Dalam perjalanan kehidupan mencari (menjemput) penghidupan, kita akan dihadapkan pada beragam peran. Bisa jadi kita seorang karyawan swasta, karyawan negara (PNS), pengusaha, atau bekerja mandiri tanpa memiliki bos dan tanpa memiliki bawahan. Ini semua adalah peran mulia ketika kita bekerja di bidang yang baik (halal) dengan cara yang baik. Ukurannya terletak pada sebagus apa kinerja kita dan sepandai apa kita mensyukuri hasil yang kita peroleh. Memposisikan diri dengan cerdas dan ikhlas sehingga kiprah kita di jalan penjemputan rejeki ini menjadi benar-benar pantas. Lalu, harmoni pun terbangun indah.
Ketika kita mendapati posisi sebagai seseorang yang di amanahi Allah untuk memiliki sebuah unit usaha dan kita memiliki karyawan, maka kita harus memainkan peran ini dengan sempurna. Peran sebagai bos atau atasan adalah peran yang kan menjadi berkah ketka kita mampu menghargai karyawan. Ketahulilah, bahwa karyawan adalah sahabat kita, mereka yang membantu kita untuk mampu membuat perusahaan senantiasa maju dan lebih baik.
Karyawan kita adalah manusia, bukan mesin yang dengan sembarang kita bisa berdayakan. Karyawan kita adalah manusia, maka tetap manusiakan mereka. Perlakukan mereka dengan baik, sentuh hati mereka dengan hati kita. Jangan sungkan untuk menyapa dengan ramah mereka saat memulai kerja, karena dengan sikap ramah kita kan membuat mereka lebih ikhlas dan bersemangat menjalani pekerjaannya. Biasakan memberikan pujian pada karyawan yang berprestasi, jangan sungkan, karena ini kan menjadi motivasi agar kinerja mereka jauh lebih baik lagi.
Ingat, karyawan juga butuh kebahagiaan dalam bekerja, dan bahagia itu bersumber dari hati yang bahagia. Maka bahagiakan hatinya tak hanya berupa materi (gaji pantas dan reward). Karena loyalitas yang dibangun hanya atas dasar materi, bukanlah loyalitas yang sebenarnya, ini hanyalah penumbuh awal loyalitas saja. Loyalitas yang sebenarnya akan muncul ketika mereka sudah merasa sangat nyaman bekerja diperusahaan kita. Nyaman karena kecerdasan dan ketulusan kita untuk menghargai mereka.
Menjadi sosok bos atau atasan yang perhatian, menyempatkan diri untuk tersenyum dan menyapa, sekedar menjabat erat dan menepuk bahu mereka. Menjadi sosok yang peka terhadap totalitas dan prestasi kerja mereka yang membuat mereka yakin bahwa mereka pun punya masa depan yang kan lebih cerah jika mengabdi di perusahaan kita. Mereka yakin, jika perusahaan maju, maka mereka pun akan maju. Sehingga mereka kan berkinerja dengan baik, agar perusahaan menjadi lebih baik dan imbasnya masa depan mereka pun membaik.
Karyawan adalah sahabat, mitra kerja yang sesungguhnya. Kita paham betul kalau setiap mereka butuh penghargaan, mereka semua butuh berkembang. Maka jadilah sahabat yang bisa memberikan itu semua. Dengan jalan kerjasama yang baik untuk mewujudkan perusahaan yang maju dan mensejahterakan. Jadi, raihah tangan mereka dan bergandenganlah menuju masa depan gemilang.
Besar atau kecil usaha kita saat ini, menghargai karyawan tetap harus dibiasakan!





(maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
Pimpinan menghargai bawahan, bawahan menghormati atasan. Sebuah kondisi yang sangat harmonis dan meningkatkan etos kerja.
—————————————————–
Sinergi yang indah. sobat
Oleh: alamendah on 8 November 2009
at 7:26 am
setujuuu…karyawan juga manusiaa, statusnya aja yg menjadikan dia sebagai bawahan, tanpa mereka, sebuah perusahaan ga ada artinya…so hargailah mereka, saling memberi saling menerima, biar sama2 enak gtu…^^
————————————————————————
Yup, benar sekali. Dan kan indah bila para bos mengerti ini
Oleh: sunflo on 8 November 2009
at 10:12 am
sangat setubuh sekali kang.
tanpa karyawan kita tidak bisa bekerja dengan maksimal
———————————————
Bentul sobat. Semangat!
Oleh: Pencerah on 8 November 2009
at 10:49 am
enak banget jadi karyawannya kang achoey! ngelamar aaah… boleh?
——————————————————
Ah kau, bisa aja. Salam dahsyat
Oleh: MT on 8 November 2009
at 11:17 am
hu uh Mas kita ngelamar yuu
—————————————–
Ampuuuuun deh hehehehe
Oleh: Hariez on 8 November 2009
at 11:33 am
setuju Kang, sekecil apapun penghargaan untuk seorang karyawan, akan terasa lebih baik bagi setiap karyawan dalam menerimanya
sukses selalu untuk mu
—————————————————————-
Yup sobat. Makasih atas doanya. Semangat!
Oleh: Hariez on 8 November 2009
at 11:59 am
Ciye.. Bos Haris anak buahnya udah berapa nih? hehe…
Kunjungan balik dari sesama Blogor nih..
Mari bertukar link…
——————————————————
Ah jangan tanya itu, malu hehehe.
Udah ditautkan. Salam BLOGOR
Oleh: asepsaiba on 8 November 2009
at 12:00 pm
mau dong saya jadi karyawannya kang achoey…
——————————————
ah masa. jadi malu A nih
Oleh: yangputri on 8 November 2009
at 12:39 pm
dan bagi karyawan yang masih bujangan
….
nasehatkan dia untuk mencari pasangan hidup
————————————————–
Ups, nyindir ya bro hehehe
Oleh: ILYAS AFSOH on 8 November 2009
at 4:56 pm
hanya bahasa hati yang bisa dimengerti oleh hati
——————————————
Yup sobat. Dahsyat
Oleh: ilyasafsoh.com on 8 November 2009
at 10:29 pm
Siippp..Mantaps dah Mas Achoey….
Mas Achoey ini menjadi pengusaha muda, dan tentu saja menjadi Bos, yang syukur alhamdulillah, Mas Achoey adalah Bos yang sangat baaaaiiiiikkkkk…
TOP dah pokoknya
—————————————————————————
Ah sahabatku, aku hanya sahabat mereka saja. Mencoba melakukan kiprah sebagai insan di bumi, menjemput rejeki.
Oleh: bocahbancar on 8 November 2009
at 5:13 pm
you’re right man…
——————————
Jd malu nih sob
Oleh: adams on 8 November 2009
at 5:41 pm
Kang Achoey *sok heboh, SKSD*
seandainya para pemimpin kita baca tulisan kang achoey dan mempraktekannya, alangkah indahnya dunia..
atasan dan bawahan hanya beda distatus, dan tanggung jawab *dan gaji tentunya* di dunia, di mata Tuhan YME sih ga ngaruh, saja bukan…hehe, so, muliakanlah setiap orang, siapun ia.
————————————————————————
A sahabat, bisa aja. Yup, yuk muliakan manusia lain
Oleh: lightbreath on 8 November 2009
at 8:14 pm
yup.. sangat setuju! pemimpin yang baik akan selalu bisa memahami karyawannya..
———————————
Bentul sobat
Oleh: Sofi on 8 November 2009
at 10:18 pm
cerdas menghargai… emangnya mau dihargai berapa karyawannya choey
—————————————————————
Dihargai sesuai kelayakkannya
Oleh: Wempi on 8 November 2009
at 10:23 pm
A’ Maaf beberapa waktu menghilang without a trace. Seebook ternyata ya kuliah tuh
-Geulist133-
————————————————–
Gpp. Semangat ya kuliahnya!
Oleh: nothingwrongwithmylongblackhair on 8 November 2009
at 11:57 pm
Kayaknya ini sebuah contoh yg baik utk mereka2 yg punya karyawan yach
Salam
————————————-
Moga aja sobat
Oleh: Aribicara on 9 November 2009
at 6:56 am
Ah andai semua bos / pengusaha punya niat baik begitu
—————————————–
Amin. Moga aja
Oleh: Eka Situmorang-Sir on 9 November 2009
at 10:14 am
Pada dasarnya, berfikirlah bahwa apa yang sedang kita kerjakan itu adalah salah satu ibadah, jadi kita tidak akan merasa terbebani oleh itu semua….
Dan buat boz2, ingatlah juga bahwa mensejahterakan karyawannya itu adalah ibadah, jadi selain kesuksesan di dunia yang didapat, insyaAllah kesuksesan di akhiratpun menanti… Amiiinn
Jadilah pemimpin yang mampu memberi tauladan…..
Sukses untukmu dan usahamu A…
—————————————————
Betul V. Makasih ya atas doanya
Oleh: Vie on 9 November 2009
at 3:31 pm
artikel baguuuus kang achoey…karyawan seperti siapapun yg bekerja beda dgn unsur produksi lainnya….mereka unik yakni memiliki intuisi,emosi, dan kerpibadian yg aktif….dalam bisnis dia sebagai aset perusahaan,jadi harus dipelihara dan dikembangkan….dlm manajemen dia sebagai mitra manajer karena itu di sisi tertentu ada kesetaraan dan sinergis….karena itu pendekatan saling menghargai menjadi esensial dalam membangun bisnis….
———————————————————-
Makasih Pak, saya belajar banyak dari Bapak
Oleh: sjafri mangkuprawira on 9 November 2009
at 4:44 pm
aku mo ngelamar jd karyawanmu dong…
sukses teruss!! ku doakan selalu..
Oleh: lia iyang on 10 November 2009
at 9:37 pm
punya bos kaya 9ene enak ju9a yah
*bole jadi karyawannya nda A..
intina klu perusahaan nda ada karyawan ya nda jalan,karna sesun99uhnya karyawanlah motor dari perusahaan ituh
Oleh: wi3nd on 11 November 2009
at 10:38 am
… harus ada simbiosis mutualisme …
Oleh: arifromdhoni on 14 November 2009
at 4:43 pm