Kenakalan Remaja, Mencuri Milik Teman Sendiri


Seorang siswi SMA mengadu padaku, ponselnya telah hilang saat dia dan seorang temannya makan di sebuah kedai bakso. Lalu aku pun mendengarkan secara seksama kronologisnya, dengan maksud agar aku mampu menarik kesimpulan dan menyampaikannya dengan bijak.

Sehari kemudian, ponsel itu telah kembali ke tangan pemiliknya. Aku sempat melihat gadis itu marah pada temannya, dan bertanya kenapa temannya itu tega membuatnya tersiksa, kehilangan ponsel yang selama ini menjai sahabatnya.

Ini bukan kali pertama aku mendapati kasus yang sama. Kasus dimana seorang teman mencuri milik temannya sendiri. Ketika coba kami ungkap alasan pencurian itu, rata-rata alasannya karena butuh uang dengan segera. Nah yang jadi pertanyaan, apakah remaja yang melakukan tindakan pencurian tersebut berasal dari keluarga yang tidak mampu. Ternyata tidak semua.

Pada beberapa kasus, mereka yang mencuri itu bukanlah dari keluarga tidak mampu. Justru orang tuanya adalah orang tua yang sibuk bekerja untuk terus menjemput rejeki sebanyak-banyaknya. Orang tua mereka adalah orang tua yang terbiasa memanjakan anaknya dengan materi, hingga anak-anaknya pun tumbuh menjadi sosok-sosok yang matrealistik. Selalu merasa tidak cukup dengan apa yang ada. Dan akhirnya mereka bertindak yang tidak baik, mencuri milik temannya untuk mampu mendapatkan uang guna pembiayaan keinginannya.

Dari sini saya mencoba mengambil kesimpulan, bahwa banyak anak-anak di masa sekarang yang kurang cukup mendapatkan nasihat dan teladan yang baik dari orang tuanya. Kurang cukup mendapatkan kasih sayang dan terapi kejernihan hati dari orang tuanya. Karena mereka hanya tahu kalau orang tuanya adalah sumber pemasukan uang saja, pemenuh kebutuhan materi dalam hidupnya.

Mereka punya orang tua, saat menjelang tidur dan bangun tidur saja. Lalu selebihnya, fasilitaslah yang menemani mereka. Oh sedihnya.

Bukankah kita tak ingin anak kita memiliki kenakalan seperti ini? Ya, mari kita siapkan diri kita, untuk menjadikan anak sebagai sarana melimpahkan kasih sayang yang bijak. Paling tidak kita cari cara terbaik untuk tetap membiarkan mereka terdidik dengan baik, sehingga mereka tumbuh menjadi generasi penerus yang baik.

🙂

Iklan

Tentang achoey el haris

Seorang lelaki sahaja yang gemar menulis. Dan blog baginya adalah media untuk menyalurkan kegemarannya itu. Salah satu pendiri Komunitas Blogger Kota dan Kabupaten Bogor (BLOGOR). Pengasuh Pojok Puisi. Anggota Komunitas Menulis Bogor (KMB) dan Kopi Sastra.
Pos ini dipublikasikan di Hikmah dan Motivasi dan tag , , , , , . Tandai permalink.

29 Balasan ke Kenakalan Remaja, Mencuri Milik Teman Sendiri

  1. siwi berkata:

    Jadi inget, jaketku dulu juga pernah diambil sama temen. Kalo dia orang ga punya sih gpp ambil aja, tapi dia anak orang kaya, udah gitu ga mau ngaku lagi kalo jaket yang dibawanya itu punyaku, padahal jelas2 ada tandanya disitu. capek deh 😦

    Sepertinya bener itu memang karena dia kurang bimbingan dari ortunya. Kasian ya orang2 seperti itu 😀

  2. imi surya putera berkata:

    Aku juga ada punya teman2 seperti itu. Aku pikir mereka ini mengidap kleptomania. Padahal temanku itu anak keluarga mampu dan terpandang. Ada2 saja yang dia curi, terutama benda2 yang jarang digunakan ; obeng, tang, tempat pulpen, sarung tangan, dll yang mudah disembunyikan. Untung dia nggak ambil yang besar2 ; mobil, kulkas, tv, pc,….kalo begini namanya udah ngerampok, he…he…he…
    Salam dari tenggara pulau kalimantan, http://www.imisuryaputera.co.cc

  3. senoaji berkata:

    hmmmm… dulu aku nakal waktu SMU tapi gak sampe nyuri! hmmm…

  4. syaiful berkata:

    kecil-kecil sudah mencuri bagai mana kalau sudah dewasa. jangan ya

  5. suwit2 berkata:

    kang achoy,udah menguasaidunia anak bgt? kayaknya udah pantes punya anak niih.tp nikah dulu doong.,

  6. 1nd1r4 berkata:

    memang didikan dalam keluarga dan lingkungan sekitar sangat berpengaruh pada perkembangan dan pergaulan anak2. Maka dari itu kedepannya tugas ortu tidak akan jadi lebih mdah, more time should be spent with their children

  7. yodama berkata:

    Skrg nyambi jd detektif jg ya kang? :mrgreen: analisis investigasinya suangar… hehe…

    Spt komen suwit2, dah siap tuk jd abi. Tinggal nyari ummi-nya anak2 aja… 😀

  8. ika berkata:

    miris juga yah, temen tega banget ambil hape temennya sendiri,,

  9. d3ptzz berkata:

    memang kasih sayang dan perhatian dari orang tua itu sangat penting…..

    *teringat orang tua…::terharu…

  10. Pencerah berkata:

    semoga mereka cepat sadar

  11. ekoph berkata:

    memang, teladan paling baik adalah orang tua. ketika keteladanan di rumah hilang, maka anak akan mencari keteladanan di luar rumah, kalo teladannya baik it’s OK, tapi kalo sebaliknya?

  12. selamata bermalam minggu bang
    semoga indah ya
    salam hangat selalu

  13. nia berkata:

    iya .. karena ortunya terlalu sibuk, maka anak²nya kurang bahkan tidak mendapat nasihat² ataupun cerita yang baik² ..

  14. lmimalang berkata:

    jadi inget murid2nya istri saya – 🙂

  15. annosmile berkata:

    memang perlu tes psikologi pada anak

  16. muhamaze berkata:

    jadi orang tua harus banyak sabarnya yach untuk ndidik anak…

  17. marshmallow berkata:

    tapi kita tidak bisa juga mengabaikan perilaku kleptomania, di mana pencurinya tidak membutuhkan secara materi, namun dorongan psikologis yang terganggu membuatnya mencuri. dan biasanya barang yang dicuri juga adalah barang-barang kecil yang seringkali tak berharga.

    tapi apa pun bentuknya, perilaku baik memang musti dibiasakan sejak dini di rumah tangga.

  18. syaiful berkata:

    terima kasih atas kunjungannya. jangan rusak hubungan sesama teman. teman itu diibaratkan sebagai saudara kita.

  19. sangjaka berkata:

    Sayangi anak kita
    Sayangi generasi penerus kita
    🙂

  20. ©Nisa berkata:

    wah,, sebagai remaja jadi ikutan geleng2 kepala niy,, waduh… kondisi yg ndak sehat kalau anak hanya menerima suplai materi saja dari ortunya 😦 , anak butuh teladan yang baik, teman bercerita, juga sahabat untuk memecahkan masalah, yaitu orang tua :D,

    hmm,,, tiba2 jadi ingat adik saya. . . .

  21. wi3nd berkata:

    penyakit kalee A..
    kLeptomania namana..
    cuma sekedar in9in memiliki…

    uan9 nda bisa membeli kebaha9ian sebenerna,anak tuch butuh perhatian..
    camkan ituh wahai oran9 tua.. 🙂
    hehehe..

  22. rafi berkata:

    memang sich…..
    teman itu tidak semua x baekz….
    tp tdkz smua jahat…..
    jdi kta hruz memilih2 tmanz

  23. kily berkata:

    ada yang tau ga situs yang memuat kasus pada remaja dengan lengkap dan jelas…???
    lg butuh kasus nich…

    ========================================
    Coba tanya om google hehe 🙂

  24. yasir berkata:

    menurut saya sekarang ini bayak kejadian seperti itu,jadi kita harus pandai memilih teman jangan sampai hal ini terjadi pada kita!!!!

  25. maminx berkata:

    Jadi inget waktu kecil ane. Gak gampang minta apa apa, sering juga gak dikasih ma orangtua apa yang saya inginkan. Tapi ternyata didikan itu bermutu banget, beranjak remaja dan dewasa cari uang sendiri supaya gak nyusahin orang tua dan bener didikan yang “gak gampang ngasih materi ma anak” bakal buat si anak jadi gak manja. Nice Share kang 🙂

  26. Ping balik: Empat Tulisan Teratas (Dari 399 Tulisan) « Catatan Cinta Sang Sahaja

  27. midcool berkata:

    Wah.wah…
    satu alasan lagi, seorang anak mencuri karena ketularan ayahnya yang pekerjaannya pencuri… :))
    Hmmm… Saya sempat pernah marah dengan teman saya karena mencuri uang saya yang lumayan banyak, padahal orangnya kaya dan bercukupan, tapi karena berada di lingkungan teman-teman yang rada bandel jadinya gitu deh…
    Hmmmmm… 🙂

  28. ingat kejahatan bukan terjadi karena niat pelaku ..tetapi jg kesemprulan ..
    waspadalah..waspadalah ..he3

  29. Yulis Samoa berkata:

    Kalau menurut saya ya mas.. Tidak semuanya mutlak salah dari orang tua saja… Akan tetapi sebagai anak juga harus bisa menjaga dan berkelakukan baik di setiap langkahnya walau kasih sayang orang tua tidak ia dapatkan. Kalau mencuri milik teman sendiri dengan usia yang masih relatif kanak-kanak yah tentu mutlak salah dari orang tua nya.. tapi kalau si pencuri sudah besar dan katakanlan sudah memasuki usia remaja/dewasa, hmmm… emang si anak ajah yang tidak mampu berkelakuan baik hingga melakukan perbuatan yang sangat memalukan sekali. Bagaimanapun, orang tua adalah sosok yang sangat luar biasa telah melahirkan kita ke dunia, walaupun kasih sayang tak dapat kita rasakan secara sempurna… 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s