Perjalanan itu dimulai dengan kembali membuka data korban bencana yang di dapat dari pemerintahan setempat. Lalu paket makanan dan perlengkapan sholat itu dinaikkan ke atas mobil bak terbuka yang baru saja tiba. Tak lupa amplop berisi doa terkena musibah dan uang sealakadarnya telah disiapkan sebelumnya. Beres sudah dan kami pun meluncur. Tujuannya adalah dua kampung yang ada di desa kami. Sementara kampung lainnya ada yang sudah lebih dulu dan sisanya kan dibagikan hari ini.
Tibalah kami di kampung pertama. Ehm, jujur deh, meski kampung ini masih satu desa dengan kampungku, tapi perasaan baru kali ini aku menjangkaunya. Bapak-bapak dan Ibu-ibu itu berkumpul di masid kampung setempat yang tengah dipersiapkan untuk Sholat Raya Idul Fitri. Pak Kepala Dusun telah mampu mengkoordinasi para korban bencana sehingga kami tidak kesulitan tuk menyampaikan bantuan sealakadarnya tersebut. Biarlah materi yag sedikit ini sebagai tanda cinta sesama saudara, sebagai sedikit penghibur kala menghadapi Hari Raya. Begitulah kesimpulan dari apa yang disampaikan sahabatku Sang Koordinartor penyaluran bantuan yang petugasnya hanya 4 orang ini. Dan aku gembira karena ada aku dan adikku dalam tim kecil itu. Sebuah kesempatan berharga, karena kami tahu kami tak punya cukup banyak materi tuk disumbangkan, ya yang kami punya tenaga dan waktu ini.
Di kampung yang kedua penyaluran bantuan pun berjalan lancar. Ada wajah-wajah tersirat duka di sana, namun ada juga wajah-wajah penuh kesabaran. Toh bagi orang yang beriman, apa pun yang menimpanya tak akan sia-sia, melainkan sebagai sarana menumbuh iman pada Yang Maha Kuasa. Ehm, aku harus belajar dari mereka. Belajar dari orang-orang yang senantiasa bersabar dan ikhlas dengan apa yang menimpa. Yang menjadikan itu semua sebagai sarana mendekatkan diri pada Allah SWT.
Sepulang dari kampung itu kami melaju ke kampung yang termasuk terkena dampak gempa paling parah. Subhanalah, rumah-rumah rusak itu bukan hanya bohong belaka. Kulihat dengan mata kepalaku da kuabadikan dengan kamera. Lalu kulihat pula tenda-tenda di dekat rumah yang tak layak lagi ditepati itu. Ada tenda bantuan dari Depsos menjadi saksi rintihan di malam hari para korban bencana. Ah, ak benar-benar baru tahu betapa dampak Gempa Tasikmalaya ini benar-benar sampai ke kampung halamanku.
Sahabat, betapa besar kuasa Tuhan, hanya dengan gempa segitu aja banyak rumah porak poranda, lalu apakah kita masih mampu membayangkan kedahsyatan gempa yang lebih tinggi lagi. Astaghfirullah. Memang tak perlu kita harus terus diingatkan Tuhan akan kuasanya. Terima kasih buat semua dermawan yan telah menginfakkan seagian dari hartanya untuk mengurangi beban mereka. Gempa bumi ini memang mampu mendeteksi kelembutan hati kita. Ini tentang kepedulian pada sesama.






Semoga kesucian dan kelembutan, serta kemuliaan Ramadhan…akan selalu memancar pada hati dan jiwa serta pikiran kita. Mudah2an dgn segala kejadian yg ada, mampu mengetuk hati kita utk lebih mengingat dan mendekatkan diri kepadaNya…
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1430H… Mohon maaf lahir dan batin… Semoga mendapatkan Kemenangan Lahir sampai dgn Batin….
Salam hangat Kang… Salam damai selalu…
Oleh: Hary4n4 on 19 September 2009
at 3:57 pm
Anugerah dan bencana adalah ujianNya. Dulu kami yang diuji, sekarang saudara2 kami. Semoga kita bisa melalui ujian dg selalu bersamaNYA
Oleh: Pencerah on 19 September 2009
at 6:43 pm
semoga korban2 gempa itu dapat dengan lapang dada menerima cobaan ini .. dan tetap semangat menyambut Idul Fitri besok ..
Ramadhan kan kembali berlalu, meninggalkan kisah syahdu
Betapa masa kan tersia jika hati masih terbalut noda.
Minal Aidin Wal Faidzin ..
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H ..
Iklan Baris
Oleh: Iklan Gratis on 19 September 2009
at 7:47 pm
benar Kang…tak perlu menunggu Tuhan memberikan bencana agar kita mengingat Nya..sekecil apapun bantuan kita, akan sangat berharga di mata saudara-saudara kita. Beruntung gubuk reotku di bandung hanya tak beratap lagi serta kehilangan beberapa kaca jendelanya, namun aku yakin dibalik semua itu, Allah SWT punya rencana lain..
-salam- ^_^
Oleh: Hariez on 19 September 2009
at 8:53 pm
الله أكبرالله أكبرالله أكبرالله أكبرالله أكبرالله أكبرالله أكبر
..
Allahuakbar 3x
Lailahaillallohhu wallohu akbar
Allahuakbar walillahilhamd
..
Gemuruh takbir berkumandang di penjuru negeri, tanda hari raya akan tiba
Bila ada salah kata mohon dilepaskan bila ada tutur yang ngawur mohon dilebur.
Seluruh umat islam bermuhasabah dengan tetap berharap rindu akan RamadhonMu Ya Robb yang maha Menghidupkan lagi Maha Mematikan
..
Salam Takzim 1430H
الله أكبرالله أكبرالله أكبرالله أكبرالله أكبرالله أكبرالله أكبر
Oleh: zipoer7 on 19 September 2009
at 10:26 pm
dan kelembutan hati itu akan tetap terja9a hin99a ujun9 waktu,amien..
a9ar tetap perduLi kepada sesamanya,dan biarkan ALLAH san9 pemilik ja9ad raYa yan9 akan memabaLas smua kebaikan kalian ju9a A..
jan9an rapuh la9i ya… te9arkan jiwa untuk meraih yan9 terbaik,
mohon bukakan pintu maaf unutkQ..
minal aidzin walfaidzin mohon maaf lahir bathin.. ^_^
Oleh: wi3nd on 19 September 2009
at 11:40 pm
Selamat idul fitri.
Semoga kita semua keluar sebagai pemenang setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa.
Mohon maaf jika selama ini ada salah dan khilaf.
Taqobballahu minna wa minkum Wa ja’alana minal aidin wal faidzin
Jangan lupa zakat fitrahnya!.
Oleh: alamendah on 20 September 2009
at 12:08 am
Indahnya bisa berbagi. Indahnya saling berempati. Salut, Kang Haris.
Oleh: racheedus on 25 September 2009
at 9:22 pm
terus berjuang berjuang . salut sama kang haris
Oleh: s_borokokok on 12 Oktober 2009
at 4:20 am
nice to know u
Oleh: tiatisya on 25 Oktober 2009
at 8:58 am
^^ apa kabar kawan?
Oleh: Nisa on 28 Oktober 2009
at 2:55 pm
siiiiiiiiiiipppppp gan
Oleh: kacierkusuma on 30 Oktober 2009
at 5:14 am