Rambut Panjang


Kemarin-kemarin, rambut saya sudah lumayan panjang, namun belum rapih. Saya baru 6 bulan membiarkan rambut ini tak tersentuh tukang pangkas rambut. Mungkin butuh  waktu 6 bulan lagi agar rambut saya bisa benar-benar rapih meski panjang.

Saya ingin berambut panjang, dan keinginan ini lebih kuat kala saya mendengar siaran radio yang menyatakan rambut panjang itu adalah sunnah Nabi. Jadi ya paling tidak saya ingin sempat mengamalkannya meski tidaklah lama. Sekali seumur hidup paling tidak, itu pikir saya.

Di dalam kitab (Al-Mughni), dikatakan; Dan rambut manusia itu disukai seperti model rambut Nabi Sholallahu alaihi wa sallam – , apabila panjang sampai ke bahu, dan apabila pendek sampai ke cuping telinganya. Kalau dipanjangkan tidak apa-apa. Imam Ahmad telah menyatakan seperti itu.

Keterangan yang saya dapat setelah mengubek-ngubek internet, Rasulullah s.a.w. dulu memanjangkan rambut sampai ke bahu. Dan apabila pendek, ya sampai cuping telinganya. Rasulullah juga pernah mencukur habis (botak) rambutnya untuk beribadah haji dan umrah.

Nah dari sana maka saya coba menyimpulkan bahwa berambut panjang sampai ke bahu itu sunnah, sementara botak itu adalah bid’ah. Paling tidak itu juga penyimpulan saya atas keterangan yang disampaikan Syeikh Muhammad Nashiruddin Al Albani Rahimahullah. Sahabat semua bisa membaca lebih lengkap di sini, supaya lebih ngeh.

Pernah seorang yang sudah saya anggap guru saya menceritakan kelucuan persepsi banyak orang terhadap dirinya. Saat ini rambut beliau panjang nyampai kebahu. Dan banyak orang berpersepsi jelek terhadapnya. Padahal justru apa yang dia lakukan adalah menjalankan sunnah.

Begitu pula yang terjadi pada saya. Beberapa orang menyatakan bahwa rambut saya sudah gondrong dan mesti dipotong. Bahkan diantara mereka yang persepsinya kurang baik terhadap rambut saya itu adalah seorang ustadz. Saya tidak kaget dengan persepsi mereka, mengingat saat ini masih terkesan rambut panjang itu preman atau bagusnya seniman.

Saya ingat apa yang bapak saya sampaikan. Beliau mengatakan kalau gondrong itu gak apa-apa, tapi botak jangan. Saya juga tahu keinginan ibu, saya gak boleh gondrong dan gak boleh botak. Rambut saya harus rapi. Lalu saya tanya istri, dan istri saya lebih suka rambut saya pendek dan rapi.

Saya pun coba tanya lebih dalam pada hati, apakah benar niat saya memanjangkan rambut ini murni, tulus ikhlas karena ingin mengikuti sunnah. Ada rasa was-was khawatir niat saya tak sepenuhnya karena itu. Lalu saya pun ingin membahagiakan istri karena besok Sabtu saya menjadi pendamping wisuda. Mungkin istri saya akan lebih PeDe ketika mengenalkan saya pada sahabat-sahabatnya dalam kondisi rambut saya pendek dan rapi. Dan saya juga rencannya hari Ahad kan pulang kampung, saya ingin membuat ibu tetap nyaman melihat rambut saya yang pendek dan rapih. Maka dengan alasan-alasan di atas, rambut saya pun kini dah kembali pendek. Berat memang dalam hati ketika gunting rambut hendak melakukan aksinya, tapi tak apa.

Tapi saya berharap, jangan mudah mempersepsikan bahwa lelaki dengan rambut panjang itu bukan orang baik-baik. Siapa tahu mereka itu adalah orang-orang yang benar-benar sedang mengamalkan sunnah.

 

About these ads

Tentang achoey el haris

Seorang lelaki sahaja yang gemar menulis. Dan blog baginya adalah media untuk menyalurkan kegemarannya itu. Salah satu pendiri Komunitas Blogger Kota dan Kabupaten Bogor (BLOGOR). Pengasuh Pojok Puisi. Anggota Komunitas Menulis Bogor (KMB) dan Kopi Sastra.
Tulisan ini dipublikasikan di Hikmah dan Motivasi dan tag , . Tandai permalink.

44 Balasan ke Rambut Panjang

  1. julicavero berkata:

    hhe…memang pandangan byk org terkadang begitu sob..klo rambut panjang rasanya kurang rapih gt…
    maaf neh yg pertamax ya?

  2. advertiyha berkata:

    Foto tampilan baru dengan rambut pendek dan rapi kok gak dipajang kang?? heheheh….
    Yah, sudah menjadi kebiasaan di masyarakat kita, memandang seseorang hanya dari penampilan.. :)
    padahal mah, belum tentu yang rapi itu lebih baik dari mereka yang gondrong.. :)
    saya dukung aja deh lelaki yang pengen panjangin rambut karena menjalankan sunnah, selama itu dirasa tidak mengganggu, tetap dijaga kebersihannya dan dapat dirawat kerapihannya agar tidak terkesan awut2an, heleh.. hhihihihi

  3. wahyu nurudin berkata:

    jadi mirip perempuan dong. katanya kalau laki mirip perempuan dan peremuan mirip laki itu akan dilaknat.

  4. hawa herbal soap berkata:

    rambut panjang kalo di rawat kan jadi bagus…..tapi low pendek jadi kelihatan gagah :D

  5. Lozz akbar berkata:

    Wah baru aja saya potong rambut mas, kalau aja kemarin-kemarin tahu rambut gondrong adalah sunnah, pasti dah saya gondrongin nih rambut…
    Matur nuwun Mas Achoey, salam buat keluarga di rumah

  6. hudaesce berkata:

    saya malah belom pernah memanjangkan rambut bang, karena rambut yang panjang kan membutuhkan sedikit perhatian dan perawatan. ya gitu deh jadinya males, :lol:

    **Halah…,banyak alasan za nih, bilang za kalo mau ngirit Shampo…, :lol:

  7. Prima berkata:

    Kalo saya rambutnya kalo panjang pasti “megar” karena bakat gak lurus, hehehehehe…
    tapi saya juga gak suka cepak, soalnya bentuk kepala rada aneh, wkkakakakak…

    Jadi rambut saya ya yangs perti di avatar… :)

    Salam kang, semoga bisa tetep “rapih” meskipun rambut panjang :)

  8. fitr4y berkata:

    qu suka cowok rambut gondrong mas, coz kakak dan adikku dulu dua2 na gondrong, mana poto waktu gondrong mas og gak da???
    :)

  9. ummurizka berkata:

    ya memang tdk boleh menilai seseorang dari penampilan luarnya saja harus melihat hatinya juga …. tentang rambut saya sependapat dg istri om, lebih bagus yang pendek dan rapi , kalo panjang terkesan kurang rapi, selamat mendampingi istri dan pulkam..sukses selalu :)

  10. ..saya ingat sewaktu masih jadi mahasiswa…rambut saya lebih banyak panjangnya ketimbang pendeknya…bahkan nggak rapi lagi…kala itu tak dikaitkan dengan sunah nabi…yang penting ikut mode saja…karena mode maka usianya pun tak panjang…pasti suatu ketika akan berubah ke mode yg terbaru dst…

  11. PusKel berkata:

    yang penting bisa merawatnya dengan baik dan tetap sehat. :)

  12. sunarnosahlan berkata:

    kalau rapi sih tak apa-apa

  13. M A Vip berkata:

    panjang dan disisir rapi ke belakang, begitulah konon Rosul rambutnya. kalo kita panjang awut-awutan pantes saja dikata preman. saya juga lebih sering panjang, alasannya melestarikan budaya lama.

  14. Daun berkata:

    Kirain rambut jengggot n jambang aja sob yg boleh panjang alias di sunnahkan oleh Rasull ternyata rambut kepala juga tho..!!! tapi saya kurang suka rambut panjang karena mungkin tidak sesuai dengan postur tubuh saya kali ya hehehe…

    Salam

  15. bundadontworry berkata:

    mengikuti sunnah Rasul tentunya sangat baik ya A.
    yang penting rambutnya tetap terpelihara kebersihan dan kerapihannya :)
    salam

  16. arifromdhoni berkata:

    Jangan sampai menyerupai perempuan :)

  17. Masbro berkata:

    Gondrong kalau nggak kerawat, malah kasihan rambutnya mas, hehe;

  18. bluethunderheart berkata:

    om pokoknjya diapain juga kerenlah/………ehhehe
    salam hangat dari blue

  19. Ade Truna berkata:

    saking sibuk dengan mie janda-nya nggak sempat pangkas rambut, kali ya? :lol:

  20. jaya berkata:

    wah saya agak sedikit kurang setuju gan anggapan kalo rambut panjang sampai ke bahu itu sunnah. masa sih manjangin rambut bisa dapat pahala… hehehehe… ini menurut pendapat saya…

  21. melly berkata:

    tp pria berambut pendek lebih rapi

  22. didot berkata:

    saya dulu juga gondrong,tapi karena ubanan sekarang pendek2 aja deh,lagian boros samponya mas :D

    kayaknya sampeyan lebih ganteng kalau rapi,makanya istrinya ngomong begitu juga kan?? :P

  23. Wah, saya baru tahu kalo memanjangkan rambut itu sunnah :D

  24. indra kh berkata:

    Jaman kuliah dulu rambut saya sempat panjang sebahu, tapi sekarang kalau begitu lagi gak berani :D lebih memilih pendek dan rapih saja :)

  25. emfajar berkata:

    rambut yang panjang dan rapi bagus kok.. :)

  26. ysalma berkata:

    panjang, hitam, tebal, terawat, rapi pula,, wuihhh,, makin betah deh anak2 Pakuan nongkrong di Mie janda :),, itu alasan pagi bening lebih suka Aa’nya berambut pendek..
    karena masayarakat kita, rambut panjang identik dengan preman,, itu alasan ibunya..
    boleh panjang asal rapi,, sibapak dalam hati bilang, kamu persis aku waktu muda, diapain aja tuh rambut tetap aja OK :mrgreen:

  27. nurhayadi berkata:

    yang dilarang itu mencukur rambut sebagian dan membiarkan sebagian, contohnya cukur kuncung ala ronaldowati, ato punk.

  28. an berkata:

    Kembali ke persepsi masing-masing.
    Teman-teman saya di sini malah dibotakin waktu ospek :D

  29. pututik berkata:

    saya pernah berambut panjang sepundak dan botak, kalo disuruh milih sekarang pake yang pendek rapi. asal jangan di acak-acak plentas plentos yang diisyaratkan tidak baik. hehehe itu kalo saya lho mas

  30. Yah, memang rambut panjang adalah sunnah nabi. Tapi rambut panjang yang rapi dan terurus.
    Namun, kalo dipikir-pikir adalah lebih baik jika rambut pendek saja, karena memang akan kelohatan lebih rapi dan membuat orangnya lebih berwibawa. Biar tak menjalankan sunnah untuk memanjangkan rambut, toh masih banyak sunnah lain untuk mendapatkan oahala Allah… :)

    Salam BURUNG HANTU… Cuit… Cuit… Cuit…

  31. tonykoes berkata:

    Kalo aku suka “Si Rambut Panjang “.. Karna rambut panjang eman queren… btw.. yang punya blog ini, keyboard komputernya habis di kasih olie ya.. soalnya lancar nulisnya sampai panjang…hehehe..

  32. Miftahgeek berkata:

    Nah, saya malah baru tahu rambut panjang itu sunnah kang. Oratu selalu kesel kalo rambut udah kepanjangan, terlepas dari sunnah ato nggak nya, mereka cuman bilang : kayak cewe -,-

  33. rodes berkata:

    rambut terurai panjang harus terawat loh

  34. blogbobby berkata:

    Dulu, ketika lulus SMU, saya sempat memanjangkan rambut hingga hampir sebahu tapi bukan karena sunah melainkan pengen gaya.. semester kedua saat kuliah akhirnya saya potong.hehehe… Saya baru tahu sekarang ini, baca artikel ini, kalau rambut panjang itu sunah. :)
    Pengen sih, dipaanjangin lagi, cuma typikal rambut saya ikal jadi butuh waktu lama dan terkesan kayak “gembel” karena rambut ikal tumbuhnya nggak beraturan.. :D

  35. Necky berkata:

    wah…saya ga pernah panjang rambutnya nih. Ga pede aja kalau rambut panjang, tapi kalau potong kependekan juga ga pede…jadinya yah…yang sedang-sedang saja…..

  36. Itu namanya persepsi, lelaki berambut panjang dikesankan orang yg gak karuan…

  37. sawali tuhusetya berkata:

    dulu saya juga pingin punya rambut panjang, mas achoey. tapi lantaran saya ndak begitu pede, akhirnya kembali ke rambut pendek deh!

  38. fitrimelinda berkata:

    sunnah yah a lelaki berambut panjang??baru tau akunya..
    tapi aku lebih suka liat lelaki berambut pendek dan rapi sih.. :)
    salam buat istrinya ya a..selamat wisuda..

  39. Pencerah berkata:

    pengennya sech panjang, tapi kalo bangun tidur kelihatan banget

  40. unggulcenter berkata:

    Wah kalau saya agak panjang dikit rambut kepala sering pusing.. ga tau kenapa. Kalau kependekan/cepak eh malah gatal..

  41. Yulis Samoa berkata:

    Bagi saya penampilan seorang pria dengan rambut panjang yah oke-oke ajah.. Yang penting dirawat dan tidak ketombean…hihihi
    Meski sebenarnya saya lebih suka dengan pria dengan potongan rambut yang pendek… yah seperti model rambutnya Choky Sitohang gitu lho… :D

  42. Ucup berkata:

    panjang pendek kagak ada masalah, yang penting rapih,

    tapi gak tau kenapa aku lebih suka rambut panjang . . .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s