Bijak dalam Mengambil Sikap, Cerdas dalam Memilih


Menurut saya, sengaja golput sama saja dengan mematikan harapan dan menyia-nyiakan kesempatan. Dan ini jelas bukan sifat saya. Padahal ketika kita bertanya pada beberapa teman kita yang telah memproklamirkan dirinya akan dengan sengaja golput, mereka ternyata  melakukan itu karena kecewa terhadap banyaknya anggota Dewan yang suka korupsi, senang disuap dan lupa terhadap rakyat pemilihnya. Lalu yang jadi pertanyaan, apakah dengan golput keadaan akan berubah?

Coba kita jujur pada diri kita. Apakah kita mampu menjamin bahwa semua anggota Dewan itu tukang korupsi, gemar menerima suap, gak peduli lagi sama kepentingan rakyat? Pasti tidak mungkin tak ada satu pun dari mereka yang bersih dari korupsi, biasa menolak suap dan peduli terhadap rakyat. Saya yakin masih ada generasi terbaik bangsa yang akan melakukan tugas dan kewajibannya dengan baik. Karena saya masih percaya di Republik ini masih ada orang baik, termasuk Anda.

Kita sebagai kaum intelektual semestinya jangan gampang memvonis hanya didasarkan pada ulah beberapa, bebagian atau kebanyakan anggota Dewan. Justru dengan keadaan ini semestinya kita harus semakin tertantang untuk menggali informasi dan mengenali Parpol dan caleg yang ada. Kenali dengan baik kiprahnya selama ini. Karena jika kita mulai dengan berbaik sangka maka hati kita akan semakin terbuka untuk mengungkap kebenaran yang ada. Beda dengan ketika kita sudah berburuk sangka, maka semuanya akan jelek di mata kita.

Orang cerdas memilih dengan cerdas, orang cerdas memilih partai dan caleg yang cerdas. Caleg yang cerdas tahu kekuasaan itu amanah, caleg yang cerdas tahu kalau amanah itu perlu ditunaikan dengan baik, caleg yang cerdas tahu bahwa rakyat itu tidak bisa dibohongi, caleg yang cerdas juga tahu bahwa Allah Maha Tahu. Cerdas disini adalah kecerdasan yang bisa membuat dia bekerja dengan profesional, cinta terhadap kebenaran dan keadilan, serta takut pada Tuhannya.

Jadi mari kita pasang mata pasang telinga, perhatikan mereka secara  seksama, pasti ada yang bisa kita percaya. Karena kita yakin, bahwa harapan akan perbaikan negeri ini masih ada. Dan kita takkan menyia-nyiakan kesempatan ini. Semangat!

Buat Parpol dan caleg, jangan matikan harapan kami!

Iklan

Tentang achoey el haris

Seorang lelaki sahaja yang gemar menulis. Dan blog baginya adalah media untuk menyalurkan kegemarannya itu. Salah satu pendiri Komunitas Blogger Kota dan Kabupaten Bogor (BLOGOR). Pengasuh Pojok Puisi. Anggota Komunitas Menulis Bogor (KMB) dan Kopi Sastra.
Pos ini dipublikasikan di Celoteh Hati dan tag , , , , , . Tandai permalink.

35 Balasan ke Bijak dalam Mengambil Sikap, Cerdas dalam Memilih

  1. ven berkata:

    setuju banged bahwa kita hrs cerdas mengenali caleg yg akan kita pilih…tapi yg ini nih yg amat sangat sulit..pa lg aku yg dapet info cm dr media massa online…ga ngerti byk bagaimana ‘mereka’ sbnrnya..

    maklum dah lama ga nginjak kampung halaman 😦

  2. Bahtiar Baihaqi berkata:

    Klo aku bukan golput karena bingung, tapi mungkin karena gak kedaftar aja. Klo pemilu lalu ada petugas yang mendaftarku, kini tidak. Coba nanti klo pas hari H, kalo boleh milih ya aku nyontrenglah. Gak usah bingung2, semuanya menjanjikan kebaikan kok. 😀

  3. Rita berkata:

    Tentu saya gak akan golput, asal ada wakil yang saya kenali disana.. ..lhoo???…Jujur aja saya cenderung ingin memberikan kesempatan yg sekarang untuk menuntaskan kebijakannya biar rampung setelah itu baru memulai yang baru. 😀

  4. Bahtiar Baihaqi berkata:

    Eh, petromaks, ya. 😀

  5. Rian Xavier berkata:

    terus terang kalo pemilu saya bingung yang dipilih. Ga ada yang berjasa tapi bilang janji semua. Ga ada bukti tapi bilang bakal kasih bukti. Jadinya ya…

  6. edratna berkata:

    Terus terang saya masih bingung, tapi sebagai warga negara yang baik, saya akan tetap menggunakan hak pilih saya…masih ada waktu untuk memikirkan, dan terakhir kali adalah di bilik pemilihan

  7. ariawan berkata:

    golput itu pilihan siih… tapi belom tentu pilihan itu yang paling baik..
    balik lagi ke masing masing pemilih saja..

  8. mahardhika dewi berkata:

    semoga kita bisa memberikan yg terbaik untuk bangsa ini agar lenih maju, tentunya dengan memilih pemimpin yg bisa dipercaya dan memang memiliki bobot dan kualitas yg potensial 🙂

  9. oRiDo™ berkata:

    golput bukan pilihan..
    golput gak menyelesaikan masalah..

    ayo pilih partai dengan cerdas..
    bukan cuma ikut2an aja..
    😉

  10. senoaji berkata:

    politik… caleg dan parpol…. semuanya benda2 lucu….

  11. 1nd1r4 berkata:

    prinsip yang sama bisa juga diterapkan dalam mencari calon pendamping ya kang 🙂

  12. Ririn berkata:

    saking banyaknya ampe bingung….
    tapi harus waspada sm yg kebanyakan janji…ntar biasanya kalo terpilih pada lupa ingatan yg mana yg belum ditepati…

  13. sunarnosahlan berkata:

    di antara sekian banyak calon pasti ada yang tetap memegang teguh kejujuran

  14. Pencerah berkata:

    Golput termasuk pilihan juga om.

  15. hellgalicious berkata:

    gw rada gak yakin ama caleg2 saat ini..

    tampangnya gak meyakinkan.
    bisa bisa negeri kita malah ancur..

    hiii

  16. wennyaulia berkata:

    tapi tetep aja, kang, bingung mau pilih siapa
    buanyakkk buangetttt
    dan ndak ada yang saya kenal 😀

  17. mrpall berkata:

    semoga kita bisa memberikan yg terbaik untuk bangsa ini agar lenih maju, tentunya dengan memilih pemimpin yg bisa dipercaya dan memang memiliki bobot dan kualitas yg potensial 🙂

  18. kawanlama95 berkata:

    orang yang memilih golput .Apatis dan nga punya harapan.jadi kenapa harus golput.

  19. Prasetya Yudha berkata:

    Kalo saya kan umur 18 thn, tp lum bt ktp, otomatis nggak bs mlih dun..nah, itu bs dkatakan golput nggak ya maz?hehe
    Salam kenal maz..:-D

  20. Menik berkata:

    aku ga golput.. dan aku akan memilih apa yg tlah jadi pilihanku..
    demi Indonesia yg lebih baik.. knp kita ga coba memberikan kepercayaan pada org lain.. jgn selalu suudzon.. toh manusia ga ada yg sempurna 🙂

  21. bening berkata:

    setuju buangetttttt….
    aku yakin diantara sekian banyak partai, pasti ada yg terbaik.
    golput is not good solution.

  22. olvy berkata:

    iya…iya aku juga ga golput kok, ngapain juga? soalnya kan milih ga milih kan sebenarnya sama aja cuman ya kalo milih kan berarti menyalurkan hak politik kita daripada ga sama skali
    *tuing…tuing ga jelas*

  23. winsolu berkata:

    Jika ada yang mengatakan bahwa golput tidak peduli dengan perubahan bangsa adalah SALAH BESAR.

    karena perjuangan menuju Bangsa yang lebih baik tidak hanya dengan mencontreng kartu suara. Klo masalah mencontren itu anak tk pun BISA.

    Perjuangan hakiki adalah mengerahkan kemampuan untuk merubah sistem pemerintahan demokrasi yang salah ini menuju sistem yang lebih baik.

    Bentuk perjuangannya bisa dengan mengadakan penyadaran kepada masyarakat tentang politik yang baik dan benar dengan pelaksanaan teknis seperti seminar, workshop, training dll.

    Kalau memang caleg sudah gak dipercaya gak usah memaksa diri untuk mencoblos lebih baik berjuang di barisan terdepan dengan perjuangan menerapkan sistem paripurna Islam di negeri tercinta 😀

    thx

    http://warnadunia.com/

  24. Alex berkata:

    semua caleg penipu dan munafiq bro….hanya orang2 bodoh saja yg bisa dipengaruhinya….

    Insya Allah hanya ada satu partai yg bersih dan ikhlas dlm perjuangannya yakni PKS=Partai kita semua……

  25. suwit2 berkata:

    klo ak milg pks aja,kayaknya yg paling bersih deh.

  26. Rafki RS berkata:

    Mata sudah dibuka baik-baik, telinga juga sudah distandbykan dengan saksama, namun sayang banyak calon wakil rakyat yang pandai bersembunyi di lalang yang sehelai. Mungkin punya ilmu menghilang kali ya. Pas mau Pemilu, kelihatan alim semua. Pas sudah berubah status menjadi anggota legislatif, baru kelihatan belangnya bagi yang punya belang. Sepertinya mesti pakai kacamata infra merah nih…:D

  27. dhilacious berkata:

    berdoa aja..
    semoga yang menang ngga kacrut2 amat yaaah.. 😆

  28. MT berkata:

    ada juga orang yg golput karena bingung, golput karena anti politisi lokal, golput karena kecewa… biarlah. bagaimanapun, golput hanya sedikit di negeri ini.

    walaupun ada golput, pemilu tetap berlangsung sesuai rencana. jadi inget puisiku… “Bukan DeJa vu”

    yang milih, memilihlah sesuai hati, jangan karena membenci yang tak dipilihnya. dan juga, jangan membenci mereka yang tidak ikut memilih.

    yang nggak milih, jangan merasa hebat karena berani menjadi golput dan menganggap yang ikutan pemilu sebagai pengecut…

    berbedalah sebagai teman, bukan sebagai lawan!

  29. Edi Psw berkata:

    Berharap semoga para anggota dewan mendatang adalah orang-orang yang mendengar hati nurani rakyat.

  30. mirma yudha berkata:

    sebenci2nya mim ma partai, mim ga akan golput.. ^^
    cos.. benci ma banyak partai, tapi paling benci cuma ke 1 partai hahahaha..

  31. ©Nisa berkata:

    sepertinya tahun ini tahun pertama saya memilih :D, hmm.. udah kedaftar blum ya?

    bagi yang bingung maw contreng apa, gimana kalau goyang dulu, eh… bukan!! maksud saya, ISTIKHARAH dulu. . . . 😀 ,, monggo,

  32. wi3nd berkata:

    weLL see yaa..
    nda bisa janji ju9a..
    semo9a sajah nda 9oLput ato mun9kin tetap menajdi 9oLput.. 🙂

  33. Amirazam berkata:

    golput adalah (golongan putih) yah namanya juga baru ban putih ya begitu.tapi aku juga dulu golput lha dulu kan cuma 3 partai.hahaaa eh lagi dulu udah milih apa belum ya

  34. HAMBA ALLOH berkata:

    Islam Agama Yang Diridhai ALLOH SWT Rabb Semesta Alam Pencipta Langit Dan Bumi

    Islam adalah agama orang-orang yang berserah diri kepada ALLOH SWT Rabb Alam Semesta Pencipta Langit Dan Bumi dan tidak menyembah Tuhan selain Allah SWT. “Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah.” Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).” [QS Ali Imran : 64]

    Sesungguhnya Islam sudah ada sejak zaman Nabi Adam dan Nabi Ibrahim : “Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik- baik Penolong.” [QS Al Hajj : 78]

    Sesungguhnya Ibrahim dan tiap-tiap Nabi lainnya beragama Islam. Bukan orang yang musyrik : “Dan mereka berkata : “Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk.” Katakanlah : “Tidak, melainkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik.” [QS Al Baqarah : 135]

    “Ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani?” Katakanlah: “Apakah kamu lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya?” Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan.“ [QS Al Baqarah : 140]

    “Katakanlah: “Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus, dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang musyrik.” [QS Al An’aam : 161]

    “Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): “Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif” dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.” [QS An Nahl : 123]

    Bahkan Ibrahim mewasiatkan keturunannya agar tidak mati kecuali dalam agama Islam : “Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam.” [QS Al Baqarah : 132]

    Agama yang diridhai Allah hanya Islam.
    “Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.” [QS Ali Imran : 19]

    “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” [QS An Nuur : 55]

    “…Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu…” [QS Ali Maa-idah : 3]

    Tidak Diterima Agama Selain Islam.
    “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” [QS Ali Imran : 85]

    Hanya Islam agama yang bersih dari kemusyrikan. Islam hanya menyembah satu Tuhan yaitu Allah. Hanya mengabdi pada Allah. Segala kebaikan kepada makhluk lain tak lepas karena cinta kepada Allah : ”Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya.” Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.” [QS Az Zumar : 3]

    Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. [QS Ali Imran : 10]

    Bila dalil-dalil yang begitu jelas dan gamblang, masih belum juga membuka hati untuk mengatakan bahwa hanya agama Islam-lah agama yang benar, maka sebagai penutup untuk orang-orang yang menga-takan semua agama adalah sama dan benar, mari saya kutipkan ayat untuk menjadi perenungan bersama : “Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkan perkataanmu sehingga apabila mereka keluar dari sisimu mereka berkata kepada orang yang telah diberi ilmu pengetahuan (sahabat-sahabat Nabi): Apakah yang dikatakannya tadi? Mereka itulah yang dikunci mati hati mereka oleh Allah dan mengikuti hawa nafsu mereka.” [QS Muhammad : 16]

    “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur’an ataukah hati mereka terkunci” [QS Muhammad : 24].***

  35. dir88gun berkata:

    assalamu alaikum wr. wb.

    Permisi, saya mau numpang posting (^_^)

    http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/06/03/menggugat-demokrasi-daftar-isi/
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/03/24/hukum-pemilu-legislatif-dan-presiden/

    Sudah saatnya kita ganti sistem,
    untuk masa depan umat yang lebih baik!
    semoga link di atas bisa menjadi salah satu rujukan…

    Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.
    Mohon maaf kalau ada perkataan yang kurang berkenan. (-_-)

    wassalamu alaikum wr. wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s