Syair Seorang Ibu


Oleh : Hj. Nurhayati Yusuf

.

Tak terasa sudah tiga tahun usiamu duhai Alifah putriku

Melahirkanmu, sungguh suatu proses yang teramat nikmat

Terkadang bayang-bayang ketakutan masih saja melekat

Ketika tahap demi tahap proses kelahiranmu kuingat

Nyata terasa di setiap senti tubuh lemah ini

Tapi justru dengan ini aku menjadi dekat dengan-Mu Ya Rabbi

Betapa telah kau tunjukkan beginilah kehidupan yang sesungguhnya

.

Subhanallah

Balutan baju hijau operasi

Bau amis darah yang tak terperi

Bau obat yang tajam menyengat

Infus menusuk nadi

Serta Oksigen yang mencoba menyamankan hati

Itu semua selalu ada di pelupuk mata ini

Tapi kekuatan cinta kalian, duhai suamiku duhai anak-anakku

Membuatku mampu bertaahan

Melewati batas tipis hidup dan mati

Dan kini

Aku masih berada di sisi kalian

Melihat cinta tumbuh seiring jaman

Di sinilah buah indah perjuangan

.

Alifah

Teringat saat kau masih dalam kandungan

Tendangan dan pukulan mungilmu terasa kuat

Sebuah isyarat bahwa kau ingin keluar lebih cepat

.

Alifah

Tahu kah kau nak

Tentang kenapa nama itu kau sandang

Namamu adalah harapan

Agar kelak kau menjadi sosok yang penuh kasih sayang

Dikasihi, mengasihi

Menebar ketulusan sesama insan

.

Alifah

Melihatmu tumbuh

Membuatku mampu mengusir peluh

Canda, tawa dan riangmu

Meredam amarah menghalau keluh

Maka biarkan mama memelukmu erat

Seerat jalinan kasih antara kita

.

Duhai Dea rembulanku

Kesejukan cahayamu telah sembilan tahun menerangi hatiku

Membiarkanku terlelap dalam ketenangan yang kau ungkap

Setiap saat, sepanjang hayat

Senyummu adalah cahaya

Memapahku menghindar dari gulita

Menghindarkanku dari kesepiaan yang mencoba meronta

Membuatku kembali pada kebanggaan seorang bunda

.

Dea Khusnul sayangku

Terus jadikan dirimu mutiara hati kami

Dengan semua kebaikan dan prestasi

Dengan pelukan dan cubitan nakal di pipi

Untuk selamanya,tak bertepi

.

Duhai Fajar pangeranku

Kau adalah mentari dalam kehidupan kami

Mentari yang kan mampu menerangi semua cinta yang terberi

.

Tetapkanlah kehangatan sinarmu untuk kedua adikmu

Tetapkanlah kekuatan pembuktian di hati kami

Bahwa kau adalah sosok kebanggaan

Sosok yang menjadi andalan

Untuk jalinan cinta keluarga yang tak berkesudahan

.

Untuk ketiga buah hatiku

Untuk Mentari, Rembulan dan Bintangku

Jadilah kalian sosok soleh dan solehah

Sosok yang mampu membawa kedua orang tuamu ke syurga yang penuh cinta

.

Duhai suamiku

Terima kasih atas apa yang kau berikan selama ini

Kau selalu ada dan menemani di kala susah dan juga senang

Kau lah yang membimbingku agar menjadi wanita yang kuat

Kau lah penjelmaan cinta dalam hidupku

Aku teramat menyayangimu

Dan semoga kebahagiaan kan selalu menemani kita

Hingga tua renta

Hingga tak lagi di dunia

.

Ya Allah, Tuhan yang melenyapkan segala duka cita

Yang menghilangkan kesusahan mahluknya

Yang menerima doa-doa

.

Ya Allah Yang Maha Pemurah baik di dunia dan akhirat

Yang Maha Penyayang tak terbantahkan

Engkau teramat mengasihiku

Maka rahmatilah aku dengan rahmat yang menjadikan aku

“Tak butuh lagi selain Engkau”

.

Ya Allah

Cukupkanlah rezkiku dengan harta yang Engkau halalkan

Dan jauhkanlah aku dari harta yang Engkau haramkan

Kayakanlah aku dengan keutamaan-Mu

.

Ya Allah

Sesungguhnya aku berlindung Kepada-Mu dari duka nestapa dan kesusahan

Dan aku berlindung padamu dari segala bentuk tipu daya syaitan

.

Cibinong, 21 Maret 2009

.

(Syair ini adalah buah karya seorang ibu yang telah menganggapku adik. Aku hanya sedikit mengeditnya, dan membacakannya tadi pagi menjelang siang, saat syukuran ULTAH dua putrinya. Semoga keluarganya selalu harmonis dan diberkahi Allah SWT.)

.

Met ULTAH Dea, met ULTAH Alifah, buat ORTUmu bangga ya!)

Iklan

Tentang achoey el haris

Seorang lelaki sahaja yang gemar menulis. Dan blog baginya adalah media untuk menyalurkan kegemarannya itu. Salah satu pendiri Komunitas Blogger Kota dan Kabupaten Bogor (BLOGOR). Pengasuh Pojok Puisi. Anggota Komunitas Menulis Bogor (KMB) dan Kopi Sastra.
Pos ini dipublikasikan di Kreasi Puisi dan tag , , , , , . Tandai permalink.

26 Balasan ke Syair Seorang Ibu

  1. nengthree berkata:

    hmm.. terharu..
    sosok seorang ibu emang luar biasa..
    perjuangannya hebat
    cintanya gak akan pernah pudar
    jadi inget ambu.. 🙂

    trus jadi pengen cepet jadi ibu 😆 >> aamiin..
    pis ah.. kenapa jadi pelacur gini sih (pelan-pelan curhat)

  2. funny fruity berkata:

    subhanallah… 😀

  3. zakiyah berkata:

    sebuah puisi yang benar-benar tulus.
    Mudah-mudah doa yang tertuang dlam sebuah puisi, dikabulkan oleh Allah SWT, amin……..

  4. yellashakti berkata:

    amin, semoga diberi keberkahan hidup.

  5. fanny berkata:

    lam kenal juga ya.

  6. d3ptzz berkata:

    ::terharu… Ingat Ibu dan keluargaku…

    semoga semua keluarga dapat terus bahagia……

  7. sangjaka berkata:

    Sungguh ibu yang penuh cinta 🙂

  8. 1nd1r4 berkata:

    *terharu dot com*
    Such a lovely mom, semoga anak2 menjadi anak2 yang soleh dan solehah. amien 🙂

  9. ©Nisa berkata:

    jadi ingat kata bang iwan fals,

    ribuan kilo jalan yang kau tempuh
    Lewati rintangan untuk aku anakmu
    Ibuku sayang, masih terus berjalan
    Walau tapak kaki penuh darah, penuh nanah

    subhanallah.. betapa tulusnya seorang ibu..
    wah, sebagai seorang anak,, mungkin saya juga harus menjadi bintang yang berpijar, tuk temukan kembang senyumnya,,

    |merenung| |terharu|
    . . . . .
    cukuplah Allah sebagai penolong…
    semoga qt selalu istiqomah di jalan-Nya

  10. HumorBendol berkata:

    Met Ultah buat adik-2 Dea dan Alifah.
    Jangan Nakal. Buat Ibu kamu bangga.

  11. ven berkata:

    mengharukan…..

    Barokallah untuk Alifah-Dea sekeluarga…moga ibu kalian selalu di beri kekuatan yah…

  12. MATA HATI berkata:

    jadi kangen bundaku…huhu..

  13. Sawali Tuhusetya berkata:

    sungguh sebuah lirik yang amat menyentuh, mas achoey. bukti sentuhan lembut, perhatian dan kasih sayang bunda kepada putrinya, alifah!

  14. kawanlama95 berkata:

    tak mampu kugoreskan tinta emas untuk ibu
    bahkan kutak mampu berkata-kata tentang ibu

    Dosa hamba bagaikan pasir di pantai yang tak habis ditelan masa
    Aku tak sangup menulis bait demi bait tulisan ini

    karena

    kasihku tak mampu membalas akan jasa ibu

  15. Wienda berkata:

    Mirip-mirip ketulusan ibuku dlm membesarkanku hingga aku ada saat ini.
    Oh ibu ..
    Oh ibu dari anak-anaknya..
    Maklumilah aku…
    Do’amu menghapuskan debu yang menyelimuti tubuhku…

  16. tuyi berkata:

    Syair yang penuh ketulusan..
    Syahdu dan terharu saya membacanya…. 😛

  17. Cadink berkata:

    Sungguh menyentuh hati…

  18. pengendara berkata:

    terima kasih ibu,
    doa ku untuk mu

  19. wi3nd berkata:

    ** jadi kan9en ibu.. 😦
    selamat ulan9taun ya dea dan alifah.. 🙂

    waa.. bintan9,mentari dan rembulan?emmmm.. perfeckly.. 😉

  20. Wee-Fee berkata:

    jadi kangen sama ibu yang jauh di sana…… Nice… Salam kenal

  21. Ping balik: julia perez » julia

  22. DINDA berkata:

    syair seorang ibu itu sangat bagus ya
    teruskan saja perestasi membuat syair seperti itu

  23. rangga ramadhan berkata:

    sungguh menyentuh hatiku ini. Ya Allah aku memohon ampun padamu untuk tidak berbuat dosa pada ibuku…

  24. titi berkata:

    so sweet…i miss you mom

  25. jauhar berkata:

    bagus banget..

    baru tahu tentang ungkapan hati yang sesungguhnya dari seorang ibu…

    hehe..jd kangen ibu..
    bener bgt kta pepatah…
    kasih sayang orang tua sepanjang jalan..dan kasih sayang anak sepanjang galah..
    hehe..hbis bca tentang cepet lulus kulah jd disambung-sambungin deh pikirannya..
    sy jg pengen cepet2 lulus kuliah..sekarang lagi ngurus tugas akhir..
    tapi sudah bjalan beberapa bulan masih blum PD buat ngambil keputusan..
    😀
    mahasiswa macam apa saya..
    hehe
    makaasih buat puisinya..
    semangat2…

  26. riefki berkata:

    keren abis deh ….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s