Pernah baca postingan saya yang berjudul “Kisah Kaos Garuda” kan. Dimana di sana menceritakan tentang seorang Bapak yang mengaku bekerja di pemerintahan berdialog dengan seorang tukang mie tentang kaos berbendera merah putih. Si Bapak menganggap kaos ‘Indonesia” itu tak layak dipakai di dalam negeri, harusnya di pakai di luar negeri. Tentu saja mengenakan kaos “Indonesia” di luar negeri itu bagus, sebagai promosi dan pengenalan negara kita. Lalu mereka penasaran dan bertanya tentang Indonesia. Kita jelaskan dengan baik deh. Yang jadi masalah, kebanyakan warga negara Indonesia tuh tak punya biaya dan kesempatan keluar negeri, jadi apakah salah jika memakai kaos “Indonesia” di negeri sendiri. Tentu menurut saya sangat tidak salah, bagus banget malah. Mengenakan kaos “Indonesia” sebagai wujud rasa nasionalisme, ya kenapa tidak.
Oh ya sebentar kita intip dulu pengertian nasionalisme biar postingan ini bisa lebih udah dicerna maksudnya. Berikut adalah pengertian nasionalisme:
- Nasionalisme adalah kehendak untuk bersatu dan bernegara. (Ernest Renan)
- Nasionalisme adalah suatu persatuan perangai atau karakter yang timbul karena perasaan senasib. (Otto Bauar)
- Nasionalisme secara fundamental timbul dari adanya National Counciousness. Dengan perkataan lain nasionalisme adalah bentuk dari kesadaran nasional berbangsa dan bernegara sendiri. Dan kesadaran nasional inilah yang membentuk nation dalam arti politik, yaitu negara nasional. (Hans Kohn)
- Nasionalisme adalah suatu kepercayaan yang dimiliki oleh sebagian terbesar individu di mana mereka menyatakan rasa kebangsaan sebagai perasaan memiliki secara bersama di dalam suatu bangsa. (L. Stoddard)
- Nasionalisme adalah hasil dari perpaduan faktor-faktor politik, ekonomi, sosial, dan intelektual. (Louis Sneyder)
- Nasionalisme adalah hasrat untuk mencapai kesatuan, hasrat untuk mencapai kemerdekaan, hasrat untuk mencapai keaslian, hasrat untuk mencapai kehormatan bangsa. (Dr. Hertz)
Akhir-akhir ini memang rakyat Indonesia sedang ramai-ramai bicara bola, bicara Timnas Garuda. Bukan hanya mereka pecinta bola, yang gak suka bola pun ikut-ikutan nonton bola. Bahkan banyak yang akhirnya melangkahkan kakinya tuk nonton di Gelora Bung Karno padahal jelas-jelas gak biasa suka nonton bola. Lalu kenapa rakyat negeri ini seolah begitu cinta bola. Dari pertanyaan yang disampaikan pada mereka ternyata jawabannya adalah rasa cinta mereka terhadap Timnas, terhadap tim yang sedang berjuang tuk bisa membanggakan Indonesia. Jadi mereka lakukan itu karena rasa nasionalisme mereka tersentuh. Mereka sedang menunjukkan kecintaan pada negerinya.
Sebentar kita menengok hasil survei yang dilakukan Lingkar Survei Indonesia (LSI) baru-baru ini. Wow keren, ternyata rasa nasionalisme bangsa Indonesia tengah mencapai puncaknya. Sebanyak 92,1 persen publik Indonesia merasa bangga sebagai orang Indonesia. Nasionalisme ini pun diikutsertakan dengan kesediaan untuk turun berperang membela negara yang mencapai 63,1 persen. Bukankah ini mengagumkan. Rasa nasionalisme Indonesia ini bahkan mengalahkan negara-negara lain di Asia Tenggara dalam keinginan untuk membela negara masing-masing seperti Malaysia (79,3%), Filipina (87,4%), Singapura (86,6%), Vietnam (96,4%), dan Thailand (89,9%). Paling tidak begitulah menurut survey.
Buat kita, jangan jadikan alasan kita gak suka bola lalu mencela mereka yang sedang bangga pada Indonesia dan mengatakan bahwa itu hanyalah rasa nasionalisme musiman.
Buat kita, jangan jadikan alasan gak suka timnas lalu menertawai mereka yang sedang bangkit rasa nasionaslismenya dan mengatakan itu hanyalah rasa nasionalisme sepenggalan.
Jika memang kita punya rasa nasionalisme, dan cara kita berbeda dengan yang ditunjukkan saudara-saudara kita, tak harus kita tampil menjadi beda dan mengatakan, “sayalah paling nasionalis”.
Ya mungkin banyak yang memanfaatkan kesempatan ini, baik untuk tujuan politis, dagang, judi dan yang lainnya. Yang penting niat kita mah tulus, mendukung Indonesia.
Bagaimana menurut sahabat?





Senengnya bisa jadi yang pertama kasih komen di Blognya Mas haris hehehe
Kalo bicara nasionalisme, saya berfikir nasionalisme orang indonesia itu udah tipis banget. Lihat tuh anggota dewan, pejabat pemerintahan, banyaknya cuma memperkaya diri sendiri aja. Giliran menguntungkan buat mereka, baru nasionalisme seolah muncul.
Bicara bola, mungkin ikut meramaikan karena ada nasionalisme dalam diri, tapi mungkin juga hanya ikutan eforianya aja, ikutan rame.
salah satu bukti kecil adalah ketika Timnas main di Malaysia, tanpa rasa takut 15000 Suporter datang ke Bukit Djalil…tapi apa sebaliknya karena kelicikan mereka Suporter Malaysia yang datang ke GBK cuman 500
itu tandanya Suporter Malaysia TJEMEN
akhir2 ini jd byk aja yg membicarakan tentang Timnas kita.
kalo aku sih, dari dulu apapun yg terjadi dgn Timnas tetep aku dukung terus…!
sob, tukeran link yuk…!
kyknya kita blm tukeran link deh…
olahraga terutama sepak bola memang salah satu penyatu nasionalisme bangsa
Untuk Timnas, Saya tetap merasa bangga dengan mereka meski kekalahan yang kita dapatkan kemaren di Bukit Djalil. Saya yakin dan percaya tidak mudah menjadi seperti mereka. Satu yang ada di benak mereka adalah tentu saja bagaimana mengangkat nama Bangsa Indonesia menjadi harum mewangi di mata Malaysia yang notabene sudah sering membuat masalah dengan berbagai macam ulah yang membuat miris Bangsa Indonesia… Sekali lagi kalah – menang itu adalah hal biasa. Kita sendiri belum tentu bisa menjadi “pemenang” dalam menjalani kehidupan ini, namun kita tetap harus tegar dan ikhtiar tiada henti…
*
* Btw, aku ga bisa jadi yang pertamaaxxx nih mas Achoey El Haris…hihihi… Keasikan update tadi…
Juragan, untuk kalangn rakyat biasa macam sim kuring mah, nasionalisme tidak hanya serta merta digamblangkn dalam memakai kos garuda semata, namun lebih kepada aktualisasi diri dan kontribusi/sumbangsih pada komunitas, bangsa dan negara serta tidak merugikan siapapun dalam sepak-terjangnya (terutama bangsa & negara)..
Berkiprah dalam bidang keahliannya dilingkup masing masing (dalam negeri dan luar) adalah sudah menjadi bentuk perwujudan nasionalisme dan terus menanamkan jiwa ksatria kedalam anak & sanak-famili agar senantiasa menjadi anak garuda merah putih yang bermartabat serta disegani oleh negara/bangsa lain karena mampu bersaing, berkiprah nyata – duduk sama sejajar dengan anak bangsa lain..
Semoga, tidak hanya urusan sepakbola saja, kita semua bisa bersama menjaga martabat dan ‘soverignty’ merah putih disemua bidang. Amin!
Bener kang… sekarang yang bikin nasionalisme bangkit adalah bola, semoga di lain kesempatan banyak hal yang membangkitkan rasa ini… jujur kalo berada di luar negeri, rasa nasionalisme itu cpt bangkit daripada saat berada di dalam negeri… saya merasa begitu, tersentuh dengan lagu2 nasional, kemudian dengan bangganya, presentasi ttg indonesia di muka student2 lain, adalah sebuah bentuk nasionalisme dengan sensasi yang luar biasa….
musiman? berarti dalam hal ini aku juga termasuk yang punya jiwa begitu dong… saya katakan dengan lantang TIDAAK……….. aku cinta tanah airku Indonesia, meski nanti malam Timnas kalah sekalipun…
saat piala tiger jamannya kurniawan saya tidak tergugah seperti piala AFF seperti sekarang…entah kenapa?
dukung timnas = nasionalis. stidaknya itu utk aq. entah yg lain. krn smua org punya cara tentunya.
salam sy
Bukan bagaimana caranya timnas bisa menang.. Tapi bagaimana timnas bisa berbagi rasa kesatuan dan kebersamaan bagi Rakyat Indonesia sehingga banyak orang berteriak
INDONESIA prok prok prok prok prok
Untuk mendukung Timnas
Sebenarnya rakyat Indonesia adalah rakyat yang loyal….bayangkan begitu banyak santapan berita negatif diseputarnya setiap hari……tidak mampu meredam mereka untuk mengungkapkan betapa bangganya mereka sebagai bangsa Indonesia…yang saya heran koq…para pemimpinnya malah sebaliknya yah???? Kalau disebuah organisasi, kalau anggotanya sangat loyal…seorang ketua mah tinggal mengarahkan dan memimpin kemana akan dibawa organisasinya………..bagaimana dengan Indonesia???….mari kita bertanya pada rumput yang bergoyang (kata Ebiet G Ade)
Bukan cuma euforia bola saat ini, tapi ini puncaknya eksploitasi rakyat akan kecintaan dan kejujuran nuraninya yang sangat cinta negaranya Indonesia
Begitupun saya , I love Indonesia dan I Support Timnas
iya Kang, semangat nasionalisme itu terasa bangkit kembali melalui sportifitas dunia olaharaga, khususnya sepakbola…apalagi kalau bisa menjadi juara, tentu kita semua akan semakin banggga menjadi bagian dari Indonesia.
Dalam situasi lainnya, semangat nasionalisme, harus tetap dipertahankan dan ditingkatkan lagi, agar bangsa kita bisa berjaya dalam segala aspek kehidupan, di tingkat nasional maupun internasional.
Sebuah bangsa dapat mulai bangkit dari Nasionalisme Rakyatnya, maka janganlah menyepelekan Nasionalisme.
tetap cintai bangsamu, sebagai harga dirimu..
ENGLISH TUTORS URGENTLY NEEDED!!!
A Fast Growing National English Language Consultant is hunting for :
=> ENGLISH TUTORS Batam – Balikpapan – Samarinda – Makassar – Pekanbaru – Medan
Send you resume to : easyspeak.hunting@gmail.com as soon as possible.
Visit http://www.easyspeak.co.id for further information.
Jiwa nasionalisme kita sdh tipis banget?
itu atikah … ditingkat atas mungkin ‘iya ..
dilapis bawah – tidak tepat – lihat saja di Senayan kini
warna merah putih dimana-mana //..
Walaupun malam ini Timnas kalah, tetapi kita harus bangga dengan semangat perjuangannya, dukungan kita adalah jiwa nasionalisme kita
Nasionalisme bisa diukur dengan banyak hal. Paling mudah saat ini memang bisa diukur dengan semangat mendukung TIMNAS. Kalo dikatakan musiman mungkin ga juga, karna setelah bola usai sebenanrya yg tak suka bola pun tetap punya nasionalisme, hanya saja wujudnya ditunjukkan dengan mencintai selain bola
Indonesia menang, Malaysia Juara
kita tetap bersaudara.
Nasionalisme, jadi inget lagu Indonesia Raya, kalau ngedengerinnya serius saya bisa bener-bener terbawa …..
kalau Nurdin Halid punya rasa nasionalisme, seharusnya dia mundur sekarang
Saya akan tergerak nasionalisme saat dengar lagu “.. Tanah Air.. Ku Tidak Kulupakan…. Kau terkenang…… Selama Hidupku….. bla..bla…”
sering menitikkan air mata… negara besar yang luar biasa…
Kata seorang narablog, nasionalisme gak bisa diukur. Gak ada pengukur pastinya.
Bahkan, nasionalisme gak bisa dibatasi oleh batas2 negara.
*aduuh ngomong apa sih saya ini*
hehehe… saya salah satunya tuh… salah satu yang sebenernya ga suka bola, tapi ikut-ikutan heboh kalau timnas lagi tanding
nasionalisme adalah abstrak sob tidak bisa di ukur dan dinilai secara fisik,nasionalisme adanya dalam diri dalam dada bangsa kita,semoga dengan adanya perhelatan piala AFF membuat nasionalisme kita semakin subur.
Salam
Sederhananya, paham kebangsaan. Untuk menyegarkan kembali ingatan kita pada paham ini, bisa dimulai dengan apa saja. Sepak bola salah satunya. Dan termasuk yg paling populer. jadi kesimpulannya, Salam Garuda..!!!
Speechless liat supporter tIMNASSS
kayak langsung membangkitkan nasionalisme kita
kayak nular gitu semangatnya…
kerennnn …..
Sepakbola memang luar biasa.
Jangankan sebuah negara, dunia juga bisa akur gara2 Piala Dunia.
saya punya nasionalisme tidak yah???
Pastinya saya punya, saya mencintai Indonesia cuma yang bikin ilfil adalah pihak2 yang membikin negara tercinta ini jadi tercemar bukannya terkenal…
Saya bangga jadi bangsa Indonesia
Selamat Malam ! hi hi kalau mas haris sendiri gmn dah beli belum kaos garudanya ?
I Love Indonesia..
kalau katanya band koil ” Ini Negara Bodoh yang selalu aku Bela “