Email Cinta


Teruntukmu A

Sebulan setengah sudah perpisahan ini. Sudah sebulan pula aku memulai jalinan kasih. Tapi apa yang terjadi A, perasaan itu tetap tersingkap, meski sudah kututup rapat. Semakin aku berlari, semakin aku lemah dan kembali.

A, aku masih teringat saat kau menerimaku pagi itu. Setelah seminggu aku menunggu, dan di awal malam kutumpahkan segala harapanku. Aku katakan saat itu bahwa aku tidak memintamu memacarimu jika kau memang tidak mau. Aku hanya ingin kau menikahiku seleps luluas nanti, aku siap lahir bathin.

Semalaman aku menangis karena kau tak kunjung membalas SMSku. Hingga kau telepon aku dan menanyakan keseriusanku. Tentang apakah aku bisa menemanimu dalam kesahajaan kehidupan. Dan aku jawab ya. Lalu kau pun menerimaku dengan alasan dari setiap yang mendekatimu, aku lah yang datang dengan kejujuran akan segala kekurangan dan kelemahanku. Sementara mereka datang dengan menunjukkan kehebatan dan kelebihannya.

Ingatkah A, saat kau menangis karena kau melihat aku tak bisa melihat. Saat itu penyakit yang hanya kau, aku dan dokter yang tahu kambuh. Lalu kau terus menerus merayuku untuk kembali mengajakku ke dokter, tetapi aku menolak karena aku tak mau membebanimu. Kau tahu, sengaja aku tak memberitahu keluargaku karena kondisi perekonomian keluarga kami yang sedang lemah. Usaha ayah bangkrut sejak beberapa bulan yang lalu.

A, kau pun mengajariku tentang kemandirian. Kau ajari aku tentang berikhtiar lewat berdagang. Kau modali aku dan bahkan kau buatkan aku rekening tabungan agar aku bisa lebih mampu mengelola keuangan. Dan kini, usaha itu sudah semakin baik A, aku bisa membiayai sekolahku karena itu.

A, pasti kau takkan lupa, saat aku mulai kembali keras kepala. Aku mulai tak menurutimu padahal aku tahu itu demi kebaikanku. Saat aku merasa kau tak bisa romantis. Saat aku merasa tidak diperlakukan selayaknya pacar. Tak ada suasana indah di malam minggu, tak ada pelukan ciuman yang memburu. Kau selalu bilang, jika kita menginginkan itu maka kita harus menikah siri terlebih dahulu. Ah, aku merasa kau teramat kampungan A. Lalu aku melakukan kesalahan dengan jalan sama lelaki lain. Berangsur aku menyakitimu. Tapi kenapa kau terkesan kebal A.

A, aku hanya menikmati keindahan bersamamu tak lebih dari sebulan. Dan saat perpisahan kau katakan bahwa tugasmu telah berakhir. Lalu kau pergi seiring senyum sinisku. Saat itu aku merasa bebas, karena tak lagi memilikimu yang seolah Satpam yang kolot. Tapi kini, ah andai saja waktu bisa diputar mundur. Aku ingin kembali menjadi bidadari kecilmu, yang lembut dan mencoba memahamimu yang menjaga kehormatanku untuk menjaga kesucian cinta kita.

Adakah kesempatan untukku lagi?

Dari adindamu

———————————————————————-

Jaka menghirup napas panjang, lalu dia membaca email itu berulang. Senyum mengembang dari sudut bibirnya. Lalu jemarinya menari di atas keyboard laptopnya. Membentuk rangkaian kalimat sebagai email balasan.

———————————————————————-

Adinda yang semoga senantiasa ceria dalam menjalani kehidupan yang fana ini. Apakah siangmu masih terang karena kehadiran mentari. Lalu bagaimana dengan malammu, apakah masih ada rembulan yang menemani. Aku yakin ya, karena itu tak ada masalah dengan ketidakhadiranku. Karena hidupmu akan terus berjalan seiring waktu. Yakinlah, masa depanmu cerah tanpa aku. Tetap dekat Tuhanmu dan lupakanlah aku. Bukankah kita akan kuat ketika kita memahami benar hakikat cinta, karena sesungguhnya kepada Allah-lah cinta bermuara.

Iklan

Tentang achoey el haris

Seorang lelaki sahaja yang gemar menulis. Dan blog baginya adalah media untuk menyalurkan kegemarannya itu. Salah satu pendiri Komunitas Blogger Kota dan Kabupaten Bogor (BLOGOR). Pengasuh Pojok Puisi. Anggota Komunitas Menulis Bogor (KMB) dan Kopi Sastra.
Pos ini dipublikasikan di Kreasi Fiksi dan tag , , , , . Tandai permalink.

34 Balasan ke Email Cinta

  1. senoaji berkata:

    wewww…. cinta kerinduan dan apa obatnya untuk candu sedahsyat itu….

  2. bujanglahat berkata:

    Menyentuh sekali kang… bener kang, hanya kepada Allah cinta itu bermuara, cinta yang hakiki….

  3. PETIR ANGKASA berkata:

    cinta kadang sulit untuk dimengerti..hanya bisa dirasakan di hati yang mencinta..semoga ada hikmah ya 🙂

  4. FaNZ berkata:

    cie ciee pasti mantannya yah kang? :p

  5. Laki-laki Biasa berkata:

    Sang Adinda baru merasa kehilangan setelah kepergian Sang Aa’… itulah yg biasa terjadi, baru menyadari semuanya setelah hal itu berlalu.

    Cerita yg oke punya Kang.. 🙂

  6. Gusti Dana berkata:

    Mas Achoey…yang tabah ya??.Tetap terus melihat kedepan sambil belajar dari kesalahan:-)

    Salam hangat dan persahabatan selalu

  7. Farrel berkata:

    Wuih, dalam banget Bang… 😀

  8. wi3nd berkata:

    heemmm
    bukan dari aku kan A’..:)

    keep istiqomaH A’..
    an99aP ituh hanya sebuah sandun9an,jan9an selalu menoleh kebalakan9,masa lalu jadikan @ pembelajaran..:)

  9. happy berkata:

    nice blog. aku nyasar kesini nih.
    mari berteman ^^

    btw, main2 ke blog happy ya. n jangan lupa komen. makasi.

  10. uki21 berkata:

    Aku hanya ingin agar kalian berdua ikhlas akan semua yang telah menjadi keputusan kalian…
    Hidup ini adalah pilihan mas, Alloh sudah menunjukkan ini baik dan ini buruk, tapi hanya kita jua lah yang menentukan kemana arah kehidupan kita mau di tuju..

  11. Jafar Soddik berkata:

    Penyesalan datangnya biasa setelah terjadi. Si cewe telah menyesal kenapa dulu memilih laki-laki lain sedangkan si lelaki merasa sudah tersakiti dan belum dapat menerima permintaan maaf yang tulus dari si cewe.
    Kalau memang masih bisa diperbaiki coba diperbaiki aja atuh Kang, sapa tau memang masih ada cinta dan asa yang bisa dirajut ulang. 🙂

  12. iwan berkata:

    wah apa kira2 obatnya yah……..

  13. omiyan berkata:

    kesempatan itu akan selalu ada

  14. dieyna berkata:

    Hiks hiks hiks.. terharu.. saya..

  15. kw berkata:

    wah baru sebulan,.. cepet banget…\
    🙂

  16. Menik berkata:

    Kalo jodoh ga kemana.. 🙂

    @ Dieyna

    imel itu yg ngirim elo ya ? waduh.. blm bisa ngelupain si Aa ? :siyul2:

  17. masicang berkata:

    mhmhmh.. malam ini melankolis sekali…..saya buka banyak blog kok topiknya cinta semua ya?..apa karena deket pekan merah jambu nih

  18. Rian Xavier berkata:

    wah.. menyentuh sekali.

  19. rocknoida berkata:

    pengen tau syape sih si “A” ntu 😀

    cuma negor n ade post baru di blog ane

  20. Rindu berkata:

    Duh kang, kenapa email yang saya kirim dipajang disini sih … duh si akang 🙂

  21. Retie berkata:

    mmmm menyentuh sekali….
    koq disimpan di kreasi fiksi???

    beneran nich fiksi???

  22. ariefdj™ berkata:

    Kang, si jaka sepertinya salah ketik tuh..

  23. Fahrisal Akbar berkata:

    Email cinta….memang begitu menyenangkan jika tulisannya sesuai dengan yg kita harapkan…. 😀

  24. Gelandangan berkata:

    emank enggak salah kalau penyair bercinta itu romantis banget bro 😀

  25. pengendara berkata:

    A, yang sabar yah,
    .
    terima kasih sudah mau menerimaku.

  26. hellgalicious berkata:

    A syapa tuh? jadi penasaran nih..
    bdw tahun 2009 ko masi pake surat?
    pan ada email?

    hehehg

  27. kaya’nya pengalaman pribadi nih.. 😛

  28. PeGe berkata:

    Adududuuh.. puitis banget.. Untung aQ ga nangis waktu pelajaran MTk.. Hihi..
    Salam kenal & selamat,, anda tidak termasuk golongan “hehe”.. 🙂

    Cheerz~!

  29. Upik berkata:

    Kadang kita tidak tahu tentang rasa cinta, namun terlambat menyadarinya saat kita kehilangan.. Peganglah cinta dan jagalah agar kita ga akan pernah merasa kehilangan dan menyesal…
    Watauwwww, kagak nyambung ya… Ah cinta…. 😀

  30. suwit2 berkata:

    A ujian g selalu lewat keburukan,ujian berupa keindahan kadang lebih melenakan kita

  31. marshmallow berkata:

    uh, keren euy, kang achoey!
    fiksi yang dibalut dalam bentuk surat.
    terus berkarya, kang!

  32. olvy berkata:

    huhuhuu *sambil meres saputangan, coz q terlalu sensitip baca beginian :)*

    karena memang berattt banget melepas sesuatu yang sudah kita ‘genggam’ meski itu untuk kebaikan kita sendiri…

    serahkan semuanya pada waktu karena dia yang akan membuatnya mudah untuk dilupakan

    dan biasanya sesudah kesusahan ada kebahagiaan yang menunggu kita di depan *asal kuat nunggunya lho..*

  33. insanbiasa85 berkata:

    apakah cinta itu memang tidak harus memiliki? atau apakah sudah tak ada lagi maaf atau memang sudah enggan tuk bersama lagi?meski sakit tp hidup terus berjalan…jadi jangan lemah karena cinta ya….

  34. racheedus berkata:

    Balasan email yang indah dan santun. Tampaknya, bisa kugunakan untuk menyampaikan permintaan maafku karena menampik tawaran cinta seseorang padaku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s