Rumah Sahaja Sahabat


Perjalanan menembus malam, menyusuri ruas jalan beriringan. Beberapa motor melaju seiring deru. Mengikuti saran sang sobat agar kami tak gunakan roda empat.

Sesampainya di sana, menghempas penggalan perjalanan indah. Tampaklah istana indah saksi sakinah dan sang sobat pun mempersilakan kami tuk singgah.

Rumah mungil berukuran 4×10 m itu kami sesaki. Kami hamburkan kehangatan persahabatan di sana. Tak henti kupandangi sekelilingnya, dan desir tasbih pun mendecak kagum seiring senyum.

Dindingnya tak putih mulus melainkan tampak batako, atapnya pun masih tembus pandang menampak asbes. Lantai tidaklah rata, belum tampak keramik putih di sana. Tapi betapa aku bahagia, melihat sang sobat tersenyum bangga. “Walau bagaimana pun inilah rumahku”, seoalah aku mendengar dia berujar, padahal sedari tadi dia hanya fokus menjamu sahabat-sahabatnya.

Sang Sobat adalah sosok lelaki pekerja keras. Dengan statusnya sebagai seorang suami dan ayah dari satu orang puteri semakin memacunya tuk lebih bersungguh-sungguh menjemput rejeki. Istrinya pun tak tinggal diam, dia turut membantu ekonomi keluarga dengan bekerja di sebuah minimarket. Sungguh sebuah kolaborasi yang indah, seiring tautan hati yang mengeratkan jalinan sepanjang harapan, harapan yang tak pernah berkesudahan.

Sahabat, aku bangga padamu dan keluarga. Kepercayaanku akan hakikat kebahagian berumah-tangga tak hanya karena limpahan harta semata semakin tampak adanya. Kebahagiaan itu adalah ketika keikhlasan bersama dalam kondisi seperti apa pun adanya telah terlukis indah. Dan kesejatian cinta yang terpatri seperti ini akan terwujud jika cinta tersebut didasarkan pada cinta kepada Sang Pemilik Cinta Sejati.

Sahabat, kekagumanku ini adalah penyemangatku agar berani lebih jauh melangkah, untuk sebuah harapan indah, sakinah. Insyaallah.

—————————————————————————————-

Hanya catatan ringan seorang lelaki yang tersenyum kelaparan karena kehabisan Mie Janda malam ini.

Iklan

Tentang achoey el haris

Seorang lelaki sahaja yang gemar menulis. Dan blog baginya adalah media untuk menyalurkan kegemarannya itu. Salah satu pendiri Komunitas Blogger Kota dan Kabupaten Bogor (BLOGOR). Pengasuh Pojok Puisi. Anggota Komunitas Menulis Bogor (KMB) dan Kopi Sastra.
Pos ini dipublikasikan di Celoteh Hati dan tag , , , , , . Tandai permalink.

33 Balasan ke Rumah Sahaja Sahabat

  1. angga erlangga berkata:

    Tampaknya perjalanan yang melelahkan yo mas.. Salam kenal ja… 🙂

  2. bocahbancar berkata:

    Hhh…..

    Kerenn kerennn..

    Saya juga salut pada semangat orang seperti ini…

    Semangat seperti itul;ah yang menjadikan saya masih bisa bertahan hingga saat ini….

  3. riez1929 berkata:

    semangat yang penuh arti untuk setiap langkah dalam jejak kehidupan

    -salam kenal ya bang-

  4. _wie_ berkata:

    Semangad atas cintanya pd Allah n keluarga bener2 tulus, hmmm cerita yg indah yah.. seneng bc nya.

    -salam kenal, main yah k blog aqu-
    —————————————————————–
    Sahabat, mana URLnya? 🙂

  5. Rita berkata:

    Hmmmm…..Siapapun menginginkan keluarga, rumah mungil yang didalalmnya tiap saat mengumandang lantunan tasbih, lantunan nama2 indah Sang Khalik….. Oya betapa damainya rumah bila ada bilik khusus untuk ibadah dan tempat berdiskusi sekeluarga ba’da sholat….berdiskusi mengenai kebesaran Tuhan dan arti hidup yang sesugguhnya.. Disana tertata rapih buku2 islami yang tiap saat bebas milih mau baca yang mana sesuka hati…..

  6. Rindu berkata:

    Menikahlah dengan saya kang … kita bentuk sakinah. halah !!

    *ditimpuk pacarnya kang cucu*

  7. GiE berkata:

    Rumah bersahaja yang dihuni dengan keluarga sakinah mawaddah memang selalu membawa berkah bagi orang yang berkunjung ke dalamnya ya, kang… 🙂

    Eh, akang dilamar mbak rindu tuh..
    Ayo segera adain ijab-kabul… hihi… 😀

    *kabur*

    ————————————–
    Wah itumah kerjaan Mba Rindu bikin GeeR orang 😀

  8. jiwakelana berkata:

    Ingin kubelajar dari semangat dan kesederhanaannya itu sobat..

  9. nenyok berkata:

    Salam
    sangat nyata jika bahagia memang milik dan kendali hati semata, sanes kitu Kang, btw iraha atuh rarabi teh 🙂

  10. Rian Xavier berkata:

    Saya juga bangga sama sahabat saya. :mrgreen:

  11. Jafar Soddik berkata:

    Sudah merupakan cita-cita kaum adam dan kaum hawa untuk bisa membangun rumah tangga yang sakinah.

    Karena sebagian besar kebahagiaan yang kita cari sudah ada dengan memiliki suami/istri yang baik, bertanggungjawab, amanah, sadar akan kewajiban serta haknya masing-masing ditambah dengan putra/putri yang shalih/shalihah serta berbakti kepada kedua orangtuanya.

    Ya Allah jadikan rumah tangga yang sedang atau akan kami jalani nanti seperti halnya rumah tangga Sayyidina Ali Karramallahu Wajhah dan Ummi Fatimah Az-Zahra yang dihiasi dengan iman, ketaqwaan, kesederhanaan, pengorbanan dan penuh ketauladanan. AMIN.

  12. Danta berkata:

    Asiknya tinggal dalam lingkungan seperti itu.. dimana keikhlasan untuk hidup bersama sangat kental..

  13. mascayo berkata:

    Saya mendoakan agar apa yang akang harapkan segera terkabulkan. Sakinah. InsyaAllah.

  14. senoaji berkata:

    hmmmmm…. sakinah?

    tabiek
    senoaji

  15. hoihei berkata:

    wah….
    jadi terharu

  16. Menik berkata:

    bertapa untuk menemukan bidadari ? 🙂

    ehem Rindu nampaknya membuka peluang tuh dek :mrgreen:

    @ Rindu
    Piss Sis :mrgreen:

  17. anderwedz berkata:

    Kebahgiaan tidak hanya dapat dinilai dr harta benda…
    Tapi dari sekeliling kita yg menyayangi dan peduli dgn kita…

  18. Yap … rindu tu. Buruan …

  19. afwan auliyar berkata:

    wah senengnya di lamar mbak rindu 🙂

    wew….. keknya sudah pantas neh kang membina keluarga yang sakinah 🙂

  20. Liecha berkata:

    Enak yagh klo rumah diisi dgn kebersamaan.
    Walaupun hdup cuma pas2n.
    Seandainy…

  21. bocahbancar berkata:

    Walah ada gosip ama Mbak Rindu nich Maz he he he ..

    (ga ikut ikutan Peace,,)(^O^)

  22. mirma yudha berkata:

    pasti deru bangetttttt tu perjalanan na ^^

  23. Sawali Tuhusetya berkata:

    ya, ya, ya, saya sangat sepakat mas achoey. rumah tangga yan dibangun hanya lantaran duniawi dan kekayaan semata, hanya tinggal menunggu saat2 kehancurannya.

  24. bluethunderheart berkata:

    selamat malam bang
    selalu ada doa utuk abangku ini
    semangat ya,bang
    salam hangat selalu

  25. antokoe™ berkata:

    bekerja adalah ibadah, apalagi bekerja untuk anak istri itu salah satu jihad.

  26. obaghy berkata:

    akhi banyak yang doain tu 😀
    mba rìndu,tu kata hati kan?:-)
    amin aj deh.

  27. Dieyna berkata:

    kang achoey… teganya…

  28. ILYAS ASIA berkata:

    jika besok Anda Baca surat Yaasiin
    tujukan buat aku kang
    ,,
    aku yakin
    doa sahabat itu mustajabah..
    ,,
    dan
    sang pendoa mendapat bagian serupa

    ….
    (penuh Harap)

  29. ILYAS ASIA berkata:

    (penuh Harap)
    doakan aku dapat istri yang baik

  30. sibaho berkata:

    rumahku surgaku. *bisa surga bisa neraka, tergantung penghuninya*

  31. PETIR ANGKASA berkata:

    kuberikan 2 ibu jari:)

  32. latree berkata:

    jadi jangan pernah beralasan belum cukup ‘modal’ buat menikah 😉

    insya Allah pintu rejeki akan dibukakan olehNya…

  33. wi3nd berkata:

    “rumahKu istanaKu..”
    pernah den9er un9Kapan ituhkan a?

    jadi 9imanapun rumahna,asalkan san9 pemilik memiliki hati seluas samudera& keihlasan hati,seRa ketulusan hidup yan9 hanya ditujukan pada san9 muRABBI maKa kedamaian aKan aDa didalam rumah tsbt..:)

    *sok tau.net

    kaburrr….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s