Adalah hal yang patut disyukuri ketika kita telah memiliki karyawan dalam menjalankan usaha kita. Bukan karena kini kita telah menjadi bos, melainkan karena kini kita telah mampu menciptakan lapangan pekerjaan, tak hanya untuk kita tapi juga untuk orang lain. Dan semoga usaha yang kita bangun adalah jalan keberkahan tak hanya untuk diri kita.
Jalan wirausaha bukanlah jalan yang mudah bagi jiwa-jiwa yang gampang berkeluh kesah. Jalan wirausaha adalah jalan istimewa bagi jiwa-jiwa yang gigih dan pantang menyerah. Maka tak harus semua manusia di bumi ini menjadi wirausahawan, toh jalan hidup masing-masing sudah sewajarnya berbeda. Biarlah jiwa yang memilih, dan kesungguhan menjadi pengukurnya. Apakah akan berlanjut dan meraih kesuksesan, atau berhenti dan terpental di tengah jalan.
Menjadi wiausahawan bukan pilihan terakhir saat sulit mendapatkan pekerjaan. Karena toh jalan wirausaha tak jauh lebih mudah dari susahnya mendapatkan pekerjaan yang layak. Jangan jadikan diri kita korban atas ketidak seriusan pilihan. Terlebih ketika terlanjur menyepelekan, karena jelas sulit bagi jiwa seperti ini tuk keluar menjadi pemenang.
Pernah suatu waktu di sebuah kota saya didaulat beberapa teman tuk bersinergi merintis sebuah usaha. Saya tersenyum, dalam hati mencoba mengukur seberapa besar kesungguhan mereka tuk memilih jalan ini. Dan benar saja, satu-persatu mundur teratur, memilih berpindah dan menjadi karyawan saja. Mereka menjadikan jalan wirausaha hanya pengisi kekosongan waktu saat belum diterima sebagai karyawan, sebuah cara yang unik tapi lajim dilakukan beberapa orang.
Wirausaha bukanlah jalan bagi jiwa-jiwa yang latah. Karena melihat kesuksesan orang lain lalu mencoba melakukan usaha yang sama. Maka pantas jika banyak yang dengan mudah usahanya gulung tikar. Karena salah mengambil hikmah. Seharusnya yang patut ditiru dari sosok yang sukses itu bukan bentuk usahanya, melainkan semangat berwirausahanya.
Jangan bermimpi menjadi wirausahawan, jika saat kita bekerja di perusahaan orang saja sudah tidak bisa menunjukkan kualitas diri yang terbaik, sulit bertanggung jawab. Melakukan pekerjaan hanya menggugurkan kewajiban. Melakukan pekerjaan hanya sebagai upaya menukarkannya dengan gaji bulanan. Karena karyawan yang memiliki modal menjadi wirausahaan adalah karyawan yang menjadikan pekerjaannya sebagai wahana mengukur kemampuan dirinya. Menjadikan pekerjaannya sebagai sarana tuk terus meningkatkan kemampuannya. Sehingga dia tak hanya menukarkan waktu, tenaga dan pikirannya dengan gaji bulanan, melainkan lebih jauh dari itu. Masa bekerjanya dijadikan ajang latihan agar kelak dia siap menjadi pengusaha yang tangguh. Buatnya, perusahaannya yang sekarang labolatoriumnya.
Jadi menurut saya, tak usah latah, ikuti saja kata hati dan ukur kemampuan diri. Jadilah diri kita, jangan mudah latah, jangan pula mudah menyerah. Jadi apa pun kita, asal di jalan kebaikan dan menjadi salah satu yang terbaik.
Sudah layakkan kita menjadi apa yang kita inginkan? Jika belum, maka jadikan diri kita layak!
(Catatan ini hanya sarana memotivasi diri, bukan beniat menggurui.)






saya juga memiliki cita2 jadi pengusaha kang
————————————————————————–
Amin. Bersungguh-sungguhlah! Semangat sobat.
Oleh: Pencerah on 6 November 2009
at 9:29 am
pingin bisa memulai bisnis nih! tapi bingung milihnya
——————————————————————
Mulai dari apa yang kau sukai dik
Oleh: AngelNdutz on 6 November 2009
at 9:53 am
Assalamu’alaikum Kang Achoey
lama daku tidak silaturahmi ke taman ini.
Apa kabar??
————————————————————————-
Waalaikumussalam Wr. Wb. sahabatku
Sama sobat, saya lama dah ngeblog, naru mulai lagi awal bulan ini.
Alhamdulillah kabarku baik, moga kau juga
Oleh: ahsinmuslim on 6 November 2009
at 11:06 am
Gali potensi, kemudian berbuatlah maksimal. bukan begitu kang??
———————————————————————–
Betul sobat. Kau memang dahsyat
Oleh: ahsinmuslim on 6 November 2009
at 11:13 am
Kau Penjual yang hebat Sobat
—————————————————–
Dan kau jauh lebih hebat sobat
Oleh: ILYAS AFSOH on 6 November 2009
at 11:32 am
saya salut sama wirausahawan… dia berjuang untuk eksis, n bisa menciptakan lapangan kerja bagi yang lainnya… hanya saja, mental wirausaha sejati masih minim di tengah kita, selain karena faktor modal, yg juga tak kalah penting adalah tekad dan kerja kerasnya…
——————————————————————————
Betul, tekad dan kesungguhan adalah modal awal
Oleh: sunflo on 6 November 2009
at 1:43 pm
waaahhh
bang achoey sibuk niye
ampe lupa ngeblog..
semangat ya bang
————————————————————————–
Hehe, ya sih karena hal itu dan hal lainnya juga
Oleh: hellgalicious on 6 November 2009
at 2:23 pm
welehweleh™… dah mulai kecanduan ngeblog lagi nih, kang. hwehe…
v(^_^)
salah satu pekerjaan mulia tuh, bisa bikin kerjaan buat orang lain, bisa ngasih penghidupan buat orang lain. pengen…
—————————————————————————
Ya nih, gara2 Farijs jd kecanduan lagi.
Yuk kita berusaha!
Oleh: Farijs van Java on 6 November 2009
at 2:45 pm
bentar choey… ini lagi nyari nyari lokasi yang pas buat jualan peluh.
jualan peluh loh… bukan jualan lendir
———————————————————————
Peluh apaan sih. Jadi ngeri hehehehe
Oleh: Wempi on 6 November 2009
at 2:48 pm
kalau dirunut dari asal-usul katanya, wirausaha ini mengandung makna keberanian dan nyali berusaha, mas achoey. wirausaha memang hanya cocok buat mereka yang bernyali besar dalam menghadapi tantangan. sukses selalu buat mas achoey.
——————————————————————————-
Benar sekali Pak.
Makasih ya Pak atas doanya
Oleh: sawali tuhusetya on 6 November 2009
at 3:45 pm
Jadi pengusaha itu enak kang, bisa punya jabatan BOS..
——————————————————————————–
Wah, dan jabatan itu tidaklah mudah jika tidak bersungguh-sungguh
Oleh: indra1082 on 6 November 2009
at 3:46 pm
sukses terus aa dengan usahanya
—————————————————
Amin. Makasih ya sahabatku
Oleh: julie on 6 November 2009
at 3:47 pm
wirausaha adalah cita-cita
namun masih terbentur dengan beberapa hal, tapi alhamdulillah sudah mulai sedikit-demi sedikit
—————————————————————————————-
Wah, salut. Pntang menyerah. Semangat!
Oleh: dafhy on 6 November 2009
at 5:49 pm
Setuju semua dikembalikan kpd kata hati
—————————————————
Ya mbak, semangat!
Oleh: Eka Situmorang-Sir on 6 November 2009
at 7:56 pm
siapa sih yang nggak mau jadi entrepeneur!
wkekekekek!
———————————————-
Ayo siapa, ngaku!
Oleh: trendy on 6 November 2009
at 8:16 pm
Makasih atas pencerahannya bro…
Manjadi wirausahawan harus bener-2 “mampu” di bidangnya….
———————————————————————-
Sama-sama sahabatku. Benar, semangat!
Oleh: humorbendol on 6 November 2009
at 10:26 pm
Sip…kalo banyak yang pengen jadi wirausahawan, indonesia pasti semakin maju
———————————————————————————-
Bener bgt sobat. Ayo semangat!
Oleh: Andre on 6 November 2009
at 10:59 pm
benar sekali Kang dengan uraianmu di atas, aku pun belum mampu menjadi seorang wirausahawan terlebih ketika aku membaca “Jangan bermimpi menjadi wirausahawan, jika saat kita bekerja di perusahaan orang saja sudah tidak bisa menunjukkan kualitas diri yang terbaik, sulit bertanggung jawab” hanya bisa tertunduk malu
————————————————————-
Sobat bukankah kau sosok pembelajar dan pekerja keras.
Kuyakin itu
Oleh: Hariez on 7 November 2009
at 1:30 am
follow ur pasiion,ikuti lentera hatimu *kata nu9ie and thats ri9ht
klu latah mendin9 nda sah dech..
coz wirausaha perlu keseriusan dan kesun99uhan hati
saksess ya A
————————————————————–
Bener bgt Win.
Makasih ya
Oleh: wi3nd on 7 November 2009
at 3:50 pm
saia sekarang jadi wirausahawan
Buka toko online bro
Kunjungi toko online saia di http://rizaherbal.wordpress.com/
Oleh: riza_kasela on 16 November 2009
at 1:05 am
Ayo gelorakan terus semangat wirausaha dan bisnis.
Oleh: Leny on 21 November 2009
at 2:55 am
semoga kita dapat menjadi wirausahawan sejati…….sukses sampai kemati dan meninggal masuk surga…..
Oleh: ardi rey on 23 November 2009
at 12:52 pm