Belajar Tegar dari Aisyah


“A, doaikan saya besok sidang.”

Isi SMS itu jelas membuat Sang Jaka terkejut. Bagaimana tidak, Sang Jejaka tahu yang mengirimkan SMS ini adalah sahabatnya yang kemarin masih berbaring di Rumah Sakit.

Setelah sesi motivasi yang ia berikan usai, segera Sang Jaka menelepon Sang Ukhti. Bertanya tentang maksud dari isi SMS tadi.

Berulang kali tasbih terucap dari bibir Sang Jaka. Dan jika dia tidak sadar kalau ada beberapa orang yang berada di sekitarnya, mungkin air mata itu telah tertumpah dengan tulusnya.

“Itulah A, kenapa saya memutuskan pergi ke Jepang pertengahan tahun ini. Itu karena saya tidak tega harus terus menerus melihat keluarga saya sedih. Saya tahu bathin mereka tersiksa.”

“Adik, A sangat kagum akan kebesaran jiwamu. Kau adalah wanita yang sangat tangguh. Kondisimu nyaris sama dengan kondisi ibuku. Dan kalian memang hampir sama wataknya. Berusaha untuk tidak merepotkan banyak orang, terus menerus menyemangati orang-orang terkasih dan membiarkan rasa sakit dinikmati sendiri.” Sang Jaka teringat ibunya yang juga memiliki kondisi yang hampir sama, yakni sakit yang tidak teridentifikasi secara medis. Bedanya ibu Sang Jaka sudah sekitar empat belas tahun, sementara Sang Ukhti sudah sekitar tujuh tahun.

“A, lucu deh. Kaki dan perut saya membengkak. Saya seperti orang hamil, padahal untuk minum saja saya sulit.”

Sang Jaka terdiam sulit bicara. Bibirnya di tutup rapat menahan haru. Tasbih menderu di hatinya.

“A, doakan saya ya agar sidang saya besok lancar. Pagi ini saya memutuskan keluar dari rumah sakit dan besok berangkat ke Bandung. Saya harus wisuda Februari ini.” Sang Ukhti kembali melanjutkan pembicaraannya setelah bosan menunggu Sang Jaka yang tak kunjung bicara.

“Ya dik, A pasti mendoakanmu. A yakin sidangnya akan lancar dan kau segera di wisuda. Tapi jangan pergi ke Jepang ya, please! A gak bias membayangkan bagaimana jadinya jika kau sendirian di sana.” Sang Jaka benar-benar tidak rela sahabatnya semakin menderita.

“Zajakallah A, atas dukungannya selama ini.” Sang Ukhti berucap lirih.

“Adik, A tulus. Meski kita belum pernah bersua, tapi yakinlah bahwa persahabatan ini tulus adanya.”

Ada hikmah yang tertanam dalam. Bahwa Sang Jaka harus belajar tegar dari Sang Ukhti dan ibunda tercinta. Dimana mereka tetap tabah menjalani derita yang berkepanjangan. Ada satu keyakinan yang membuat mereka bertahan untuk bersabar dan memantapkan keikhlasan, bahwa dengan sakit ini dosa-dosa mereka berguguran.

Subhanallah, kulihat senyuman yang indah. Senyuman ketegaran wanita muslimah yang solehah. Terima kasih Aisyah atas hikmahnya, zajakallah sahabatku.

Iklan

Tentang achoey el haris

Seorang lelaki sahaja yang gemar menulis. Dan blog baginya adalah media untuk menyalurkan kegemarannya itu. Salah satu pendiri Komunitas Blogger Kota dan Kabupaten Bogor (BLOGOR). Pengasuh Pojok Puisi. Anggota Komunitas Menulis Bogor (KMB) dan Kopi Sastra.
Pos ini dipublikasikan di Hikmah dan Motivasi dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

31 Balasan ke Belajar Tegar dari Aisyah

  1. amaliasolicha berkata:

    Syafakillah buat smuanya… Smoga Allah memberi kekuatan dan ketegaran… *hampir spicles e kak..

  2. Gusti Dana berkata:

    Saya terkesan dengan persahabatan dalam tokoh ini.Apakah “A” itu adalah mas Achoey..:-)

  3. bujanglahat berkata:

    Aisyah…. adalah sosok yang patut di contoh bagi kita semua

    Sahabatku achoey… nitip aisyah ya…. 🙂

  4. ichanx berkata:

    oww… wanita idaman…. 🙂

  5. fachri berkata:

    “tidaklah Allah menimpakan suatu musibah (sakit) kepada seorang hamba, melainkan akan berguguran dosa-dosanya layaknya dedaunan yang berguguran dari pohonnya”.. Semoga istiqomah..

  6. Nengthree berkata:

    (bertanya-tanya) Bisa ga ya saya seikhlas dan setegar Aisyah?

  7. kucingkeren berkata:

    wanita itu memang luar biasa..selalu ingin membuat sekelilingnya tak susah. Salamku pada Aisyah..semoga masih banyak Aisyah lain di muka bumi ini. Mudah2 an sy jg termasuk kelompoknya..

  8. emfajar berkata:

    semoga kita selalu diberikan kekuatan seperti tokoh di cerita tsb..

  9. carra berkata:

    jadi belom pernah ketemu sama Sang Ukhti, kang…?? 🙂 blogger juga kah…??
    ——————————————–
    belum sahabatku, aku belum pernah bersua dgnya. Dia bukan blogger, cuma punya FS 🙂

  10. pengendara berkata:

    fiksi atau fakta,
    .
    mencerahkan sekali

    ————————————–
    fakta bro 🙂

  11. langitjiwa berkata:

    slmt mlm kang Achoey.
    sdh lama tdk berkunjung ke ruang katamu,kang.
    bagaimana khbrnya?

    ————————————–
    baik sobat, semoga kau jua 🙂

  12. Gusti Dana berkata:

    Sahabat Blogger…

    Diskusi menyusun konsep “Indonesian’s Friendship Blogger” sudah dibuka:-).

    Saya mengundang sahabat (semua) untuk berdiskusi dengan sahabat blogger lainnya.

    Saya berharap..sahabat adalah blogger pertama yang ikut menyusun konsep IFB ini;-).

    Salam Persahabatan:-)

    Gusti Dana

  13. obaghy(obaji) berkata:

    wanita emang hebat ak jd kangen sama ema.ma i love u

  14. Cita-cita akan tercapai meski banyaknya rintangan.
    Tetep semangat 🙂

  15. syelviapoe3 berkata:

    Semoga mbak ukhti lekas sembuh…

  16. radesya berkata:

    Assalamualaikum kak..
    Apa kabar hari ini?

    Semoga kita bisa mengambil hikmah dari cerita kakak
    dan semoga ukhti tabah menghadapi cobaan hidup

    —————————————-
    waalaikumussalam dik
    Baik 🙂

  17. omiyan berkata:

    seorang wanita akan selalu penuh dengan pengorbanan…..mereka adalah cahaya dalam sebuah keluarga

  18. ubadbmarko berkata:

    Syukur dalam bahagia, sabar dalam musibah. Sungguh perlu kekuatan iman yang dalam.

  19. hellgalicious berkata:

    ceritanya so sweeet dah,,,

    eniwey A itu sapa?

    —————————————-
    Daku sobat 🙂

  20. afwan auliyar berkata:

    semoga diberi kekuatan A ….
    sidang nya lancar, kesehatannya di pulihkan 🙂

  21. hamka berkata:

    hmmm begitu ya… oklah mencoba tuk tegar (lagunya rosa ) hehe 😀

  22. bluethunderheart berkata:

    bang………………
    selamat siang
    salam hangat selalu

  23. rumahqt08 berkata:

    ni presty akh…

    wah.. ternyata emang perlu belajar tegar dari Aisyah..

    ty doain deh akh..
    🙂

  24. casual cutie berkata:

    hidup memang penuh perjuangan…

  25. rocknoida berkata:

    cerpen yg manteb !!!!

    cuma negor n ade post baru tuh di blog gw.

  26. siafa berkata:

    yayya dizaman akhir ini semua karakter itu muncul……………………
    seperti karacter nabi ayub yang didera sakit menahun
    seperti ukhti satu ini
    belajar dari kesbarannya….
    —————————————————————–
    dan semoga pemilik blog ini fun sama
    memiliki karacter seperti nabi yusuf
    yang mempunyai cerita cinta berliku dengan zulaiha…
    hahhhahaa ………..|(^_*)?………………………..
    ++++++++++++++++++++++++++++
    ++++++++++++++++++++++++++++

  27. wi3nd berkata:

    9ood LucK wat uktina..:)
    dan sem09a lekas sembuh yaa..

    peRsaHabaTn ituh eman9 indah ya a’..:)

  28. vaepink berkata:

    Subhanallah… 🙂

    aku enggak bisa bicara apa-apa kang…

  29. Salman berkata:

    Dengan menyebut nama Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang

    Milik-Nya lah segala apa yang ada di langit dan di bumi
    Hanya kepada-Nya tempat kita memohon dan minta pertolongan.

    Membaca tulisan ini derai air mata membasahi pipi, luluh aku dalam tangis yang menyesakan dada. Terbayang sosok mungil berwajah sayu itu terbaring lemah di ICU RSHS meski senyumnya tetap nampak indah namun ku tau dia dalam kepayahan. Yah Dialah Aisyah Wiranata adiku.

    Gadis manis yang telah membuatku bangga karena ketabahanya.

    Aisyah adiku sayang.
    Aku yakin semua yang pernah kau alami adalah cobaan.
    Semua adalah rencana Tuhan untuk mengujimu
    Setiap derita yang kau jalani pasti ada tujuannya

    Kau pasti bisa kembali ceria dan meniti hari dengan senyuman
    Dengan hati yang tulus seperti dulu

    Coba ciptakan kembali cahaya dengan senyumMu
    Buktikan pada dunia
    Bahwa kau bisa bangkit dari penderitaan ini.

    Akh Achoy terima kasih selama ini telah menjadi sahabat yang baik untuknya.

    Terima kasih atas doanya.

  30. Ricky berkata:

    saya jadi turut sedih,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s