Bunga Cinta yang Terbenam (Fiksi Bag. 2)


“Suara itu, suara yang sering kali mengusik kesadaran nuraniku namun selalu kutahan langkah tuk menghiraukannya. Ah, kenapa telingaku kini begitu peka.”

Selvi bergumam dalam hatinya. Dia menyeka lembut wajahnya yang tak lagi mengembun air mata. Hanya jejak-jejak lintasannya yang masih terbaca di kaca. Dia bangkit dan merangkul handuknya dengan harap sebuah kehangatan menjalar di tubuhnya. Lalu dia basuh wajahnya dengan air wudlu. Ini sebuah kerinduan yang selama ini dia abaikan. “Tuhan, ijinkan aku datang”. Itulah kata ketika dia mencoba melangkah terarah.

——————————————–

“Pak, Bu, putri Ibu mengalami keguguran.” Dokter mencoba melaporkan hasil diagnosa yang dia lakukan pada Selvi Bunga Cinta Laksana, gadis berusia tujuh belas tahun yang kini berbaring lemah menatap langit-langit ruang rumah sakit.

“Apa? Dok, bagaimana bisa. Dia kan ….” Suara bernotasi tinggi penuh ketidakpercayaan sang perempuan yang begitu menyayangi anak gadis satu-satunya itu terpotong oleh satu telunjuk lembut lelaki bijak di sampingnya yang menempel lekat di bibirnya.

“Mah, nanti kita bahas di rumah. Kita pikirkan saja kesembuhan anak kita. Kita rindu anak gadis kita satu-satunya kembali ke pangkuan kita dengan cinta. Jadi mohon untuk menyikapi ini dengan bijak. Dengan kedewasaan yang telah kita rangkai selama dua puluh tahun jalinan perkawinan kita.” Lelaki itu menatap lembut wanita yang di cintainya sembari menepuk-nepuk pundak istri sekaligus partnernya itu.

“Jadi dok, kira-kira apakah putri kami bisa kembali fit dan sembuh secepatnya. Kami rindu canda riangnya di rumah.” Lelaki itu memfokuskan tatapannya pada sang dokter berharap jawaban pasti darinya.

“Saya melihat putri Bapak sangat kuat. Saya yakin lusa putri Bapak sudah bisa pulang ke rumah. Dua hari ini biarkan dia berada pada pengawasan kami. Agar lebih cepat pulih. Jadi Bapak dan Ibu tolong jangan biarkan dia terpuruk dengan pertanyaan-pertanyaan yang mempengaruhi dampak psikologisnya. Nah sekarang, silakan Bapak dan Ibu menjumpainya, lalu kuatkan dia, buat dia kembali seperti putri kecil yang memeluk Bapak dan Ibu dengan riangnya.”

“Ya dok, terima kasih. Kami akan berusaha menjaga perasaannya.” Perempuan itu mencoba mengungkap bijak dengan senyum hangatnya.

Lalu sepasang pecinta itu beranjak pergi meninggalkan ruang kerja sang dokter. Menuju kamar Bunga Cinta berbaring.

———————————————

Pintu kamar itu dibuka perlahan dan tampaklah sosok buah hati berbaring namun harapnya sedang melayang menembus langit memohon ampun. Isyarat bibirnya sedang merangkai dzikir indah tak berkesudahan. Dan saat mata gadis itu menagkap dua sosok yang selama ini dinapikan cintanya, air mata pun berderai.

“Mah, Pah.”

Lalu senyum sepasang pecinta pun menyambut. Sebuah isyarat bahwa cinta masih ada.

(tunggu kelanjutannya ya sahabatku)

Iklan

Tentang achoey el haris

Seorang lelaki sahaja yang gemar menulis. Dan blog baginya adalah media untuk menyalurkan kegemarannya itu. Salah satu pendiri Komunitas Blogger Kota dan Kabupaten Bogor (BLOGOR). Pengasuh Pojok Puisi. Anggota Komunitas Menulis Bogor (KMB) dan Kopi Sastra.
Pos ini dipublikasikan di Sepenggal Kisah dan tag , , , , . Tandai permalink.

45 Balasan ke Bunga Cinta yang Terbenam (Fiksi Bag. 2)

  1. gbaiquni berkata:

    hmm…
    memang dibutuhkan ketenangan luar biasa untuk menyikapi situasi seperti ini…

    saya ikut belajar dari cerita ini…

    [senyum] 🙂

  2. rismaka berkata:

    Akhi.. Kisah dengan tata bahasa yg agak berat.. butuh perasaan mendalam tuk mnghayatinya.

    Ana renungi dulu ya..

  3. bayu200687 berkata:

    sebingkai frase…sebuah kebijaksanaan yang menakjubkan. ketenangan disaat orang2 biasanya gelisah dan bingung…adakah ini terjadi juga di alam nyata…?
    ditunggu kelanjutannya untuk lebih membawa arti…

  4. siwi berkata:

    Mana lanjutannya?
    *Tidak sabar*

  5. langitjiwa berkata:

    Cinta tak akn pernah hilang..
    **
    aku tunggu lanjutannya,kang.

  6. 1nd1r4 berkata:

    Beliau berdua mengingatkanku pada kedua orang tuaku, yang begitu sabar dan bijaksana dalam menghadapi setiap masalah yang hadir dalam keluarga dan kehidupan anak2nya..juga sekitarnya….scene ini dikemas dengan sangat manis kang…..diantosan lanjutannya 🙂

  7. yodama berkata:

    ada berapa postingan lagi kang??

    *stay tuned*

  8. arifrahmanlubis berkata:

    menarik..ditunggu lanjutannya akh

  9. Fajar berkata:

    siap menunggu…

  10. vaepink berkata:

    Kasih sayang dan ketulusan memang mengalahkan segalanya yah… 🙂

    Aku tunggu kelanjutannya kang… 😀

  11. Sassie Kirana berkata:

    Sie sudah datang memenuhi undangan..deep story kang..i’ll be wait to the next episode..
    Salam^^v

  12. falla berkata:

    sudah tergamabr betapa orang tua itu adalah segalanya..!!
    saya merinding kalo ada kata “orang tua” “ibu” “bapak” dan apapun itu yang menggambarkan mereka berdua..!!!

  13. menunggu lanjutannya…
    tambah bagus aja nulis nya 🙂

  14. redesya berkata:

    Wah kisahnya bagus kak, tapi mirip dengan ***…
    Bwt bagus, aku tunggu kisah selanjutnya..

  15. Laki-laki Biasa berkata:

    Ditunggu kelanjutannya Kang…:)
    Penuh tanda tanya nih…

  16. cantigi™ berkata:

    IMHO, ini, sungguh pesan moral yg bagus. ketika kemarahan, kegalauan memperbudak hati nurani, ada ritme kebijaksanaan untuk menyejukkan suasana. pemilahan frame cerita yg baik dg dukungan –yg bahkan seorang dokter pun punya sisi pertimbangan psikis untuk kedua belah pihak– bahasa sederhana, dimengerti, dan bermakna tanpa menggurui.
    persis sama saat saya dlm keadaan kesal atau marah yg akan memilih diam dan menghindar sesaat, agar engga terucap kalimat yg nantinya akan saya sesali.
    tapi kang achoey, maaf.., seberapa besar dosa Selvi hingga saat berkunjung pun harus meminta ijin? mudah2an ini hanya sisi manusiawi Selvi aja, sementara kita engga pernah tahu indikator level dosa itu sendiri seperti apa karena kita yakin, Arsy_Nya selalu terbuka untuk siapapun.. CMIIW. mohon maaf jika interpretasi saya masih jauh dari sempurna. tetap semangat kang.. ^_^

  17. duh semakin lm kok skmn menyentuh….man lanjutannya kak…jangan lama2 y..hhee

  18. blm mau jg menyimpulan sesuatu sblm baca sampe tammat..hehe

  19. fajar berkata:

    Daftarkan blog anda dalam Lomba blog berhadiah total 10 juta +handphone+speedy gratis. info lihat di http://www.audiochute.com :mrgreen:

  20. wi3nd berkata:

    …………………………………………….

    **nun99u!n kelanjutan ceritanya**

  21. langitjiwa berkata:

    lalu,kenapa Fitri bisa jatuh sakit,kang.

  22. ariefdj™ berkata:

    ..ahh.. bunga yang layu.. semoga bisa kembali bersemi..

  23. tuyi berkata:

    kira-kira endingnya gimana Kang….
    Happy End apa ngga’…..

  24. yu2n berkata:

    tokoh bapaknya meuni sabar… 🙂

    ditunggu lanjutannya kang, fiksinya bagus.

  25. mau bilang apa jika sang guru saya Cantigi telah mewakii segala argumentasi yang ada dalam buah karyamu abang.
    inilah seni bahkan mencoba menyerapkan analis suatu fiksi yang nyantai tetapi ada kesan yang mendasar pada moral tuk para menikmatnya.
    aku tunggu karya karya emasmu yang lainnya,bang.
    tetapada satu bintang pujian untuk abangku ini.
    alam hangat selalu

  26. suhadinet berkata:

    Keren. Ditunggu sambungannya.

  27. pututik berkata:

    saling mencinta dan mendapatkan cinta memang indah

  28. zulham berkata:

    Hmm… cerita yang menyentuh…
    Ingin baca lanjutan secepatnya.

  29. Rindu berkata:

    gelar tikar dan nunggu … sini mas duduk disamping saya dan kita teruskan cerita diatas 🙂

  30. geRrilyawan berkata:

    waduh…kang achoey neh….bikin jadi nunggu…..
    ayo dilanjutkan……..

  31. mirma yudha berkata:

    lanjutkan kang.. mim menunggu..

  32. s H a berkata:

    Segera lanjutkan kang. . . . . . . . . . . . .

  33. presy__L berkata:

    singkat ya?? jadi bikin penasaran..

  34. JoEy D`JuVe berkata:

    Nyimak… eh iya maen lagi ke rumah ku degh Cuy… minta respon lage negh…

  35. tren di bandung berkata:

    kayaknya penontonnya udah banyak tuh.
    ceritanya jadi kejar tayang begini nih.
    pasti ratingnya tinggi.

  36. tren di bandung berkata:

    kisah memang selalu mendapat kesan yang baik.
    pesan akan sampai dengan tepat dan kuat.
    teruskan terus memberi pesan lewat kisah.

  37. mierz berkata:

    wah, ceritanya baguss banget..

    cepetan dong di tampilin kelanjutannya..

    (kayak sinetron aja neh,)

  38. Ly berkata:

    lanjutannya mana kaaaaaaangg….????

  39. Istantina berkata:

    Yaaaahh.. Bersambung lagi..

  40. Risa berkata:

    wah..bagus ceritanya..jd pingin tahu lanjutannya….(*uhm..jangan lama-lama ya..dah banyak yg nunggu niich…)

  41. bluethunderheart berkata:

    aku percaya abang masih memiliki sebuah maha karya tulisannya jadi tampilkan lagi dong bang okey.
    salam hangat selalu

  42. latree berkata:

    kalo situasi begini, si SBCL ini sedih atau lega ya?

  43. silent reverie berkata:

    bunga cinta tak selalu harum…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s