Cum Laude

Handycam itu telah nyaman di tangan. Fokus pada perhelatan hikmad di sebuah gedung dimana ratusan lelaki dan perempuan bertoga tapak ceria. Lalu, terdengar suara pengatur acara yang menyampaikan bahwa kali ini sosok-sosok berprestasi kan dipanggil satu persatu ke depan. Mereka yang dipanggil itu adalah sosok-sosok yang memiliki IPK Cum Laude (dengan pujian). Aku pun merangsek ke depan, mencari posisi yang lebih startegis lagi. Ah anggap saja kali ini aku bukanlah pendamping wisuda (PW), melainkan peliput acara. Kan kuabadikan sosok perempuan nan rupawan yang pastinya kan terpanggil namanya dan berada di depan tuk mendapatkan penghargaan.

Satu persatu nama-nama mereka yang cumlaude pun disebutkan. Riuh tepuk tangan pun menyemarakan keadaan. Ah, aku semakin deg-degan menanti perempaun yang telah mencuri hatiku itu terpanggil dan maju ke depan. Namun, aku merasa ada yang ganjil. Ketika yang dipanggil itu diurutkan dari yang IPK-nya paling besar, kok perempaun tersebut tak terpanggil jua. Ada sedikit kegelisahan menyeruak dalam rasa. Dan benar saja, mereka yang diberikan penghargaan pun habis sudah. Perempuan yang masih terbilang pengantin baru itu tak terpanggil, dia terlewat, ya benar ada kesalahan di kepanitiaan yang membuat nama indah itu tak terbacakan.

Aku menghampiri seseorang dan hendak mengemukakan hal ini. Namun orang tersebut pun telah ngeh dengan keadaan ini. Panitia pun segera didatangi dan kesalahan mereka pun disampaikan. Mereka mengakui itu sebuah kesalahan, tapi tak mungkin acara diulang. Tak mungkin juga kesalahan mereka diungkapkan. Jelas semuanya harus tampak sempurna, acara harus tetap berjalan seolah tanpa cela. Ya sudah, aku tersenyum mendapati hal ini.

Acara pun berlanjut, satu demi satu rangkaian acara selesai sudah. Aku mendatangi perempuan yang namanya tidak tersebut tadi. Aku mengucapkan selamat padanya. Tak tertahan air matanya berlinang. Dia bukan menangis karena kecewa dia tidak dipanggil sebagai seseorang yang mendapatkan penghargaan. Dia menangis karena khawatir ibunda-nya sedih karena tak dapat melihat buah hatinya berada di depan dan mendapatkan penghargaan. Untungnya, pada saat itu kedua orang tuanya belum sampai ke tempat dimana perhelatan tersebut diadakan. Mereka terlambat datang, hal inilah yang kusampaikan pada perempuan tersebut agar dia lebih tenang. Bahwa semua yang terjadi pastilah ada hikmahnya. Dan kali ini hikmahnya adalah bersabar dan berbesar hati serta tak perlu rindu berlebihan akan pujian dan penghargaan.

——-

Oh ya, mungkin ada pembaca yang masih SMA atau belum kuliah. Jadi tak terlalu mengerti apa itu IPK dan apa itu Cum Laude. Baiklah, sedikit kan saya uraikan untuk melengkapi cerita di atas.

IPK adalah kependekan dari Indeks Prestasi Kumulatif yang merupakan angka yang menunjukkan prestasi atau kemajuan belajar mahasiswa secara kumulatif mulai dari semester pertama sampai dengan semester paling akhir yang telah ditempuh.  Berdasarkan IPK, PP (persentasi prestasi) dan lama studi, predikat kelulusan dibedakan tiga jenis, dari yang tertinggi adalah adalah Cum Laude (dengan pujian), Sangat Memuaskan, dan Memuaskan. Oh ya, ada juga kampus yang Summa Cum Laude. Istilah Cum Laude itu berasal dari bahasa Latin yang artinya dengan kehormatan atau dengan pujian. Dan kalau Summa Cum Laude itu artinya dengan kehormatan tertinggi atau dengan pujian tertinggi.

* Cum Laude adalah jika IPK = 3.51 – 4.00 dengan PP = 100% dan lama studi tidak lebih dari 5 tahun.
* Sangat Memuaskan adalah jika IPK = 2.76 – 3.50 dengan PP sama atau lebih besar dari 85%.
* Memuaskan adalah jika IPK = 2.00 – 2.75 dengan PP sama atau lebih besar dari 85%

Tapi ada juga yang predikat kelulusan itu berdasarkan IPK saja, jadi gak ngejelimet seperti di atas. Nah Summa Cum Laude itu biasanya diberikan pada lulusan yang meraih IPK 4.00 alias sempurna. Namun biasanya sangat langka yang bisa meraih IPK sempurna seperti ini. Tapi yang saya tekankan, jangan sampai kita mendapatkan IPK Nasakom alias nasib satu koma. :)

 

Tentang achoey el haris

Seorang lelaki sahaja yang gemar menulis. Dan blog baginya adalah media untuk menyalurkan kegemarannya itu. Salah satu pendiri Komunitas Blogger Kota dan Kabupaten Bogor (BLOGOR). Pengasuh Pojok Puisi. Anggota Komunitas Menulis Bogor (KMB) dan Kopi Sastra.
This entry was posted in Hikmah dan Motivasi, Sepenggal Kisah and tagged , . Bookmark the permalink.

67 Responses to Cum Laude

  1. Ikkyu_san says:

    wah bisa dibayangkan sedihnya tidak terpanggil ya?
    Dulu aku malah tidak tahu apakah aku cum laude atau tidak. IPKnya 3,68 dan aku pikir kebetulan saja dipilih untuk maju ke depan menerima ijazah langsung dari Bu Dekan hehehe.

    Selamat ya untuk kekasih hati Kang Achoey. Bangga ya punya istri yang pintar ;)

    EM

    • anugerah terindah sobat :D

  2. adetruna says:

    Tak mungkin juga kesalahan mereka diungkapkan. Jelas semuanya harus tampak sempurna,…

    padahal jika diacarakan dengan suasana segar bahwa terjadi kesalahan bisa malah jadi asyik kegembiraan bersama: pihak panitia dan pihak ‘korban’ kesalahan yasudahlah…selamat ya bos… :wink:

  3. Daun says:

    Wah mantap sob selamat ya istrinya dapat Cum Laude,dulu aku juga sempat punya pacar dengan kelulusan cum laude sementara aku sendiri biasa2 saja dan beruntung masih bisa lulus juga hehehe… :D

    Salam

  4. wow..
    jenius donk.. ;)

  5. Ann says:

    Semoga jd pelajaran buat panitia.
    Kita bisa menahan kecewa, tapi buat para orang tua penghargaan terhadap prestasi anaknya sangat berarti.
    Sukses terus Kang

  6. waduh, panitia gak gentlemen nih, politik kecil yang menggelitik.

    tp anyway mas thanks atas info cum laude nya, bulan maret saya mau wisuda nih.
    dapet gak dapet cumlud yang penting kerja :-D

  7. M Mursyid PW says:

    Wah kasus sy peris seperti itu ketika wisuda s1 19 th yang lalu. Lha wong IP sy lebih tinggi kok yang dipanggil utk menerima penghargaan malah teman sy yang IP-nya lebih rendah. Tapi gak pa pa, meski kecutnya masih terasa. Tetap semangat … apalah arti dari sebuah penghargaan …!!!

  8. MENONE says:

    menone juga nga’ ngerti ipk xixixxixixixixixi……….

  9. kawanlama95 says:

    Saya masih ingat pada saat itu aku tak di pangil-pangil karena emang saya ga ikut wisuda . Tapi paling tidak aku bangga juga karena yang memberikan ucapan selamat kelulusanku adalah sang pemilik kampus .maklum aku lebih mementingkan pergi keliling daerah dari pada wisuda. abis malu diliat banyak orang he he he

  10. Yulis Samoa says:

    Mengagumkan sekali nih pasangan yang sangat luar biasa …
    Kenikmatan yang tiada tara dariNya untuk Kang Achoey bersama Kekasih Pujaan Hati…
    Sukses selalu Kang … Layak dijadikan contoh tauladan … :)

  11. selamat ya mas atas prestasi yg telah diraih sang istri trcinta.., masalah tdk dipanggil adalah hanya kesalahan teknis dan jangan sampai membuatnya rasa kecewa.., pujian tidaklah semata oleh manusia tapi yg terpenting adalah oleh Allah……….jadi berilah pengertian pada sang istri agar ttp sll berbesar hati……..dan bersyukur atas anugrah itu.

  12. fitr4y says:

    berat ini mas,, kesal, sedih, gmana y ..

    selamat mas buat istri na,, selamat juga telah mampu bersabar dan berbesar hati … :)

  13. Dangstars says:

    congrulations….
    Fantastis…
    Dan semakin sukses…

  14. mamah Aline says:

    selamat ya A… bisa mendampingi wisuda isteri dan dapat cum laude walau ada kesalahan dari penyelenggara, cuma pastinya eneg juga kan momentnya jadi gak terekam kamera maupun handycam.
    kalo mamah udah antisipasi ngomong ama ortu waktu kuliah dulu, mengenai kemungkinan anaknya ini IPKnya pas-pasan atau cuma lumayan. Jadi waktu wisuda saat dapat pengahargaan, malah jadi surprise buat beliau-beliau… :)

  15. nonadita says:

    Selamat utk nyonyamu! :D

  16. …selamat atas keberhasilan judicium cumlaude sang isteri tercinta…seharusnya pimpinan universitas tak usah merasa risih kalau ada keteledoran administrasi…pimpinan harus meralatnya dan mengoreksi kesalahannya…dengan segera mengumumkan….di depan hadirin…dengan permohonan maaf…

  17. hudaesce says:

    Tak apalah bang, yang penting harus tetep semangat za deh pokoknya, :)

    jadi inget pepatahku dulu”jangan maju karena dipuji dan jangan mundur walau dimaki”
    SEMANGAT !!!!!!!!! :mrgreen:

  18. advertiyha says:

    Aduh, pasti teteh sedih banget gak kepanggil ya? panitianya gimana sih.. kok gak gentle begitu, bukannya mengakui kesalahan akan lebih baik, dan dapat diterima? ehehhe…

    tapi OK lah, yang pasti, teh selvi selalu suma cum laude di hati kang achoey ya.. selamat teh… selamat juga kang, mendapat pendamping yang cantik dan pandai, senangnyaaaaaaaa… :)

  19. Paling tidak mendapatkan IPK 3 itu sudah bagus sekali ya,
    kalo satu koma wah sangat ngenes dong, memprihatinkan.
    Bali Villas Bali Villa

  20. fachri says:

    Saya senang Kang Achoey bisa menenangkan perempuan nan rupawan yg tak dipanggil namanya itu :D

  21. Masbro says:

    Salam ya Mas buat istri tercinta. Selamat atas nilai dan selamat atas kesabarannya.

  22. Mbah Jiwo says:

    alhamdulillah, selamat mas…bangga dan iri juga…

  23. budiarnaya says:

    Mungkin aa type yang sabar betul yach…biar bagaimanapun saya psti akan kecewa, namun puji Tuhan walau tidak dipandang semua orang, tapi tetap dipandang sebagai lulusan yang terbaik, semangat aja aa

  24. hanyanulis says:

    Hmmmm..OOT, kalo di dunia kerja terkadang IPK menjadi urusan belakangan yang dikesampingkan, yang penting kan skill-nya dunk mas buka IPK’nya doank, apa gara2 IPK begitu bergensi, banyak orang2 di negeri ini keblinger untuk beli ijazah yang ending malah menyesatkan karir mereka yang terkesan rekayasa dan abal2 dari segi kemampuan

  25. rime says:

    wah, hebat euy si dinda cum laude…

    kalau di kampus saya dulu, yang IPnya pas-pasan juga dipanggil ke depan loh… mungkin karena jumlah mahasiswanya sedikit kali ya :)

    ngomong2 ttg nasakom, saya pernah loh berada pada posisi itu.. saya dulu mahasiswa bandel :p

  26. tonykoes says:

    Selamat ya atas Prestasinya.. Sayang ya dengan pencapaian IPK yg fantastis gak sempat tampil di podium.. biar nanti panitianya tak SETRUM lewat email biar kriting rambutnya…wkwkwk

  27. aldy says:

    Walaupun ada kesalahan, predikat itu tidak hilang…terutama dihati sang PW :D Selamat Mas.

  28. auraman says:

    wah selamat ya A’, si teteh comloud..hehehe….

  29. Selamat yah untuk istri tercinta. Salam persahabatan

  30. bintangtimur says:

    Semoga kesalahan sama tidak terulang lagi oleh panitia…
    Biarpun tidak tampil ke depan, semoga ilmu yang didapat bisa membawa manfaat. Selamat. :)

  31. CIELAH BLI HARIS. YANG PENTING UDAH NGUCAPIN YANG TERBAIK BUAT WANITA ITU BLI. SUKSES YA :p

  32. blogbobby says:

    Emh, kehilangan moment penting ya, mas? tapi tak apa yang penting tetep bangga dengan prestasi cum laude.. :D

  33. TuSuda says:

    ya Kang…diambil hikmahnya saja..semoga menjadi yang teristimewa di tengah kehidupan sosial.

    • PutuS says:

      selamat ya.., sudah berhasil menyelesaikan studinya…yang penting tetap dapat penghargaan yang sesungguhnya dari lingkungan masyarakat. Salam….

    • PutuS says:

      untuk selanjutnya semoga bisa berprestasi lebih baik lagi di tengah pengabdian kepada masyarakat. Salam…

  34. Wah sayang sekali panitianya kurang profesional sampai ada nama yang terlewat :(
    Tapi tak apalah, penghargaan terbesar bukanlah dengan dipanggil ke depan. Penghargaan terbesar adalah pengakuan atas keberhasilan diri sendiri yang keluar dari hati dan kebanggan terhadap prestasi diri… :)

    Apakah Denuzz akan mendapat cum laude? Kita lihat aja nanti… Mohon doanya…

    Salam sayang dari BURUNG HANTU… Cuit… Cuit… Cuit…

  35. choirul says:

    di kampusku malah lebih parah, pernah ada seorang wisudawati yang sudah datang pagi-pagi tapi malah kelupaan ngisi presensi.. ehh katanya juga g dipanggil (ini lucu atau parah ya?)

    yang penting tetap cum laude kan? yang sabar ya mbak…….

  36. Miftahgeek says:

    No komeng kalo udah masuk urusan IPK –”

  37. kafeinternet says:

    duh senengnya jika org yg kita cintai berprestasi ya

  38. Wandi thok says:

    Apakah mbak Indah itu pemilik pagibening.wp.com mas? Kalawo iya, saya tahu. :roll: :lol:

  39. Assalaamu’alaikum nanda Achoey…

    Alhamdulillah, bisa ke mari meraikan kejayaan isterimu yang sangat tabah dan sabar itu. TAHNIAH YA BENING PAGI atas kejayaanmu. Bunda kagum dengan semangatmu. Bunda tahu dikau kecewa kerana saat menerima ijazah adalah antara momen terpenting dalam kehidupan pelajar. Tidak mengapa ya Bening Pagi.. ijazah dari suami nanti pasti akan lebih membahagiakan iaitu menerima cahaya mata. :D

    Selamat hari Ibu buat Bening Pagi dan semoga bahagia selalu bersama nanda Achoey di dunia dan akhirat. semoga selalu sukses dalam bisnisnya juga. Belajarlah menerima kekecewaan dalam hidup sebagai tanda Tuhan menyayangi kita. :D

    Salam sayang dan manis dari bunda di sarikei, sarawak.

  40. marsudiyanto says:

    Panitianya Mbojey…

  41. perawatan ac says:

    wahh payah tuh panitianya kenapa malu buat mgungkapkan kesalahannya…jadi orang bijak donkk….! untung saja gak salah juga dalam penulisan nilai IPK nya yaa

  42. bunda ikut mengucapkan selamat utk Teh Silvy .
    semoga ilmu yg didapat bisa diterapkan dan diamalkan bagi masyarakat ,amin
    Selamat juga utk A sebagai PW :)
    bahagia ya A, punya istri pinter dan cantik lahir bathin :)
    salam

  43. Prima says:

    Saya gak cumlaude kang, juga gak sangat memuaskan… cuma memuaskan, karena masa studi saya terlalu lama.. 6 tahun, hiks2… gak papa, studi lama yang penting banyak pengalaman ke negeri atah berantah :D Hahahahah…..

  44. ratansolomj9 says:

    Rupanya terjadi kesalahan teknis, ya …
    Ga pa2 lah… yang penting sertifikat sudah di tangan.
    Tinggal melanjutkan langkah ke depan …

    Salam dari Solo

  45. orange float says:

    dimaklumi panitia juga manusia yang bisa khilaf :)

  46. Nisa says:

    Ternyata mengkhawatirkan ibu ya :’)

  47. Sebuah Tips says:

    Ternyata eh ternyata ane baru tau arti dari kata ‘cum laude’

  48. Lozz akbar says:

    cuma bisa melongo membaca tulisannya Mas Achoey ini… maklum enggak pernah duduk di bangku kuliah hehehe

    Selamat buat sang Nyonya ya mas

  49. volver says:

    wah pasti nyesek banget yah, uda dapet cum laude tapi gak dipanggil

  50. azaxs says:

    ouw.. kesalahan dipanitia.. hal yang wajar mas..
    btw cum laude memang berat, saingan banyak..
    betul mas, yang jelas jangan dapat nasakom..hehehe

  51. alwathaniyah says:

    Dulu IP saya gk cum laude mas.. tapi tetep dipanggil kok.. hehehehe… Maksudnya dipanggil Memuaskan.. Sabar Mas.. Penghargaan dari Mas Achoey baginya lebih penting.. xixixix.. Salam..

  52. ario saja says:

    hmm tapi tetap semangat yahhh

  53. wuihh mantap.. saya juga pengen cum laude tapi ga kesampaian :D

  54. Bacelzone says:

    Belum waktunya aku kayak gitu sob,, :D sorry lama gag online

  55. Irfan says:

    kadang predikat ini sedikit jadi beban setelahnya buat beberapa orang, termasuk yang pernah saya alami… :mrgreen:

  56. Anas says:

    Selamat ya buat istrinya mas.. Saya sebenarnya juga pingin cum laude, tapi gara-gara kebodohanku di masa lampau nilaiku agak berantakan..

  57. monda says:

    Selamat ya buat teteh

  58. masyhury says:

    wah, wah, wah, meski ada rasa kecewa tapi rasa bahagia itu pasti lebih besar!
    Selamat kang buat Istrinya,, :D

  59. ~bangjay says:

    Waduhhh … sebuah perguruan bergengsi *bisa alpa* be gitu?
    itulah sifat manusia … penuh kealpaan … :(

    sob n adindanya … salut atas kesabarannya.
    pasti ada hikmah dibalik ketidak nyamanan ini … semoga!

  60. ummurizka says:

    Barakallah ya om achoey, sang belahan jiwa mendapatkan nilai cumlaude.., semoga selalu sukses ya…, jadi teringat ketika lulus kuliah dulu alhamdulillah dapet nilai cum laude tapi juga ga dipanggil kedepan karena saya mahasiswa pindahan he… gapapalah yang penting ilmu dapet nilainya bagus…
    tetap semangata mbak…

  61. Wah fotonya bagus :D

  62. kojack says:

    pepatah bilang “pujian adalah candu”, tapi disisi lain pujian adalah sesuatu yang layak diperoleh setelah sebuah perjuangan yang keras dan itu boleh dibilang menjadi candu yang melecut seseorang untuk melangkah ke prestasi yang lain.

  63. cat our says:

    ip saya 3,84 ,apa sudah bisa disebut cum laude ,tapi saya belum puas kalau belum 4,00

  64. yesi_dareda says:

    wah wah, awalnya aku kira cum laude itu hukum laut soalx kalo didengar penyebutannya hampir sama wkwkwk skrg aku tau cum laude itu apa, at last i hope i get that amin..
    Buat kaka yg nggak disebutin namanya don’t sad yahh,, :)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s