RINDU II
Adalah pada bintang dimalam ini
Kupersembahkan sebuah kerinduan
Kerinduan akan cahaya
Yang lama terkurung dalam hati ini
Yang tak pernah terucap lewat apa pun
Karena aku sendiri tak punya suara untuk berbahasa
Maafkan aku
Semua perasaanku seperti berotasi
Kadang malam, kadang siang begitu cepat berganti
Hanya satu hal yang tak berubah
Sebuah kerinduan pada cahaya bintang
Yang tak pernah terucap lewat kata
Hanya debar
Tapi entahlah apa ia mengerti?
Mungkin setelah malam ini berlalu pun
Tetap bisu dan kerinduanku semakin mengakar
Semoga bintang tak akan pernah lelah bersinar dan setia menunggu
Disini, saat ini meski hanya dalam hati
Aku akan tetap menyimpan sebuah kerinduan
Hingga tiba saatnya aku ucapkan
By : V
RINDU II JUA
Kudengar kau sedang menyapa bintang
Mengalunkan bait-bait kerinduan sang lajang
Yang rasanya sedang kueja dalam malam maupun siang
Menyulam makna dalam selaksa cahaya menyeruak ruang
Aku
Mengerti bahasamu meski kau membisu
Tak usah kau salahkan bibir dan lidah yang kelu
Karena hati yang merasa tak kan membeku
Karena hati yang membiarkannya nerujuk restu
Jadi
Semerbakkan cahaya dalam hati makin menjadi
Karena cinta bukanlah besar kecil peluang laksana judi
Tapi ketulusan yang harus dihalalkan nanti
Jika memang bukan saat ini
Bersabarlah
Menantinya kembali merekah
Dengan indah
By : A





Edisi rindu adam & hawa….
Keren puisinya berima. Ikutan ah, buat puisi berima. Judulnya Obat luka I, obat Luka II dsb.he… Lanjutkan A!
duhhh….jadi sering balas-balasan puisi endah pisan Kang jadi hoyong
salam hangat
puisinya indah… rindu memang kadang menyiksa perasaan..
komen saya kok menghilang??
swit swiiit asiknya balesbalesan puisi
ehem…sirkuit
jadi pengen merindu juga
Semoga rindu itu segera terjawab…
jadi inget puisinya amir hamzah, mas achoey, yang mengungkap ttg kerinduannya kepada Sang Pemilik Kehidupan.
Rindu itu adalah anugerah Ilahi
Bundo bentar lagi mantu ya A?
==============================
Insyaallah Bundo
Pusi indah, lebih indah krn saling berbales.
“Bersabarlah
Menantinya kembali merekah
Dengan indah”
hehe
Puisi yang sangat menyentuh. Kerinduan memang seperti dua sisi pada mata uang. Di satu fihak, ia bisa jadi membuat kita menderita, namun di sisi lain dapat membuat cinta semakin indah… Di mana ada kerinduan, di situlah biasanya adanya cinta…
dan blue benar benar merindukanpuisimu kang
seperti dahulu………..akang membuat blue bangga menjadi salah satu penikmat karya akang
sukses y kang
salam hangat dari blue
berbalas puisi….?, ini yang saya tidak bisa tapi sangat bisa dicoba
Ketika pagi ku terkutuk hati
lihat lekuk kata tergores indah
amboi kawan sudahkah kau
megapai rasa yang tertingal
ketika kau campakan rindu itu
aku ingin engkau hadir dalam
sebait rasa yang tak menentu
Apakah engkau telah melukis
cinta mu dalam sebai rasa
Rindu tercekam akan terbawa
bersama bayang kekasihmu
dalam ketulusan cintamu
yang berharap rindu
suitss..suitsss…
jieeeee..yan9 berbalesss rindu…
*undan9an bentar la9e nyampe yah
*
Aku mengerti bahasa rindumu bahkan saat percakapan kita hanya hela nafas. he..
Bingung ah harus ngomen apa
cihuy…. sampai berbalas puisi saking rindunya A.
bunda diundang gak ya ???
salam