih meneduhkan?

“Di, kebaikan bukan dilihat dari Kairo atau Bogor, bukan dari lulusan Ilmu Hadist atau Matematika, bukan pula dari keluarga santri atau petani. Keyakinan juga tidak hanya didasarkan pada seberapa lama kita mengenal mereka, tetapi didasarkan pada seberapa besar kesungguhan dan keikhlasan kita untuk saling menerima.”

————————————————————————————

Sebulan kemudian, tampaklah sepasang pecinta berdiri di singgasana kebahagiaan. Menebarkan senyuman keceriaan. Dan semua bergumam, “sungguh mereka pasangan sempurna.”

Iklan

Tentang achoey el haris

Seorang lelaki sahaja yang gemar menulis. Dan blog baginya adalah media untuk menyalurkan kegemarannya itu. Salah satu pendiri Komunitas Blogger Kota dan Kabupaten Bogor (BLOGOR). Pengasuh Pojok Puisi. Anggota Komunitas Menulis Bogor (KMB) dan Kopi Sastra.
Pos ini dipublikasikan di Kreasi Fiksi dan tag , , , , . Tandai permalink.

36 Balasan ke Lewat Blog Cinta Bertaut

  1. suhadinet berkata:

    Ini fiksi ya, Choey?

    Atu kamu telah jatuh hati dengan seorang blogger?

    Fiksi donk Pak. Bloggerwati pada pelit ama saya, ga ada yang mau bikin saya jatuh cinta pada mereka. 😀

  2. subpokjepang berkata:

    *menahan air mata haru

  3. wi3nd berkata:

    ** mikir berat..
    echh..pas baca jawaban A diatas..
    tenyata fiksi..
    padahal uda mu komen laen.. ehheheheh…
    tapi semo9a sajah menjadi nyata A.. 🙂

    Ah lama aku gak bertemu satpamku 🙂

  4. DIAJENG berkata:

    kalo diajeng bilang si nyata bukan fiksi (* benar kan kang ?) tapi..nyata atau tidak..tetap doa akan terucap untuk kebahagiaanmu kang :0 semoag Alloh SWT mempertemukan dua hati dalam rasa yg suci 🙂 amiiin….

  5. DIAJENG berkata:

    uhm…Biasanya….blog adalah ungkapan hati..walo kadang samar…tapi….ada sedikit percikan yg mengarah kesana (* bukan curhat lho diajeng yach…) tapi….kita tanya saja kepada yg sedang mersakan (*bisik-bissik…) “bukan fiksi kan akang ?”

    Bener deh ini fiksi. Atau apakah Diajeng mau membantu menjadikannya nyata? 🙂

  6. learn2luv berkata:

    aQ percaya cinta sprti itu kak. Karena aQ pribadi juga mengalami hal yg sama..hheehe

    -sarahtidaksendiri.blogdetik.com-

  7. senoaji berkata:

    sitsuiitttt ada yang lagi curhat neh diblog wakakakakakkaka!!! hayo ngaku!!!

    ya ampun bro, bener deh ini fiksi. Kalo kejadian ya alhamdulillah. Mau 🙂

  8. xahara berkata:

    tulisannya hampir membuat aku mengira penulis sedang jatuh cinta, ternyata hanya fiksi..
    welwh-weleh.. 🙂

  9. Lagi ngomongin saya ya…
    *suit suit suit*
    *ditimpuk achoey*

    Seandainya pencarian belahan hati semudah itu 🙂

    yup, seandainya sobat. 🙂

  10. Menik berkata:

    selalu berkedok “cerita fiksi” …
    ah saya mah nunggu cerita nyata ajalah Ai.. 😆

    Ah mbak, asli fiksi. 😦

  11. Amirazam berkata:

    ahai kawan,kata kata yang mengalir begitu indah di baca.
    Hari ini engaku memang telah berubah kawan…
    Untuk perubahan itu memang tak sulit tingal mau apa tidak
    Kawan semoga dikau dalam hidyah selalu.Amin

  12. mangkum berkata:

    Weh ini fiksi apa cita-cita, kang? hehehe…8x

    Ya mungkin sedikitr cita2

  13. 1nd1r4 berkata:

    mungkin tulisan ini hanya fiksi, tapi tidak menutup kemungkinan untuk menjadi kisah nyata 🙂
    SAalam dari Melbourne yg mulai dingin

    Mau bantu menjadikannya nyata? 🙂

  14. dian diam berkata:

    Hmmmm, meskipun fiksi tapi tidak hanya sekedar cerita picisn…bermanpaat….:)

  15. Pencerah berkata:

    Witing tresno jalaran ngeblog

  16. HumorBendol berkata:

    Cerita Fiksi? Ato..nyeritain Mbak Sarah kali?
    hehe…..
    Peace mbak Sarah….

  17. Amirazam berkata:

    kang akang belum berubah masih aja .ttp terus deh
    kapan berubahnya.Moga akang cepet dapet jodoh ya.bersegera ya
    Aduh bingung amat.amat bingung ya udah sholat istiharoh ya.

  18. Daniel Mahendra berkata:

    He-he-he, lucu baca balasanmu pada Pak Suhadi, Choey.

    Wah, kalau bisa jadikan kenyataan dong… 🙂

  19. zoel berkata:

    kisah nyata ya kang.. hehhee

  20. Beautiful Season berkata:

    Lewat blog cinta bertaut..
    hemmmhhh ini sih kisah nyata..!!! 😀 😀

  21. okta sihotang berkata:

    hayo….ini kisah nyata siapa ini ??
    *lirik2 kang

  22. dindacute berkata:

    *ngusap air mata haru* halllahhhhhh tapi best banget pesan dalam cerita ini

  23. desty berkata:

    kang, kalo ga mau ngaku jadi Jaka, ngaku jadi Andi aja gpp kok..

    *lho kok jadi maksa ya?? hehe*

  24. Ping balik: Lewat Blog Cinta Bertaut « Langkah Sang Sederhana | Bisnis Online

  25. adams berkata:

    lha aku baca langsung ke bagian sebulan kemudian… ternyata ini cerpen ya? hihihi kirain bang haris yang bersanding di singgasana. Cepetan deh bang…

  26. hmm… –> bingung mau komen apah.. 😀

  27. wanti annurria berkata:

    bukan tidak mungkin yang sebelumnya hanya fiksi menjadi nyata 😀
    karena Allah mempertemukan 2 insan dengan cara-Nya yang misterius…

    pengalaman pribadi ya mas…? he… 😉

  28. suwit2 berkata:

    Aku yakin kisah nyata kang..jangan ngelak lagi lah…

  29. scouteng berkata:

    semangat brow…!

  30. edratna berkata:

    Jangan-jangan ini juga cerita penulisnya ya….tapi tak masalah kok..cinta bisa datang lewat mana saja

  31. racheedus berkata:

    Ceritanya betul-betul menyentuh. Paling tidak, ide cerita ini betul-betul dekat dalam realita sang penulis, sehingga bisa diceritakan dengan indah.

  32. Ikkyu_san berkata:

    saya rasa jaman sekarang sih hubungan percintaan bisa dimulai dengan media apa saja. Yang penting adalah kelanjutan hubungan itu. kwalitasnya. Sedangkan yang bertemu di “dunia nyata” saja belum tentu cocok kan?
    Selamat blogwalking terus Aa, saya doakan bisa bertemu dengan seorang yang indah hati, pikiran dan terakhir wajahnya… Amin.

    EM

  33. Nisa berkata:

    ehem, cerita fiksi yg berassa amat nyata…
    kalau separuhnya cita2, sm0ga tercapai ya 😉 ,

    saya suka bagian yg . . . . wanita baik mendapatkan pria yg baik . . . . hmm… scr tak langsung mengajak agar menjadi seseorang yg baik,, v(^^)

    nge-blog memang asyik ya :D, *ditimpuk buku pelajaran ma pak guru, waduh, lha saya kan udah pamit buat hiatus.. tapi ternyata masih suka jalan2 begini :D, digusur masa, langsung balik ke dunia nyata*

  34. Nisa berkata:

    jujur, waktu membaca tulisan ini,, swaktu andi dikasih tau ttg sebuah blog yg membawa cerita hikmah di dalamnya,,
    pikiranku langsung tertuju ke sebuah blog yg berada nun jauh di sana, yg dikelola oleh seorang sosok yg bisa mengajari saya berbagai hal dalam kehidupan..

  35. presty larasati berkata:

    fiksii?
    😕
    hmm hmm…

    like a big wish..
    wish u all d’best, my lovely brother…
    ^_^

  36. yohan wibisono berkata:

    cerita yang menarik meskipun hanya fiksi, yah…semoga berawal dari fiksi kemudian menjadi fakta !!! hahaha….btw, salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s