Oleh: achoey | 7 November 2009

Mereka Kira Surat Cinta

Dara Mie JandaSahabat-sahabatku di kedai riuh ramai saat ku datang lewat  jam delapan tadi malam. Dan itu semakin menjadi saat kutanyakan apakah ada titipan untukku. Beberapa diantara mereka semakin senang menggoda, dan aku tahu apa maksudnya, kenapa mereka berprilaku seperti itu padaku. Lalu aku pun tersenyum melihat tingkah mereka. Hehehe, mereka telah salah kira.

Selembar amplop kini telah berpindah ke tanganku. Amplop inilah yang menjadi pengundang canda dan kata goda. Ehm, sebenarnya kalau hanya amplop mungkin tidak masalah, tapi yang membuat sahabat-sahabatku curiga tatkala yang menyerahkan amplop tersebut adalah seorang dara jelita. Mereka lantas mengira amplop tersebut berisi surat cinta. Waduh, hari gini masih ada surat cinta. Sambil melirik ke ponsel yang terjaga siap sedia. SMS aja kali, hehehe.

Gadis tersebut tiada lain tiada bukan adalah seorang pelanggan setia Mie Janda. Dia sahabatku, begitulah kurang lebihnya. Awal perkenalanku dengannya ketika dia meneleponku dan ternyata salah sambung. Saat itu aku pernah berpikir kalau ini modus biasa, salah satu cara cewek mendekatiku (geer mode on). Tapi setelah berjalan lama, sepertinya beda. Dia lebih fokus pada semangat berbagi yang kulakukan, bukan padaku. Karena itu akhirnya kami “sepakat” menjalin persahabatan untuk kebaikan.

Beberapa waktu yang lalu dia mengabarkan kalau dia dan saudaranya telah membuka usaha kuliner sederhana. Dan dia pun ingin melakukan apa yang Mie Janda dan (yakin) banyak yang lain lakukan. Menjadikan 2,5% dari omzet untuk dana sosial. Ehm, aku tidak tahu pasti apakah usaha dia pun telah melakukan hal yang sama, yang pasti kedatangannya tadi malam adalah untuk menyampaikan dana yang diharapkan bisa dimanfaatkan untuk anak yatim. Jadi amplop itu jelas isinya bukan surat cinta melainkan dana infaq.

Kadang aku terharu, kok bisa-bisanya dia percaya dan menitipkannya padaku. Seolah aku adalah sosok yang benar-benar amanah. Tapi memang tak biasa bagiku untuk mengkhianati amanah. Bukankah menjadi sosok yang dipercaya jauh lebih indah, dan ini harus tetap di jaga. Toh meski tak ada KPK, kejujuran tetap harus tertanam di jiwa, karena ada Tuhan yang Maha Tahu dan mengawasi kita. Hehe, jadi inget cicak versus buaya, gak ikutan ah takut salah.

“Terima kasih duhai sahabatku, atas keikhlasanmu menginfaqkan sebagian rejekimu untuk anak yatim ini. Semoga berkelanjutan. Semoga usahamu berkah dan semakin maju. Amin.”


Tanggapan

  1. pagi bang achoey , b’kunjung Lagi yyy.
    saya doakan indonesia bakal punya seribu anak bangsa seperti mas. adem bennerrrr

    —————————————————————————–
    Siang sobat.
    Waduh, jangan seperti saya donk. Saya tuh anak nakal, bisa bahaya Indonesia.
    Seperti Jendral Sudirman itu hebat :)

  2. Wah… beruntung sekali tuh dapat kepercayaan dari seseorang…. mudah2an kang choey tetap mendapatkan kepercayaan amanah dari siapapun juga…..

    ———————————————————————–
    Amin. Semoga sobat, semoga kita semua menjadi sosok-sosok yang bisa dipercaya :)

  3. salam
    Subhanallah jarang sekali aku menemukan orang-orang seperti itu.

    rizal anis rifqi

    —————————————————————
    Salam
    Ah kau sobat. Semangat! :)

  4. yakin tu kang cuman infaq isinya..??

    udah diliat beneran belom???

    jangan2 ada kertas yg dislimpitin di antara uang2 tuh…

    :lol:

    ————————————————————-
    Belum saya buka. Tapi saya yakin cuma uang isinya :)

  5. Kakak, apa kabar? Lama tak kemari ya..

    Tetaplah berbagi, semoga amal ibadahnya diterima Allah, dan menjadi barokah bagi yang menerima, amin :)

    ———————————————————————–
    Alhamdulillah kabar A baik dik.
    Ya dik. Amin :)

  6. Hmm … menggugah

    ———————————-
    Ah Bapak :)

  7. Alhamdulillah A, selalu masih ada yang mau berbagi..

    **memang bukan surat cinta qo A, tapi habis itu sms nya dibales ngga? “)

    ————————————————————————-
    Ah Bundo, bisa aja. Jadi malu nih hihihihi :)

  8. akan tetapi tak bisa dipungkiri kan KAng, jika kita hidup membutuhkan seorang pendamping :lol:

    —————————————————————-
    Betul sobat, betul :)

  9. ya kau juga benar Kang, amanah adalah sebuah titipan yang selayaknya kita jaga dan pegang erta-erat menjaga amanah tersebut :D

    —————————————————————-
    Ya sobat. Semoga kita bisa jaga amanah selalu. :)

  10. siang aa…
    nice posting… menggugah hati…

    ———————————————–
    Siang adik.
    Ah bisa aja, A jadi malu :)

  11. Amien..

    Alhamdulilah sahabat A suda mempercayakan pada dirimu,yakinlah A mampu menja9a amanahnya :)

    —————————————————————–
    Ya Win, semoga A selalu bisa jaga amanah :)

  12. Berbagi untuk semua merupakan hal yang paling indah di dunia…

    Selamat datang kembali mas… :)

    ——————————————————————–
    Ya sobat, doakan aku agar ga pergi lagi :D

  13. penggambaran diri yang oke :)

    ——————————————————-
    Ah kau, bisa aja. Hehehe, jadi malu :)

  14. ide bagus kang….layak tuk dicoba.

    Mari kita tebarkan virus wirausaha heheheh

    ——————————————————-
    Ayo semangat! :)

  15. Haruisnya emang kek gini. Ingat bahwa di sebagian harta ada yang musti kita pergunakan di jalan Allah.

    ————————————————————————-
    Yup sobat. Semoga kita bisa. Amin! :)

  16. jujur adalah kewajiban kita sebagai manusia, jadi ngga mesti pake KPK. Toh, dari kecil kita sudah dididik untuk berlaku seperti itu.

    ————————————————————————–
    Yup, semoga kita bisa selamanya jujur :)

  17. semoga Indonesia semakin maju dan jaya
    salam,

    ——————————————-
    Amin. Bangkit Negeriku! :)

  18. hooh, semoga berkah n lancar usahanya…. aamiiin

    ——————————————————-
    Amin. Makasih ya sahabatku :)

  19. isinya infaq…apa infaq…:)

  20. Bisa lah bro, orang percaya sama kita, disaat banyak orang tidak jujur alias menyelewengkan amanah, kalo ada orang jujur mereka pasti menitipkan amanahnya pada kita. mudah2an lebih banyak lagi orang2 yang super amanah di indonesia amin.

    ======================================
    Amin. Lebih banyak, lebih baik :)

  21. hihihihihi Pd dahsyat ya dikau tuh.
    wkwkwk
    kalau sahabat sang dara jelita baca, pasti akan tersipu malu.


Beri tanggapan

Your response:

Kategori