“Aku adalah Puisi“, begitulah judul salah satu puisiku yang pernah di posting di blog ini. Meski aku tidaklah pandai menulis dan membaca puisi, tapi aku merasa telah jatuh cinta pada puisi. Puisi membuat setiap kata memiliki ruh yang sangat kuat hingga bait-bait pun menjadikannya amat bermakna. Singkat namun dalam apa yang bisa diungkap. Tak mudah memang untuk mampu mengunkap maksud kata dalam bait-bait puisi, tapi justru disitulah indahnya.
Kala saya mendengar seorang penyair membacakan puisi, sering merinding bulu kuduk ini. Intonasi suara, mimik wajah, gerak tubuh, menambah dalam puisi yang dibawakan. Tentu saja untuk membawakan puisi perlu penghayatan terhadap puisi yang dibacakan, karena jika tidak, maka bias dan ruh puisinya pun bisa jadi hilang. Karena itulah, pembaca puisi yang hebat tentu saja kan menjadikan puisi yang dibacakan pun terdengar dan terasa jauh lebih dahsyat. Jika yang membacanya seperti saya, wah bisa jadi puisi seolah narasi yang sedang dieja murid putus sekolah, hehe.
Kali ini saya akan perkenalkan pembaca puisi terhebat versi saya sendiri. Dia adalah seorang gadis Ciamis yang usianya terpaut 5 tahunan dengan saya. Gadis ini yang telah membuat saya berulang kali merinding saat saya mendengarkan pembacaan puisinya. Gadis yang menurut saya memang sangat piawai membacakan puisi. Bahkan beberapa puisi-puisi dahsyat dia hafal dan dengan mudah membacakannya untuk saya.
Bisa jadi saya memang subjektif, tapi coba sahabat baca rentetan prestasi beliau ini di bidang lomba baca puisi:
Juara 1 Pasanggiri Maca Sajak Sunda Sa-Tatar Sunda tahun 2002, 2003, 2004, dan 2005 (4 periode berturut-turut) yang diselenggarakan di SMU Pasundan 2 Tasikmalaya.
Juara 1 Lomba Baca Puisi se-Kabupaten Ciamis yang diselenggarakan di Univ. Galuh tahun 2000
Juara 1 Lomba Baca Puisi dalam rangka Porsenida Provinsi Jawa Barat tahun 2003
Juara 3 Lomba Baca Puisi se-Pulau Jawa yang diselenggarakan di Sanggar Sastra Tasik tahun 2003
Juara 2 Lomba Baca Puisi se-Priangan Timur yang diselenggarakan di Univ. Galuh tahun 2004
Juara 1 Lomba Baca Puisi se-Kabupaten Ciamis yang diselenggarakan di SMKN 2 Ciamis tahun 2004
Juara 1 Pasanggiri Maca Sajak Sunda PENSATRADA (Provinsi JABAR) yang diselenggarakan di UPI tahun 2007
Juara 1 Lomba Baca Puisi Piala Rendra yang diselenggarakan di UPI tahun 2007
Itulah sederet prestasi gadis yang bernama Silvia Dewi di bidang baca puisi. Dan sejak tahun 2008 beliau sudah tidak lagi turut serta dalam berbagai lomba baca puisi dikarenakan sibuk akan pekerjaannya. Meski begitu, beliau sesekali menjadi narasumber di bidang yang sama semisal menjadi narasumber pada Pelatihan Baca Puisi untuk Guru Kesenian se-Kabupaten Majalengka pada tahun 2009.
Gadis pecinta seni sastra ini juga kerap kali menulis naskah dan menyutradarai beberapa pementasan drama. Ya wajar saja karena belaiu juga aktif di teater sejak duduk di bangku SMP. Tapi untuk sahabat semua ketahui, ternyata beliau tidaklah kuliah di jurusan seni. Melainkan beliau saat ini tercatat sebagai mahasiswi tingkat akhir Teknik Informatika di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Kembang.
Sekian ulasan saya tentang siapakah Pembaca Puisi Terbaik menurut Achoey el Haris.
Untuk lebih kenal dengan beliau, silakan klik blog barunya di http://pagibening.wordpress.com





suka puisi n suka pula pembaca puisinyah sebuah paduan yg endah he he he
mo coba mampir ah keu yg suka baca puisi … btw ngeBakso sambil denger puisi … enak ngak yah ?
Salam hatur tararengkyu n sukses jandanyah eh mie jandanyah
Alhamdulillah.
Jika bagimu aku adalah pembaca puisi terbaik maka bagiku kau adalah puisi terindah dan aku ingin membacanya dengan indah pula.
Haha….
wew itu fotonya ya A cantiknya
bunda juga hanya sebagai penikmat puisi A,
sampai sekarang masih saja gak bisa kalau disuruh buat puisi.
mereka yg berhasil membuat puisi, orang2 yg indah perasaan nya A.
salam
ehm, A.. hari ini ternyata calon menantu-nya bundo diperkenalkan..
**berbunga-bunga deh bundo
wah, calon mantu bundo cantik yaaaaaaa hehehe
wah wah wah, deretan yang luarbiasa . ya saya juga pada akhirnya terjerambat dalam puisi, dan menjadi pengagum kata-kata, ketika kitab tak dapat diajak beriring bersama, saya malah lari dengan kata-kata . semoga akan tetap keluar kata-kata dan cerita dari mereka yang memang sastrawan sejati . heu .
Suit..suit..suit..apakah ini tanda-tandanya.
cantik A..
akhirnya ditampilin ju9a
eh hebatnyaaaa dia
wah..wah..hebat euy
kapan sayah jadi pembaca puisi terbaik ya ?dilempar BB sama massa
Keren yoh..
saia anak bahasa tapi gk bisa baca n bikin puisi.. Hihih
kemudian datang sorang lelaki yang mencoba minta di ajari bagaiman caranya membuat puisi.
eng ing eng ………!!!
ah, beruntung sekali lelaki yg menyanding perempuan itu… * siul2 sambil ngelirik A*..
salam kenal Om..
thanks telah berkunjung ke tempat kami..
wah… blog Om sangat manis, ramai banget..
sukses selalu ya Om..
sedj
http://sedjatee.wordpress.com
Saya ndak bisa sepenuhnya menikmati puisi. Pengetahuan saya tentang puisi juga minim. Tapi saya menghargai segala puisi sebagai sebuah karya seni.
kunjungan malam hari.. anya ingin memberitahukan bahwa semua kontennya terbilang sangat ok dan informatif
kalau blog ku gimana ada dua yang ingin saya tawarkan dalam kunjungan anda kali ini
1. blog ok PR2
2. BlogUnik serba hitam
jangan lupa kunjungan balik anda selalu akan kami harapkan …ok kita tunggu perkebangan blog anda slanjutnya semoga makin tops
keke…keke… nu saleresna si dia teh saha ?
kikindeuwan sanes ?
HEBAT LAH POKOK NA MAH CIAMIS TEA ATUH
pikiraneun
Urang CIamis tea atuh nya Kang ABi…. hehehe….
Urang Ciamismah gareulis, karasep, palinter hehehehe…. (apa hubungannya ya?)
Sayang pisan, sy sama sekali ga pede baca puisi & ga bisa nuli puisi
boleh tuh diajarin cara bikin puisi yang bagus. salam ya a’ sama gadisnya
jadi pengen dengar nih pembacaan puisi terbaik sobatt
langsung ke tkp ya…salam hangat dari MALANG
Salut banget ya buat si gadis ciamis …
gak gampang emang dlm membaca sebuah puisi..:)
swiit swiiiiiw ini dia A?
dulu sering terkagum-kagum ita orang baca puisi, sampai sekarang masih suka kagum soalnya paling gak bisa buat sih A…
wah hebat… kalau gitu sainganya Kang Budi Santosa donk…
kalau saya hanya mampu membacanya dalam hati saja …. heee (jadi malu).
prestasinya cantik, secantik orangnya
langsung meluncur tuk mengenal, lama tak berkunjung nih kang hehehe….
Jadi pengen kenal. Langsung ke blognya aja ya..
seorang puitis bisa menghayati puisi yang iia baca dan apalagi ciptaan sendiri makin menyentuh …….
salam blogger
berkunjung balik ya
makaasich …….
yang difoto itu yang baca puisi yang menang yaa??? hehehe cakep..kabuuuurrrr
Hmmm.. pengen kenal…
pengen dengar baca puisinya…
semoga terus terasah hingga dewasa
Saya suka baca puisi, meskipun tidak bagus, dan tak pernah ikut lomba
salut sama beliau..
Suka puisinya atau suka penulisnya Aa?
jadi ingat sahabat saia–yg juga jago berpuisi, tapi sekarang sedang pergi merantau
lam kenal anak baru nih
http://berbagaipilihan.blogspot.com/
Lam kenal aku anak baru
http://berbagaipilihan.blogspot.com/
kalau aku hanyalah penulis puisi yang tak becus baca puisi
hmmm..jadi ngiri…hmm..jadi pegen sperti beliau..bangganya…
silau ya sama prestasinya
jadi pengen kenalan langsung nih. Jiaelah!
Puisi bagaimanapun isi dan bentuknya selalu membawa suasana indah, baik sedih maupun bahagia
ooo yaaa,,kalo ada infirmasi tentang lomba baca pusi,,ksih tau aku yaaa,,,niii no hp aq 087820599191,
…MOHON KASIH TAU…
kasih tau kalo ada lomba baca puisi,,
menarik artikelnya kang saya suka dengan orang yang pandai baca puisi
pssttt choey… keknya itu calisku yaaa???
(oopss maap kalu salah…
)
kapan ya puisiku bisa dibaca beliau..ngarep mode:on
tersenyum senyum QK membaca postingan ini…
sepertinya semuanya pun turut senang dengan postingan yg ini.. hehehe….
berkunjung ah ke si pembaca puisiii…
HIDUP!!! ^_^
Menimba ilmu di blog ini. kunjung balik! 13:46
Posting yang ok !! kunjungi aw juga ok! 13:41
idem dengan saya sih sebenarnya. Saya juga kurang pandai dalam membaca apalagi menulis puisi. Karena, puisi pada umumnya memakai bahasa abstrak. Dan saya tak bisa menafsirkan bahasa abstrak tersebut hahaha.
Berhubung saya orang musik, saya lebih suka puisi yang dinyanyikan alias lagu.