Perbincangan Kejujuran


“Jadi kau akan menceritakan dengan jujur tentang masa lalumu meski pun itu kelam?” Pras melanjutkan pertanyaan setelah meneguk teh manis yang Jaka hidangkan.

“Ya, kenapa kita harus tutup-tutupi. Jika memang kita hendak merangkai ikatan suci dengan gadis tersebut, kita pun harus jujur menjelaskan siapa diri kita dan tentunya seperti apa masa lalu kita dan ingin seperti apa masa depan kita. Jangan sampai malah kita nodai niat suci ini dengan membohonginya.” Jaka mencoba menjawab pertanyaan yang disodorkan Pras. Pras mengernyutkan dahi, tapi sepertinya dia mencoba untuk memahami.

“Jadi kau kan ceritakan bahwa dulu kau sering bergonta-ganti pacar?”

“Pras, jika memang calon istri kita bertanya tentang hal itu atau kalau memang hal itu dipandang perlu ya aku akan menceritakannya. Tapi tidak berhenti sampai di sana, aku juga akan menjelaskan bahwa itu masa lalu, sesuatu hal yang buruk, dan kini kupastikan padanya bahwa aku telah berubah. Aku adalah sosok yang belajar dari kesalahan masa lalu dan akan memperbaikinya untuk kebaikan masa depanku. Menjadi suami setia, imam yang baik untuk keluarga.”

“Terus.” Pras terkesan ingin tahu banyak akan sikap Jaka mengenai kejujuran terhadap calon istri ini.

“Aku kan menjelaskan sejelas-jelasnya siapa diriku. Dan aku juga kan sebutkan secara jujur riwayat kesehatanku dan bahkan berapa penghasilanku per bulan. Aku tidak ingin dia mengetahuiku hanya dari fisik saja, tapi aku ingin dia tahu siapa aku sebenarnya. Aku tak ingin seolah calon istriku kelak membeli kucing dalam karung.”

Pras tertawa. “Ah Jaka, emang kita kucing apa. Jujur Ka, saat ini aku sedang menjalani proses perkenalan dengan seorang gadis. Gadis ini aku harapkan bisa menjadi istriku selamanya. Awalnya hubungan kami baik-baik saja. Sampai pada suatu ketika aku ceritakan bahwa diriku ini hanyalah seorang karyawan biasa yang berpenghasilan pas-pasan. Bahkan aku sebutkan nominalnya. Nah, beberapa hari setelah itu dia menjadi sulit dihubungi, apalagi saat diajak membahas keseriusan hubungan kami.” Pras menarik napas dalam. Dia berhenti bicara dan menundukkan kepalanya. Jaka adalah sahabat yang sigap, dia tepuk pundak Pras lalu berusaha menegarkannya.

“Sobat, mungkin dia sibuk. Berbaik sangkalah!”

“Ka, aku pernah melihatnya jalan berdua di sebuah pusat perbelanjaan. Padahal beberapa menit sebelumnya aku hubungi dia, dia bilang sedang menjenguk sahabatnya di rumah sakit. Dia telah membohongiku Ka.”

“Selamat ya sahabatku.”

“Ka, kok malah meledek.” Pras merasa tersinggung dengan perkataan Jaka.

“Selamat, karena Allah telah menunjukkan siapa sebenarnya gadis itu. Dia bukan yang terbaik untukmu, kau harus bersyukur karena belum terlanjur. Kini kembali bersihkan hati dari luka yang sebenarnya tidak perlu. Tersenyumlah, karena Allah kan mempertemukan dirimu dengan sosok terbaik yang telah dipersiapkan-Nya. Suatu saat nanti kau kan menjumpainya. Jadi tersenyumlah Pras.”

Iklan

Tentang achoey el haris

Seorang lelaki sahaja yang gemar menulis. Dan blog baginya adalah media untuk menyalurkan kegemarannya itu. Salah satu pendiri Komunitas Blogger Kota dan Kabupaten Bogor (BLOGOR). Pengasuh Pojok Puisi. Anggota Komunitas Menulis Bogor (KMB) dan Kopi Sastra.
Pos ini dipublikasikan di Kreasi Fiksi dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

37 Balasan ke Perbincangan Kejujuran

  1. senoaji berkata:

    wadoohhh… perempuan dan keterlibatannya dengan persoalan2 hati… wadooohhh… kerenn

  2. Onez Sumlang berkata:

    waww…cewe yang aneh….
    facebook nya di approve dunkz…

  3. kw berkata:

    ya ya ya.. selalu ada hiklmah dibalik peristiwa..
    🙂

  4. Farrel berkata:

    Kadang kejujuran menyakitkan. Tapi perlu dipahami, kebohongan lebih menyakitkan lagi…

  5. yunitasulistya berkata:

    ngomong2 ceritanya siapa nich…?

  6. mungkin saya harus memperbaiki cara untuk menyampaikannya bukan mengurangi nilai kejujuran itu …

  7. hellgalicious berkata:

    ini cerpen ato nyata??

  8. PETIR ANGKASA berkata:

    🙂 semoga akan datang seorang bidadari yg lebih baik 🙂

  9. omiyan berkata:

    apa yang terbaik buat kita akan selalu sakit yang dirasa padahal sesungguhnya kita mendapatkan kemenangan.

  10. novak85 berkata:

    jaman skarang kejujuran menjadi sangat mahal
    🙂

  11. thegands berkata:

    bang achoey, saya mau ngasih saran neh. sepertinya abang ini punya bakat nulis buku novel, terus buku2 yang memotivasi gitu. yah, kenapa gak dikeluarin aja bukunya bang? hehehe… just my opinion..

  12. nenyok berkata:

    Salam
    Pas kayaknya Kang, bener yang dibilang Jaka klo emang ditanyakan dan dipandang perlu untuk dijelaskan ya jelaskan, tp klo engga dlm kasus cicintaan gini, kita memang harus mengatakan benar tp adakalanya tak semua kebenaran mesti diungkap/bukan berarti mesti bohong lho ya, jangan menoleh ke belakang. yang sudah ya sudah jd pelajaran dan poengalaman berharga. *Halah sotoy banget siy
    btw Pras kan mmm….mmm…***** gw *apa coba 😀

  13. Humorbendol berkata:

    Bener juga tuh..tuh ce matre ya?
    Ntar malah kasihan suaminya…

  14. andi berkata:

    Kejujuran sudah menjadi sesuatu hal yang langka…Jadi mari kt jaga bersama.
    Salam kenal buat semua…Senang bisa berkunjung disini.

  15. enzha21 berkata:

    Selamat cuy…..
    Semoga barakah….
    Semangat !!!
    Maapkan daku tak bisa memberikan support apapun.
    kan Ku kejar dikau menjemput kesempurnaan yg haqiqi.
    (jng sampai kau yg kejar daku…. 🙂 )

    regards,

  16. AngelNdutz berkata:

    hoo…..emang dasar!!untung aja belon sampe menikah ya mas

  17. uki21 berkata:

    Ada dalam setiap insan itu kebaikan dalam diri mereka… percayalah!!!! bidadari untukmu kan muncul sekejap lagi..

  18. Agung Mojosari berkata:

    yup, bersyukurlah telah ditunjukkan siapa dia sebenarnya….
    sangat mencerahkan 🙂
    makasih sobat 😀

  19. siwi berkata:

    “Allah kan mempertemukan dirimu dengan sosok terbaik yang telah dipersiapkan-Nya.”

    Yup, aku juga selalu mempercayai itu 😛

  20. budiOno berkata:

    tersenyumlah karena sudah ditunjukkan gadis itu bukan jodoh.. hanya seorang gadis matre yang tidak siap menghadapi apapun di dalam rumah tangga berdua

  21. ichanx berkata:

    kenapa nama tokohnya selalu “jaka” sih? kali2 ganti dooong… ichanx misalnya… heuheue

  22. grubik berkata:

    mengingatkanku akan sebuah peristiwa kang…

    kadang Dia mengabulkan doa kita dengan cara yang terasa pahit pada awalnya, baru setelah kita berpikir jernih baru deh kita tahu kalau doa itu dikabulkannya..

    dan berpikir jernih itu bisa butuh waktu semenit, sehari dan bahkan dua tahun, sungguh…, dua tahun kang..
    (malah curhat..)

  23. dieyna berkata:

    .. ayo ayo yo ditunggu tanggal mainnya

  24. putrinegriangan berkata:

    tulisannya bagus! apalagi komen Grubik.. makin menambah kesempurnaan tulisan kang achoey..

    hmm.. ALLAH knows what best for us.. jadi, teruslah berbaik sangka kepadaNya.. gitu kan kang? tp tu cewe rada aneh jg yak.. harusnya, setiap dia kenal cowok, ditanyain dulu nominal gajinya, biar si cowok ngga ngarep duluan..

    [lho.. malah ngomel.. :P]

  25. layanglayang berkata:

    Allah lah yang menentukan segala yang ada di muka bumi ini, sampai daun yang gugur pun telah Dia rencanakan..

    cerpenya bagus kang.. [seperti kisah nyata 😀 ]

  26. Selalu dengan paparan bernas. Great.

  27. iwan berkata:

    yah aq setuju sekali dengan pendapat anda seharusnya kita jujur sebelum mereka tau…
    biasanya mereka lebih senang kalau kita jujur dibandingkan kita menutupinya dan mengetahuinya dari orang lain ….iyakan,,…..

  28. sawali tuhusetya berkata:

    iya, bener banget, mas achoey, Tuhan pasti akan memberikan jodoh yang terbaik buat hamba-Nya.

  29. herbaqu berkata:

    mau sesuatu yang baru dan bermanfaat untuk selamanya?
    lihat nih http://www.herbaqu.wordpress.com

  30. zoel berkata:

    katanya sich… laki laki baik² untuk perempuan yang baik² juga,,…

  31. dendin berkata:

    biasalah itu yang penting kita harus legowo hahahahahah….

  32. roberthendrik berkata:

    stuju bang, saya juga berusaha jujur tentang masa lalu, walau kelam,hehe… dia harus tau… dan kalau memang ga bisa terima, ya berarti bukan jodoh kan.. akhinrya ya kami putus juga… tapi saya ngerasa udah lakuin hal yang bener apapun akibatnya…

  33. wi3nd berkata:

    jujur ituh pentin9,tapi tak semua kejujuran berbuah manis..

    ayo duunn..jan9an menoleh kebelakan9 mulu,nti kesandun9 loch..:)
    didepan sanah ada yan9 lebih indah..

    TUHAN tahu apa yan9 terbaik wat umatna,YAKINLAH..

  34. ariefdj™ berkata:

    kejujuran itu penting, jika pada tempatnya.. dan dalam hal hubungan antara sepasang suami – isteri, kudu pandai2 dalam hal jujur.. tindakan si jaka, bener tuh kang..

  35. missjutek berkata:

    kenapa nggak coba kirim sinopsis novel ato kumpulan cerpen ke penerbit sih? yg menentukan bagus/layak enggaknya kan mereka… jadi, kenapa ga dicoba aja sih? *hmph, jd gemes sendiri deh!!*

  36. olvy berkata:

    yup, setuju jujur memang perlu tapi sebagai manusia kita juga harus punya rahasia dong 🙂

    tapi kalo sbg perempuan aku ga tau mau ngomong apa karena rata-rata emang yang kulihat selama ini kebanyakan cewek2 *kebanyakan lho ya, bukan semuanya* melihat materi atau at least cepat-cepat menikah supaya tidak lagi menjadi beban orang tua *true story*

    Lha dari pihak cewek mau bilang apalagi kalo sang pacar belum bisa menikahinya sedangkan ada orang lain yang telah siap untuk menjadikannya seorang istri…

    jadi bingung euy *sok jadi orang bandung*

  37. diandra berkata:

    “kan indah pada waktunya”

    salam kenal 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s