Beberapa langkah telah berlalu, dia menengok ke belakang tampak pintu kontrakannya telah tertutup. Ada seorang wanita yang dia cintai sepenuh hati bersama buah hatinya di sana. Sembab matanya membayangkan masa depan sosok-sosok yang dicintainya itu. Dia menghirup nafas panjang, lalu dihembuskan seiring beban. Senyum diukirnya perlahan, lalu langkah pun diayunkan.
Ini adalah hari pertama yang harus dia lalui tanpa langkah pasti. Setelah kemarin batas waktu terakhir dia bekerja di sebuah perusahaan yang telah mem-PHK-nya. Istrinya tidak tahu hal ini, tak perlu tahu. Begitu pun anaknya yang sedang belajar bicara, tak perlu terkena dampaknya, bayi itu harus tetap tumbuh dengan ceria.
Tiba di sebuah kedai, dia pun mampir dengan maksud bukan untuk jajan atau makan, melainkan mencoba mempersiapkan surat lamaran karena tak mungkin melakukannnya di kontrakan. Karena ini rahasia, isrinya tak harus tahu. Sang pemilik kedai pun bertanya tentang apa yang dia lakukan, tapi lelaki itu tak berkenan terbuka bahkan pada pemilik kedai yang tak lain adalah sahabatnya itu.
Dua minggu sudah berlalu, dan lelaki ini tetap berpegang pada kebohongannya. Berangkat pagi pulang sore, seolah memang tak ada yang berubah dalam hidupnya sebagai pekerja. Tapi langkahnya kali ini lebih berat. Setelah uang tabungannya habis tak tersisa karena buah hatinya sakit keras dan harus berobat.
Tepukan di bahu membangunkan dia dari lamunannya. Sang pemilik memaksa dia akhirnya terbuka. Tentang PHK yang dia terima. Tentang kondisi ekonominya saat ini, Tentang upaya merahasiakan keadaannya pada istri tercinta. Sang pemilik kedai pun berlinang air mata. Teringat saat lelaki di hadapannya itu meminjamkan uang dua juta rupiah untuk modal usaha di kala usahanya kena gusur dan berpindah tempat. Lalu pemilik kedai itu berbicara pada lelaki itu.
“Sahabatku, ingatkah engkau bahwa dua tahun yang lalu kau pernah meminjamkan uang Rp. 2.000.000,- untuk membantuku membangun usaha. Dan sampai kini aku tak kunjung mengembalikan uang itu padamu, dan anehnya kau tak pernah memintanya. Uang darimu mungkin memang kau anggap bukan pinjaman melainkan uang bantuan untuk sahabatmu ini. Tapi bagiku, uang dua juta rupiah itu adalah uang investasi yang harus kudayagunakan dengan baik. Dan uang itu adalah milikmu, bahkan tak hanya uang itu, kau pun adalah pemilik kedai ini, kita berdua pemilik kedai ini. Kau pemilik modal dan aku yang menjalankan. Dan lihatlah kedai kita, sudah maju bukan.”
Lelaki itu terbengong-bengong mendengar ucapan sang pemilik kedai. Saat lelaki sedang terbengong-bengong, sang pemilik kedai pergi namun tak lama kemudian kembali di hadapannya.
“Lihatlah, ini adalah rincian pembukuan selama dua tahun kedai ini berjalan. Lihatlah, ini rincian bagi hasil untukku dan untuk kamu. Lihatlah total uang yang menjadi hakmu namun kau belum ambil. Dan aku simpan uangmu di rekening ini.”
Sang lelaki diam melongo, menatap saldo buku tabungan sebuah bank syariah dengan nominal yang tertera di sana Rp. 37.345.043,-
“Ya, uang ini milikmu, kedai ini milikmu. Bersyukurlah pada Allah. Lalu mari kita bangun dan majukan kedai ini bersama-sama. Bukankah menciptakan lapangan kerja itu lebih indah ketimbang mencari-cari kerja.”
Sang lelaki tak kuasa lagi menahan tangis. Dia pun segera memeluk sahabatnya itu. Dia tak bisa berkata-kata lagi, selain syukur yang terpanjat di hatinya. Allah memang Maha Pembalas yang Hebat.
Catatan: Maaf masih belum bisa blogwalking.





ahhhh indahnya persahabatan seperti itu. Indah karena dimulai dengan saling membantu, saling percaya. Yang dibantu, kemudian akan membantu.
Maaf saya juga baru bisa blogwalking sekarang
EM
dahsyat Sobat
Salam MArketing
subhanallah, sungguh indah persahabatan
subhanallah, sungguh indah persahabatan
terharu
lo komenku ilang
Pingback: Fiksi Hikmah; Dua Juta Rupiah yang Indah | Catatan Cinta Sahaja | Pusat Informasi Lowongan Kerja
Ya itulah arti seorang sahabat …
Salam sukses dari Solo …
Kebaikan akan berbuah kebaikan, itu pasti. Dan Tuhan seringkali mendatangkan rizki Nya dari tempat yang tidak disangka sangka..
Lagi keliling ronda sambil nenteng secangkir kopi.. Selamat dini hari Mas;
Ini fiksi apa beneran mas haris?
Apa yang kita tanam itu yang kita tuai. Nice story Kang
Fiksi tapi mampu bikin merinding…
Semoga banyak persahabatan indah lainnya…
Salam!
Cinta bisa hilang.. tapi persahabatn takkan pernah hilang..
nice story, true story ato fiksi nih mas?
Fiksi yang membawa keindahan akan hukum tabur dan petik, terima kasih banyak teman
wah, 2 jeti bisa jadi 10 kali lipat tuh
Itulah indahnya persahabatan tetapi sangat jarang sekali sekali bahkan langka sob sahabat seperti itu,tetapi apa yg sobat gambarkan kemungkinannya selalu ada,percayalah pada Allah pasti akan ada sesuatu yg sifatnya “Min haitsulla yah tasid” sesuatu yg tidak disangka2,makanya tetap bersyukur sebesar dan sekecil apapun karena semua itu pemberian-Nya.
Salam
Selalu ada inspirasi baru disini, mencerahkan… terimakasih sahabat
Subhanallah, sebuah kisah yang mengharukan, sekaligus menggugah. Terima kasih pada Allah karena persahabatan itu adalah pemberianNya
Allah Maha Tahu kapan waktu yang tepat untuk datang dengan bantuan kepada hambaNya…
Cerita yang sangat menyentuh dan inspiratif, Kang
subkhanalloh… ampe berkaca-kaca ngebacanya…!
keren banget mas bikin ceritanya…! jadi pelajaran pribadi juga… agar tidak pernah melupakan jasa orang-orang disekitar kita, terutama sahabat…!
susah mencari sahabat yang seperti itu A”, susah bersama senang bersama…
seperti pepatah mengatakan seribu teman kurang satu musuh terlalu banyak…
bagus
banget
kebaikan akan berbuah kebaikan
Bener…
terimakasih sudah sering mampir di blog saya, walaupun blum sempat update karena kesibukan ngurus si baby.
ceritanya bagus,
Siapa yang gemar membantu orang lain maka dia akan terbantu juga.
Salam hangat dari Surabaya
Terharu saya, mas.. kata-katamu merontokkan hati… :”(
aku bisa memahami ‘kebohongan’ yang terpaksa dilakukan lelaki ini, dalam episode ini aku pernah mengalami. betapa tidak mudah menerima kenyataan di PHK tanpa sebuah persiapan.
Dan alhamdulillah, pertolongan Allah begitu dekat dan nyata kurasakan, aku semakin yakin bahwa silaturahmi selain memanjangkan umur juga memperluas rejeki. Sepulang dari silaturahmi ke salah satu teman ( benar-benar silaturahmi, tanpa berpikir sambil mencari pekerjaan ) tiba-tiba aku dipanggil seorang satpam perusahaan yang ternyata dulu bertetangga. Hingga kini, tujuh tahun sudah aku bekerja, menjemput rizki yang Allah persiapkan untukku,untuk keluargaku.
Terima kasih kisah berhikmahnya ini, menyadarkan kembali untuk senantiasa sabar dan syukur
selamat mas, persahatan itu memang indah
Subhanallah, indahnya makna dan hasil dari saling berbagi…
Persahabatan adalah keindahan yang tiada tara…
Salam sayang dari BURUNG HANTU… Cuit… Cuit… Cuit…
hukum tabur tuai yah A..
** ini kalimat andalan daku sepetinya
persahabatan yang indah
Subhanallah…… numpang mampir sobat…
ga bisa koment cuma ” MERINDING BULU KUDUK” membacanya, indahnya sodakoh. Luar biasa
Great… well done masya Allah..
Dua juta itu lumayan banyak lho…
saya sedekahnya mulai dari yang kecil2 dulu…
biar banyak, yang penting ikhlas
akhirnya dua juta tak cuma kembali, tapi bertambah…
Selamat siang ….
sebuah arti persahabatan.
Arti sahabat, sahabat orang terdekat ke 2 didalam hidup setelah keluarga, sahabat termpat berbagi keluh kesah … sahabat adalah kesaling mengertian … dan kesetiaan.
fiksi hanya di judul *kuhapus airmata ini…
ckckccckckkkk… rejeki datang emang gak dikira-kira ya kang…
Semoga rejeki datang pada orang-orang yang sabar dan bersyukur…amin…
wew.. beruntungnya orang-orang yang punya sahabat..
banyak amat ampe tigatujuhjuta…
cckkk..ckk.ccckkk
alhamdulillah sayapun bsangat-sangat bersyukur punya banyak sahabat
pada umunya,mencari shabat sangatlah susah dan mencari musuh sangatlah mudah.maka bersyukurlah bagi yang punya sahabat.
prosperous and successful greeting always
wah keren banget yaa… kebaikan dan rasa syukur..
mudah2an bener2 ada orang seperti itu..
ini sama halnya misalnya seseorang dikasih kambing, lalu dipelihara hingga beranak pinak banyak dan suatu saat orang yang ngasih kambing datang karena kaget bahwa kambing yang banyak itu juga miliknya… akhirnya peternakan kambing dipelihara bersama…
Akhirnya ia menuai juga apa yang sudah ditanamnya dahulu.
Rejeki memang gag kemana, apalagi jika kita suka berbuat baik.
Subhanallah,,,,,,sangatlah sulit mencari sahabat yang sepeti itu 1000:1
Berkali lipat O_o
Sungguh nikmat bisa mensyukuri rejeki yang didapatkan…
Salam hangat dari Kendari…
saya jadi ingat pelajaran ekonomi syariah mengenai bagi hasil di SMA dulu,
berbagi tak pernah rugi
kok aku ikutan berairmata ni ya…. ^_^’… sungguh besar hikmah di balik cerita ini. Jazakumullah atas karyanya gan…
wew sahabat yg bener2 tulus ..
salam
persahabatan yang luar bisa. jarang ada orang yang mau berbagi atau masih inget sama temen saat dia udah sukses.
Dari cerita ini, ada satu hikmah yang saya ambil. Bahwa perbuatan baik yang kita lakukan sekecil apapun akan mendapat balasan dari Allah. Ketika kita memberi, maka berilah dengan ikhlas, tidak perlu ada yang tahu dan tidak perlu diingat.
wah, jangan2 ini nonfiksi ilmiah
seneng baca ceritanya. keren. teruskan menulis, mas
persahabatan yg luar biasa… bisa jadi inspirasi bagi kita yang hidup dialam non fiksi
mas haris
AKHIRNYA AKU BISA BERBISNIS.
TRIMAKASIH YA ATAS SARAN-SARAN YANG UDAH ANDA BERIKAN KANG :p
TERNYATA KALAU SUDAH BISA MENGHASILKAN UANG DENGAN DIRI SENDIRI LEBIH BANGGA YA HHE
WALAUPUN MASIH KECIL KECILAN
SALAM MANIS CAHYA NUGRAHA
kunjungi juga rumah baruku kang . http://kataremaja.co.cc
Kisah Persahabatan yang menjadi inpirasi..
Subhanallah
persahabatan yang menggetarkan hati sanubari…
cerita yang indah…
terharu membacanya
salam sukses..
sedj
persahabatan yg indah…dan bisa jg menjadi inspirasi buat kita.
1:1000000 oranng seperti itu, untuk kondisi saat ini kang
Subhanallah,, sebuah tanggung jawab kepada keluarga,, kepercayaan antar sahabat,,
berbagi tak pernah rugi..
Apa yang kita lakukan sekarang, baik atau pun buruk suatu saat akan mendapatkan balasan. thank’s mas haris sudah mengingatkan lewat cerita Anda
saling memberi dan menerima
So sweet.
Jarang sekali ada orang yang mau sejujur pemilik kedai itu. Tapi memang demikian, apapun yang kita buat selalu ada hikmah di baliknya.
Indahnya persahabatan melebihi dari rupiah ya Kang
Salam Hangat
Rejeki emang ga bakal ketuker ya
Dan juga Tuhan tidak pernah tidur.
Wlo ini cerita fiksi, insya Allah di kehidupan nyata pun ada yang seperti ini kok.
Yang anehnya: Kok ya tukang kedai itu nggak berusaha bayar/mengembalikan utangnya sebelumnya ya??
Hehe…
udah baca di FB.. kang izin ngelink yaa
wach,keren sekali ka..
makasih
jangan-jangan ini ada hubungannya sama Mie Janda?
Nuduh aja
Wah..Aa..beruntung sekali memiliki teman jujur..kalau nggak…
terinspirasi dari kisah sendiri kah ka ?
Bukan dik
Subhanallah indah nian kang. Fiksi ini apakah terinspirasi dari kisah berdirinya kedai mie janda?
Moga makin sukses, amin..:)
Tuhan tidak pernah membiarkan umatnya hancur berantakan.
Oleh karena itu kita harus terus bersyukur.
bahkan ada yang bilang persahabatan itu lebih penting dari manusia sendiri….