Ini adalah postingan yang masih berhubungan dengan postingan saya sebelumnya yang berjudul Cara Hati Mendeteksi Pasangan Hati. Jika postingan yang dulu mencoba menguak dari sisi pesan hati tatkala kita bersua dengan seseorang, maka postingan kali ini akan saya coba bahas mengenai bener gak sih kalau jodoh kita itu ibarat pantulan cermin. Belum ngerti kan maksudnya, nah yuk lanjut baca!
Lelaki yang baik adalah untuk perempuan yang baik dan begitu sebaliknya. Nah itulah yang saya maksud dengan jodoh ibarat pantulan cermin. Jika kita lelaki yang baik, maka insyaallah perempuan yang akan jadi istri kita juga adalah perempuan yang baik. Jika kita adalah lelaki yang gak baik, maka bisa dipastikan perempuan yang kan kita nikahi juga adalah perempuan yang gak baik.
Ada sebuah kisah tentang seorang gadis yang hendak dipinang oleh seorang istri pejabat nan kaya raya untuk anak lelakinya tercinta. Namun si gadis ini menolaknya. Alasannya bahwa tak mungkin gadis berjilbab seperti dia akan menjadi pasangan hidup seorang lelaki pecandu dugem. Gak mungkin gadis sebersahaja seperti dia menjadi pasangan seorang lelaki yang biasa hidup dalam dunia glamor dan penuh hura-hura. Begitu pun sang lelaki, dia gak berselera kalau harus berpasangan dengan perempuan yang mungkin di matanya kampungan. Malu bagi lelaki itu jikalau harus menghadiri pesta teman-temannya dan ternyata dia membawa perempuan yang gak seksi dan menggairahkan. Kedua belah pihak sepakat dalam hati mereka masing-masing, tak mungkin bisa karena tak serasi.
Ada pula kisah seorang lelaki yang dipinang seorang gadis. Si gadis yang cantik dan seksi itu meyakinkan bahwa dia akan berubah. Dia butuh imam yang baik, maka karena itu dia ingin menjadi istri si lelaki. Si lelaki jelas saja menarik nafas panjang, karena dia pun tahu bahwa siapa gadis yang meminangnya itu, gadis yang dikenal tukang gonta-ganti pacar. Sadar akan hal itu si gadis pun jujur kalau dia sudah tidak perawan lagi, tapi dia ingin taubat dan memperbaki hidupnya, karena itu dia butuh sang lelaki yang menurut gadis adalah lelaki baik. Si lelaki pun menjatuhkan air matanya, ada pertanyaan yang dia sampaikan dalam hatinya pada Sang Khalik. Tentang apa salah dia hingga dihadapkan pada pilihan yang sulit, haruskah dia menikahi gadis yang sebenarnya sudah tak gadis ini. Akhirnya si lelaki pun mengiyakan dan akan menikahi si gadis. Si gadis meminta pernikahan itu tunggu beberapa bulan lagi.
Dalam perjalanan waktu, ternyata si gadis tak jua berubah. Si lelaki mendapatkan informasi kalau si gadis kedapatan nonton balapan dengan menggunakan pakaian yang seksi abiez. Tak hanya itu, si lelaki beberapa kali dapat informasi kalau si gadis ketahuan jalan dengan lelaki lain. Hingga akhirnya si lelaki pun mampu menguak kebenarannya. Maka si lelaki pun memutuskan untuk membatalkan rencana pernikahannya dengan si gadis. Dan beberapa bulan kemudian dikabarkan kalau si gadis telah hamil di luar nikah.
Sahabat, dari dua kisah nyata di atas bisa disimpulkan kalau jodoh itu memang pantulan cermin. Jika kita baik, mak insyaalah kita kan mendapatkan sosok yang baik, dan begitu sebaliknya. Nah, lalu apa yang harus kita lakukan agar kita bisa mendapatkan pasangan yang baik. Kita jelas harus memulai dengan memperbaiki diri kita. Perbaikan ini semestinya tidak sekedar didasarkan pada harapan tuk mendapat jodoh yang baik, melainkan dengan niat ikhlas agar Allah ridho pada kita.
Saya sendiri sempat merenung, apakah mungkin lelaki seperti saya akan mendapatkan perempuan yang baik. Secara saya akui bahwa saya bukanlah lelaki baik. Saya masih suka malas beribadah, sering berbuat dosa, dan ahhh betapa hina dina diri ini. Tapi saya punya keinginan tuk menjadi lelaki yang baik. Saya merasa bahwa sebenarnya saya ini cinta kebaikan, hanya saja saya terlalu rapuh, jadi saya butuh sosok gadis yang bisa meneguhkan saya sehingga saya tak hanya sekedar cinta kebaikan, tapi juga bisa berbuat baik.
Keinginan saya ini saya gariskan dengan warna yang tegas di hati, agar hati berbisik pada otak, dan otak memberikan pesan bada setiap anggota tubuh saya, bahwa saya ingin menjadi lelaki baik, bahwa saya ingin medapatkan perempuan yang baik. Doa saya menjadi begitu gamblang, tentang sosok gadis seperti apa yang saya butuhkan. Bahkan saya pun mendeskripsikannya dalam tulisan tentang sosok gadis impian saya itu. Dan tahukah apa yang terjadi, gadis itu kini telah hadir dan bersedia saya nikahi. Gadis yang membuat saya senantiasa berdecak kagum dan mengumandangkan tasbih. Ini dia, ini dia gadis yang saya butuhkan itu. Meski saya tahu, setiap manusia pasti ada kekurangannya.
Nikmat apa lagi yang harus saya dustai. Benar adanya jikalau Tuhan sesuai prasangka hambanya. Saya meminta, Tuhan memberi. Sekarang tinggal saya menyelaraskan apa yang saya pinta dengan apa yang Tuhan beri. Agar saya benar-benar cerdas dalam bersyukur. Dan menikmati anugerah ini dengan indah.
Jadi sahabat-sahabtku, jikalau jodoh adalah pantulan cermin, maka bersihkan dan rapihkanlah diri kita agar nyaman bercermin. Pantaskan diri kita, layakkan diri kita, pada apa yang kita minta. Yakinlah!





Ooo.. jadi itu kayak hukum alam ya bos? saya pernah baca ayat Alquran yang bilang sama kayak yang mas Achoey bilang kalo lelaki yang baik adalah untuk perempuan yang baik dan begitu sebaliknya. Thanks infonya bos
Jodohku sudah saya dapatkan, bagi yang belum ayo segera gerilya cinta!
sendok pasanganya garpu, kalau aku pasangannya siapa ya?
hehe..
Klo ngintip jodoh tar bintitan gag yaw
Pingback: Tweets that mention Mengintip Jodoh Kita « Catatan Cinta Sang Sahaja -- Topsy.com
hmm.. mudah2an ifin jdi lelaki yg baik, biar dpet jodoh wanita yg baik pula…. amin… ^_^
heu…semoga saya juga segera dapat seseorang yang menjadi cermin itu >_<
Allah tidak akan memberikan seseorang yang telah sempurna, tapi Allah akan memberikan seseorang yang akan bersama2 memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik…
wah, jadi makin 'mupeng'
penelusuran belahan jiwa, dimanakah akan dijumpai
)
kalau ingin yang baik,kita dulu berubah menjadi baik
memang namanya jodoh itu misteri ilahi dan engga disangka-sangka kapan datangnya.
hmm, mudah2an jodohku ya suamiku sekarang
jadi ngga perlu ngintip2 lagi. kang achoey banyak doa ya menjelang pernikahan, insyaAllah berjodoh, amiiin.
betul kang, misal kita ingin pasangan / jodoh qt baik, sudh tentu kita juga harus berkaca diri “sudah baikkah qt????”
katanya ada yang menyebutkan bahwa Wanita baik-baik hanya untuk lelaki baik pula, begitu juga sebaliknya,.. jadi,.. kalau mau dapat jodoh yang baik ya kita harus baik juga,..
pinjem cerminnya A
Jangan merendah kang. Insya Allah, mas achoey akan mendatkan pendamping yang tentu saja memilki kriteria seperti yang mas achoey inginkan, sehingga pada akhirnya mampu membina mahligai rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan warrahmah. Amin
kok ngintip sih, melirik kali
bercermin dulu deh saia
kebetulan dah berjodoh bro..hehee..bro tukeran link yak….ok..ditunggu konfirmnya…
alhamdulillah, jodoh bunda telah ada ,
bagi yg belum, ayo lakukan panduan yg diberikan oleh A .
salam
semoga abi adalah jodohku Amin :p
Kalau sudah berjodoh harus dijaga baik2
was ngintip cindilan loh .
aku ngintip aja,s emoga ketemu
kalau cuma ngintip biasanya nggak puas, mending langsung liat aja..
Ehm,,, tertembak dan jdi agak takut juga,,, klo ga brubah jdi baek, ga kebayang ke depanny bakal gmana.
Agak ga pede juga klo mo mesen denganNya, nyadar diri euy…
wah sayang saya sudah punya jodoh.
hikss, semoga saya berjodoh dengan jodoh saya
dan gak ditinggal nikah (lagi) :p
Alhamdulillah jodoh saya sudah ketemu.
*ngintip* siapa ya jodohnya tengku wisnu yang dicinta fitri..?? hehehe
awas.. klo jodohnya diintipin..
nanti malah ga jadi jodoh lo…
salam kenal yah
kalo soal ini saya yakin dan percaya banget
ayo ngintip jodoh bareng2… wkwkwkwk
lam nal..
wow..! nice posting…
ngecek lelakiku
:p
setuju kang, tapi ada juga yang wanitanya soleh lelakinya bejad, mungkin yang seperti ini merupakan ujian ya
cukuplah bercermin pada dalam diri utk mengetahui siapakah ‘dia’ nanti..
trima kasih sdh mengingatkan..
wah, sudah akan menikah ya? alhamdulillah..
turut berbahagia a’, smg dimudahkan terus jalannya..
barakallahhu fyik..
bercermin pada diri sendiri dulu deh…
sebentar lagi saya bakalan punya jodoh… semoga memang jodoh… tp kok saya kok pernah melihat kisah dimana seseorang sangat baik sifat dan kelakuannya sedangkan pasangannya berkelakuan sebaliknya..
Enak loh ngintip tuh
Semoga yang belum dapat jodoh nih,,kudu diintip dulu tuh calonnya..
biar tahu
Mau ikut ngintip juga.
Siapa tau saya dapat jodoh lagi…
jodoh…di tangan tuhan….
Memang kalo cari jodoh, kita sebaiknya jangan bertanya-tanya apakah jodoh itu tepat bagi kita.
Kita justru harus memeriksa diri, apakah diri kita tepat bagi dia
lelaki yg baik hanyalah untuk perempuan yg baik,
trus yg benerin perempuan yg nggak baik dan laki2 yg nggak baik itu siapa donk???
itu mah pasti mas..
mas achoey jangan merendah, dong. kalau dibaca postingan2nya, ndak ada tanda2nya kok mas achoy bukan lelaki yang baik. itu artinya, mas achoey juga akan mendapatk;an perempuan yang baik.
Assalaamu’alaikum
Alhamdulillah… cermin diri akan memberi kebaikan kepada kita. Pantulan itu akan mampu membuat kita mengenali diri dan berusaha mempertingkatkan apa yang kurang. Mudahan Achoey akan memperolehi yang terbaik. Insya Allah.
Salam mesra dari saya di Sarawak.
semoga akang mendapatkan wanita yang sesuai dengan akang
jd mencari jodoh itu tdk sekedar baik dlm pndangan kita khan???
dlm kasus kedua apakah terus tdk berlaku ayat itu ??
hmm,,,
konsep ayat itu benar
tetapi jgn disimpulkan jika seorang istri yg buruk akhlaknya memiliki suami yg baik akhlaknya (mka kita katakan sbnrnya si laki-laki adalah laki-laki yg buruk berdasar ayat di atas).
lntas gmn dg Luth As, dan Nuh As
hmm,,,
au ah gelap
hmm… insyaAllah.. ehheh
tengkyu ya kang
Saya patut bersyukur Mas Achoey, Yang Maha Kuasa telah meberikan saya jodoh 20 tahun yang lalu dan sampai hari ini masih berjalan dengan sangat baik.
Mudah-mudahan Mas mendapatkan lebih dari yang saya dapatkan. Amin.
berdo’a semoga diberi jodoh yang baik, yang bisa dibawa sampai akhir hari
…temen-temen,
mampiriah ke blogkuuu, aku lagi ikutan lomba blog niihh,jangan lupa
kasihcoment iahhh,, kontribusi kalian sangat berarti …langsung klik
iniiah : http://pelangiituaku.wordpress.com/2010/05/10/seorang-cowok-menjaga-kesehatn-kulit-wajar-nggak-sih/ … semangat blogger 2010 !!!! makasiihh ^_^ …
Subhanallah,, semoga langkah2 kita dimudahkan dalam menjemput jodoh.
*acaranya kapan? ^^
Masih sy bisa mengintip jodoh keduaku kang? hehehehe…
Salam untuk yg sedang enintip Jodoh…
Punten kang
moga kita mendapatkan jodoh yang t’baik……….
Semuah itu terletak pada yang di atas!!!
hem……… Kurang setuju ne kalau jodoh ibarat pantulan cermin!!!!! Em…. terlalu Egois kalau dikatakan demikaian!!!!
Ku katakan demikaian karena kita pasti selalu akan berpenampilan bagus dan rapi dihadapan cermin, lalu bagaimanakah bila saat kita tidak didepan cermin? dan berapa lamakah kita berada di depan cermin? pada dasarnya kita didepan cermin hanya sesaat dan untuk mempersiapkan diri saja.
Selain itu tidak bisa orang dikatakan sebagai orang baik atau buruk sebelum KEMATIAN menjemput, Lalu???? jadi baikah mereka sebelum atau sesudah ketemu kita?
perlu diingat bahwa Alloh tidak akan menutup mata hati seseorang, kecuali bagi mereka yang telah dikehendaki-Nya. Dan Alloh juga tidak akan merubah nasib suatu kaum, kecuali mereka sendiri yang merubahnya.
thank for inspiration,,, B-)